BAB V ANALISIS DAN PEMBAHASAN
A. Analisis Semiotika Ikon, Indeks, Simbol dalam Iklan
1. Scene 1
Tabel 5.1
Scene 1: Tutup Rambut Pas ada Tamu Sign
Object
Ikon - Perempuan menutup kepalanya dengan menggunakan kain.
- Laki-laki sedang menunjuk ke arah kakinya yang hanya mengenakan celana pendek.
- Laki-laki membawa paket dan perempuan yang tersenyum sedang menoleh kearah belakang.
Indeks Ketiga gambar menggambarkan usaha seorang perempuan dalam menutup rambut menggunakan sarung milik ayahnya saat sedang menerima tamu.
Simbol Kain yang digunakan berwarna hijau melambangkan produk Rejoice.
Interpretant Istiqomah seorang perempuan dalam menjaga auratnya dari laki-laki yang bukan mahram.
Berdasarkan tabel, dapat dijelaskan bahwa potongan-potongan gambar menunjukan usaha seorang perempuan muslimah yang menjaga auratnya dari laki-laki asing yang bukan mahram-nya. Adapun yang dimaksud dengan mahram atau yang disamakan dengan itu tercantum dalam surah An-Nur ayat 31, adalah suami, ayah, ayah suami, putra laki-laki, putra suami, saudara, putra saudara laki-laki, putra saudara perempuan, wanita, budaknya, pelayan laki-laki yang tak bersyahwat, atau anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Selain itu, dalam surat An-Nisa disebutkan pula saudara bapak dan saudara ibu.
Dengan demikian, laki-laki yang menjadi tamu dalam scene ini adalah tidak termasuk kategori mahram bagi
perempuan.Sebagaimana ditunjukkan dalam kolom ikon yang menjelaskan urutan kejadian dimana seorang perempuan yang terburu-buru karena kedatangan tamu.
Oleh karena itu ia menggunakan alat sedadanya untuk menutup auratnya, kemudian diketahui bahwa kain tersebut adalah sarung milik ayahnya. Hal ini menunjukkan tingkat istiqomah seorang perempuan untuk menutup auratnya dari laki-laki yang bukan mahramnya, walaupun sedang berada di rumah.
2. Scene 2
Tabel 5.2
Scene 2: Peniti Hilang Abis Wudhu Sign
Object
Ikon - Seorang perempuan sedang menunduk mencari sesuatu dengan perempuan lain melihat ke arahnya.
- Perempuan sedang memberikan sesuatu kepada seseorang.
Indeks Kedua gambar menunjukan kegiatan tolong menolong terhadap sesama.
Simbol Tulisan wudhu wanita melambangkan latar tempat yakni tempat wudhu di sebuah Masjid. Terdapat teks “Peniti ilang abis wudhu” menjadi simbol untuk benda yang sedang dicari yaitu peniti.
Interpretant Pada scene ini merepresentasikan sebuah nilai untuk membantu dan tolong menolong terhadap orang yang sedang kesusahan. Hal ini ditunjukkan dengan seorang perempuan yang sedang kehilangan peniti untuk mengenakan hijabnya, kemudian datang perempuan lain memberikan peniti miliknya.
Berdasarkan tabel, scene ini menampilkan suatu adegan saat seorang perempuan yang telah selesai melaksanakan wudhu, namun kehilangan peniti saat akan mengenakan jilbanya. Lalu datang seorang perempuan memberikan peniti miliknya.
Menurut analisa penulis, kejadian tersebut bermakna dua hal. Pertama, mengandung pesan untuk saling tolong menolong kepada sesama. Kedua, makna istiqomah dengan perbuatan anggota badan. Hal ini
ditunjukan dengan latar tempat kejadian, yakni tempat wudhu dimana kedua perempuan telah selesai wudhu.
