• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

4.1. Hasil penelitian

4.1.4. Analisis Statistik Infrential

4.1.4.1. Pengujian Asumsi Klasik Hipotesis Pertama

Sebelum melakukan pengujian hipotesis pertama dari penelitian ini, terlebih dahulu dilakukan pengujian asumsi klasik untuk memastikan bahwa alat uji regresi berganda dapat digunakan atau tidak. Apabila uji asumsi klasik telah terpenuhi, maka alat uji statistik regresi linier berganda dapat dipergunakan.

a. Uji Normalitas

Uji Normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah model regresi antara variabel dependent (terikat) dan variabel independent (bebas) keduanya berdistribusi normal atau mendekati normal. Data dalam keadaan normal apabila distribusi data menyebar disekitar garis diagonal serta dapat dilihat dari kurva normal yang tidak condong ke kiri dan ke kanan histogram. Uji ini dilakukan dengan metode grafik dan dapat juga dengan menggunakan pendekatan Kolmogorov-Smirnov Test dengan nilai signifikansi untuk seluruh variabel adalah lebih besar dari 0,05 (> 0,05).

1. Pendekatan Kolmogorov-Smirnov.

Analisis Statistik dengan menggunakan Kolmogorov-Smirnov Test diperoleh hasil pengujian seperti pada Tabel 4.12 :

Tabel 4.12. Hasil Uji Normalitas Hipotesis Pertama

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 49

Normal Parametersa.b Mean .0000000

Std. Deviation 4.77427499

Most Extreme Differences Absolute .095 Positive .075 Negative -.093

Kolmogorov-Smirnov Z .653

Asymp. Sig. (2-tailed) .787

a. Test distribution is Normal b. Calculated from data

Sumber: Hasil Penelitian, 2011 (Data Diolah)

Berdasarkan Tabel 4.12 diketahui bahwa nilai Kolmogorov-Smirnov Test

sebesar 0,653 dan nilai asymp. Sig (2-tailed) sebesar 0,787 adalah lebih besar dari 0,05. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa data berdistribusi normal dan model regresi hipotesis pertama memenuhi asumsi normalitas.

2. Pendekatan Grafik

Hasil pengujian normalitas dengan menggunakan analisis grafik dilihat pada Gambar 4.1 :

Sumber: Hasil Penelitian, 2011 (Data Diolah)

Gambar 4.1. Hasil Uji Normalitas Histogram Hipotesis Pertama

Dengan cara membandingkan antara data observasi dengan distribusi yang mendekati distribusi normal, dari grafik diatas dapat disimpulkan bahwa distribusi data normal karena grafik histogram menunjukkan distribusi data mengikuti garis

diagonal yang tidak menceng kanan maupun menceng kiri atau normal. Dalam hal ini H0 diterima yang berarti data residual berdistribusi normal.

Sumber: Hasil Penelitian, 2011 (Data Diolah) Gambar 4.2. Hasil Uji Normalitas P-P Plot Hipotesis Pertama

Pada Gambar 4.2 tampak bahwa data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal tersebut, maka nilai residual terstandarisasi. Dengan demikian model regresi hipotesis pertama tersebut memenuhi asumsi normalitas.

b. Uji Multikolinieritas

Uji ini bertujuan untuk mengetahui apakah pada model regresi yang diajukan telah ditemukan korelasi yang kuat antara variabel-variabel bebas dimana nilai VIF (Variance Inflation Factor) untuk variabel bebas harus lebih kecil dari 10 (VIF<10) dan nilai Tolerance tidak kurang dari 0.1. Hasil pengujian dapat dilihat pada Tabel 4.13 :

Tabel 4.13. Uji Multikolinieritas Hipotesis Pertama Model Collinearity Statistics

Tolerance VIF

1 (Constant)

Pelatihan (X1) .999 1.001

Promosi (X2) .999 1.001

a. Dependent Variable: Pengembangan Karir

Sumber: Hasil Penelitian, 2011 (Data Diolah)

Berdasarkan hasil pengolahan data pada Tabel 4.13 menunjukkan tidak ada satupun variabel bebas yang memiliki nilai Tolerance kurang dari 0.1 dan nilai VIF (Variance Inflation Factor) untuk variabel bebas lebih kecil dari 10 (VIF<10). Dengan demikian model regresi hipotesis pertama terbebas dari asumsi multikolinieritas.

c. Uji Heteroskedasrisitas

Uji heteroskedasrisitas bertujuan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain, hasil pengujian dapat dilihat pada Gambar 4.3 :

Sumber: Hasil Penelitian, 2011 (Data Diolah)

Gambar 4.3. Hasil Uji Heteroskedasrisitas Hipotesis Pertama

Berdasarkan Gambar 4.3 terlihat bahwa tidak ada pola yang jelas dimana titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model regresi hipotesis pertama terbebas dari asumsi heteroskedastisitas.

