• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN

4.3 Analisis Tabel Tunggal

Analisis tabel tunggal merupakan suatu analisa yang dilakukan untuk membagi-bagikan variabel penelitian ke dalam kategori-kategori yang dilakukan atas dasar frekuensi.Tabel tunggal merupakan langkah awal untuk menganalisa data yang terdiri dari kolom sejumlah frekuensi dan persentase untuk kategori (Singarimbun, 2006).

Analisis tabel tunggal juga merupakan teknik analisis yang dilakukan dengan membagi – bagi variabel ke dalam beberapa kategori yang dilakukan atas dasar frekuensi. Analisis ini merupakan langkah awal dalam menganilisis data yang terdiri dari kolom, yaitu frekuensi dan persentasi dari setiap kategori yang muncul.

4.3.1. Karakteristik Responden

Karakteristik responden disajikan untuk mengetahui latar belakang responden. Karakteristik responden dalam penelitian ini adalah jenis kelamin, usia, pendidikan, pekerjaan, dan penghasilan perbulan yang digunakan untuk memperjelas kepada anggota kelompok Club Motor Brotherhood yang akan melihat gejala Groupthink yang terjadi dalam kelompok tersebut. Dan dengan adanya karakteristik responden tentu akan dapat membedakan masing-masing responden yang akan diteliti. Selengkapnya data tersebut dapat dilihat pada tabel yang dimulai dari tabel 4.1 sampai dengan tabel 4.5.

Tabel 4.1 Jenis Kelamin

No Usia Frekuensi Persen (%)

1 Laki-laki 59 98,3

2 Perempuan 1 1,7

Total 60 100

P.02/F.03

Berdasarkan tabel di atas diketahui mengenai jenis kelamin para responden. Sebanyak 59 orang responden (98,3%) berjenis kelamin laki-laki dan sebanyak 1 orang responden (1,7%) berjenis kelamin perempuan. Mayoritas responden dalam penelitian ini berjenis kelamin laki-laki dikarenakan pada penelitian ini jenis kelamin laki-laki sangat mendominasi pada populasi penelitian yakni kelompok Club Motor Brotherhood Medan.

Jenis kelamin laki-laki menjadi mayoritas dalam penelitian ini karena semua responden yang akan diteliti adalah anggota club motor Brotherhood Medan. Anggota club motor pada umumnya ada seorang laki-laki, dikarenakan tidak banyak perempuan yang mempunyai hobi menggunakan motor. Begitu juga pada club motor Brotherhood Medan yang didominasi oleh laki-laki, dengan satu perempuan yang diposisikan sebagai bendahara club.

Tabel 4.2 Usia Responden

No Usia Frekuensi Persen (%)

1 16 Thn – 26 Thn 38 63,3 2 27 Thn – 36 Thn 14 23,3 3 37 Thn – 46 Thn 4 6,7 4 47 Thn – 56 Thn 4 6,7 Total 60 100 P.03/F.04 – F.05

Dari tabel 4.2 tersebut menunjukkan data tentang usia responden yang dijadikan objek penelitian ini. Dari tabel tersebut dapat dilihat bahwa responden yang berada pada usia 16 tahun - 26 tahun sebanyak 38 orang (63,3%) , usia 27 tahun - 36 tahun berjumlah 14 orang (23,3%), usia 37 - 46 tahun berjumlah 4 orang (6,7%), dan 47 tahun – 56 tahun berjumlah 4 orang (6,7%). Dari penjabaran tersebut di atas dapat dilihat bahwa responden yang berusia 16 tahun – 26 tahun lebih banyak mendominasi dengan sebanyak 38 orang, dibandingkan dengan yang berusia 27 – 36 tahun, 37 tahun – 46 tahun dan47 tahun – 56 tahun.

Hobi menggunakan motor memang banyak digeluti oleh orang – orang yang masih berusia muda berkisar di umur antara 16 tahun sampai 26 tahun. Karena menggunakan motor khususnya motor sport seperti yang digunakan oleh anggota club motor Brotherhood Medan bukanlah mudah, disebabkan ada keahlian khusus dalam mengendarai nya. Dari sini lah para orang-orang yang masih relatif berusia muda mempunyai tantangan untuk mengendarainya.