Wudhu adalah satu ibadah wajib yang telah ditetapkan Firman Allah SWT dalam surat al-Maidah ayat 6 :1
َ لَيإ ۡمۡ تۡم ق اَذَيإ ْآو نَماَء َنيُي َّلَّٱ اَهُّيَأََٰٓيُ
ٱ ۡمۡ كَُهو ج و ْاو لَيسۡغٱَف يةَٰوَلَ َّصل
يسٗو ء ريب ْاو حَسۡمٱَو يقيفاَرَمۡلٱ َلَيإ ۡمۡ كَُيُيدۡيَُأَو ني ۡينَبۡع َكۡلٱ َلَيإ ۡمۡ كَُلَ جۡرَأَو ۡمۡ كُ
Wahai orang-orang yang beriman! Apabila kamu hendak melaksanakan salat, maka basuhlah wajahmu dan tanganmu sampai ke siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kedua kakimu sampai ke kedua mata kaki,
Sejalan dengan scena dan ayat tersebut mencermirkan perilaku istiqomah dengan perbuatan anggota badan. Hal ini dicerminkan dengan sikap tolong menolong, dan melaksanakan sholat di masjid.
3. Scene 3
Tabel 5.3
Scene 3: Makan Bakso Hijab Kena Kuah Sign
1 Kementrian Agama RI Ummul Mukminin Al-Qur’an dan Terjemahan untuk Wanita, (Jakarta: Penerbit Wali, 2012), h. 108.
Object
Ikon - Dua orang perempuan dengan ekspresi wajah terkejut. Salah satu perempuan memegang pipinya tanpa disadari perempuan di sebelahnya.
- Dua perempuan saling berhadapan sambil berbicara dengan gembira.
Indeks Kedua gambar menunjukan sebuah kesalahan dari seorang wanita tanpa disadarinya, kemudian meminta maaf kepada orang yang dirugikannya.
Simbol Sikap minta maaf dan memaafkan.
Interpretant Kedua gambar mencerminkan istiqomah dengan lisan atau dengan ucapan.
Berdasarkan tabel hasil pengamatan penulis, scene ini menampilkan suatu adegan sebuah ketidaksengajaan yang terjadi di sebuah tempat makan. Pesan yang ingin disampaikan adalah istiqomah dengan lisan atau dengan ucapan. Hal ini disampaikan melalui adegan saat seorang perempuan berhijab membawa semangkuk bakso, kemudian tanpa disadari jilbabnya masuk ke dalam kuah bakso, karena terkejut perempuan tersebut melemparkan
jilbabnya ke samping hingga terkena perempuan yang duduk di sebelahnya. Ketika sadar akan kesalahannya perempuan berhijab itu memita maaf kepada orang di sebelahnya seperti gambar yang terdapat dalam kolom sign, dimana keduanya terlihat sedang berbincang dengan ekspresi tertawa.
Memaafkan memang bukan hal yang mudah dilakukan. Apalagi ketika seseorang memiliki kemampuan untuk membalas kesalahan orang lain.
Namun itulah akhlak terpuji yang dicontohkan oleh Nabi Muhammad SAW, seperti Firman Allah SWT dalam al-quran surat Ali ‘Imran ayat 133-134 :2
ۡمۡ كُيِبَّر نيِم ٖةَريفُۡغَم َٰ لَيإ َ ْآو عيراَسَٗو۞
Dan bersegeralah kamu mrncari ampunan dari Tuhanmu dan mendapatkan surga yang luasnya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa, (yaitu) orang-orang yang berinfak, baik di waktu lapang maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain. Dan Allah mencintai orang yang berbuat kebaikan.
2 Kementrian Agama RI Ummul Mukminin Al-Qur’an dan Terjemahan untuk Wanita, h. 67.
Scene ini memaknai istiqomah dengan lisan atau dengan ucapan. Digambarkan dengan ucapan meminta maaf dan memaafkan yang dilakukan oleh dua orang perempuan. Sebagaimana tertulis dalam surat al ‘Imran ayat 134 bahwasanya Allah SWT menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan, salah satunya bagi orang yang menahan amarahnya dan memaafkan (kesalahan) orang lain.
4. Scene 4
Tabel 5.4
Scene 4: Pake Helm Hijab Jadi Bubrah Sign
Object
Ikon - Perempuan melepas helm dengan kondisi hijabnya yang bubrah atau
berantakan di sebelah laki-laki yang terkejut melihat hal tersebut.
- Perempuan itu membenarkan hijabnya sambil tersenyum.
Indeks Perempuan pada gambar tetap sabar menghadapi penyesuaian yang terjadi dalam mengenakan hijab.
Simbol Atribut yang dikenakan melambangkan profesi ojek online dan warna hijau sebagai produk dari Rejoice Hijab.
