• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV ANALISIS DAN PEMBAHASAN DATA

IV.2 Analisis Data

IV.2.1 Analisis Data Iklan XL Versi ”Sule – Baim”

IV.2.1.1 Analisis Scene Pertama Iklan XL Versi

Gambar detik ke-1 Gambar detik ke-2 Gambar detik ke-3

Gambar detik ke-4 Gambar detik ke-5 Gambar detik ke-7

Gambar detik ke-8 Gambar detik ke-9 Gambar detik ke-10

Gambar detik ke-11 Gambar detik ke-12 Gambar detik ke-13

Gambar detik ke-14 Gambar detik ke-16 Gambar detik ke-17

Gambar detik ke-20

Ilustrasi scene pertama (Detik 1 -22):

Sule, Baim dan Putri Titian sedang duduk di atas sofa di suatu ruangan seperti ruang tamu. Sule duduk sendiri, sedangkan Baim dan Putri Titian duduk bersama di sofa panjang. Suasana di ruangan tersebut ramai lalu lalang orang seperti lokasi syuting. Terdengar suara “OK, standby ya” yang sepertinya diucapkan oleh seorang sutradara. Putri Titian mengingatkan Baim, “OK, nanti ngomongnya Om Sule ganteng”. Kemudian terdengar kata “Action” yang sepertinya kembali diucapkan oleh sutradara. Pada saat itu juga terlihat seorang yang duduk agak jauh di atas sebuah kursi yang bertuliskan “DIRECTOR” yang artinya sutradara.

Sule bertanya kepada Baim, “Gimana Im? Om Sule ganteng kan?” Dengan spontan Baim menjawab, “Jelek!” Sule terkejut, sementara Baim dan Putri Titian tertawa. Kemudian Sule menunjukkan 2 batang permen kepada Baim sambil bertanya, “Ini Im. Mau gak?” Baim langsung mengambil 1 batang permen dan memakannya. Sule merapikan rambutnya yang sudah digerai dan kembali bertanya kepada Baim, “Nah, sekarang gimana? Om Sule ganteng kan?” Dengan santai Baim menjawab, “Dari pertama, Om Sule itu jelek.” Ekspresi Sule langsung merengut. Baim melanjutkan perkataannya, “Dari pertama, kalau Rp 25,- XL murahnya beneran”. Di samping kepala Baim muncul balon kata bertuliskan “Sejujur Baim Sejujur XL”. Kemudian terdengar kata “Break” yang sepertinya diucapkan oleh sang sutradara.

Berikut ini adalah setting yang tampil dalam iklan:

a) Latar dari tempat terjadinya aktivitas di atas adalah sebuah ruangan lokasi syuting. Suasana di ruangan tersebut ramai lalu lalang orang dan sesekali terdengar suara seseorang yang meneriakkan kata-kata seperti, “OK, standby ya”, “Action”, dan “Break”. Sekilas tampak seseorang yang duduk di atas sebuah kursi yang bertuliskan “DIRECTOR”, yang artinya sutradara. Hal ini jelas menunjukkan bahwa ruangan tersebut merupakan lokasi syuting.

b) Warna dominan yang tampak dari scene pertama adalah putih, biru dan orange yang merupakan identitas dari Kartu XL.

Tabel 4.5 Ikon scene pertama iklan XL versi “Sule – Baim”

Penanda (Signifier) Petanda (Signified)

Ruangan di sebuah rumah, setting seperti

ruang tamu, ramai lalu lalang orang. Lokasi syuting Manusia dengan tinggi badan ukuran

dewasa, rambut pirang panjang terikat sedada, pakaian; kemeja lengan panjang

orange, jas hitam, celana panjang hitam

dan sepatu kulit hitam.

Pria dewasa (Sule) Manusia dengan tinggi badan ukuran

dewasa, rambut hitam panjang terurai sepinggang, pakaian; blouse bercorak, cardigan lengan panjang biru, rok mini

jeans, legging pink (merah muda) dan

sepatu pink.

Gadis remaja (Putri Titian)

Manusia dengan tinggi badan ukuran anak-anak, rambut panjang sebahu, pakaian; kaus oblong biru, kemeja lengan pendek putih, celana pendek selutut hitam.

Anak laki-laki (Baim) Manusia dengan tinggi badan ukuran

dewasa, rambut pendek, pakaian; kemeja.

Pria dewasa (Sutradara)

Pada scene pertama teknik pengambilan gambar yang digunakan antara lain teknik pengambilan gambar long shot, medium long shot,

medium shot dan medium close up. Long shot digunakan pada gambar detik ke-4, penggunaan teknik ini agar kamera menangkap seluruh wilayah dari tempat kejadian. Teknik pengambilan gambar medium long shot pada detik ke-1 dan detik ke-13, digunakan untuk menggambarkan banyak bagian dari scene yang ada yaitu keseluruhan subjek yang ingin ditonjolkan. Medium shot digunakan pada detik ke-2, ke-3, ke-7, ke-8 dan ke-14, penggunaan teknik ini untuk memperlihatkan sosok subjek secara jelas. Sedangkan teknik pengambilan gambar medium close up pada detik ke-5, ke-9, ke-10, ke-11, ke-12, ke-16, ke-17 dan ke-20, digunakan untuk mempertegas profil seseorang sehingga penonton melihatnya dengan jelas.