Tabel 4.3 Pekerjaan

No Pekerjaan Frekuensi Persen (%)

1 Wiraswasta 18 30 2 Pegawai Negeri 0 0 3 Pegawai Swasta 24 40 4 Mahasiswa/Pelajar 18 30 Total 60 100 P.04/F.06

Tabel 4.3 menunjukkan data tentang pekerjaan responden. Berdasarkan tabel tersebut jumlah responden yang pekerjaannya sebagai wiraswasta adalah sebanyak 18 orang (30%), sebagai pegawai swasta adalah sebanyak 24 orang (40%), mahasiswa atau pelajar adalah sebanyak 18 orang (30%). Dengan demikian dapat disimpulkan bahwa pekerjaan responden tertinggi adalah sebagai Pegawai Swasta. Dan wiraswasta dengan mahasiswa atau pelajar mempunyai perbandingan yang sama yaitu sebanyak 18 orang dengan persentasi 30%.

Tabel 4.4 Tingkat Pendidikan

No Pendidikan Frekuensi Persen (%)

1 SMP atau sederajat 0 0

2 SMA atau sederajat 17 28,3

3 Akademi 13 21,7

4 Sarjana 28 46,7

5 Pasca Sarjana 2 3,3

Total 60 100

P.05/F.07

Berdasarkan tabel 4.4 menunjukkan data tentang tingkat pendidikan responden. Berdasarkan tabel tersebut jumlah responden yang berada pada tingkat SMA sederajat adalah berjumlah 17 orang (28,3%), Akademi adalah berjumlah 13 orang (21,7%), Sarjana adalah berjumlah 28 orang (46,7%) dan tingkat pendidikan pasca sarjana adalah berjumlah 2 orang (3,3%). Dengan demikian dapat ditarik kesimpulan bahwa mayoritas responden berada pada jenjang pendidikan Sarjana. Tingkat pendidikan responden sampai tingkat SMP atau sederajat tidak ditemukan dalam penelitian ini dikarenakan pada saat sekarang ini minimal masa pendidikan paling rendah adalah sampai tinggkat SMA.

Tabel 4.5 Penghasilan Responden

No Penghasilan Frekuensi Persen (%)

1 0 – 2.500.000 21 35 2 2.500.000 – 5.000.000 19 31,7 3 5.000.000 – 7.500.000 12 20 4 7.500.000 – 10.000.000 5 8,3 5 >10.000.000 3 5 Total 60 100 P.06/F.08

Dari tabel 4.5 tersebut diatas mayoritas penghasilan 0-2.500.000 berjumlah 21 orang (35%), berpenghasilan 2.500.000-5.000.000 sebanyak 19 orang (31,7%), berpenghasilan 5.000.000-7.500.000 sebanyak 12 orang (20%), berpenghasilan 7.500.000-10.000.000 sebanyak 5 (8,3%) orang dan responden yang berpenghasilan diatas 10.000.000 sebanyak 3 orang (5%). Dengan demikian dapat disimpulkan dari kelompok Club Motor Brotherhood didominasi dengan penghasilan 0-2.500.000 sebanyak 21 orang 35%.

Dengan anggota club motor Brotherhood Medan yang didominasi oleh anak-anak muda maka penghasilan yang paling banyak mendominasi bekisar di antara 0-2.500.000 berjumlah 21 orang (35%), hal ini disebabkan mayoritas anak-anak muda tersebut masih hidup tinggal dengan orang tua, dan belum mempunyai penghasilan sendiri.

4.3.2 Variabel Penilaian Berlebihan Terhadap Kelompok.

Variabel Penilaian berlebihan terhadap kelompok yaitu keyakinan suatu kelompok yang keliru, kelompok tersebut merasa lebih dari dirinya yang sebenarnya padahal kelompok memiliki banyak kekurangan, kelompok mempunyai keyakinan bahwa mereka cukup istimewa atau hebat untuk mengatasi rintangan dan masalah yang lahir dari kelompok itu sendiri. Dan kelompok ini percaya bahwa mereka tidak akan terkalahkan dari kelompok lain.

Pada bagian ini data yang disajikan mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan penilaian berlebihan semua anggota kelompok terhadap kelompoknya sendiri. Selengkapnya dari tabel 4.6 – 4.8.

Tabel 4.6 Kelebihan Kelompok

No Kelebihan Kelompok Frekuensi Persen (%)

1 Sangat Yakin 8 13,3 2 Yakin 41 68,4 3 Tidak Yakin 2 3,3 4 Ragu-ragu 9 15 Total 60 100 P.07/F.09

Berdasarkan tabel 4.6 menunjukkan bahwa 8 orang (13,3%) responden yang menyatakan sangat yakin dengan kelebihan Club Motor Brotherhood dapat mengalahkan kelebihan kelompok lain, 41 orang (68,4%) responden yang yakin akan kelebihan Club Motor Brotherhood dapat mengalahkan kelebihan kelompok lain, 2 orang (3,3%) responden yang menyatakan tidak yakin dengan kelebihan Club Motor Brotherhood dapat mengalahkan kelebihan kelompok lain dan 9 orang (15%) responden ragu dengan kelebihan Club Motor Brotherhood yang dapat mengalahkan kelebihan kelompok lain.