Interpretant Perempuan yang menggambarkan sikap istiqomah dalam niat atau hati. Hal ini dibuktikan dengan hijab yang bubrah namun tetap dihadapi dengan senyuman.
Berdasarkan tabel, scene ini menampilkan perilaku istiqomah dalam niat atau dalam hati. Hal ini digambarkan dengan seorang perempuan yang menjaga niat yang sudah tertanam untuk mengenakan hijab, sehinnga ketika mengalami cobaan berupa hijab yang bubrah saat melepas helm perempuan tersebut tetep tersenyum sambil memperbaiki hijabnya tanpa ada ekspresi terguncang dan tetap ber-istiqomah. Sikap ini juga menunjukan kesabaran dan tawakal seperti Firman Allah SWT dalam surat Ali ‘Imran ayat 200 :3
3 Kementrian Agama RI Ummul Mukminin Al-Qur’an dan Terjemahan untuk Wanita, h. 75.
ۡمۡ كَُّلََعَل َ َّللَّٱ ْاو قَّتٱَو ْاو طيباَرَو ْاو ريباَصَو ْاو يبِ ۡصٱ ْاو نَماَء َنيُي َّلَّٱ اَهُّيَأََٰٓيُ
َنو حيلَۡفُ ت ٢٠٠
Wahai orang-orang yang beriman! Bersabarlah kamu dan kuatkanlah kesabaranmu dan tetaplah bersiap siaga (di perbatasan negerimu) dan bertakwalah kepada Allah agar kamu beruntung.
Hasil analisa dari penulis bahwa scene ini menyampaikan pesan untuk perempuan berhijab untuk tetap ber-istiqomah, dan tetap tanamkan niat untuk terus berjalan mengikuti ajaran Islam. Bersabar dengan segala goncangan dalam prosesnya dan bertawakalah kepada Allah SWT supaya menjadi manusia yang beruntung.
5. Scene 5
Tabel 5.5
Scene 5 : Soal Rambut Gak Masalah Sign
Object
Ikon - Perempuan yang sedang kesulitan mengenakan earphone.
- Dua perempuan tertawa bersama Fatin yang sedang membawa Rejoice Hijab mengenakan busana berwarna hijau.
Indeks Solusi untuk kesulitan masalah rambut yang dihadapi oleh perempuan berhijab.
Simbol Produk Rejoice sebagai simbol dari solusi untuk permasalahan rambut perempuan berhijab.
Interpretant Dari semua perempuan yang istiqomah mengenakan hijab, untuk permasalahan rambut tidak akan jadi masalah karena ada Rejoice Hijabisa.
Dari tabel tersebut, dapat dijelaskan bahwa scene ini memiliki dua pesan yang disampaikan. Pada gambar pertama melambangkan makna tersirat sebagai seorang perempuan yang baru memasuki dunia hijab dengan penyesuaiannya. Kemudian pada gambar kedua Fatin datang dengan kedua temannya membawa produk Rejoice, yang melambangkan solusi untuk permasalahan rmabut yang dihadapi oleh perempuan yang baru dan akan berhijab.
Sesuai dengan konsep dari Rejoice Hijab sebagai the official for supporter Hijabku, maka melalui
visualisasi gambar yang terdapat dalam kolom sign, Rejoice ingin menunjukkan kepada perempuan muslimah yang baru dan akan berhijab bahwa soal permasalahan rambut tidak akan jadi masalah, karena ada rejoice.
6. Scene 6
Tabel 5.6
Scene 6 : Hijab jadi Mainan Sign
Object - Seorang anak menarik hijab wanita.
- Perempuan tersenyum kepada anak laki-laki yang digendong ibunya.
Interpretant Kedua gambar yang ditampilkan menggambarkan sikap sabar dan rendah hati seorang wanita.
