• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

IV.2. Analisis Tabel Tunggal

Merupakan suatu analisa yang dilakukan dengan membagi-bagikan variabel penelitian ke dalam kategori-kategori yang dilakukan atas dasar frekuensi. Tabel tunggal merupakan langkah awal dalam menganalisis data yang terdiri dari kolom, sejumlah frekuensi dan persentase untuk setiap kategori.

Data yang disajikan dan dibahas dalam tabel tunggal ini terdiri dari tiga bagian yaitu karakteristik responden, Iklan KB Versi Shireen Sungkar dan Teuku Wisnu ditelevisi dan persepsi remaja mengenai pernikahan diusia dini. Tabel tunggal ini dianalisis dengan menggunakan perangkat lunak SPSS versi 13.0.

IV.2.1. Karateristik Responden

Karakteristik responden perlu disajikan untuk mengetahui latar belakang responden. Karakteristik yang dipakai adalah jenis kelamin, usia dan pendidikan.

Tabel 11 Jenis Kelamin

Kecamatan Medan

Labuhan SMA Gajah Mada Frekuensi Persen Frekuensi Persen Valid Laki- Laki 18 27.7 13 61.9 Perempuan 47 72.3 8 38.1 Total 65 100.0 21 100.0

Sumber: P.1/ FC.2

Berdasarkan tabel frekuensi ”Jenis Kelamin” dapat diberikan analisis deskriptif sebagai berikut: dengan jumlah sampel pada Kecamatan Medan Labuhan N= 65 orang dan diketahui yang memiliki jenis kelamin laki-laki

sejumlah 18 orang dengan persentase 27.7% dan remaja yang memiliki jenis kelamin perempuan sejumlah 47 orang dengan persentase 72.3%. Pada SMA Gajah Mada N= 21 orang dan diketahui yang memiliki jenis kelamin laki-laki sejumlah 13 orang dengan persentase 61.9% dan remaja yang memiliki jenis kelamin perempuan sejumlah 8 orang dengan persentase 38.1%.

Pada saat penyebaran kuesioner, respoden yang merupakan remaja di SMA Gajah Mada dan Kecamatan Medan Labuhan dan minimal dua kali pernah menyaksikan iklan KB Versi Shireen Sungkar dan Teuku Wisnu ditelevisi, yang lebih banyak ditemukan oleh peneliti adalah perempuan daripada laki-laki. Hal ini dikarenakan jumlah siswa perempuan di beberapa kelas dan di daerah medan labuhan lebih banyak daripada laki-laki.

Tabel 12 Usia

Kecamatan Medan

Labuhan SMA Gajah Mada Frekuensi Persen Frekuensi Persen Valid 10-12 tahun 4 6.2 0 0 13-15 tahun 2 3.1 2 9.5 16- 18 Tahun 12 18.5 10 47.6 19-21 tahun 47 72.3 9 42.9 Total 65 100.0 21 100.0 Sumber: P.2/ FC.3

Berdasarkan tabel frekuensi ”Usia” dapat diberikan analisis deskriptif sebagai berikut: dengan jumlah sampel pada Kecamatan Medan Labuhan N= 65 orang dan diketahui yang berusia 10-12 tahun sejumlah 4 orang dengan persentase 6.2%, usia 13-15 tahun sejumlah 2 orang dengan persentase 3.1%, usia 16-18 tahun sejumlah 12 orang dengan persentase 18.5% dan remaja berusia 19-21 tahun sejumlah 47 orang dengan persentase 72.4%. Pada SMA Gajah Mada N= 21 orang dan diketahui yang berusia 10-12 tahun tidak ada atau 0.0%, usia 13-15 tahun sejumlah 2 orang dengan persentase 9.5%, usia 16-18 tahun sejumlah 10 orang dengan persentase 47.6% dan remaja berusia 19-21 tahun sejumlah 9 orang dengan persentase 42.9%

Dari uraian tersebut dapat dilihat bahwa remaja di Kecamatan Medan Labuhan usia 19- 21 tahun mendominasi jumlah responden dalam penelitian ini, sedangkan pada remaja SMA Gajah Mada usia 16-18 tahun mendominasi jumlah responden dalam penelitian ini.