Penjelasan di atas menyimpulkan bahwa 41 orang (68,4%), menyatakan bahwa mayoritas kelompok Club Motor Brotherhood yakin bahwa kelompok mereka memiliki kelebihan tersendiri yang dapat mengalahkan kelebihan kelompok lain. Tentu ini didasari oleh para anggota kelompok mempunyai keyakinan yang kuat bahwa club motor tempat ia bergabung sekarang sudah paling baik. Hal ini bisa disebabkan oleh banyak hal misalnya club motor ia bergabung sekarang mempunyai kegiatan yang banyak dan mempunyai sistem organisasi yang bagus, dan semua hal itu tidak dimiliki club motor lain.

Kelebihan dari club motor Brotherhood Medan yang juga dapat terlihat oleh peneliti adalah kekompakan hubungan antara setiap anggota club, semua anggota mempunyai hubungan baik satu dengan yang lainnya. Tidak ada konflik

yang terlihat antar anggota, karena masing-masing anggota club motor Brotherhood Medan mengganggap setiap anggota club sudah seperti keluarga sendiri, dari kelebihan tersebut maka setiap anggota merasa nyaman dan tenang berada di dalam club tersebut, dan kelebihan ini lah yang belum tentu dimiliki oleh kelompok club motor lain.

Tabel 4.7 Penyelesaian Masalah Kelompok

No Masalah Diatasi Dengan Baik Frekuensi Persen (%)

1 Sangat Yakin 9 15 2 Yakin 38 63,4 3 Tidak Yakin 1 1,6 4 Ragu-ragu 12 20 Total 60 100 P.08/F.10

Tabel 4.7 di atas menunjukkan bahwa 9 orang (15%) menyatakan sangat yakin apabila terjadi suatu rintangan dalam kelompok dapat diselesaikan oleh kelompok itu sendiri, 38 orang (63,4%) menyatakan yakin apabila terjadi suatu rintangan dalam kelompok dapat diselesaikan oleh kelompok itu sendiri, 1 orang (1,6%) tidak yakin apabila terjadi suatu rintangan dalam kelompok dapat diselesaikan oleh kelompok itu sendiri dan 12 orang (20%) menyatakan ragu-ragu apabila terjadi suatu rintangan dalam kelompok dapat diselesaikan oleh kelompok itu sendiri.

Dari penjabaran tabel di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa apabila terjadi suatu rintangan dalam kelompok dapat diselesaikan oleh kelompok itu sendiri, hal ini terlihat dari besarnya tingkat keyakinan yaitu 38 orang (63,4%) menyatakan yakin dan 9 (15%) orang menyatakan sangat yakin.

Mayoritas anggota kelompok menyatakan yakin apabila terjadi suatu rintangan dalam kelompok dapat diselesaikan oleh kelompok, karena anggota kelompok merasa yakin bahwa setiap rintangan atau masalah yang dihadapi

kelompok dapat diselesaikan secara bersama-sama tanpa ada campur tangan dari pihak lain.

Masalah yang biasa dan paling sering dihadapi oleh anggota club motor Brotherhood Medan adalah perbedaan pendapat setiap anggota ketika mengadakan suatu rapat pengambilan keputusan bersama. Misalnya rapat dalam menentukan kemana tujuan kegiatan touring bulanan club, disini setiap anggota mengeluarkan pendapatnya dalam menentukan tempat atau lokasi touring, maka terjadilah perbedaan pendapat tersebut. Tetapi perberdaan pendapat ini tidak berlarut-larut menjadi masalah,yang akhirnya melahirkan suatu konflik antar anggota, tetapi perbedaan pendapat tersebut selalu bisa diselesaikan secara musyawarah. Dan akhirnya perbedaan pendapat tadi bisa langsung terpecahkan tanpa adanya suatu konflik yang lahir.

Tabel 4.8 Pimpinan Kelompok Hebat No Kehebatan Pimpinan

Kelompok Frekuensi Persen (%)

1 Sangat Yakin 6 10 2 Yakin 29 48,3 3 Tidak Yakin 9 15 4 Ragu-ragu 16 26,7 Total 60 100 P.09/F.11

Berdasarkan tabel 4.8 di atas menunjukkan bahwa 6 orang (10%) menyatakan sangat yakin dengan penegasan pimpinan bahwa kelompok yang dipimpinnya sudah paling hebat, 29 orang (48,3%) menyatakan yakin dengan penegasan pimpinan bahwa kelompok yang dipimpinnya sudah paling hebat, 9 orang (15%) menyatakan tidak yakin dengan penegasan pimpinan bahwa kelompok yang dipimpinnya sudah paling hebat dan 16 orang (26,7%) menyatakan ragu dengan penegasan pimpinan bahwa kelompok yang dipimpinnya sudah paling hebat.

