• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Tabel Silang

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

D. Variabel Y (Sikap Mahasiswa Fisip USU) Y1. Komponen Kognitif

4.3 Analisis Tabel Silang

Untuk memperkuat penelitian ini maka peneliti membuat tabel silang objek. Analisis tabel silang pada bagian ini akan membuat tentang penilaian dan data dalam suatu tabel. Analisis tabel silang merupakan salah satu teknik yang digunakan untuk menganalisis dan mengetahi variabel yang satu memiliki hubungan dengan yang lainnya, sehingga dapat diketahui apakah variabel tersebut bernilai positef atau negatif. Namun, analisis tabel ini bukanlah dapat dijadikan sebagai penentu utama untuk melihat bagaiman data yang satu dan hubungannya dengan data yang lain.

Tabel IV.37

Hubungan dalam Film Habibie Ainun mengandung pesan Positif dan Film Habibie Ainun Merupakan Film Yang Sangat Mendidik(Edukatif)

Film Habibie Ainun Edukatif (Y) (33) Total Tidak edukatif (1) Biasa saja (2) Sangat Edukatif (3) Film Habibie Ainun mengandung pesan positif (X) (28) Tidak ada (1) - - - - Ada beberapa (2) - 21 26 47 Banyak(3) 1 6 34 41 Total 1 27 60 88

Untuk mengetahui hubungan dalam film habibie ainun yang mengandung pesan positif dan film habibie ainun merupakan film yang sangat mendidik (edukatif) dapat disimpulkan dalam analisis tabel silang yang menganalisis dari total 88 responden mengambil sampel variabel x dan y dengan nomor kotak 28 dan 33 dari tiap 7 jurusan departemen fisip usu dengan total survei sebanyak 47 orang mengatakan ada beberapa film habibie ainun mengandung pesan positif, yang

artinya menurut survei dan wawancara terhadap responden, responden menilai dari perhatian responden terhadap film kurang begitu perhatian dan responden merasa durasi film habibie ainun yang tayang dibioskop cukup lama sehingga mengurangi perhatian penonton ataupun responden, sedangkan hasil survei yang mengatakan film habibie sangat mendidik (edukatif) sebanyak 60 orang, ini membukt ikan bahwa responden yakin bahwa film habibie ainun sangat mendidik dan edukatif, responden melihat dari tayangan-tayangan yang menunjukkan prestasi habibie mulai habibie dari bangku kuliah, menciptakan pesawat sampai habibie bertugas sebagai presiden Republik Indonesia yang ketiga. Mahasiswa yakin film habibie ainun dapat memotivasi mahasiswa untuk menjadi sukses dan berprestasi seperti bapak Habibie didalam film habibie ainun.

4.4 Uji Hipotesa

Pengujian Hipotesa adalah pengujian data statistik untuk mengetahui data yang diajukan dapat diterima atau ditolak. Sebelum melakukan uji Hipotesa, terlebih dahulu menguji tingkat hubungan antara kedua variabel yang dikorelasikan, dengan menggunakan rumus Koefisien Korelasi oleh Spearman yaitu:

Rho= 1- 6 ∑ d² N(N²-1)

Dengan menggunakan analisa Spearman’s melalui program aplikasi SPSS 15.0 for windows, maka diperoleh hasil sebagai berikut:

Pesan+ Edukatif Spearman’s rho PesanCorrelation Coefficient 1,000 ,283** Sig. (2-tailed)

N Edukatif Correlation Coefficient Sig. (2-tailed) N . 88 ,283** ,007 88 ,007 88 1,000 . 88

Berdasarkan hasil perhitungan Korelasi Spearman rho pada tabel diatas, maka diketahui besar korelasi koefisien Spearman (rho) adalah 0,283 yang berarti terdapat hubungan Pesan Positif dalam Film Habibie Ainun dan sifat mendidik dalam Film Habibie Ainun.