Tabel 13 Pendidikan Terakhir

Kecamatan Medan

Labuhan SMA Gajah Mada Frekuensi Persen Frekuensi Persen Valid SMA 54 83.1 21 100.0 SMP 9 13.8 0 0

SD 2 3.1 0 0

Total 65 100.0 21 100.0

Sumber: P.3/ FC.4

Berdasarkan tabel frekuensi ”Pendidikan terakhir” dapat diberikan analisis deskriptif sebagai berikut: dengan jumlah sampel di Kecamatan Medan Labuhan N= 65 orang telah diketahui responden dengan pendidikan terakhir SMA sebanyak 54 orang dengan persentase 83.1%, responden dengan pendidikan terakhir SMP sebanyak 9 orang dengan persentase 13.8 %, dan responden dengan pendidikan terakhir SD sebanyak 2 orang dengan persentase 3.1%. Pada remaja SMA Gajah Mada N= 21 orang telah diketahui semua responden memiliki pendidikan terakhir SMA yaitu sebanyak 21 orang karena saat ini semua responden di SMA Gajah Mada sedang duduk dibangku sekolah.

Dari uraian diatas dapat dilihat bahwa responden dengan pendidikan terakhir SMA sangat mendominasi jumlah responden dalam penelitian ini, baik di Kecamatan Medan Labuhan dan SMA Gajah Mada. Jika di SMA Gajah Mada para remaja masih bersekolah, responden di Kecamatan Medan Labuhan yang memiliki pendidikan terakhir SMA tidak menyelesaikan sekolahnya tersebut hingga selesai atau putus sekolah. Ada yang putus sekolah saat di kelas X, XI bahkan dikelas XII juga ada sebelum ujian kelulusan. Sebagian dari mereka memiliki alasan kesulitan ekonomi sebagai penyebab putus sekolah dan ada juga dikarenakan rendahnya minat bersekolah.

IV.3.2. Iklan KB Versi Shireen Sungkar dan Teuku Wisnu ditelevisi

Tabel 14

KB Merupakan Salah Satu Iklan Layanan Masyarakat

Kecamatan Medan

Labuhan SMA Gajah Mada Frekuensi Persen Frekuensi Persen Valid Sangat Mengetahui 28 43.1 9 42.9 Mengetahui 29 44.6 11 52.4 Tidak Mengetahui 8 12.3 1 4.8 Sangat Tidak Mengetahui Total 0 65 0 100.0 0 21 0 100.0 Sumber: P.4/ FC.5

Berdasarkan tabel frekuensi ”KB merupakan salah satu iklan layanan masyarakat” diatas, dapat diberikan analisis deskriptif sebagai berikut: dengan jumlah sampel pada remaja putus sekolah N= 65 orang, telah diketahui remaja yang berada pada tingkat “sangat mengetahui” bahwa Iklan KB merupakan salah satu kegiatan iklan layanan masyarakat ada sebanyak 28 orang dengan persentase 43.1%, remaja yang berada pada tingkat “mengetahui” ada sebanyak 29 orang dengan persentase 44.6%, remaja yang berada pada tingkat “tidak mengetahui” ada sebanyak 8 orang dengan persentase 12.3%, dan tidak seorangpun remaja yang berada pada tingkat “sangat tidak mengetahui” bahwa Iklan KB merupakan salah satu jenis iklan layanan masyarakat.

Pada remaja bersekolah dengan jumlah sampel N= 21 orang telah diketahui remaja yang berada pada tingkat “sangat mengetahui” bahwa Iklan KB merupakan salah satu kegiatan iklan layanan masyarakat ada sebanyak 9 orang dengan persentase 42.9%, remaja yang berada pada tingkat “mengetahui” ada sebanyak 11 orang dengan persentase 52.4%, remaja yang berada pada tingkat “tidak mengetahui” ada sebanyak 1 orang dengan persentase 4.8%, dan tidak seorangpun remaja yang berada pada tingkat “sangat tidak mengetahui”.

Dari uraian diatas dapat dijelaskan bahwa lebih dari 50% dari masing- masing tempat jumlah responden mengetahui bahwa Iklan KB merupakan salah satu jenis iklan layanan masyarakat. Dan terdapat jumlah yang sedikit yaitu 8 dari responden putus sekolah dan 1 orang remaja yang tidak mengetahui dan sangat

tidak mengetahui bahwa Iklan KB merupakan salah satu jenis iklan layanan masyarakat.

