• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Tabel Silang

Dalam dokumen Video Blog dan Perilaku Imitasi (Halaman 87-99)

HASIL DAN PEMBAHASAN

6. Uji Hipotesa

4.3 Analisis Tabel Silang

Analisa tabel silang pada bagian ini akan memuat tentang penilaian dan data dalam satu tabel. Analisis tabel silang merupakan salah satu teknik yang dipergunakan untuk menganalisis dan mengetahui variabel yang satu memiliki hubungan dengan yang lainnya, sehingga dapat diketahui apakah variabel tersebut bernilai positif atau negatif.

Namun analisis tabel ini bukanlah dapat disajikan sebagai penentu utama untuk melihat

hubungan variabel yang diteliti, tetapi ditujukan untuk melihat bagaimana penilaian data yang satu dan hubungannya dengan data yang lain. Dalam analisis tabel silang ini, tidak semua dari variabel X dan variabel Y yang disilangkan dan dianalisis dalam bentuk silang. Peneliti hanya menampilkan item-item penting dari variabel penelitian (Variabel X dan Variabel Y).

Adapun variabel-variabel yang akan disilangkan adalah variabel x yaitu terpaan video blog make tutorialdi YouTube dengan variable y yaitu perilaku imitasi. Variabel yang disilangkan adalah:

1. Hubungan antara suka menonton video blog make up tutorialdi YouTube dengan responden yang pernah menirukan cara bermake up vlogger make up tutorial di YouTube.

2. Hubungan antara suka menonton video blog make up tutorial di YouTube dengan responden yang merasa membutuhkan adanya video blog make up tutorialdi YouTube.

3. Hubungan antara responden yang tertarik menonton video blog make up tutorialdi YouTube dengan responden yang menggunakan alat make up yang sama dengan vlogger make up tutorialdi YouTube.

Tabel 4.24

Hubungan antara suka menonton video blog makeup tutorialdi YouTube dengan responden yang pernah menirukan cara bermake up vlogger makeup tutorialdi

YouTube.

Sumber: P.4.FC.6/P.17.FC.19

Tabel silang diatas menunjukkan hubungan antara responden yang suka menonton video blog make up tutorialdi YouTube dengan responden yang pernah menirukan cara bermake up vlogger make up tutorial di YouTube. Berdasarkan data yang diperoleh, sebanyak 59 dari 89 responden suka menonton video blog make up tutorial di YouTube.

Dari 59 responden yang suka menonton video blog make up tutorialterdapat 48 responden kadang-kadang pernah menirukan cara bermake up vlogger make up tutorial, 9 orang tidak pernah menirukan cara bermake up vlogger make up tutorialdan 2 orang selalu menirukan cara bermake up vlogger make up tutorialdi YouTube. Selain itu, 20 dari 89 responden yang sangat suka menonton video blog make up tutorialdi YouTube. Dan dari 20 responden yang sangat suka menonton video blog make up tutorialdi YouTube terdapat 12 orang kadang-kadang menirukan cara bermake up vlogger make up tutorial,5 orang selalu menirukan cara bermake up vlogger make up tutorialbahkan terdapat juga 3 orang yang tidak pernah menirukan cara bermake up vlogger make up tutorial di

Responden pernah menirukan cara bermakeup Total Tidak pernah Kadang-kadang Selalu

Responden suka

menonton

Video blog make up

tidak suka 9 1 0 10

Suka 9 48 2 59

Sangat suka 3 12 5 20

Total 21 61 7 89

YouTube. Terakhir, terdapat 10 dari 89 responden tidak suka menonton video blog make up tutorialdi YouTube. Dari 10 responden yang tidak suka menonton video blog make up tutorialdi YouTube terdapat 9 orang yang juga tidak pernah menirukan cara bermake up vlogger makeup tutorial,meskipun begitu terdapat 1 orang responden yang kadang-kadang menirukan cara bermake up vlogger make up tutorialdan tidak terdapat responden yang selalu menirukan cara bermakeup vlogger make up tutorialdi YouTube.