Untuk mengukur kekuatan derajat hubungan, digunakan nilai Koefisien Korelasi sebagai berikut (Kriyantono, 2006:168):

Kurang dari 0,20 : Hubungan rendah sekali; lemas sekali 0,20-0,39 : Hubungan rendah tapi pasti

0,40-0,70 : Hubungan yang cukup berarti 0,71-0,90 : Hubungan yang tinggi; kuat

Lebih dari 0,90 : Hubungan yang sangat tinggi; kuat sekali; dapat diandalkan

Berdasarkan hasil korelasi Spearman pada tabel di atas, maka diketahui besar korelasi koefisien Spearman (rho) adalah 0,283. Hasil 0,283 menunjukkan hubungan yang rendah tapi pasti.Tanda korelasi pada koefisien korelasi menghasilkan + 0,283 , yang menunjukkan arah hubungan yang rendah tapi pasti antara variabel X dan variabel Y. Variabel ini menjelaskan bahwa terdapat hubungan antara Pesan positif dan sangat mendidik (Edukatif) dalam film Habibie Ainun.

Signifikansi hasil korelasi dapat dilihat berdasarkan perbandingan nilai Probabilitas dan tanda satu ** (Flag of Significant) diberikan SPSS. Pada bagian output korelasi di atas tidak terlihat pasangan data yang berkorelasi secara signifikan, yaitu antara pesan positif dalam film Habibie Ainun dengan sifat mendidik dalam film Habibie Ainun (Probabilitas 0,007 yang lebih besar dari 0,005 atau 0,007 > 0,005).

Selanjutnya dapat dilihat pada variabel pesan positif dan sangat mendidik(Edukatif) yang menunjukkan bahwa kedua variabel berkorelasi tidak begitu Signifikan.

Berdasarkan analisa diatas, dapat dirangkumkan bahwa hasil uji hipotesis pada Mahasiswa Fisip USU adalah 0,283, sesuai dengan kaidah Spearman rs koefisien bahwa jika rs > 0 maka hipotesis diterima. Signifikasi korelasi diketahui dari probabilitas yang lebih kecil dari 0,005 (0,007 > 0,005) dan adanya dua

**(flag of significant) pada program SPSS 15.0 for windows yang menunjukkan kedua variabel berkorelasi. Namun hubungannya tidak begitu signifikan dengan hasil probabilitas 0,007 > 0.005. Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa hipotesis dalam penelitian ini diterima, namun tidak begitu signifikan.

Hipotesis yang diterima adalah hipotesis alternatif (Ha), bahwa terdapat hubungan antara film habibie ainun terhadap sikap mahasiswa fisip usu.

4.5 Pembahasan

Menurut pakar film McQuail, film merupakan alat presentasi dan distibusi dari tradisi hiburan yang lebih tua, menawarkan cerita, panggung, musik, drama, humor, dan trik teknis bagi konsumsi populer. Film adalah bagian seni yang memiliki fungsi untuk menyampaikan cerita menarik dan mengandung pesan positif sehingga para penikmat film mampu mendapatkan hiburan menarik dari sebuah tayangan film baik dari musik, cerita film bahkan aktris yang memerankan tokoh dalam sebuah film. (McQuail, 2011: 35)

Para pakar komunikasi seperti Carl I Hovland, menegaskan bahwa komunikasi merupakan suatu proses penyampaian pesan oleh seorang komunikator kepada audiens. Ahli komunikasi Harold Lasswell mengatakan bahwa cara yang baik dalam menjelaskan komunikasi adalah: who, says what, in which channel, to whom, with what effect yang dapat diterjemahkan yaitu: komunikator, pesan, media, komunikan, efek. Berdasarkan paradigma Lasswell dapat disimpulkan bahwa proses penyampaian pesan dari komunikator dapat disampaikan melalui media (channel) dan diterima oleh komunikan atau pendengar sehingga menimbulkan efek atau respon maupun perubahan sikap dari setiap audiens yang menerima pesan dari komunikator. Proses komunikasi menurut Lasswell merupakan proses yang sering dilakukan dalam kehidupan sehari-hari dan sangat sering dijumpai pada setiap interaksi seseorang melalui sebuah media komunikasi. (Effendy, 2005: 10)