Tabel 15

Iklan KB Sarana Pemerintah Mensosialisasikan KB

Kecamatan Medan

Labuhan SMA Gajah Mada Frekuensi Persen Frekuensi Persen Valid Sangat Menarik

18 27.7 2 9.5 Menarik 33 50.8 13 61.9 Tidak Menarik 14 21.5 6 28.6 Sangat Tidak Menarik Total 0 65 0 100.0 0 21 0 100.0 Sumber: P.2/ FC.6

Tabel frekuensi ”Iklan KB sarana pemerintah mensosialisasikan Keluarga Berencana“ yang terpapar diatas dapat diberikan analisis deskriptif sebagai berikut: dengan jumlah sampel pada remaja putus sekolah N= 65 orang, telah diketahui responden yang menilai iklan KB sarana pemerintah mensosialisasikan keluarga berencana “sangat menarik” ada sebanyak 18 orang dengan persentase 27.7%, responden yang menilai iklan KB sarana pemerintah mensosialisasikan keluarga berencana “menarik” ada sebanyak 33 orang dengan persentase 50.8%, responden yang menilai iklan KB sarana pemerintah mensosialisasikan keluarga berencana “tidak menarik” ada sebanyak 14 orang dengan persentase 21.5%.

Dengan jumlah sampel pada remaja bersekolah N= 21 orang, telah diketahui responden yang menilai iklan KB sarana pemerintah mensosialisasikan keluarga berencana “sangat menarik” ada sebanyak 2 orang dengan persentase 9.5%, responden yang menilai iklan KB sarana pemerintah mensosialisasikan keluarga berencana “menarik” ada sebanyak 13 orang dengan persentase 61.9%, responden yang menilai iklan KB sarana pemerintah mensosialisasikan keluarga berencana “tidak menarik” ada sebanyak 6 orang dengan persentase 28.6%.

Dari uraian diatas, dapat dijelaskan bahwa remaja bersekolah dan putus sekolah dengan jumlah lebih dari 50% jumlah sampel menilai iklan KB sarana

pemerintah mensosialisasikan keluarga berencana menarik bagi mereka. Selain itu, terdapat lebih dari 20.0% remaja, baik yang bersekolah dan tidak sekolah yang menilai iklan KB sarana pemerintah mensosialisasikan keluarga berencana tidak menarik bagi mereka dan tidak ada seorangpun yang menilai sangat tidak menarik.

Tabel 16

Keefektifan Iklan KB Menggunakan Tv Sebagai Sarana Menyampaikan Informasi

Kecamatan Medan

Labuhan SMA Gajah Mada Frekuensi Persen Frekuensi Persen Valid Sangat Efektif 10 15.4 2 9.5 Efektif 38 58.5 11 52.4 Tidak Efektif 17 26.2 8 38.1 Sangat Tidak Efektif Total 0 65 0 100.0 0 21 0 100.0 Sumber: P.3/ FC.7

Tabel frekuensi diatas adalah tabel ”Keefektifan iklan KB menggunakan TV sebagai sarana menyampaikan informasi“. Berdasarkan tabel diatas, dapat diberikan analisis deskriptif sebagai berikut: dengan jumlah sampel pada remaja putus sekolah N= 65 orang, telah diketahui responden yang menilai televisi sebagai sarana menyampaikan informasi KB sangat efektif ada sebanyak 10 orang dengan persentase 15.4%, sementara yang menilai efektif ada sebanyak 38 orang dengan persentase 58.5%, dan yang menilai tidak efektif ada sebanyak 17 orang dengan persentase 26.2%.

Pada remaja bersekolah, dengan jumlah sample N= 21 orang, telah diketahui responden yang menilai televisi sebagai sarana menyampaikan informasi KB sangat efektif ada sebanyak 2 orang dengan persentase 9.5%, sementara yang menilai efektif ada sebanyak 11 orang dengan persentase 52.4%, dan yang menilai tidak efektif ada sebanyak 8 orang dengan persentase 38.1%.

Dari uraian diatas, dapat dijelaskan bahwa Keefektifan iklan KB menggunakan TV sebagai sarana menyampaikan informasi dinilai efektif oleh sebagian besar remaja baik yang bersekolah dan putus sekolah dan hanya sedikit

yang menilai tidak efektif bahkan tidak ada seorangpun yang menilai sangat tidak efektif.