Dari data tersebut dapat diketahui hubungan antara suka menonton video blog makeup tutorial di YouTube dengan responden yang pernah menirukan cara bermakeup vlogger makeup tutorial di YouTube. Karena sebagian besar menyatakan suka, maka yang dibahas hanyalah responden yang menyatakan suka, yaitu :

Tidak Suka : 1 x 100% = 1, 1%

89

Suka : 48 x 100% = 54 % 89

Sangat Suka : 12 x 100% = 13,4%

89

Tabel 4.25

Hubungan antara responden yang suka menonton video blog makeup tutorial di YouTube dengan responden yang merasa membutuhkan adanya video blog makeup

tutorial di YouTube

Sumber: P.4.FC.6/P.13.FC.15

Tabel silang diatas menunjukkan tentang hubungan antara responden yang suka menonton video blog make up tutorial di YouTube dengan responden yang merasa membutuhkan adanya video blog make up tutorialdi YouTube. Berdasarkan data yang diperoleh, sebanyak 59 dari 89 responden suka menonton video blog make up tutorialdi YouTube. Dari 59 responden yang suka menonton video blog make up tutorialterdapat 44 orang merasa membutuhkan adanya video blog make up tutorial di YouTube, 8 orang merasa sangat membutuhkan adanya video blog make up tutorialdan sebanyak 7 orang merasa tidak membutuhkan adanya video blog make up tutorialdi YouTube. Selain itu, terdapat juga 20 dari 89 orang sangat suka menonton video blog make up tutorialdi YouTube. Dari 20 orang tersebut terdapat 11 orang yang merasa sangat membutuhkan

Membutuhkan adanya video blog make up tutorial di YouTube

Total

Tidak membutuhkan

Membutuhkan Sangat membutuhkan

Responden suka

menonton

Video blog make up

tidak suka 6 4 0 10

Suka 7 44 8 59

Sangat suka 1 8 11 20

Total 14 56 19 89

adanya video blog make up tutorial, 8 orang merasa membutuhkan video blog make up tutorial namun terdapat juga 1 orang yang merasa tidak membutuhkan adanya video blog make up tutorial. Meski begitu, namun tetap ada responden yang tidak suka menonton video blog make up tutorialyaitu sebanyak 10 dari 89 responden. Dari 10 responden tersebut terdapat 6 orang yang tidak membutuhkan adanya video blog make up tutorial, meski tidak suka menonton terdapat juga 4 orang yang merasa membutuhkan adanya video blog make up tutorial dan diantara yang tidak suka menonton video blog make up tutorial tidak terdapat orang yang sangat membutuhkan adanya video blog make up tutorial di YouTube.

Dari data tersebut dapat diketahui hubungan antara hubungan antara responden yang suka menonton video blog make up tutorial di YouTube dengan responden yang merasa membutuhkan adanya video blog make up tutorialdi YouTube Karena sebagian besar menyatakan setuju, maka yang dibahas hanyalah responden yang menyatakan setuju, yaitu :

Tidak Suka : 4 x 100% = 4,4%

89

Suka : 44 x 100% = 49,4%

89

Sangat Suka : 8 x 100% = 8,9 % 89

Tabel 4.26

Hubungan antara responden yang tertarik menonton video blog make up tutorialdi YouTube dengan responden yang menggunakan alat make up yang sama dengan

vlogger make up tutorial di YouTube.

Sumber: P.3.FC.5/P.20.FC.22

Tabel silang diatas diatas menunjukkan tentang hubungan antara responden yang tertarik menonton video blog make up tutorialdi YouTube dengan responden yang menggunakan alat make up yang sama dengan vlogger make up tutorialdi YouTube.