Film Habibie Ainun adalah salah satu film Indonesia yang memiliki prestasi yang membanggakan dan mendapat respon dari penonton sebanyak kurang lebih 4,5 juta penonton seluruh Indonesia, film yang bertemakan cinta seorang tokoh politik Indonesia sekaligus mantan presiden RI yang ketiga bapak

Habibie mendapat apresiasi luar biasa dari berbagai kalangan seperti: pejabat dan mahasiswa. Film Habibie yang memiliki pesan moral yang baik dan nilai kesetian seorang Habibie kepada istrinya yang dapat dijadikan panutan yang menontonnya. (wawancara dengan beberapa mahasiswa jurusan ilmu politik Fisip USU.

Dalam sebuah film, pemain film merupakan elemen penting menentukan film tersebut bagus atau tidaknya sebuah film. Kunci keberhasilan seorang pemain film atau aktor maupun aktris dipengaruhi oleh kepercayaan (kredibilitas) seorang pemeran film.

Dari 88 responden terdiri dari 62 orang (70,45%) mengatakan bahwa gaya bicara Reza Rahadian mirip dengan bapak B. J Habibie dn 26 orang (29,55%) mengatakan bahwa Reza Rahadian sama persis dengan bapak B.J Habibie. Dari tabel diatas jelas bahwa responden lebih banyak mengatakan Reza Rahadian mengatakan mirip dengan tokoh Habibie dengan Frekuensi 62 orang (70,45%) ini dapat dilihat dari cara bicara yang terbata-bata dan gaya berjalan Reza yang mirip dengan tokoh bapak B.J Habibie dan Reza Rahadian mampu meniru Habibie dan sehingga penonton sangat salut dengan kemampuan akting seorang Reza Rahadian. Reza meniru gaya bicara Habibie secara natural tanpa terkesan dibuat-buat, ini menunjukkan bahwa kemampuan akting Reza Rahadian sangat bagus dan baik untuk dicontoh (Hasil wawancara dengan responden)

Gaya bicara pemain film mampu menarik perhatian penonton dengan ciri khas masing-masing yang membuat penonton kagum dengan kualitas para pemain film Habibie Ainun. Gaya bicara Bunga Citra Lestari yang mirip dengan ibu Ainun dapat dilihat dari cara bicaranya yang lemah lembut dan bunga mampu mencocokkan fashion bunga ketika menjadi seorang ibu Ainun. Bunga mendapat respon sebanyak 70 orang (79,55%) yang mengatakan bahwa bunga mirip dengan ibu Ainun. Penonton yakin dengan karakter bunga yang mirip dengan ibu Ainun dan bunga mampu melakukan adegan romantis yang seperti dilakukan bapak Habibie kepada ibu Ainun.( hasil wawancara dengan responden perempuan)

Dari 88 responden, responden terbanyak mengatakan 62 orang (70,45%) mengatakan Reza Rahadian berhasil berperan sebagai Habibie. Responden menilai dari cara berjalan, cara berpakaian, dan kebiasaan-kebiasaan Reza yang menunjukkan kemiripan yang sama persis dengan Habibie. Penonton suka dengan

akting Reza yang serius tapi memberikan kesan humoris yang membuat penonton suka dengan akting Reza Rahadian. Penonton merasa lebih kenal dekat dengan sosok Habibie. Tingkah laku Reza selama bermain film Habibie banyak disukai oleh penonton dan responden. Begitu juga dengan tingkah laku Bunga Citra Lestari berperan sebagai ibu Ainun mendapat respon positif dari responden sebanyak 49 orang (55,68%) mengatakan Bunga berhasil berperan sebagai Ainun. Totalitas bunga sebagai aktris patut di acungi jempol dengan gaya lemah lembut tapi tegas dan cinta nya Bunga kepada Habibie membuat penonton semakin suka dengan akting Bunga yang terkesan natural tanpa ada unsur paksaan, mengingat status bunga yang sudah memiliki suami dan anak. Responden sangat suka dengan kualitas akting bunga. (hasil wawancara dengan responden Antropologi).