Tabel 17

Suara yang Terdengar Dari Iklan Kb Berdurasi 30 Detik

Kecamatan Medan

Labuhan SMA Gajah Mada

Frekuensi Persen Frekuensi Persen Valid Sangat Bagus 8 12.3 4 19.0 Bagus 45 69.2 11 52.4 Tidak Bagus 10 15.4 6 28.6 Sangat Tidak Bagus 2 3.1 0 0 Total 65 100.0 21 100.0

Sumber:P.4/ FC.8

Berdasarkan tabel frekuensi diatas ”Suara yang terdengar dari iklan KB berdurasi 30 detik” dapat diberikan analisis deskriptif sebagai berikut: dengan jumlah sampel pada remaja putus sekolah N= 65 orang, telah diketahui responden yang menilai suara yang terdengar dari iklan KB berdurasi 30 detik sangat bagus ada sebanyak 8 orang dengan persentase 12.3%, responden yang menilai bagus ada sebanyak 45 orang dengan persentase 69.2%, dan responden yang menilai tidak bagus ada sebanyak 10 orang dengan persentase 15.4%. Ada 2 orang responden dengan persentase 3.1% yang menilai suara yang terdengar dari iklan KB berdurasi 30 detik sangat tidak bagus.

Pada remaja bersekolah N= 21 orang, telah diketahui responden yang menilai suara yang terdengar dari iklan KB berdurasi 30 detik sangat bagus ada sebanyak 4 orang dengan persentase 19.0%, responden yang menilai bagus ada sebanyak 11 orang dengan persentase 52.4%, dan responden yang menilai tidak bagus ada sebanyak 6 orang dengan persentase 28.6%. Ada tidak ada responden yang menilai suara yang terdengar dari iklan KB berdurasi 30 detik sangat tidak bagus.

Dari uraian diatas, dapat dijelaskan bahwa sebanyak 45 remaja putus sekolah dan 11 remaja bersekolah yang menilai suara yang terdengar dari iklan KB berdurasi 30 detik bagus bahkan ada sebanyak 8 orang remaja putus sekolah dan 4 remaja bersekolah yang menilainya sangat bagus.

Melalui Suara yang Terdengar, Dapat Mengerti Makna Emosional

Kecamatan Medan

Labuhan SMA Gajah Mada

Frekuensi Persen Frekuensi Persen Valid Sangat Mengerti 5 7.7 2 9.5 Mengerti 46 70.8 14 66.7 Tidak Mengerti 14 21.5 5 23.8 Sangat Tidak Mengerti Total 0 65 0 100.0 0 21 0 100.0 Sumber: P.5/ FC.9

Tabel frekuensi ”Melalui suara yang terdengar dapat mengerti makna emosional” diatas memberikan analisis deskriptif sebagai berikut: dengan jumlah sampel pada remaja putus sekolah N= 65 orang, telah diketahui responden dengan pendapat sangat mengerti ada sebanyak 5 orang dengan persentase 7.7%, responden yang mengerti ada sebanyak 46 orang dengan persentase 70.8%, dan yang tidak mengerti ada sebanyak 14 orang dengan persentase 21.5% serta tidak ada yang memberikan pendapat sangat tidak mengerti.

Pada remaja bersekolah N= 21 orang, telah diketahui responden dengan pendapat sangat mengerti ada sebanyak 2 orang dengan persentase 9.5%, responden yang mengerti ada sebanyak 14 orang dengan persentase 66.7%, dan yang tidak mengerti ada sebanyak 5 orang dengan persentase 23.8% serta tidak ada yang memberikan pendapat sangat tidak mengerti.

Dari uraian diatas, dapat dijelaskan bahwa lebih dari 50% remaja yang bersekolah dan putus sekolah melalui suara yang terdengar dapat mengerti makna emosional dari pesan mengenai keluarga berencana dan ada lebih dari 20% yang tidak mengerti akan makna emosional yang disampaikan.