4.1.4.2. Pengujian Asumsi Klasik Hipotesis Kedua

Sebelum melakukan pengujian hipotesis kedua dari penelitian ini, terlebih dahulu dilakukan pengujian asumsi klasik untuk memastikan bahwa alat uji regresi berganda dapat digunakan atau tidak. Apabila uji asumsi klasik telah terpenuhi, maka alat uji statistik regresi linier berganda dapat dipergunakan.

a. Uji Normalitas

Uji Normalitas bertujuan untuk mengetahui apakah model regresi antara variabel dependent (terikat) dan variabel independent (bebas) keduanya berdistribusi normal atau mendekati normal. Data dalam keadaan normal apabila distribusi data menyebar disekitar garis diagonal serta dapat dilihat dari kurva normal yang tidak condong ke kiri dan ke kanan histogram. Uji ini dilakukan dengan metode grafik dan dapat juga dengan menggunakan pendekatan Kolmogorov-Smirnov Test dengan nilai signifikansi untuk seluruh variabel > 0,05.

1. Pendekatan Kolmogorov-Smirnov.

Analisis Statistik dengan menggunakan Kolmogorov-Smirnov Test diperoleh hasil pengujian seperti pada Tabel 4.14 :

Tabel 4.14. Hasil Uji Normalitas Hipotesis Kedua

One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test

Unstandardized Residual

N 49

Normal Parametersa.b Mean .0000000

Std. Deviation 4.21883851

Most Extreme Differences Absolute .104 Positive .051 Negative -.104

Kolmogorov-Smirnov Z .730

Asymp. Sig. (2-tailed) .660

a. Test distribution is Normal b. Calculated from data

Sumber: Hasil Penelitian, 2011 (Data Diolah)

Berdasarkan Tabel 4.14 diketahui bahwa nilai Kolmogorov-Smirnov Test

sebesar 0,730 dan asymp. Sig (2-tailed) sebesar 0,660 adalah lebih besar dari 0,05. Dengan demikian maka model regresi hipotesis kedua tersebut memenuhi asumsi normalitas.

2. Pendekatan Grafik

Hasil pengujian normalitas dengan menggunakan analisis grafik dilihat pada Gambar 4.4:

Sumber: Hasil Penelitian, 2011 (Data Diolah)

Gambar 4.4. Gambar Hasil Uji Normalitas Histogram Hipotesis Kedua

Dengan cara membandingkan antara data observasi dengan distribusi yang mendekati distribusi normal, dari grafik diatas dapat disimpulkan bahwa distribusi data normal karena grafik histogram menunjukkan distribusi data mengikuti garis diagonal yang tidak menceng kanan maupun menceng kiri atau normal. Dalam hal ini H0 diterima yang berarti data residual berdistribusi normal.

Sumber: Hasil Penelitian, 2011 (Data Diolah)

Gambar 4.5. Hasil Uji Normalitas P-P Plot Hipotesis Kedua

Pada Gambar 4.5 tampak bahwa data menyebar disekitar garis diagonal dan mengikuti arah garis diagonal tersebut, maka nilai residual terstandarisasi. Dengan demikian model regresi hipotesis pertama tersebut memenuhi asumsi normalitas.

b. Uji Multikolinieritas

Uji ini bertujuan untuk mengetahui apakah pada model regresi yang diajukan telah ditemukan korelasi yang kuat antara variabel-variabel bebas dimana nilai VIF (Variance Inflation Factor) untuk variabel bebas harus lebih kecil dari 10 (VIF<10). Hasil pengujian dapat dilihat pada tabel 4.15 berikut ini:

Tabel 4.15. Uji Multikolinieritas Hipotesis Kedua Model Collinearity Statistics

Tolerance VIF

1 (Constant)

Pelaksanaan Penilaian KInerja (X1) .999 1.001

Pengembangan Karir (X2) .999 1.001

a. Dependent Variable: Kepuasan Kerja

Sumber: Hasil Penelitian, 2011 (Data Diolah)

Berdasarkan tabel 4.15 diketahui bahwa nilai VIF (Variance Inflation Factor) untuk variabel bebas lebih kecil dari 10 (VIF<10). Dengan demikian persamaan regresi hipotesis kedua terbebas dari asumsi multikolinieritas.

