• Tidak ada hasil yang ditemukan

ANALISIS DAN HASIL PENELITIAN

4.1 Analisis Evaluasi Kinerja Badan Layanan Umum UT .1 Analisis Penganggaran Badan Layanan Umum UT .1 Analisis Penganggaran Badan Layanan Umum UT

4.1.2 Analisis Pelaksanaan Badan Layanan Umum UT .1 Analisis Konsep Block Funding .1 Analisis Konsep Block Funding

4.1.2.6 Analisis Surplus Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP)

Dari tabel di atas terlihat bahwa tingkat ekonomis UT sangat tinggi yang dapat dilihat bahwa dari perbandingan antara realisasi pengeluaran (realisasi belanja) dengan anggaran pengeluaran (anggaran belanja) masih di bawah 60%, hal ini berarti bahwa realisasi pengeluaran (realisasi belanja) masih rendah jika dibandingkan dengan anggaran pengeluaran (anggaran belanja). Penggunaan sumber daya yang efisien menjadi kebijakan pimpinan UT dalam mengawal pelaksanaan kegiatan operasional, hal ini dapat dilihat dalam penerapan efisiensi terhadap penggunaan sumber daya yang ada seperti mulai tahun 2011, UT menerapkan untuk hemat penggunaan air, listrik, internet dan telepon yang berdampak pada penurunan biaya air, listrik, internet dan telepon.

4.1.2.6 Analisis Surplus Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP)

Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) yang dihasilkan oleh satker BLU dari layanan yang diberikan kepada masyarakat harus dioptimalkan penggunaannya dalam konsep Value For Money (VFM) yang dikenal dengan Ekonomis, Efektif dan Efisien (3E). UT sebagai satker BLU telah menerapkan konsep 3E tersebut dan hasil dari penerapannya adalah adanya surplus PNBP yang cukup besar dari tahun 2012-2014. Optimalisasi penggunaan PNBP merupakan peran serta pimpinan, pegawai dan para stakeholder yang menginginkan bahwa satker pemerintah dapat mengelola pendapatannya dengan konsep 3E namun tetap memiliki hasil kinerja (output) yang maksimal dan sesuai dengan arah kebijakan Renstra dan harapan para stakeholder yaitu masyarakat.

42803.pdf

89

Universitas Indonesia

Hasil optimalisasi PNBP tersebut digunakan UT untuk investasi jangka pendek seperti penempatan dalam deposito di bank serta digunakan untuk imbalan atas pekerjaan yang telah dihasilkan atau yang disebut dengan Remunerasi. Remunerasi UT diperuntukkan bagi Pimpinan, Pegawai dan Dewan Pengawas BLU UT yang merupakan imbalan atas kinerja yang dihasilkan untuk mendapatkan meningkatkan kinerja pegawai yang akan berdampak juga kepada kinerja layanan pendidikan UT serta yang paling utama adalah terlayaninya semua pengguna jasa pendidikan tinggi UT yaitu mahasiswa UT. Penerapan remunerasi UT juga berdampak pada hasil kinerja pegawai dan kinerja UT yang semakin baik. Dalam formula penghitungan remunerasi masing-masing pegawai memiliki beban kerja yang berbeda satu dengan lainnya yang berdasarkan jabatan yang diemban oleh individu masing-masing yang dinilai oleh atas langsung pegawai.

Remunerasi yang bersumber dari PNBP dibayarkan berupa gaji PNBP (gaji BLU) sebesar kurang lebih 30% dan berupa insentif kinerja sebesar 70%. Remunerasi pada Universitas Terbuka terdiri atas gaji Rupiah Murni (RM) besarannya sesuai peraturan perundangan, gaji PNBP (BLU) merupakan selisih dari gaji yang tercantum dalam lampiran KMK 385/KMK.05/2014 dikurangi gaji pegawai negeri, honorarium untuk Dewan Pengawas dan insentif kinerja sesuai lampiran KMK 385/KMK.05/2014. Insentif Kinerja dibagi menjadi dua yaitu insentif berdasarkan nilai perilaku dan insentif berdasarkan nilai Capaian Sasaran Kerja Pegawai (CSKP). Gaji RM, gaji BLU, honorarium dan insentif perilaku dibayarkan setiap bulan sedangkan insentif CSKP dibayarkan setiap semester. Setelah diberlakukan Remunerasi BLU, UT tidak lagi memperoleh alokasi tunjangan kinerja dari Kementerian/Lembaga yang bersumber dari Rupiah Murni

Adapun surplus dari hasil optimalisasi PNBP UT adalah sebagai berikut:

Tabel 4.5. Perbandingan Surplus PNBP dengan Pagu Anggaran UT

Tahun Pagu Anggaran UT (RM+PNBP) Realisasi Penerimaan PNBP Realisasi Penggunaan PNBP Optimalisasi PNBP % A B C D E=C-D F=E/B 2012 1.536.840.996.000 909.024.991.252 697.126.296.546 211.898.694.706 14% 2013 1.526.059.131.000 941.554.444.741 539.710.103.215 401.844.341.526 26% 2014 1.412.622.302.000 984.222.960.466 689.992.437.004 294.230.523.462 21% Sumber: Universitas Terbuka (2012-2014).