Berdasarkan data yang diperoleh terdapat 60 dari 89 responden tertarik menonton video blog make up tutorialdi YouTube. Dari 60 responden yang tertarik menonton video blog make up tutorial terdapat 42 orang yang kadang-kadang menggunakan alat make up yang sama dengan vlogger make up tutorial, meski begitu namun terdapat juga 15 responden tidak pernah menggunakan alat make up yang sama dengan vlogger make up tutorial,tetapi terdapat 3 orang responden yang selalu menggunakan alat make up yang sama dengan vlogger make up tutorialdi YouTube. Selain itu, terdapat juga 18 dari 89 responden sangat tertarik menonton video blog make up tutorialdi YouTube. Dari 18 responden yang sangat tertarik menonton video blog make up tutorial di YouTube

Menggunakan alat make up yang sama dengan vloggermake up tutorialdi YouTube

terdapat 14 orang yang kadang-kadang juga menggunakan alat make up yang sama dengan vlogger make up tutorial, terdapat juga 3 orang yang selalu menggunakan alat make up yang sama dengan vlogger make up tutorial namun meski sangat tertarik menonton video blog make up tutorialterdapat juga 1 orang yang tidak pernah menggunakan alat make up yang sama dengan vlogger make up tutorial di YouTube. Dan terakhir, terdapat 11 dari 89 responden tidak tertarik menonton video blog make up tutorialdi YouTube. Dari 11 responden yang tidak tertarik menonton video blog make up tutorial di YouTube terdapat 9 orang tidak pernah juga menggunakan alat make up yang sama dengan vlogger make up tutorial, namun ada 2 orang yang tidak tertarik menonton video blog make up tutorial kadang-kadang menggunakan alat make up yang sama dengan vlogger make up tutorial, dan diantara responden yang tidak tertarik menonton video blog make up tutorial tidak terdapat pula orang yang selalu menggunakan alat make up yang sama dengan vlogger make up tutorial di YouTube.

Dari data tersebut dapat diketahui hubungan antara responden yang tertarik menonton video blog make up tutorialdi YouTube dengan responden yang menggunakan alat make up yang sama dengan vlogger make up tutorialdi YouTube. Karena sebagian besar menyatakan setuju, maka yang dibahas hanyalah responden yang menyatakan setuju, yaitu :

Tidak Tertarik : 2 x 100% = 2,2%

89

Tertarik : 42 x 100% = 47,1%

89

Sangat Tertarik : 14 x 100% = 15,7%

89 4.4 Uji Hipotesis

Pengujian hipotesis adalah pengujian data statistik untuk mengetahui data yang diajukan dapat diterima atau ditolak. Sebelum melakukan uji hipotesa, terlebih dahulu menguji tingkat hubungan antara kedua variabel yang dikolerasikan, dengan menggunakan rumus Koefisien Korelasi oleh Spearman yaitu:

&ℎ( = 1 − 6∑D² N(N − 1)

Hipotesis ini meliputi 2 (dua) variabel yaitu variabel independen yaitu Terpaan Video Blog Make Up Tutorialdi YouTube dan variabel dependen yaitu Perilaku Imitasi Mahasiswi Universitas Sumatera Utara.

Pengolahan data statistik dalam penelitian ini menggunakan perangkat lunak SPSS (Statistical Product and System Solution). Dengan mengggunakan analisia Spearman melalui aplikasi SPSS, maka diperoleh hasil sebagai berikut:

Tabel 3.27 Spearman's rho terpaan video blog makeup

tutorial

Correlation Coefficient 1.000 .815**

Sig. (2-tailed) . .000

N 89 89

perilaku imitasi Correlation Coefficient .815** 1.000

Sig. (2-tailed) .000 .

N 89 89

**. Correlation is significant at the 0.01 level (2-tailed).

Berdasarkan hasil korelasi dengan menggunakan rumus Koefisiensi Spearman pada table diatas, H0 ditolak jika signifikansi <0,05 (Eriyanto,2011:363). Korelasi terpaan video blog make up tutorial di YouTube dan perilaku imitasi mahasiwi di Universitas Sumatera Utara adalah 0,000

<0,05 maka H0 ditolak dan Ha diterima. Berdasarkan hal tersebut dapat ditarik sebuah kesimpulan bahwa terdapat korelasi yang signifikan antara Korelasi terpaan video blog make up tutorial di YouTube dan perilaku imitasi mahasiwi di Universitas Sumatera Utara.

