BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
4.2 Analisis Data
4.2.3 Analisis Scene Ketiga Iklan Bukalapak
Pahlawan memesan Bohlam kepada Penjual Lampu lewat Bukalapak Gambar 4.3 :
Ilustrasi Scene Ketiga (Detik 29-38):
Sehabis memesan obat penumbuh rambut dari penjual discene sebelumnya, pahlawan melanjutkan belanjanya dengan mengetikkan kalimat bohlam di kolom pencarian aplikasi Bukalapak di telepon genggamnya. Setelah itu, terlihat perempuan dewasa keluar dari suatu toko sambil melihat telepon genggamnya yang mendapat pemberitahuan “Pesanan Baru” dengan logo Bukalapak disampingnya. Dengan ekspresi senang, dia menari kegirangan di
depan toko tersebut, diikuti dengan percikan api dari lampu dibelakangnya. Di scene ini, narator melanjutkan narasinya yaitu “lewat jari, kalian terangi hidup mereka” dan scene berakhir.
Tabel 4.5 Ikon scene ketiga
Penanda (Signifier) Petanda (Signified) Manusia dengan tinggi badan
ukuran orang dewasa, rambut panjang di ikat, pakaian; kaus berwarna merah jambu, perhiasan, jam.
(Wanita Dewasa) Penjual Bohlam
Alat penerangan berwarna putih, yang bisa digantung, di letak dan di tempelkan di dinding.
Produk Lampu
Pada scene ketiga, hampir keselurahan gambar menggunakan teknik pengambilan medium shot. Hanya beberapa potongan gambar saja yang menggunakan teknik close up. Penggunaanmedium shot menimbulkan kesan hubungan yang personal dengan subjek dalam scene sedangkan close up menimbulkan kesan dekat atau penekanan. Penggunaan close up terdapat pada detik ke-29 jelang ke-30 dan ke 34 jelang ke-35, sedangkan medium shot terlihat pada detik -31 jelang ke-33 dan detik-36 jelang ke-38.
Sudut pandang pengambilan gambar menggunakan eye level shot dan low angle shot. Eye level shot menandakan gambar yang terlihat sejajar antara subjek dan penonton sedangkan low angle shot menandakan adanya kekuasaan terhadap subjek di scene tersebut. Hampir keseluruhan scene menggunakan tipe lensa normal dan sedikit saja yang tipe telephoto. Penggunaan tipe telephoto pada detik ke-29 jelang ke-30 dan ke-34 jelang ke-35, sedangka lensa normal terlihat pada detik ke-31 jelang ke-33 dan detik ke-36 jelang ke-38. Lensa normal sendiri terkesan natural tanpa ada tekanan, sedangkan lensa telephoto terkesan
voyeuristik. Untuk fokus lensa, keseluruhan scene menggunakan deep focus yang membuat semua unsur dalam gambar adalah penting.
Keseluruhan scene ketiga ini menggunakan pencahayaan high key, yang menggambarkan kesan senang dan ceria. Scene ini menggunakan pewarnaan warm (kuning, oranye, merah dan abu-abu) yang terkesan penuh harapan, optimisme dan hasrat. Keseluruhan teknik penyuntingan gambar didalam scene ini adalah cut yang merupakan perpindahan dari gambar satu ke gambar lainnya yang mewujudkan sebuah bentuk kesinambungan gambar.
1. Tataran Denotatif
Scene diawali dengan seseorang mengetikan sesuatu di telepon genggamnya. Terlihat di layar telepon genggam tersebut gambar berwarna magenta dan tulisan berupa “kategori” dan gambar seperti kaca pembesar berwarna putih. Di atas telepon genggam tersebut terlihat kolom yang di dalamnya terdapat kata “lampu bohlam” dengan gambar kaca pembesar berwarna putih disamping kirinya. Di sebelah kanan kolom tersebut terdapat logo dengan tulisan BL berwarna Magenta. Diketahui bahwa logo BL berwarna magenta adalah singkatan dari toko online Bukalapak yang memakai warna magenta sebagai ciri khasnya. Kaca pembesar menggambarkan arti pencarian pada umumnya dan tulisan lampu bohlam menandakan bahwa orang tersebut mengetikan dan mencari lampu bohlam di aplikasi Bukalapak.
Kamera beralih ke depan toko yang ramai dimana keluar seorang perempuan dewasa berbaju pink yang sedang melihat telepon genggamnya dengan senyuman di wajahnya. Dia keluar dari toko yang terdapat berbagai lampu dan antena televisi didepannya. Seketika di atas telepon genggam perempuan tersebut muncul logo Bukalapak dengan tulisan “Pesanan Baru!” yang menandakan masuknya pesanan dagangandari aplikasi Bukalapak. Notifikasi tersebut menandakan bahwa perempuan tersebut adalah penjual yang bekerjasama dengan Bukalapak.
Perempuan tersebut menari kesenangan sambil menggerakkan tangannya diiringi percikan api lampu-lampu dibelakangnya. Terlihat di belakang wanita
tersebut banyak lampu digantung ataupun dipajang. Dapat diketahui bahwa wanita tersebut adalah penjual bohlam. Kebahagiaan penjual lampu tersebut diiringi perkataan narator yaitu “lewat jari, kalian terangi hidup mereka”.
Latar dari tempat terjadinya aktifitas diatas adalah halaman suatu di toko jalanan. Di toko tersebut tampak berbagai macam lampu dijual, lampu gantung, lampu tidur, lampu belajardan juga stelling untuk berjualan. Terdapat satu orang di depan toko, perempuan dewasa yang merupakan pemilik dari toko tersebut.