Berdasarkan tabel, scene ini menjelaskan seorang wanita yang sedang berada di sebuah pasar dengan kondisi kerungnya yang ditarik oleh anak kecil, namun bukannya marah ia malah tersenyum menatap anak yang sedang berada di gendongan ibunya. Kedua gambar tersebut menampilkan kecantikan hati dari seorang wanita yang memiliki sikap sabar, ramah dan penyayang. Hal ini dibuktikan dengan bagaimana wanita tersebut bersikap kepada anak kecil yang menarik kerudungnya. Dijelaskan dalam al-Quran surat Al Furqan ayat 63:4
داَبيعَو رۡ َ ۡ
لّٱ َ َعَل َنو شۡمَي َنيُي َّلَّٱ حۡمَٰنَِّرلٱ مۡ هَب َطاَخ اَذَوَإِ ا نۡوَه يض
ا مََٰلَسٗ ْاو لاَق َنو لَيهَٰ َج ۡلٱ ٦٣
Adapun hamba-hamba Tuhan yang Maha Pengasih itu adalah orang-orang yang berjalan di bumi dengan rendah hati dan apabila orang-orang bodoh menyapa mereka (dengan kata-kata yang menghina), mereka mengucapkan, “Salām,”
Selain itu, perbedaan usia yang terlihat dalam kedua gambar menandakan bahwa produk Rejoice dapat digunakan oleh segala usia baik yang muda maupun yang sudah berumur.
4 Kementrian Agama RI Ummul Mukminin Al-Qur’an dan Terjemahan untuk Wanita, h. 365.
7. Scene 7
Tabel 5.7
Scene 7 : Mau Serius Dibilang Kaku Sign
Object
Ikon - Perempuan berkerudung panjang sambil menangkupkan tangan di dada.
- Perempuan berhijab sedang bergaya.
- Perempuan berhijab melakukan siaran langsung melalui media sosial.
Indeks Perbedaan gaya berhijab yang digunakan oleh seorang perempuan.
Simbol Komentar yang terdapat pada gambar melambangkan stereotype masyarakat tentang gaya busana muslimah.
Interpretant Berhijab bukan halangan untuk bisa mengekspresikan penampilan. Apapun pendapat orang, hijab tidak membatasi perempuan untuk melakukan apa yang diinginkan. Istiqomah untuk menjalani segala proses yang harus dilalui.
Dari tabel tersebut, memperlihatkan seorang perempuan dengan penampilan yang berbeda-beda. Pada gambar pertama perempuan mengenakan jilbab panjang sambil menangkupkan tangan di dada. Gambar kedua dan ketida menampilan perbedaan busana yang dikenakan lebih terlihat trendy. Selain itu, terdapat teks yang berbeda pada gambar pertama “mau serius dibilang kaku”, gambar kedua “mau gaya dibilang kaku”, dan gambar ketiga menampilkan teks komentar dari orang lain.
Gaya, warna, dan material kerudung (khimar) dan jilbab, setiap kelompok etnis muslim dapat memenuhi aturan al-Quran sesuai dengan latar belakang budaya mereka sendiri. Wanita muslim di Saudi menggunakan abaya, wanita muslimah Persia menggunakan chador,
wanita muslim Afghani menggunakan burqa, wanita muslim Pakistan menggunakan niqab atau purdah, wanita muslim Malaysia dan Indonesia menggunakan kerudung dan jilbab. Namun, pelaksanaan hukum al-Quran tetap sama karena Islam adalah agama universal yaitu tidak terbatas hanya pada satu daerah, suku, atau budaya. Oleh karena itu, wanita muslim wajib berhijab menutupi seluruh tubuhnya kecuali wajah dan telapak tangan.
Menutup wajah bagi wanita tidaklah wajib tetapi bukanlah perbuatan yang berlebihan, bahkan hal itu merupakan keutamaan karena dilakukan oleh istri-istri nabi dan sebagian sahabat wanita pada zaman itu dan setelahnya. 5
Berdasarkan pernyataan tersebut mempunyai makna bahwa gaya, warna, dan material kerudung atau jilbab, setiap kelompok etnis muslim dapat berbeda-beda sesuai dengan latar belakang budaya mereka sendiri.
Namun, pelaksanaan hukum al-Quran tetap sama karena Islam adalah agama universal yaitu tidak terbatas hanya pada satu daerah, suku, atau budaya.
Dari ketiga gambar tersebut memperlihatkan stereotype masyarakat Indonesia yang terkadang
5 Gatot Sukendro, dkk, Nilai Fetisme Komoditas Gaya Hijab (Kerudung dan Jilbab) Dalam Busana Muslimah, (Bandung: Institut Teknologi Bandung, 2016), h. 243.
menyamaratakan pakaian muslimah Indonesia dengan Arab, padahal keduanya mamiliki budaya yang sangat berbeda. Dalam scene ini memiliki makna tersirat bahwa Hijab bukan halangan bagi perempuan muslimah mengenakan model busana, asalkan sesuai dengan syariat Islam. Selain itu, hijab juga bukan menjadi halangan bagi setiap aktifitas yang dilakukan.