Selanjutnya untuk melihat tinggi rendahnya korelasi digunakan skala Guilford, yang terdiri sebagai berikut (Kriyantono, 2006;169) :

2 : untuk tidak ada kolerasi

<0,20 : kolerasi rendah sekali 0,20 - 0,40 : kolerasi rendah tapi pasti

0,41 - 0,70 : kolerasi yang cukup berarti 0,71 – 0.90 : kolerasi yang tinggi

0,91 - 1,00 : kolerasi yang sangat tinggi 3 : kolerasi yang sempurna

Berdasarkan data yang diperoleh diatas dapat dirangkumkan bahwa hasill uji hipotesis pada mahasiswi Universitas Sumatera Utara adalah 0,815. Berdasarkan skala Guilford diatas maka dapat disimpulkan bahwa korelasi antara terpaan video blog make up tutorialdi YouTube dengan perilaku imitasi mahasiswi Universitas Sumatera Utara adalah korelasi yang tinggi.

Besarnya kekuatan pengaruh (D) terpaan video blog makeup tutorial di YouTube terhadap perilaku imitasi di kalangan mahasiswi Universitas Sumatera Utara dapat diketahui berdasarkan nilai rs hitungan. Kekuatan pengaruh pada penelitian ini disebut juga dengan uji determinan yang dapat dihitung melalui rumus berikut:

D = rs2 . 100%

= (0,815)2 x 100%

= (0,664225)x 100%

D = 66, 4225%

D = 66,4%

Maka dapat disimpulkan bahwa terdapat pengaruh video blog makeup tutorial di YouTube sebesar 66,4% terhadap perilaku imitasi di kalangan mahasiswi Universitas Sumatera Utara.

Pengaruh yang dihasilkan adalah tinggi tetapi terdapat factor lain untuk mempengaruhi perilaku imitasi di kalangan mahasiswi Universitas Sumatera Utara, yaitu sebesar 33,6%. Berdasarkan pengamatan peneliti, faktor lain yang dapat mempengaruhi perilaku imitasi dapat berupa film yang sering mereka tonton, adanya pengidolaan kepada seseorang dan buku yang sering dibaca.

4.5 Pembahasan

Komunikasi pada saat sekarang ini tidak hanya dapat berupa komunikasi langsung antar pribadi namun bisa juga melalui media atau sarana lainnya. Salah satu media baru atau new media yang sering digunakan untuk bekomunikasi yaitu internet. Internet memiliki banyak sekali situs-situs online yang dapat menyambungkan komunikasi antar inividu maupun antar kelompok.

Salah satu situs internet yang paling banyak diakses saat ini adalah situs YouTube.

YouTube merupakan situs video yang menyediakan berbagai informasi berupa ‘gambar bergerak’ dan bisa diandalkan. Situs ini memang disediakan bagi mereka yang ingin melakukan pencarian informasi video dan menontonnya langsung. Banyak sekali video-video yang bisa ditonton dan diakses oleh masyarakat secara online di YouTube. Para pengguna situs YouTube terdiri dari berbagai kalangan dan lapisan masyarakat, tidak terkecuali para mahasiswa-mahasiwa. Situs YouTube menyediakan berbagai konten-konten dan kategori-kategori video, video apapun yang pengguna YouTube inginkan ada didalamnya.YouTube menjadi salah satu media yang dimana audience dapat menentukan dan memilih untuk melihat tayangan apa yang ditonton untuk memenuhi kebutuhannya, dan itu sesuai dengan teori uses and gratification.

Seperti yang kita ketahui dalam teori Uses and Gratifications mengatakan bahwa audience aktif untuk menentukan media mana yang harus dipilih untuk memuaskan kebutuhannya.Teori ini lebih menekankan pada pendekatan manusiawi dalam melihat media massa. Artinya, manusia itu mempunyai otonomi, wewenang untuk memperlakukan media.