c. Uji Heteroskedasrisitas

Untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varians dari residual satu pengamatan ke pengamatan yang lain, hasil pengujian dapat dilihat pada Gambar 4.4 :

Sumber: Hasil Penelitian, 2011 (Data Diolah) Gambar 4.6. Hasil Uji Heteroskedasrisitas Hipotesis Kedua

Berdasarkan Gambar 4.6 terlihat bahwa tidak ada pola yang jelas dimana titik-titik menyebar di atas dan di bawah angka 0 pada sumbu Y. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa model regresi hipotesis kedua terbebas dari asumsi heteroskedastisitas.

4.1.4.3. Pengujian Hipotesis Pertama

Hipotesis pertama yang diajukan dalam penelitian ini adalah pelatihan (X1)

dan promosi (X2) berpengaruh terhadap pengembangan karir karyawan head office

pada PT. Tolan Tiga Indonesia. Berdasarkan pada Tabel 4.16, maka persamaan regresi linier berganda dalam penelitian adalah:

Y = 25.257 + 0.188 X1 + 0.361 X2 + e

Tabel 4.16 Hasil Uji Koefisien Regresi Hipotesis Pertama

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients

B Std. Error Beta 1 (Constant) 25.257 13.103

Pelatihan(X1) .188 .089 .275

Promosi(X2) .361 .122 .384

a. Dependent Variable: Pengembangan Karir (Y)

Sumber: Hasil Penelitian, 2011 (Data Diolah)

Pada persamaan regresi diatas, diketahui bahwa koefisien regresi variabel X1

(pelatihan) bernilai positif (0,188), hal ini menunjukkan bahwa pengaruh pelatihan adalah searah dengan pengembangan karir. Dengan kata lain pelatihan mempunyai pengaruh positif terhadap pengembangan karir.

Persamaan regresi selanjutnya menjelaskan bahwa koefisien regresi X2

(promosi) bernilai positif (0,361), hal ini menunjukkan bahwa pengaruh promosi

adalah searah dengan pengembangan karir karyawan. Dengan kata lain promosi mempunyai pengaruh positif terhadap pengembangan karir karyawan.

4.1.4.3.1. Koefisien Determinasi (R-Square)

Nilai koefisien determinasi (R²) dipergunakan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas pelatihan (X1) dan promosi (X2) terhadap pengembangan karir (Y)

pada karyawan head office di PT. Tolan Tiga Indonesia.

Tabel 4.17 Hasil Uji Determinasi (R²) Hipotesis Pertama

Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate

1 .467a .218 .184 6.73635

a. Predictors: (Constant), Promosi (X2), Pelatihan(X1) b. Dependent Variable: Pengembangan Karir (Y)

Sumber: Hasil Penelitian, 2011 (Data Diolah)

Berdasarkan Tabel 4.17 diperoleh nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,218 atau 21,8%. Hal ini menunjukkan bahwa 21,8% variabel pelatihan (X1) dan

promosi (X2) menjelaskan pengaruhnya terhadap variabel pengembangan karir

karyawan (Y), sedangkan 78,2% merupakan faktor-faktor lain yang tidak disertakan dalam penelitian ini.

4.1.4.3.2. Uji Secara Serempak (Uji F) Hipotesis Pertama

Hasil pengujian hipotesis pertama secara serempak dapat dilihat pada Tabel 4.18 :

Tabel 4.18 Hasil Uji F Hipotesis Pertama

Model Sum Of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 581.653 2 290.826 6.409 .004a Residual 2087.408 46 45.378

Total 2669.061 48 a. Predictors: (Constant), Promosi (X2), Pelatihan (X1) b. Dependent Variable: Pengembangan Karir (Y)

Sumber: Hasil Penelitian, 2011 (Data Diolah)

Tabel 4.18 menunjukkan dimana nilai Fhitung adalah sebesar 6,409. Dengan menggunakan tingkat kepercayaan (confidence interval) 95% atau alpha = 5% maka

diperoleh Ftabel sebesar 3,200. Oleh karena Fhitung > Ftabel (6,409 > 3,200) maka H0 ditolak dan Ha diterima. Demikian juga hasil uji signifikan dimana Sig. .004 lebih kecil dari α 0,05 (.004 < 0,05) maka H0 ditolak dan Ha diterima.

Dengan demikian secara serempak pelatihan dan promosi berpengaruh signifikan terhadap pengembangan karir karyawan Head Office PT Tolan Tiga Indonesia Medan.