Indikator berikutnya yang mempengaruhi kredibilitas (kepercayaan) adalah penampilan dari artis maupun aktor pemain film, penampilan maupun fashion yang dipakai oleh artis dapat dilihat dari gaya baju dan rambut yang di tata sebagus mungkin untuk mendukung cerita dalam sebuah film.

Dari 88 responden sampel penelitian, 72 orang (81,82%) mengatakan bahwa gaya baju dan rambut Reza Rahadian mirip dengan bapak Habibie. Responden melihat dari gaya rambut Reza yang belah samping dan Reza juga menggunakan baju safari yang biasa dipakai oleh bapak Habibie. Reza berani untuk tampil lebih tua dari umurnya untuk bisa mengimbangi totalitas aktingnya dan bisa mirip dengan bapak Habibie.

Responden juga melihat gaya baju dan rambut bunga citra lestari yang menunjukkan 82 orang (93,19%) mengatakan Bunga mirip dengan ibu Ainun. Responden menilai bunga mampu mengikuti fashion Ainun pada masa tempo dulu dan mau berpenampilan lebih tua dari umurnya. Responden mengakui kembali totalitas akting bunga untuk mendukung akting bunga citra lestari sebagai Ainun.

Indikator berikutnya yang mendukung kredibiliti maupun kepercayaan penonton kepada film Habibie Ainun yaitu: tingkah laku dan gaya Reza rahadian memerankan tokoh Habibie. Dari 88 responden, 59 orang (67,05%) mengatakan responden suka dengan tingkah laku dan gaya Reza rahadian pada saat memerankan tokoh Habibie. Tingkah laku Reza yang bicara dengan terbata-bata

dan memiliki kesamaan dialek bicara sama seperti Habibie membuat responden sangat suka dengan akting Reza yang berhasil meniru Habibie. Begitu juga responden melihat tingkah laku Bunga Citra Lestari yang memerankan ibu Ainun istri Habibie, dari 88 responden 57 orang (64,77%) mengatakan suka dengan tingkah laku bunga pada saat memerankan tokoh Ainun di dalam film Habibie Ainun. Responden menilai dari tingkah laku Ainun yang lemah lembut dan tegas membuat responden menjadi semakin mengatahui sosok ibu Ainun yang lembut dan tegas. Lagi-lagi kualitas akting bunga sangat diacungi jempol.

Indikator ke empat dari kredibilitas adalah penghayatan peran para pemain pemain film. Berdasarkan analisis tabel tunggal, dari 88 responden terdiri dari 2 orang (2,27%) mengatakan tidak suka, 19 orang (21,60%) mengatakan biasa saja dan 67 orang (76,13%) mengatakan suka. Berdasarkan analisis tabel tunggal responden sebanyak 67 orang (76,13%) mengatakan suka melihat dari akting Reza yang sangat total ketika berperan menjadi presiden RI tahun 1999, Reza meniru kepemimpinan Habibie yang jujur dan tidak menerima suap korupsi. Dengan menunjukkan peran ini, membuat responden semakin kagum dengan totalitas akting Reza sebagai Habibie. Peran yang dimainkan Reza mengandung pesan positif dan pesan moral yang baik bagi penonton dan responden yang sudah pernah menonton film Habibie Ainun. Kemudian responden juga melihat dari penghayatan peran Bunga sebagai Ainun, dari 88 responden yang terdiri dari: 1 orang (1,13%) mengatakan tidak suka, 26 orang (29,55%) mengatakan biasa saja dan 61 orang (69,32%) mengatakan suka. Responden banyak mengatakan suka terhadap penghayatan Bunga Citra Lestari dilihat dari kualitas akting bunga yang bagus dan mirip dengan Ainun, ditambah lagi akting Bunga yang natural tanpa terkesan dibuat-buat. Peran bunga yang lemah lembut dapat dirasakan sebagai perempuan yang menonton Bunga. Bunga selalu menampilkan senyum dan nada bicaranya yang khas. (hasil wawancara dengan beberapa responden)