8. Scene 8
Tabel 5.8
Scene 8 : Buat Kamu Hijabisa Sign
Object Lima perempuan dengan penampilan busana dan gaya jilbab yang berbeda-beda. Terlihat Fatin di tengah membawa produk Rejoice.
Interpretant Perbedaan dari penampilan kelima wanita tersebut membuat variasi yang menunjukkan bahwa pesan yang ingin disampaikan dalam iklan ini adalah bukan tentang model busana dan jilbanya. Melainkan untuk menjadi
pendukung bagi para perempuan yang baru dan akan berhijab dengan Rejoice buat kamu Hijabisa.
Pada scene ini, menampilkan keseluruhan makna yang ingin disampaikan dalam ikaln Rejoice Hijab. Lima orang perempuan dengan gaya hijab yang berbeda-beda menunjukan bahwa pesan yang ingin di sampaikan pada iklan ini bukan tentang model busana dan jilbabnya.
Rejoice hadir sebagai Hijab Haircare Brand yang bisa mengerti penyasuaian dari perempuan yang mengenakan hijab. Bagi selutuh perempuan berhijab di Indonesia tetaplah istiqomah bersama Rejoice Hijabisa.
B. Makna Pesan Istiqomah dalam Iklan Rejoice Hijab Iklan Rejoice Hijab mengangkat kejadian-kejadian yang dialami oleh perempuan yang baru mengenakan hijab. Iklan ini mengandung makna istiqomah di dalamnya yang disampaikan melali kampanye Hijabisa Teman Perjalanan Hijabmu. Menjadi Hijab Haircare Brand yang mengerti dan mensupport dalam ber-istiqomah dalam mengenakan hijab.
Iklan ini menjadi menarik karena dalam penyesuaian-penyesuaian yang digambarkan dalam iklan didapatkan secara langsung melalui riset dan wawancara kepada perempuan berhijab. Sehinnga gambaran penyesuaian perempuan berhijab pada iklan ini dinilai relate (berhubungan) dengan kehidupan sehari-hari yang dialami.
Makna istiqomah yang dibangun dalam iklan ini meliputi, istiqomah dalam niat atau dalam hati, istiqomah dengan lisan atau ucapan, dan istiqomah dengan perbuatan anggota badan.
Selain itu juga mencerminkan kesabaran, tolong menolong dan saling memaafkan.
Penulis memaknai istiqomah dalam menutup aurat terhadap scene yang dipilih dalam penelitian ini dapat dijabarkan sebagai berikut:
Scene 1, seorang perempuan menutup kepalanya menggunakan sarung saat menerima tamu laki-laki yang bukan mahram-nya. Dalam hal ini Istiqomah yang digambarkan adalah kesungguhan seorang perempuan dalam menutup menutup auratnya.
Scene 2, saat seorang perempuan kehilangan peniti untuk mengenakan jilbabnya setelah wudhu, kemudian datang perempuan lain memberikan peniti miliknya. Makna istiqomah yang dimaksud adalah dengan senantiasa berbuat baik terhadap sesama manusia yang sedang kesulitan.
Scene 3, menunjukan sebuah kejadian dimana seorang perempuan melakukan kesalahan dengan melempar jilbabnya yang terkena kuah bakso ke perempuan disampingnya, kemudian meinta maaf dan saling memaafkan. Dalam hal ini istiqomah yang digambarkan adalah istiqomah dalam lisan atau dengan ucapan dimana seseorang meminta maaf dan serang lainnya memaafkan.
Scene 4, kondisi hijab seorang perempuan yang berantakan dikarenakan melepas helm yang sebelumnya
dipakai. Kemudian perempuan itu memperbaiki hijabnya dengan senyuman. Hal ini menandakan istiqomah dalam niat atau dalam hati dimana perempuan itu tetap tersenyum dan menjaga niat untuk menutup auratnya.
