BAB IV ANALISA DAN PERANCANGAN
4.1 Analisis
4.1.1 Analisis Sistem yang Akan Dibangun
4.1. Analisis
Adapun analisis yang dilakukan penulis dalam menulis skripsi ini antara lain sebagai berikut:
4.1.1. Analisis Sistem yang Akan Dibangun
Adapun sistem yang akan dibangun adalah berupa suatu aplikasi security pada microsoft windows 7 yang akan digunakan untuk membatasi fungsi-fungsi tertentu dari windows agar tidak diakses secara sembarangan, menyembunyikan
drive yang merupakan tempat penyimpanan data-data penting, serta memberikan
protect password kepada file-file executable (*.exe). Oleh karena itu, peneliti mengajukan usulan sistem yang akan dibangun sebagai berikut.
1. Aplikasi security ini diperuntukkan untuk melakukan perlindungan terhadap sistem operasi windows 7 dimana user yang bukan administrator tidak dapat mengakses beberapa fungsi windows.
2. Aplikasi yang dibangun dilindungi dengan password, sehingga pihak yang tidak berwenang tidak dapat menggunakan aplikasi ini secara sembarangan. 3. Fasilitas-fasilitas yang disediakan oleh aplikasi security windows 7 ini
merupakan fasilitas yang diperlukan untuk melakukan perubahan setting pada
Micorosoft Windows 7. Adapun fasilitas yang disediakan meliputi menonaktifkan setting display, run command, task manager, dan beberapa
fungsi lainnya melalui setting registry windows. Aplikasi ini juga memiliki fasilitas lain berupa fasilitas untuk menyembunyikan drive tempat penyimpanan data penting dan fasilitas untuk memproteksi file-file executable
(*.exe) dengan password yang ditentukan oleh administrator aplikasi security
windows 7 ini.
Fungsi-fungsi windows yang akan dinonaktifkan beserta alasannya, adalah sebagai berikut:
1. Task Manager
Task Manager mempunyai kemampuan untuk melihat aplikasi-aplikasi yang sedang running, processes dan user yang sedang aktif. Adapun tujuan pemilihan fungsi windows ini adalah untuk menghindari orang yang tidak berhak untuk mematikan aplikasi-aplikasi yang beroperasi secara tersembunyi untuk mengawasi dan mengendalikan fungsi sistem operasi windows. Contohnya, aplikasi driver, aplikasi system monitoring, aplikasi anti virus, aplikasi security, dan lain sebagainya.
2. Folder Option
Adapun tujuan pemilihan fungsi windows ini adalah untuk menghindari orang yang tidak berwewenang untuk mengubah setting folder view (seperti hidden
file, simple file sharing yang dapat memunculkan berbagai file penting
windows yang di hidden ataupun file yang di hidden oleh administrator
windows), mengubah rigistered file type yang dapat menyebabkan file tidak dapat dikenali oleh sistem operasi berdasarkan ekstensi file, dan lain sebagainya.
3. Registry Tools
Dengan mengubah beberapa nilai registry windows melalui registry editor, oleh orang yang tidak mengerti tentang registry windows, dapat berakibat fatal pada sistem operasi windows sebab registry windows merupakan database tempat windows menyimpan keseluruhan setting sistem yang digunakan. Untuk menghindari terjadinya fatal error pada sistem operasi windows, maka
registry editor sangat perlu dinonaktifkan. 4. Command from folder
Command from folder berfungsi untuk membuka command prompt langsung pada folder yang dituju. Ini sangat berguna untuk melalukan proses perintah
dos prompt langsung kepada folder yang dituju, tidak perlu lagi melakukan proses pengetikan alamat sampai pada folder yang dituju dan mempermudah mengoperasikan program yang dijalankan secara console(under command dos
prompt). Namun ini juga berbahaya bagi user yang ingin melakukan niat jahat dengan mengunakan perintah attrib pada folder yang berisi data penting dan menyebabkan file hidden menjadi muncul.
5. Run Command
Banyak terdapat command yang sangat penting yang dijalankan melalui run
command. Misalnya dapat langsung menghapus 1 key registry windows, menghapus file, menjalankan fungsi-fungsi windows yang tersembunyi, melakukan unregister file-file dengan ektensi *.dll dan lain sebagainya. Contohnya regsvr32 /u C:\Windows\System32\ winsock.dll. Command tersebut akan berefek winsock.dll tidak teregister dan sistem operasi windows dan windows tidak dapat mengenali file *.dll tersebut meskipun file *.dll
tersebut berada dalam folder system root ( system32) dan mengakibatkan
windows tidak dapat melakukan proses yang berhubungan dengan jaringan. Jadi sangatlah perlu untuk menonaktifkan fungsi run command.