4.1.4.3.3. Uji Secara Parsial (Uji t) Hipotesis Pertama

Hasil pengujian hipotesis pertama secara parsial dapat dilihat pada Tabel 4.19.:

Tabel 4.19 Hasil Uji Parsial Hipotesis Pertama

Model t Sig.

1 (Constant) 1.948 .058

Pelatihan (X1) 2.107 .041

Promosi (X2) 2.945 .005

a. Dependent Variable : Pengembangan Karir

Sumber : Hasil Penelitian (2011), Data Diolah

Berdasarkan Tabel 4.19 nilai thitung dari setiap variabel independent dibandingkan nilai ttabel dengan menggunakan tingkat kepercayaan (confidence interval) 95% atau alpha = 5% (0,05/2=0,025) maka diperoleh nilai ttabel sebesar 2,013. Diperoleh hasil sebagai berikut:

1. Hasil pengujian secara parsial menunjukkan bahwa variabel pelatihan memiliki nilai thitung 2,107 > nilai ttabel 2,013. Nilai signifikansi (sig.t) untuk variabel pelatihan adalah 0,041 > 0,025. Berdasarkan hasil yang diperoleh maka keputusannya adalah H0 ditolak dan Ha diterima.

Ini berarti variabel pelatihan secara parsial berpengaruh signifikan terhadap pengembangan karir karyawan Head Office PT Tolan Tiga Indonesia Medan. 2. Hasil pengujian secara parsial menunjukkan bahwa variabel promosi

memiliki nilai thitung 2,945 > nilai ttabel 2,013. Nilai signifikansi (sig.t) untuk variabel promosi adalah 0,005 < 0,025. Berdasarkan hasil yang diperoleh maka keputusannya adalah H0ditolak dan Ha diterima.

Ini berarti variabel promosi secara parsial berpengaruh signifikan terhadap pengembangan karir karyawan Head Office PT Tolan Tiga Indonesia Medan.

4.1.4.4. Pengujian Hipotesis Kedua

Hipotesis kedua yang diajukan dalam penelitian ini adalah pelaksanaan penilaian kinerja (X1) dan pengembangan karir (X2) berpengaruh terhadap kepuasan

kerja karyawan head office pada PT. Tolan Tiga Indonesia. Berdasarkan pada Tabel 4.20 berikut ini, maka persamaan regresi linier berganda dalam penelitian adalah: Y = 16.500 + 0.039 X1 + 0.374 X2 + e

Tabel 4.20 Hasil Uji Koefisien Regresi Hipotesis Kedua

Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients

B Std. Error Beta 1 (Constant) 16.500 7.517

Pel_Pen_Kinerja (X1) .039 .060 .080

Pengemb_Karir (X2) .374 .083 .548

a. Dependent Variable: Kepuasan Kerja (Y)

Sumber: Hasil Penelitian, 2011 (Data Diolah)

Berdasarkan persamaan regresi diatas, diketahui bahwa koefisien regresi X1

(pelaksanaan penilaian kinerja) bernilai positif (0,39), hal ini menunjukkan bahwa pengaruh pelatihan adalah searah dengan pengembangan karir. Dengan kata lain pelaksanaan penilaian kinerja mempunyai pengaruh positif terhadap pengembangan karir. Bila pelaksanaan penilaian kinerja untuk karyawan telah berjalan dengan baik dan tepat sasaran maka akan berdampak positif terhadap kepuasan kerja karyawan Head Office di PT. Tolan Tiga Indonesia Medan.

Persamaan regreasi selanjutnya menjelaskan bahwa koefisien regresi X2

(pengembangan karir) bernilai positif (0,374), hal ini menunjukkan bahwa pengaruh

pengembangan karir adalah searah dengan kepuasan kerja karyawan. Dengan kata lain pengembangan karir mempunyai pengaruh positif terhadap kepuasan kerja karyawan. Bila pengembangan karir dijalankan dengan baik akan memberikan dampak positif terhadap kepuasan kerja karyawan Head Office di PT. Tolan Tiga Indonesia Medan.

4.1.4.4.1. Koefisien Determinasi (R-Square)

Nilai koefisien determinasi (R²) dipergunakan untuk mengetahui pengaruh variabel bebas pelaksanaan penilaian kinerja (X1) dan pengembangan karir (X2)

terhadap kepuasan kerja (Y) pada karyawan head office di PT. Tolan Tiga Indonesia.