Musik Menjadi Salah Satu Unsur yang Penting

Kecamatan Medan

Labuhan SMA Gajah Mada

Frekuensi Persen Frekuensi Persen Valid Sangat Penting 18 27.7 3 14.3 Penting 35 53.8 11 52.4 Tidak Penting 12 18.5 6 28.6 Sangat Tidak Penting Total 0 65 0 100.0 1 21 4.8 100.0 Sumber: P.6/ FC.10

Analisis deskriptif Berdasarkan tabel frekuensi ”Musik menjadi salah satu unsur yang penting” diatas dapat diberikan sebagai berikut: dengan jumlah sampel pada remaja putus sekolah N= 65 orang, responden yang menilai musik menjadi salah satu unsur yang sangat penting bagi sebuah iklan ada sebanyak 18 orang dengan persentase 27.7% dan responden yang menilai musik menjadi salah satu unsur yang penting bagi sebuah iklan ada sebanyak 35 orang dengan persentase 53.8%. Sebanyak 12 responden yang menyatakan musik tidak penting bagi sebuah iklan dengan persentase 18.5% dan ada tidak ada responden yang menyatakan musik sangat tidak penting bagi sebuah iklan.

Pada remaja bersekolah N= 21 orang, responden yang menilai musik menjadi salah satu unsur yang sangat penting bagi sebuah iklan ada sebanyak 3 orang dengan persentase 14.3% dan responden yang menilai musik menjadi salah satu unsur yang penting bagi sebuah iklan ada sebanyak 11 orang dengan persentase 52.4%. Sebanyak 6 responden yang menyatakan musik tidak penting bagi sebuah iklan dengan persentase 28.6% dan ada ada 1 responden dengan persentase 4.8% yang menyatakan musik sangat tidak penting bagi sebuah iklan.

Dari uraian diatas, dapat dijelaskan bahwa pada remaja bersekolah ada yang menilai musik merupakan unsur yang tidak penting bagi sebuah iklan sebanyak lebih dari 20%. Terdapat sebanyak lebih dari 50% pada rkedu golongan remaja yang menyatakan musik merupakan unsur yang penting untuk mendukung sebuah iklan.

Alunan Musik Melalui Iklan Kb

Kecamatan Medan

Labuhan SMA Gajah Mada Frekuensi Persen Frekuensi Persen Valid Sangat Bagus 9 13.8 1 4.8 Bagus 47 72.3 14 66.7 Tidak Bagus 9 13.8 5 23.8 Sangat Tidak Bagus Total 0 65 0 100.0 1 21 4.8 100.0 Sumber: P.7/ FC.11

Dari tabel frekuensi ”Alunan musik melalui iklan KB” diatas dapat diberikan analisis deskriptif sebagai berikut: dengan jumlah sampel pada remaja putus sekolah N= 65 orang, telah diketahui responden yang menilai alunan musik melalui iklan KB sangat bagus ada sebanyak 9 orang dengan persentase 4.8%, responden yang menilai bagus ada sebanyak 47 orang dengan persentase 72.3%, dan responden yang menilai tidak bagus ada sebanyak 9 orang dengan persentase 1.8%. Tidak ada responden yang menilai alunan musik melalui iklan KB sangat tidak bagus.

Pada remaja bersekolah N= 21 orang, telah diketahui responden yang menilai alunan musik melalui iklan KB sangat bagus ada sebanyak 1 orang dengan persentase 4.8%, responden yang menilai bagus ada sebanyak 14 orang dengan persentase 66.7%, dan responden yang menilai tidak bagus ada sebanyak 5 orang dengan persentase 23.8%. Ada 1 responden dengan persentase 4.8% yang menilai alunan musik melalui iklan KB sangat tidak bagus.

Dari uraian diatas, dapat dijelaskan bahwa banyak remaja yang menilai alunan musik melalui iklan KB bagus yaitu lebih dari 70% pada remaja putus sekolah dan lebih dari 60% pada remaja bersekolah walaupun ada lebih dari 10% remaja yang menilai alunan musik melalui iklan KB ini tidak bagus.

Tabel 21

Dengan Alunan Musik yang Ada di Iklan KB Ini Pesan yang Disampaikan Menjadi Mudah Diingat

Kecamatan Medan

Labuhan SMA Gajah Mada

Frekuensi Persen Frekuensi Persen Valid Sangat Mudah 10 15.4 1 4.8 Mudah 51 78.5 15 71.4 Sulit 4 6.2 5 23.8 Sangat Sulit Total 0 65 0 100.0 0 21 0 100.0 Sumber: P.8/ FC.12

Berdasarkan tabel frekuensi ”Dengan alunan musik yang ada diiklan KB ini pesan yang disampaikan menjadi mudah untuk diingat” diatas dapat diberikan analisis deskriptif sebagai berikut: dengan jumlah sampel pada remaja di Kecamatan Medan Labuhan N= 65 orang, telah diketahui responden yang menyatakan dengan alunan musik pesan yang disampaikan menjadi sangat mudah diingat ada sebanyak 10 orang dengan persentase 15.4%, responden yang menyatakan mudah untuk diingat ada sebanyak 51 orang dengan persentase 78.5%, dan yang menyatakan sulit untuk diingat ada sebanyak 4 orang dengan persentase 6.2% serta tidak ada yang memberikan pendapat sangat sulit diingat.