6. Control Panel
Control Panel merupakan pusat tempat tersedianya berbagai fungsi untuk pengaturan berbagai setting yang terdapat pada microsft windows seperti
Regional Setting, User Account, Date and Time, Security Option, Accessibility
Option, Network Connection, Add or Remove Programs dan lain sebagainya.
User yang tidak mengerti tentang setting windows dan melakukan perubahan
setting windows dapat berakibat fatal. Misalnya secara tidak sengaja menghapus user dengan level administrator ataupun melakukan proses
uninstall program pengolah data penting. Untuk itu fungsi ini harus dinonaktifkan.
7. Manage Option
Manage Option merupakan menu yang muncul pada saat melakukan klik kanan pada My Computer. Manage (Computer Management) memiliki berbagai fungsi seperti pengatutan user and groups, device manager, Service
and Applications. Service and Application sangat berguna untuk melihat dan mengontrol servis-servis yang berjalan dalam windows. Juga dapat digunakan untuk menghentikan servis yang berasal dari suatu file yang dicurigai sebagai virus. Namun bagi user yang tidak mengerti mengenai service normal yang berjalan dalam sistem operasi windows akan sangat berbahaya jika sembarangan menghentikan jalannya servis komponen sistem operasi
8. User Account 2
User Account 2 merupakan fungsi tersembunyi yang secara default tidak terdapat dalam menu Control Panel. User Account 2 berfungsi hampir sama seperti user account standart yang terdapat dalam menu control panel secara
default. Namun user accont 2 memiliki fungsi yang lebih powerfull yaitu dapat mereset password administrator windows, mengaktifkan secure logon mengubah group membership dan lain sebagainya. Jika user yang berniat jahat, maka fungsi sangat berbahaya bagi user administrator windows. Untuk itu fungsi ini sangat perlu untuk dinonaktifkan.
9. System Properties
System Properties merupakan window yang muncul melalui klik kanan –
properties pada my computer. Di System Properties terdapat beberapa tab diantaranya General, Computer Name, Hardware, Advanced, System Restore,
Automatic Update, Remote. Dimana masing-masing tab memiliki fungsinya tersendiri. Contohnya pada Computer Name, terdapat fungsi untuk mengubah
Computer Name dan mengganti workgroup computer sehingga dapat terjadi kemungkinan sistem windows tidak dikenali dalam jaringan. Ataupun mengubah Environment Variabel yang merupakan tempat pendeklarasian
library yang akan digunakan oleh bebrapa software aplikasi. Untuk itu fungsi ini harus di nonaktifkan, terutama untuk menghindari dari pengguna komputer yang berniat jahat ataupun bagi pengguna yang masih awam.
10. Hidden File Folder
Hidden File Folder merupakan suatu fungsi yang digunakan untuk merubah
sudah melakukan perubahan setting dalam folder option untuk memunculkan
hidden file. Fungsi ini dapat digunakan untuk mengamankan data penting sehingga tidak muncul dalam sistem. Adapun tujuan menonaktifkan fungsi
Hidden File Folder ini adalah agar pihak yang tidak berwenang tidak dapat mengeksplorasi data yang ada dalam sistem dengan sembarangan.
11. Display Setting
Display setting merupakan pusat pengaturan berbagai setting yang berkaitan dengan display (tampilan) sistem windows. Display Setting mencakup
Desktop, Screen Saver, Themes, Apperance, dan Setting. Desktop digunakan untuk melakukan setting terhadap icon default yang terdapat pada desktop dan gambar yang digunakan sebagai tampilan desktop. Screen Saver digunakan untuk mengatur jenis screen saver yang digunakan, selang waktu, dan power
management. Themes digunakan untuk mengatur themes (tema) yang digunakan sistem windows. Apperance digunakan untuk mengatur tampilan
font, color scheme, windows dan button, serta berbagai setting efek lainnya.
Setting digunakan untuk mengatur ukuran resolusi tampilan monitor. Tujuan dinonaktifkannya fungsi ini adalah untuk menghindari user yang ingin mengacak berbagai setting yang telah disesuaikan oleh administrator sistem.