Indikator kelima selain kredibilitas, film yang baik dapat dilihat dari Attractiveness (daya tarik). Daya tarik yang dimiliki masing-masing pemain menjadikan penonton maupun komunikan suka terhadap tayangan dan film yang ditonton. Berdasarkan dari 88 responden antara lain: 2 orang (2,27%) mengatakan tidak suka, 28 orang (31,82%) mengatakan biasa saja dan 58 orang (65,91%) lebih

banyak mengatakan suka melihat aktor utama Reza Rahadian. Responden suka dengan prestasi Reza Rahadian disebuah film Indonesia sebelumnya dan termasuk jajaran artis yang berkualitas. Reza juga memiliki Personality yang baik dan dikenal dekat dengan dunia teater. Reza sebelumnya juga pernah mendapatkan penghargaan sebagai aktor terbaik yang membuat responden yakin dengan kualitas akting Reza. Usia reza yang masih muda banyak disukai oleh remaja putri. Selain Reza rahadian sebagai aktor utama, aktris utama Bunga Citra Lestari yang menjadi lawan akting Reza juga mendapat apresiasi dari responden yang terdiri dari: 3 orang (3,41%) memilih tidak suka, 34 orang (38,63%) memilih biasa saja dan 51 orang (57,96%) mengatakan suka dengan aktris Bunga Citra Lestari. Responden menilai dari segi kualitas akting bunga yang mirip dengan Ainun. Sebelumnya bunga juga sering bermain dalam film layar lebar dan sinetron. Bunga juga mengisi soundtrack film Habibie yang dinyanyikan Bunga yang berjudul “Cinta Sejati” dengan vokal dan suara bunga yang merdu mampu menarik perhatian responden. Responden suka dengan akting bunga yang natural dan tidak terkesan dipaksakan. Bunga merupakan salah satu artis papan atas Indonesia. (hasil wawancara dengan responden perempuan)

Dalam menentukan pesan yang disampaikan oleh komunikator maupun film yang di terima oleh komunikan atau penonton, maka pesan yang disampaikan oleh film terbagi dua bagian. Bagian pertama adalah faktor bentuk yang terdiri dari: penggunaan bahasa/kata-kata, kejelasan isi pesan dan komunikatif. Dan bagian kedua adalah faktor isi yang terdiri dari credibility, context, content, clearity,channel, dan capability. Dan bagian terakhir ditentukan dari durasi dan waktu penanyangan selama film diputar di bioskop. Bagian pertama yaitu faktor bentuk antara lain: penggunaan bahasa/ kata-kata dalam film Habibie Ainun. Dari 88 responden yang terdiri dari 10 orang (11,36%) mengatakan tidak mengerti, 28 orang (31,82%) mengatakan kurang mengerti dan 50 orang (56,82%) mengatakan mengerti. Berdasarkan hasil responden diatas, responden sebanyak 50 orang (56,82%) memilih mengerti dikarenakan selama film tayang di bioskop bahasa asing atau bahasa jerman yang ditampilkan di layar menggunakan kata-kata Translate sehingga memudahkan responden untuk memahami isi cerita dalam film Habibie Ainun dalam bahasa Jerman. Memasuki faktor bentuk yang kedua

yaitu: kejelasan isi pesan dalam film, berdasarkan dari 88 responden terdiri dari: 10 orang (11,36%) mengatakan biasa saja dan 78 orang (88,64%) mengatakan suka. Isi dialog Habibie yang berisi “Tak perlu seseorang yang sempurna. Cukup temukan orang yang selalu membuatmu bahagia dan membuatmu berarti lebih siapapun”. Dari penggalan dialog Habibie ini menjelaskan bahwa Habibie sangat mencintai Ainun dan mengajak penonton untuk menyanyangi pasangan ataupun orang lain dengan tulus tanpa paksaan. Dialog ini mampu memberikan pesan psoitif kepada penonton. (hasil wawancara dengan responden laki-laki)