Pada remaja di SMA Gajah Mada N= 21 orang, telah diketahui responden yang menyatakan dengan alunan musik pesan yang disampaikan menjadi sangat mudah diingat ada sebanyak 1 orang dengan persentase 4.8%, responden yang menyatakan mudah untuk diingat ada sebanyak 15 orang dengan persentase 71.4%, dan yang menyatakan sulit untuk diingat ada sebanyak 5 orang dengan persentase 23.8% serta tidak ada yang memberikan pendapat sangat sulit diingat.

Dari uraian diatas, dapat dijelaskan bahwa lebih dari 70% remaja yang bersekolah dan putus sekolah menyatakan bahwa dengan alunan musik pada iklan KB membuat pesannya mudah untuk diingat dan hanya ada 4 remaja putus sekolah dan 5 remaja bersekolah yang menyatakan sulit untuk diingat pesan yang disampaikan walaupun menggunakan musik.

Tabel 22

Iklan Kb Mampu Mencapai Tingkat Pengenalan Produk yang Diinginkan

Kecamatan Medan

Labuhan SMA Gajah Mada Frekuensi Persen Frekuensi Persen Valid Sangat Mampu 7 10.8 0 0 Mampu 49 75.4 13 61.9 Tidak Mampu 9 13.8 8 38.1 Sangat Tidak Mampu Total 0 65 0 100.0 0 21 0 100.0 Sumber: P.9/ FC.13

Melalui tabel frekuensi ”Iklan KB mampu mencapai tingkat pengenalan produk yang diinginkan” diatas, maka dapat diberikan analisis deskriptif sebagai berikut: dengan jumlah sampel pada remaja putus sekolah di Kecamatan Medan Labuhan N= 65 orang, telah diketahui responden yang menilai Iklan KB sangat mampu mencapai tingkat pengenalan produk yang diinginkan ada sebanyak 7 orang dengan persentase 10.8%, responden yang menilai mampu ada sebanyak 49 orang dengan persentase 75.4%, dan responden yang menilai Iklan KB tidak mampu mencapai tingkat pengenalan produk yang diinginkan ada sebanyak 9 orang dengan persentase 13.8 % serta tidak ada yang menyatakan iklan KB sangat tidak mampu mencapai tingkat pengenalan produk.

Pada remaja bersekolah di SMA Gajah Mada N= 21 orang, telah diketahui tidak ada responden yang menilai Iklan KB sangat mampu mencapai tingkat pengenalan produk yang diinginkan, responden yang menilai mampu ada sebanyak 13 orang dengan persentase 61.9%, dan responden yang menilai Iklan KB tidak mampu mencapai tingkat pengenalan produk yang diinginkan ada sebanyak 8 orang dengan persentase 38.1 % serta tidak ada yang menyatakan iklan KB sangat tidak mampu mencapai tingkat pengenalan produk.

Dari uraian diatas, dapat dijelaskan bahwa lebih dari setengah jumlah remaja baik pada remaja bersekolah maupun putus sekolah menilai Iklan KB mampu mencapai tingkat pengenalan produk yang diinginkan walaupun ada sebanyak 9 orang remaja putus sekolah dan 8 orang remaja bersekolah menilai Iklan KB tidak mampu mencapai tingkat pengenalan produk yang diinginkan.