Scene 5, Dari semua penyesuaian perempuan yang mengenakan hijab, untuk permasalahan rambut tidak akan jadi masalah karena ada Rejoice Hijabisa. Memberikan semangat untuk tetap istiqomah apapun permasalahan yang dihadapi.
Scene 6, seorang perempuan yang hijabnya dijadikan mainan oleh seorang anak laki-laki. Makna istiqomah yang disampaikan adalah untuk selalu sabar, lemah lembut dan ramah.
Scene 7, seorang perempuan yang mengenakan model busana muslim yang berbeda-beda, kemudian mendapatkan banyak komentar dari masyarakat. Hal ini menggambarkan istiqomah dalam menjalani segala proses yang dilalui.
Scene 8, lima orang perempuan dengan model hijab yang berbeda-beda. Gambaran ini menjadi nilai yang ingin disampaikan dalam iklan ini adalah bukan mangajarkan bagaimana berhijab yang benar atau salah. Melainkan memberikan dukungan (support) bagi perempuan di Indonesia untuk tetap istiqomah dalam menutup auratnya. Bahwa istiqomah adalah kesunguhan dalam berbagai hal.
Tabel Penelitian Analisis Semiotika Makna Pesan Istiqomah Pada Iklan Rejoice Hijab Dalam Kewajiban Menutup Aurat
Temuan
Pesan
Istiqomah
86 BAB VI
PENUTUP A. KESIMPULAN
Objek pada penelitain ini adalah delapan scene iklan Rejoice Hijab. Delapan scene tersebut dipilih berdasarkan rumusan latar belakang penelitian, yaitu scene yang memuat makna pesan istiqomah. Selanjutnya scene tersebut dianalisa menggunakan Analisis Semiotik Charles Sanders Peirce.
Kesimpulan yang di dapat dari hasil analisa penulis yakni : 1. Bentuk sign atau penanda yang muncul dalam bentuk
visual dan verbal. Sign ditampilkan melalui gambar yaitu mengenai tutup rambut ketika ada tamu, peniti hilang sehabis wudhu, makan bakso hijab terkena kuah, pakai helm hijab jadi bubrah, soal rambut tidak masalah, hijab jadi mainan, mau serius dibilang kaku dan buat kamu hijabisa. Selanjutnya bentuk object atau tanda yang dikategorikan ke dalam ikon, indeks dan simbol. Ikon menjelaskna gambar dari delapan scene yang ditampilkan, indeks menjelaskan hubungan sebab akibat yang terlihat melalui ikon, dan simbol yang secara dominan digambarkan melalui brand ambassador Fatin Shidqia, produk rejoice dan warna hijau. Kemudian interpretant atau korelasi antara tanda dan penanda dalam iklan ini adalah menggambarkan istiqomah seorang perempuan dalam mengenakan hijab, dengan penyesuaian-penyesuaian yang harus dilalui.
2. Makna istiqomah yang digambarkan dalam iklan meiputi istiqomah dalam niat, istiqomah dengan lisan, istiqomah degnan perbuatan, mencerminkan kesabaran, tolong menolong dan saling memaafkan. Sebagaimana menggambarkan perempuan berhijab dalam kehidupan sehari-hari dengan penyesuaian-penyesuaian yang terjadi.
Rejoice hadir sebagai the official of supporter hijabku untuk perempuan yang berusaha menutup auratnya.
Dengan menggunakan Fatin sebagai brand ambassador untuk menunjukan bahwa hijab tidak menghalangi dalam beraktifitas. Tidak untuk mengajarkan cara mengenakan hijab yang benar, tetapi untuk mengajak wanita muslimah tetap istiqomah dengan hijabnya dan soal rambut tidak menjadi masalah ada Rejoice Hijabisa.
B. SARAN
Setelah dilakukan penelitian dan melihat hasil yang didapatkan dari penelitian ini, maka saran yang penulis dapat berikan adalah sebagai berikut:
1. Untuk pembuat iklan agar selalu menyajikan iklan yang mengandung makna pesan didalamnya khususnya makna istiqomah dan menutup aurat perempuan dengan unsur-unsur yang menarik perhatian konsumen. Sehingga, iklan tersebut tidak hanya mempromosikan suatu produk, namun secara tidak langsung dapat dijadikan sebagai media dakwah,
2. Untuk penonton iklan diharapkan dapat mengambil pesan yang terkandung di dalam iklan, tidak menjadikan iklan sebagai sarana untuk mengetahui suatu produk saja tetapi juga sebagai media edukasi untuk merepresentasikan bagaimana produk tersebut.