Dan tidak kalah menariknya dengan dialog Ainun yang di sampaikan oleh Bunga citra lestari mendapat sambutan luar biasa dari 88 responden yang terdiri dari 10 orang (11,36%) mengatakan biasa saja dan 78 orang (88,64%) mengatakan suka. Responden melihat dari penggalan dialog Ainun yang berisi “kamu itu orang paling keras kepala dan paling sulit yang pernah aku kenal. Tapi kalau aku harus mengulang hidupku, aku akan tetap memilih kamu”.penggalan dialog diatas banyak disukai responden karena responden memaknai dialog tersebut bahwa Ainun sangat mencintai Habibie dengan kekurangannya. Responden yakin dialog ini mampu menambah pesan positif dan memberi pengaruh psoitif bagi orang yang menonton film Habibie Ainun. (hasil wawancara dengan responden perempuan)

Begitu juga peneliti mendapatkan hasil penelitian terhadap responden yang bangga ketika menyaksikan Habibie di film mampu menciptakan sebuah pesawat terbang. Dari 88 responden yang terdiri dari: 12 orang (13,63%) mengatakan biasa saja, 52 orang (59,10%) mengatakan bangga dan 24 orang (27,27%) mengatakan sangat bangga. Responden mengatakan bangga karena Habibie merupakan salah satu orang Indonesia dan orang jenius yang berani menimba ilmu jauh di Jerman dan karyanya berhasil membuat satu pesawat sangat membanggakan responden karena peran Habibie dapat memberi contoh yang baik bagi generasi muda dan penerus bangsa untuk menjadi ilmuwan sukses baik di luar negeri maupun didalam negeri. Dalam tayangan ini responden bangga dan mengagumi kehebatan seorang Habibie. (Hasil wawancara dengan responden laki-laki)

Faktor bentuk berikutnya yang mempengaruhi pesan yang disampaikan dalam film Habibie Ainun adalah ketika kesedihan pada saat Ainun meninggal

dunia, dari 88 responden yang mengatakan paling banyak sedih berjumlah 47 orang (53,41%) . responden melihat dari kesedihan pada saat Ainun sakit dan lemah sampai Ainun harus bolak-balik menjalani operasi. Sampai Ainun berjuang untuk melawan sakitnya dan pada saat Ainun sakit, Habibie selalu setia menemani Ainun sampai Ainun harus meninggalkan Habibie akibat rasa sakit yang sudah tidak tertahankan lagi. Responden menilai kesetiaan dan cinta Habibie yang kuat kepada Ainun memberi pesan positif kepada setiap orang yang menonton film. (hasil wawancara dengan responden perempuan)

Faktor bentuk selanjutnya yang mempengaruhi pesan yang disampaikan dalam film Habibie Ainun yaitu perasaan penonton setelah menonton film Habibie Ainun. Penonton juga menjadi tolak ukur apakah film Habibie mampu membuat perasaan penonton menjadi sedih atau senang, maka dari 88 responden yang terdiri atas 33 orang (37,5%) mengatakan biasa saja, 55 orang (62,5%) mengatakan semakin suka. Responden lebih banyak mengatakan semakin suka, dilihat dari sisi perbedaan dari film Indonesia sebelumnya, film Habibie Ainun mampu menarik perhatian publik, penonton dan membuatnya semakin suka dengan gaya bicara Reza Rahadian yang meniru cara bicara bapak Habibie dan gaya bicara Bunga Citra Lestari yang lemah lembut dan mirip dengan sosok ibu Ainun. Film Habibie juga menarik dengan tayangan film di Jerman sehingga penonton semakin tahu gambaran kota Jerman yang klasik modern. Film Habibie juga menarik perhatian dari segi alur cerita yang menarik dan terkesan natural. Film Habibie Ainun merupakan cerita dari novel yang pernah dibuat oleh bapak Habibie yang menceritakan perjalanan hidup beliau dengan ibu Ainun. Film Habibie mendapat apresiasi dari beberapa penonton dan responden. (hasil wawancara responden departemen Antropologi)