Warna dominan yang tampak dari scene ketiga adalah pink, putih, merah, biru, dan kuning.
2. Tataran Konotatif
Seseorang yang mengetik di awalan scene ketiga memiliki kesamaan dengan scene kedua hanya saja berbeda dari segi produk yang dicari. Scene kedua menunjukan pahlawan mencari obat penumbuh rambut sedangkan di scene ketiga pahlawan mencari sebuah bohlam. Seperti di scene kedua, terdapat tulisan “BL”
dengan kotak berwarna magenta di sebelah kiri bersama tulisan produk yang dicari juga gambar kaca pembesar. Tulisan BL merupakan singkatan dari Bukalapak dan kotak berwarna magenta merepresentasikan warna toko online Bukalapak. Kaca pembesar menggambarkan arti pencarian yang biasa dijumpai di toko online maupun search engine. Dapat disimpulkan bahwa Bukalapak ingin menunjukan selain obat penumbuh rambut, mereka juga mempunyai penjual elektronik rumah tangga seperti lampu dan penerangan rumah.
Lalu seorang perempuan yang sedang memegang telepon genggam keluar dari sebuah toko penuh dengan lampu. Di atas telepon genggam tersebut terdapat tulisan “BL” dengan kotak berwarna magenta dengan tulisan “Pesanan Baru!” di sebelahnya. Ini membuktikan bahwa orang tersebut merupakan penjual yang terdaftar di toko online Bukalapak karena notifikasi tersebut hanya muncul di akun penjual. Dilihat dari tempat perempuan itu keluar dan kesinambungan dengan pencarian pahlawan di potongan gambar sebelumnya maka dapat dipastikan bahwa perempuan tersebut adalah penjual bohlam yang membuka usahanya di Bukalapak.
Penjual bohlam tersebut memiliki sebuah toko fisik untuk menjual dagangannya. Kebanyakan UKM tidak memiliki toko fisik namun ada sebagian yang juga mempunyai toko fisik. Menurut UU No. 9 Tahun 1995, Usaha Kecil Menengah memiliki kekayaan bersih paling banyak Rp. 200.000.000 tidak termasuk tanah dan bangunan usaha. Selain itu, toko tersebut bukan merupakan anak perusahaan lain melainkan usaha perorangan meskipun bukan produk buatan sendiri.
Suatu halaman depan toko penuh dengan lampu menjadi latar dari scene ketiga ini. Dari latar tersebut, dapat dipastikan bahwa perempuan yang menjadi penjual bohlam tersebut sudah memiliki toko fisik namun tetap memakai toko online Bukalapak. Bukalapak memberitahukan kepada UKM yang belum bergabung dengan mereka, bahwa dengan situs belanja online Bukalapak, UKM dapat menaikan keuntungan toko fisik dan memperluas peluang pasar hingga seluruh Indonesia.
Seperti di scene kedua, kebahagiaan UKM kembali dilebih-lebihkan untuk seukuran satu produk yang terjual. Hiperbola kembali di lakukan Bukalapak untuk memaksimalkan suasana bahagia penjual bohlam tersebut. Jika di scene kedua hanya orangnya saja yang berekspresi, di scene ketiga latar juga ikut berpartisipasi terhadap suasana bahagia yang diciptakan oleh Bukalapak. Ditandai dengan lampu yang ikut mengeluarkan percikan api yang diibaratkan sebagai rasa senang penjual tersebut. Selain itu, gerakan yang dilakukan oleh penjual bohlam adalah tarian yang merupakan salah satu dari komunikasi non verbal yaitu gesture. Tarian dengan wajah senyum tersebut merupakan ekspresi yang dihasilkan dari kebahagiaan si penjual. Bukalapak bermaksud untuk membuat pembeli melihat kebahagian penjual karena mereka membantu membeli barang dagangan UKM. Selain itu, Bukalapak juga memberitahukan UKM yang belum bergabung bahwa rasa senang dan kebahagiaan akan mereka dapatkan jika mereka membuka lapak di situs belanja online Bukalapak.
Narasi yang muncul dalam scene ini adalah “lewat jari, kalian terangi hidup mereka”. Kata “Jari” di artikan sebagai jari yang mengetik atau jari yang mengklik produk yang ada di Bukalapak. Jari dianggap Bukalapak sebagai
Gambar Detik ke-40 Gambar Detik ke-41
representasi pembeli dan sumber rezeki UKM karena jari tersebut digunakan untuk mengklik pembelian di Bukalapak. Kalimat “Kalian terangi hidup mereka”
diartikan sebagai mensejahterakan hidup UKM. Namun karena di dalam scene ketiga, objek adalah penjual bohlam, maka Bukalapak mendramatisir kata tersebut agar sinkron dengan objek. Maksud dari narasi tersebut adalah dengan jari pembeli yang mengklik produk UKM di Bukalapak, maka pembeli sudah membantu mensejahterakan hidup mereka.
Dilihat dari segi pengambilan gambar, kebahagiaan penjual lampu tersebut dimaksimalkan dengan pencahayaan high key di keseluruhan scene. Pencahayaan high key menggambarkan suasana ceria dan senang. Selain itu percikan api lampu membuat pencahayaan high key diperlukan. Pewarnaan warm juga membuat penjual seakan penuh hasrat terhadap proses penjualan produknya.