Tabel 4.21 Hasil Uji Determinasi (R²) Hipotesis Kedua

Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate

1 .557a .310 .280 4.30958

a. Predictors: (Constant), Pengem_Karir (X2), Pel_Pen_Kinerja(X1) b. Dependent Variable: Kepuasan Kerja (Y)

Sumber: Hasil Penelitian, 2011 (Data Diolah)

Berdasarkan Tabel 4.21 diperoleh nilai koefisien determinasi (R²) sebesar 0,310 atau 31,0%. Hal ini menunjukkan bahwa 31,0% variabel pelaksanaan penilaian kinerja (X1) dan pengembangan karir (X2) menjelaskan pengaruhnya

terhadap variabel kepuasan kerja karyawan Head Office (Y) pada PT Tolan Tiga Indonesia Medan, sedangkan 69,0% merupakan variabel lain yang tidak diteliti.

4.1.4.4.2. Uji Secara Serempak (Uji F) Hipotesis Kedua

Hasil pengujian hipotesis kedua secara serempak dapat dilihat pada Tabel 4.22 berikut :

Tabel 4.22 Hasil Uji F Hipotesis Kedua

Model Sum Of Squares df Mean Square F Sig.

1 Regression 383.912 2 191.956 10.336 .000a Residual 854.433 46 18.572

Total 1238.245 48

a. Predictors: (Constant), Pengem_Karir (X2), Pel_Pen_Kinerja(X1) b. Dependent Variable: Kepuasan Kerja (Y)

Sumber: Hasil Penelitian, 2011 (Data Diolah)

Tabel 4.22 menunjukkan dimana nilai Fhitung adalah sebesar 10,336. Dengan menggunakan tingkat kepercayaan (confidence interval) 95% atau alpha = 5% maka

diperoleh Ftabel sebesar 3,200. Oleh karena Fhitung > Ftabel (10,336 > 3,200) maka H0 ditolak dan Ha diterima. Demikian juga hasil uji signifikan dimana Sig. .000 lebih kecil dari α 0,05 (.000 < 0,05) maka H0 ditolak dan Ha diterima.

Dengan demikian secara serempak pelaksanaan penilaian kinerja dan pengembangan karir berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan Head Office PT Tolan Tiga Indonesia Medan.

4.1.4.4.3. Uji Secara Parsial (Uji t) Hipotesis Kedua

Hasil pengujian hipotesis kedua secara parsial dapat dilihat pada Tabel 4.23 berikut :

Tabel 4.23 Hasil Uji Parsial Hipotesis Kedua

Model t Sig.

1 (Constant) 2.195 .033

Pel_Pen_Kinerja (X1) .650 .519

Pengem_Karir (X2) 4.475 .000

a. Dependent Variable : Kepuasan Kerja

Sumber : Hasil Penelitian (2011), Data Diolah

Berdasarkan Tabel 4.23 nilai thitung dari setiap variabel independent dibandingkan nilai ttabel dengan menggunakan tingkat kepercayaan (confidence interval) 95% atau alpha = 5% (0,05/2=0,025) maka diperoleh nilai ttabel sebesar 2,013. Diperoleh hasil sebagai berikut:

1. Hasil pengujian secara parsial menunjukkan bahwa variabel pelaksanaan penilaian kinerja memiliki nilai thitung 0,650 < nilai ttabel 2,013. Nilai signifikansi (sig.t) untuk variabel penilaian kinerja adalah 0,519 > 0,025.

Berdasarkan hasil yang diperoleh maka keputusannya adalah H0 diterima dan Ha ditolak. Ini berarti variabel pelaksanaan penilaian kinerja secara parsial berpengaruh tidak signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan Head Office PT Tolan Tiga Indonesia Medan.

2. Hasil pengujian secara parsial menunjukkan bahwa variabel pengembangan karir memiliki nilai thitung 4,475 > nilai ttabel 2,013. Nilai signifikansi (sig.t) untuk variabel pengembangan karir adalah 0,000 < 0,025. Maka keputusannya adalah H0 ditolak dan Ha diterima. Ini berarti variabel pengembangan karir

secara parsial berpengaruh signifikan terhadap kepuasan kerja karyawan Head Office PT Tolan Tiga Indonesia Medan.

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa secara parsial variabel pelaksanaan penilaian kinerja (X1) berpengaruh tidak signifikan terhadap kepuasan kerja

karyawan Head Office PT Tolan Tiga Indonesia Medan. Sementara secara parsial variabel pengembangan karir (X2) berpengaruh signifikan dan paling dominan

terhadap kepuasan kerja karyawan Head Office PT Tolan Tiga Indonesia Medan.