Faktor bentuk selanjutnya yang mempengaruhi terhadap pesan yang disampaikan adalah gaya bicara Reza Rahadian yang terbata-bata. Dari 88 responden, 65 orang (73,87%) memilih suka. Responden banyak memilih suka karena gaya bicara Reza Rahadian yang unik dan mirip dengan gaya bicara bapak Habibie. Reza juga mampu menarik perhatian penonton dengan gaya bicaranya yang terbata-bata dan tidak terkesan monoton sehingga penonton kagum dengan akting Reza Rahadian. Akting reza yang natural sangat disukai oleh responden.

Selain gaya bicara Reza Rahadian yang terbata-bata dapat menarik perhatian responden, cara bicara Bunga Citra Lestari yang lemah lembut mendapat dukungan dari 58 orang (65,90%) responden mengatakan suka. Responden suka dengan gaya bicara bunga yang lemah lembut dan mewakili peranan perempuan yang kuat dan tegas, sama seperti ibu Ainun yang selalu digambarkan dalam gaya bicara bunga. Bunga juga memiliki keunikan tersendiri yang membuat penonton semakin kagum dengan akting Bunga. Cara bicara bunga yang mirip dengan ibu Ainun membuat penonton semakin mengetahui sosok ibu Ainun.

Faktor berikutnya selain faktor bentuk, faktor isi juga turut mempengaruhi isi pesan yang disampaikan dalam film Habibie Ainun. Faktor isi terdiri dari: credibility, context, content, clearity, channel, capability dan yang terakhir waktu penayangan juga turut mempengaruhi faktor isi. Untuk menjelaskan lebih rinci, faktor isi yang pertama credibility, dari 88 responden yang membangun kepercayaan (credibility) bahwa film Habibie Ainun layak untuk ditontonterdiri dari: 4 orang (4,55%) mengatakan tidak yakin, 14 orang (15,90%) mengatakan kurang yakin dan 70 orang (79,55%) mengatakan yakin. Responden mengatakan yakin film Habibie Ainun layak ditonton dapat dinilai dari pesan yang disampaikan film Habibie Ainun cukup banyak. Film Habibie Ainun juga memotivasi kaum remaja dan generasi muda untuk membuat suatu karya yang berguna bagi orang banyak. Responden sependapat film Habibie Ainun menjadinya industri film Indonesia saat ini dengan isi dan makna pesan cerita yang menarik bagi responden dan penonton. (hasil wawancara dengan beberapa responden)

Faktor isi yang kedua yaitu: Context. Context adalah proses komunikasi harus sesuai dengan kehidupan atau keadaan sosial. Dalam film Habibie Ainun

context dilihat dari film Habibie sesuai dengan realita. Berdasarkan hasil

responden 88 orang, 6 orang (6,82%) mengatakan terlalu berlebihan, 62 orang (70,45%) mengatakan hampir sesuai dan 20 orang (22,73%) mengatakan sangat sesuai. Responden lebih banyak mengatakan hampir sesuai karena responden menilai dari cerita novel Habibie yang sedikit mengalami perubahan didalam film sehingga responden menganggap ada yang mengatakan ada mirip dan ada yang mengatakan tidak mirip. Penonton semakin suka dengan film Habibie melihat

cara Reza berperan sebagai Habibie yang mampu meniru cara bicara bapak Habibie, baik cara bicara dan cara berjalannya memiliki kemiripan yang belum

Dokumen terkait