42803.pdf

90

Universitas Indonesia 4.1.2.7 Analisis Surplus PNBP terhadap Pagu Rupiah Murni (RM)

Badan Layanan Umum dibentuk oleh pemerintah dengan semangat New

Public Management (NPM) yaitu untuk menciptakan sebuah institusi pemerintah

yang lebih mengarah kepada budaya ala korporasi (perusahaan) yang menerapkan unsur profesional, efektif, efisien dan ekonomis (3E) dalam mengelola dan memanfaatkan semua sumber daya yang dimiliki namun tidak berorientasi pada keuntungan atau profit. Pemerintah mengarahkan BLU untuk dapat mandiri dalam membiayai kegiatan operasionalnya dengan adanya fleksibilitas dalam penggunaan pendapatannya langsung tanpa disetor terlebih dahulu ke kas negara, adanya ambang batas BLU yaitu keadaan pada satker BLU jika realisasi pendapatannnya melebihi dari rencana pendapatannya maka dapat langsung digunakan langsung tanpa harus merubah atau merevisi dokumen penganggaran terlebih dahulu melalui Ditjen Anggaran Kementerian Keuangan.

Peran pemerintah dalam mensubsidi anggaran juga diharapkan semakin kecil dengan kemandirian dan fleksibilitas yang dimiliki oleh satker BLU dengan lebih mengoptimalkan kinerja dalam mencapai penerimaan PNBP yang diharapkan dapat membiayai seluruh kegiatan operasional satker BLU terutama untuk membiayai atas kegiatan yang menjadi core business atau kegiatan utama dari satker BLU itu sendiri, seperti UT misalnya core business utamanya adalah penyelenggaraan pendidikan terbuka dan jarak jauh di dalamnya ada kegiatan tutorial, pelaksanaan ujian, pelaksanaan praktikum dan lainnya.

Di bawah ini adalah tabel perbandingan komposisi pagu PNBP dan pagu Rupiah Murni dalam DIPA UT Tahun 2012-2014:

Tabel 4.6. Komposisi Pagu DIPA UT

Tahun Sumber Dana Pagu DIPA (Rp) Total Pagu DIPA % Komposisi A B C (Non PNBP+PNBP) D (C/D) E 2012 Non PNBP 255.946.977.000 1.536.840.996.000 17% PNBP 1.280.894.019.000 83% 42803.pdf

91

Universitas Indonesia Tabel 4.6. Komposisi Pagu DIPA UT (Lanjutan)

Tahun Sumber Dana Pagu DIPA (Rp) Total Pagu DIPA % Komposisi A B C (Non PNBP+PNBP) D (C/D) E 2013 Non PNBP 265.709.053.000 1.526.059.131.000 17,5% PNBP 1.260.350.078.000 82,5% 2014 Non PNBP 238.466.633.000 1.412.622.302.000 16,9% PNBP 1.174.155.669.000 83,1%

Sumber: Universitas Terbuka (2012-2014).

Dari tabel di atas dapat dilihat bahwa komposisi pagu anggaran DIPA UT tahun 2012-2014, pagu yang bersumber dari PNBP masih mendominasi komposisi pagu dibandingkan dengan pagu yang bersumber dari Rupiah Murni (RM). Pagu yang bersumber dari RM hanya untuk membiayai gaji pegawai negeri, pemeliharaan sarana prasarana dan Bantuan Operasional Perguruan Tinggi (BOPTN) yang berasal dari Ditjen Pendidikan Tinggi Kemenristekdikti untuk membiayai kegiatan layanan pendidikan seperti penyelenggaraan layanan pendidikan mahasiswa UT di luar negeri dan layanan pendidikan bagi mahasiswa (guru dan non guru) di daerah Terluar, Terpencil dan Terdalam (3T).

Dari tabel di atas juga dapat dilihat bahwa pagu sumber dana Rupiah Murni (RM) rata-rata sekitar 17% dari komposisi keseluruhan pagu anggaran UT tahun 2012-2014. Jika melihat pada analisis surplus PNBP pada pembahasan sebelumnya dengan persentase surplus PNBP rata-rata sekitar 20% dari komposisi keseluruhan pagu anggaran UT tahun 2012-2014 diharapkan peran pemerintah dapat dikurangi dalam alokasi pagu sumber dana Rupiah Murni (RM), hal ini dapat tercapai apabila kinerja layanan UT semakin baik yang akan berkorelasi dengan penerimaan PNBP UT yang semakin besar serta dapat dimungkinkan UT menjadi sebagai sebuah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang dalam melakukan kegiatan utamanya tidak ada unsur subsidi dari pemerintah.

42803.pdf

92

Universitas Indonesia

Pemerintah hanya memberikan modal penyertaan awal di saat pendirian BUMN tersebut.

4.1.3 Analisis Pelaporan Badan Layanan Umum UT