Mahasiswa yang merupakan salah satu pengguna YouTube bebas memilih tayangan apa yang akan mereka tonton sesuai apa yang mereka inginkan dan butuhkan.

Salah satu kategori yang paling banyak diakses oleh mahasiswa dan populer di YouTube adalah videoblog makeup tutorial. Dalam videoblog makeup tutorial tersebut mahasiswa diberi kebebasan untuk memilih siapa vlogger yang ia tonton dan yang ia anggap sesuai untuk memenuhi kebutuhannya, seperti seorang mahasiswi yang ingin mencoba memakai alis dengan rapi dan cantik, maka ia memilih melihat vlog makeup tutorial yang ia suka. Dan seperti yang diketahui setiap media akan memberikan efek kepada setiap penggunanya. Begitu pula dengan media baru yaitu YouTube akan memberika efek bagi setiap penggunanya dan salah satu efek yang dapat terjadi yaitu perilaku imitasi.

Perilaku imitasi bisa saja terjadi pada mahasiswi yang sering menonton videoblog makeup tutorial di YouTube. Mahasiswi yang merasa memilih untuk menonton videoblog makeup tutorial di YouTube dan membutuhkan adanya video tersebut akan mengalami peniruan

perilaku seperti apa yang ia tonton, ataupun menjadi mengikuti perilaku seperti apa yang ia tonton yang disebut sebagai perilaku imitasi. Perilaku imitasi terjadi karena adanya seseorang yang ia idolakan dan dengan senang hati ia akan menirukan apa yang idolanya lakukan.

Seseorang yang suka menonton vlog makeup tutorial akan senang hati mempraktikkan apa yang ia tonton dalam kehidupan sehai-harinya agar terlihat sama dengan apa yang ia tonton dalam video tersebut. Hal itu merupakan hal yang wajar dan biasa terjadi sebagai bukti adanya perilaku imitasi pada penonton vlog makeup tutorial di YouTube.

Berdasarkan penelitian yang telah peniliti lakukan tentang korelasi terpaan video blog make up tutorial dengan perilaku imitasi pada mahasiswi Universitas Sumatera Utara terdapat 59 responden dari 89 reponden menyatakan bahwa suka menonton video blog make up tutorial di YouTube.

Setelah melakukan analisis data menguji koefisiensi korelasi dengan menggunakan Spearman Rho Koefisiensi didapat hasil .815 yang diartikan sebagai 0,815. Angka tersebut adalah angka koefisiensi korelasi. Angka tersebut menunjukkan hubungan korelasi yang tinggi antara variabel X dan variabel Y karena terletak antara 0,71-0,90 pada skala Guilford.

Berdasarkan data yang diperoleh diatas maka dapat disimpulkan bahwa terdapat hubungan pada terpaan video blog make up tutorial dengan perilaku imitasi mahasiwi Universitas Sumatera Utara.

Dari hasil uji hipotesis yang menunjukkan adanya hubungan maka untuk lebih menjelaskan hubungan tersebut dapat dilihat dari tabel silang yang disajikan diatas. Dari tabel silang yang disajikan diatas, menjelaskan bahwa mahasiswi Universitas Sumatera Utara yang suka menonton video blog make up tutorial merasa membutuhkan adaya video blog make up tutorial di YouTube. Pada tabel silang selanjutnya juga menjelaskan bahwa mahasiswi Universitas Sumatera Utara yang suka menonton video blog make up tutorial di YouTube menjadi suka menirukan cara bermakeup vlogger make up tutorial yang pernah ia tonton.

Selain itu, frekuensi seringnya mahasiwi menonton video blog make up tutorial di YouTube menjadi salah satu faktor adanya perilaku imitasi yang terjadi pada mahasiswi yang menonton. Faktor-faktor inilah yang dapat membuat hubungan terpaan video blog make up tutorial dengan perilaku imitasi pada mahasiswi Universitas Sumatera Utara adalah hubungan yang tinggi.

BAB V

Dalam dokumen Video Blog dan Perilaku Imitasi (Halaman 87-99)

Dokumen terkait