Tabel 23

Pemilihan Kata- Kata yang Digunakan Dalam Iklan KB

Kecamatan Medan

Labuhan SMA Gajah Mada Frekuensi Persen Frekuensi Persen Valid Sangat Mudah

Dimengerti 7 10.8 3 14.3 Mudah Dimengerti 49 75.4 12 57.1 Sulit Dimengerti 9 13.8 6 28.6 Sangat Sulit Dimengerti Total 0 65 0 100.0 0 21 0 100.0 Sumber: P.10/ FC.14

Tabel 23 merupakan tabel frekuensi ”Pemilihan kata- kata yang digunakan dalam iklan KB”. Berdasarkan data tersebut dapat diberikan analisis deskriptif sebagai berikut: dengan jumlah sampel remaja putus sekolah di Kecamatan Medan Labuhan N= 65 orang, telah diketahui responden dengan pendapat sangat mudah dimengerti ada sebanyak 7 orang dengan persentase 10.8%, responden yang mudah dimengerti ada sebanyak 49 orang dengan persentase 75.4%, dan yang sulit dimengerti ada sebanyak 9 orang dengan persentase 13.8% serta tidak ada yang memberikan pendapat sangat sulit dimengerti.

Pada remaja bersekolah di SMA Gajah Mada N= 21 orang, telah diketahui responden dengan pendapat sangat mudah dimengerti ada sebanyak 3 orang dengan persentase 14.3%, responden yang mudah dimengerti ada sebanyak 12 orang dengan persentase 57.1%, dan yang sulit dimengerti ada sebanyak 6 orang dengan persentase 28.6% serta tidak ada yang memberikan pendapat sangat sulit dimengerti.

Dari uraian diatas, dapat dijelaskan bahwa lebih dari 50% remaja bersekolah menyatakan pemilihan kata- kata yang digunakan dalam iklan KB mudah untuk dimengerti bahkan pada remaja putus sekolah lebih dari 70% yang menyatakan hal tersebut. Pada remaja putus sekolah hanya lebih dari 10% yang tidak mengerti akan makna emosional yang disampaikan sedangkan pada remja bersekolah ada lebih dari 20%.

Tabel 24

Iklan KB Mampu Menyampaikan Pesan KB dengan Baik

Kecamatan Medan

Labuhan SMA Gajah Mada

Frekuensi Persen Frekuensi Persen Valid Sangat Mampu 12 18.5 2 9.5 mampu 44 67.7 15 71.4 Tidak Mampu 9 13.8 4 19.0 Sangat Tidak Mampu Total 0 65 0 100.0 0 21 0 100.0 Sumber: P.11/ FC.15

Berdasarkan tabel frekuensi ”Iklan KB mampu menyampaikan pesan dengan baik” diatas dapat diberikan analisis deskriptif sebagai berikut: dengan jumlah sampel pada remaja putus sekolah di Kecamatan Medan Labuhan N= 65 orang, telah diketahui responden yang menilai Iklan KB sangat mampu menyampaikan pesan dengan baik ada sebanyak 12 orang dengan persentase 18.5%, responden yang menilai mampu ada sebanyak 44 orang dengan persentase 67.7%, dan responden yang menilai Iklan KB tidak mampu menyampaikan pesan dengan baik ada sebanyak 9 orang dengan persentase 13.8% serta tidak ada yang menyatakan iklan KB sangat tidak mampu menyampaikan pesan dengan baik.

Pada remaja bersekolah di SMA Gajah Mada N= 21 orang, telah diketahui responden yang menilai Iklan KB sangat mampu menyampaikan pesan dengan baik ada sebanyak 2 orang dengan persentase 9.5%, responden yang menilai mampu ada sebanyak 15 orang dengan persentase 71.4%, dan responden yang menilai Iklan KB tidak mampu menyampaikan pesan dengan baik ada sebanyak 4orang dengan persentase 19.0% serta tidak ada yang menyatakan iklan KB sangat tidak mampu menyampaikan pesan dengan baik.

Dari uraian diatas, dapat dijelaskan bahwa lebih dari setengah jumlah remaja di dua tempat tersebut menilai Iklan KB mampu menyampaikan pesan dengan baik walaupun ada sebanyak 9 orang remaja di Kecamatan Medan Labuhan dan 4 remaja di SMA Gajah Mada menilai Iklan KB tidak mampu menyampaikan pesan dengan baik. Hal ini dikarenakan singkatnya durasi untuk sebuah iklan layanan masyarakat sehingga pesannya tidak dapat dimengerti.

Tabel 25

Gambar yang Ditampilkan Dalam Iklan Kb Tersebut Melalui Televisi

Kecamatan Medan

Labuhan SMA Gajah Mada

Dokumen terkait