3. Untuk peneliti selanjutnya agar dapat mengembangkan lebih mendalam lagi penelitian serupa dari sudut pandang yang berbeda dan tentunya lebih menarik.
89
Kementrian Agama RI Ummul Mukminin . (2012). Al-Qur’an dan Terjemahan untuk Wanita. Jakarta: Penerbit Wali.
Buku
Abdullah, M. K. (n.d.). Kamus Lengkap Bahasa Indonesia.
Jakarta: Pustaka Sandro Jaya).
Ali, M. b. (2008). Hijab Pakaian penutup Aurat Istri Nabi saw.
Jakarta: PT Buku Kita.
Al-Qahtani, S. b. (1994). Dakwah Islam Dakwah Bijak, Terj.
Masykur Hakim. Jakarta: Gema Insani Pres.
Arikunto, S. (2002). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Danesi, M. (2010). Pengantar Memahami Semiotika Media.
Yogyakarta: Jalasitra.
Elia, E. A. (1982). Kamus Ilyasi al Asro. Beirut : Darut Jiyl.
Fathani, A. H. (2008). Ensiklopedi Hikmah. Jogjakarta: Darul Hikmah.
Flew, T. (2008). Media : an introduction 3rd Edition. South Melbourne : Oxford University Press.
Gatot Sukendro, dkk. (2016). Nilai Fetisme Komoditas Gaya Hijab (Kerudung dan Jilbab) Dalam Busana Muslimah.
Bandung: Institut Teknologi Bandung.
Ghofur, W. A. (2005). Tafsir Sosial. Sleman: Elsaq Press.
Gunawan, I. ( 2013). Metode Penelitian Kualitatif. Jakarta: PT Bumi Aksara.
Jefkins, F. (1995). Periklanan. Jakarta: Erlangga.
Kindarto, A. (2008). Belajar Sendiri YouTube (Menjadi Mahir Tanpa Guru). Jakarta: PT Elexmedia Komputindo.
Kriyanto, R. (2006). Teknik Praktis Riset Komunikasi . Jakarta:
Kencana.
Kuswandi, W. (1996). Komuniksi Massa: Sebuah Analisis Media Televisi. Jakarta: PT Rineka Cipta.
Moleong, L. J. (2000). Metodologi Penelitan Kualitatif. Bandung:
PT Remaja Rosdakarya.
Morissan. (2010). Periklanan Komunikasi Pemasaran Terpadu.
Jakarta: Kencana Perdana Media Group.
Munawwir, A. (1997). al-Munawwir Kamus Arab-Indonesia.
Surabaya: Pustaka Progresif.
Poerwadarminta. (1984). Kamus Umum Bahasa Indonesia.
Jakarta: PN. Balai Pustaka.
Seran, S. (2020). Metodologi Penelitian Ekonomi dan Sosial.
Yogyakarta: Deepublish.
Shihab, M. Q. ( 2002). Tafsir Al-Misbah: Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur’an. Jakarta: Lentera Hati.
Shihab, M. Q. (2004). Jilbab , Pakaian Wanita Muslimah : Pandangan Ulama Masa Lalu dan Cendekiawan Temporer. Jakarta: Lentera Hati.
Shimp, T. A. (2003). Promotion Management and Marketing Communication, Penerjemah: Revyani edisi 5, jilid 1.
Jakarta: Erlangga.
Sobur, A. (2009). Semiotika Komunikasi. Bandung: PT Remaja Rosydakarya.
Stork, M. (2000). A-Z Guide To The Qur’an. Selangor: Times Books Internasional.
Sugiono. (2007). Memahami Penelitian Kualitatif. Bandung:
Alfabeta.
Sugiyono. (2017). Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta cv.
Tim Penulis UIN Jakarta. (2017). Pedoman Penulisan Karya Ilmiah (Skripsi, Tesis, dan Disertasi). Jakarta: UIN Syarif
Tim Penulis UIN Jakarta. (2017). Pedoman Penulisan Karya Ilmiah (Skripsi, Tesis, dan Disertasi). Jakarta: UIN Syarif