Sudut pandang pengambilan gambar menggunakan eye level yang menandakan gambar yang dihasilkan terlihat sejajar antara subjek dan pemandang. Tipe lensa yang digunakan pada detik ke-1, ke-4 dan ke-13 adalah lensa normal, gambar yang dihasilkan terkesan natural tanpa ada penekanan ataupun penonjolan pada subjek. Sedangkan gambar yang lainnya pada scene pertama, yaitu pada detik ke-2, ke-3, ke-5, ke-7, ke-8, ke-9, ke-10, ke-11, ke-12, ke-14, ke-16, ke-17 dan ke-20, lensa yang digunakan adalah lensa tele. Lensa tele menciptakan gambar yang voyeuristik dan terkesan ada kedekatan antar personal antar subjek. Seluruh gambar dalam scene ini menggunakan deep focus, artinya semua unsur dalam gambar adalah penting. Pencahayaan menggunakan high key yang dapat menimbulkan kesan riang dan cerah dalam gambar. Keseluruhan gambar dalam scene pertama menggunakan teknik penyuntingan “cut” (dikenal juga dengan nama editing cut to cut) yaitu

perpindahan dari gambar satu ke gambar lainnya yang mewujudkan sebuah bentuk kesinambungan gambar.

1. Tataran denotatif

Pada awal cerita, tampak 3 orang yang duduk bersama di atas sofa di suatu ruangan dalam sebuah rumah, yaitu seorang pria dewasa, seorang gadis remaja dan seorang anak laki-laki. Sang pria duduk sendiri, sedangkan sang gadis dan anak laki-laki duduk bersama di sofa yang lebih panjang. Dalam rumah tersebut ramai lalu lalang orang. Kemudian terdengar suara, “OK, standby ya”. Bersamaan dengan itu, sang gadis berkata kepada anak laki-laki tersebut, “OK, nanti ngomongnya Om Sule ganteng”. Kemudian terdengar kata “Action” bersamaan dengan terlihatnya seorang yang duduk agak jauh di atas sebuah kursi yang bertuliskan “DIRECTOR”. Dari perkataan sang gadis dapat diketahui bahwa pria dewasa tersebut bernama Sule. Kemudian Sule bertanya kepada sang anak laki-laki, “Gimana Im? Om Sule ganteng kan?” Dengan spontan anak itu menjawab, “Jelek!” Sule terkejut, sementara anak laki-laki dan gadis tersebut tertawa. Kemudian Sule menunjukkan 2 batang permen kepada sang anak sambil bertanya, “Ini Im. Mau gak?” Sang anak langsung mengambil 1 batang permen dan memakannya. Sule merapikan rambutnya yang sudah digerai dan kembali bertanya kepada anak tersebut, “Nah, sekarang gimana? Om Sule ganteng kan?” Dengan santai anak tersebut menjawab, “Dari pertama, Om Sule itu jelek.” Ekspresi Sule langsung merengut. Sang anak melanjutkan perkataannya, “Dari pertama, kalau Rp 25,- XL murahnya beneran”. Di samping kepala anak tersebut

muncul balon kata bertuliskan “Sejujur Baim Sejujur XL”. Dari teks tersebut diperoleh kesimpulan bahwa anak laki-laki tersebut bernama Baim. Kemudian terdengar kata “Break”.

2. Tataran konotatif

Baim yang menjadi tokoh utama dalam iklan ini adalah seorang anak kecil. Baim yang masih berusia muda menggambarkan kepolosan, hal ini diperkuat dengan hiasan kepala yang dikenakan Baim, yang berbentuk lingkaran putih seperti yang biasanya dipakai oleh orang yang ingin berperan sebagai malaikat. Sementara itu Putri Titian mengenakan hiasan kepala yang berbentuk tanduk berwarna hitam seperti yang biasanya dipakai oleh orang yang ingin berperan sebagai iblis. Penggunaan Baim dalam iklan ini ingin menunjukkan bahwa kejujuran dan kepolosan Baim sama seperti XL yang jujur bahwa promosi XL Rp 25,- dari menit pertama itu benar. Kejujuran dan kepolosan ini sangat jelas digambarkan ketika Baim diminta untuk mengatakan bahwa Sule ganteng, tetapi Baim tetap mengatakan Sule jelek karena memang menurutnya Sule itu jelek, walaupun setelah disodorkan permen. Perkataan “Om Sule ganteng” itu merupakan bagian dari script yang seharusnya Baim ikuti karena mereka sedang dalam syuting. Situasi syuting ini dapat dilihat dari situasi ruangan yang ramai orang yang lalu lalang. Juga karena adanya sutradara yang dapat dilihat dari orang yang duduk di atas sebuah kursi yang bertuliskan “DIRECTOR”. Setelah kata “action” terdengar barulah Sule bertanya, dan inilah yang menandakan bahwa percakapan mereka seharusnya sesuai dengan script. Tetapi Baim tidak menjawab sesuai script karena kejujuran

dan kepolosannya itu. XL memakai slogan “Sejujur Baim Sejujur XL” berarti ingin menyatakan bahwa promosi XL jujur tidak seperti operator lainnya.

Pakaian Baim yang berwana biru dan putih juga menunjukkan XL yang identik dengan warna biru dan putih. Dari sini jelaslah bahwa dalam iklan tersebut, Baim merepresentasikan XL.