Menurut penjelasan tabel di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa mayoritas kelompok Club Motor Brotherhood yakin dengan penegasan pimpinan yang menyatakan bahwa kelompok yang dipimpinnya sudah paling hebat dibandingkan dengan kelompok lain dengan tingkat keyakinan sebanyak 29 orang (48,3%) dan sangat yakin sebanyak 6 orang (10%).

Mayoritas anggota club motor Brotherhood Medan sudah merasa pimpinan kelompok mereka paling hebat dan paling baik. Dengan kinerja pimpinan yang sudah paling maksimal maka para anggota akan merasa puas, kelebihan kelompok club motor Brotherhood Medan yang tidak dimiliki oleh kelompok lain adalah kekompakan setiap anggota club motor Brotherhood medan.

Anggota club motor Brotherhood Medan menganggap setiap orang yang bergabung dalam club sudah seperti keluarga sendiri, sehingga tidak ada lagi batasan tingkatan sosial, semua anggota dianggap sama rata, sehingga kekompakan tersebut bisa lahir. Sedangkan kehebatan club motor Brotherhood Medan adalah banyaknya kegiatan yang dilakukan club motor ini setiap bulannya, mulai dari mengadakan event otomotif, touring rutin club sampai kegiatan bakti sosial membantu sesama.

Kegiatan-kegiatan tersebut membuat anggota club merasa club motor Brotherhood Medan berjalan dan semakin hari semakin maju, tidak jalan ditempat begitu saja. Dengan adanya kegiatan-kegiatan tersebut tentu dapat mempererat hubungan kekeluargaan antar anggota begitu juga antara anggota kepada pemimpin kelompok, dengan kelompok mempunyai kelebihan atau kehebatan tersendiri maka akan dapat menanamkan keyakinan para anggota bahwa pemimpin kelompok sudah paling hebat dan paling baik dibandingkan dengan pimpinan kelompok lain. Jika kelompok mempunyai kelebihan atau kehebatan tersebut diatas tadi, maka akan dapat menanamkan keyakinan para anggota bahwa pemimpin kelompok sudah paling hebat dan paling baik dibandingkan dengan pimpinan kelompok lain.

4.3.3 Variabel Ketertutupan Pikiran Anggota Kelompok

Variabel ketertutupan pikiran yaitu anggota kelompok tidak mengindahkan pengaruh atau masukan dari luar terhadap kelompok, maksudnya

adalah suatu kelompok memiliki persepsi stereotip buruk terhadap kelompok lawannya atau musuhnya,pemikiran kelompok menekankan bahwa kelompok lawan terlalu lemah atau terlalu bodoh untuk membalas taktik mereka yang ofensif dan lebih baik dari kelompok lain.

Pada bagian ini data yang disajikan mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan ketertutupan pikiran anggota kelompok dalam mengeluarkan pendapat atau argumen. Selengkapnya dari tabel 4.9 – 4.11.

Tabel 4.9 Argumen Dari Luar Kelompok

No Argumen Frekuensi Persen (%)

1 Sangat Benar 0 0 2 Benar 19 31,6 3 Tidak Benar 32 53,4 4 Ragu-ragu 9 15 Total 60 100 P.10/F.12

Berdasarkan tabel 4.9 menunjukkan bahwa 19 orang (31,6%) responden yang menyatakan benar dengan adanya argumen dari luar kelompok yang dapat merubah suatu keputusan dalam kelompok, 32 orang (53,4%) responden menyatakan tidak benar dengan adanya argumen dari luar kelompok dapat merubah suatu keputusan dalam kelompok, 9 orang (15%) responden yang menyatakan ragu dengan adanya argument yang dapat merubah suatu keputusan dalam kelompok.

Uraian di atas dapat menyimpulkan bahwa 32 orang (53,4%) menyatakan tidak benar dengan adanya argumen dari luar kelompok yang dapat merubah suatu keputusan dalam kelompok, karena suatu keputusan yang sudah ditetapkan terlebih dahulu dimusyawarahkan atau di angkat dalam suatu rapat bulanan kelompok yang melibatkan semua anggota kelompok dan tanpa menerima masukan-masukan dari luar kelompok.

Keputusan yang didapatkan dalam suatu rapat bulanan yang dilakukan oleh club motor Brotherhood Medan adalah murni keputusan yang didapat dari

para anggota club, tanpa adanya menerima masukan-masukan atau argumen-argumen dari kelompok lain.

Tabel 4.10 Kelompok Paling Baik

No Kelompok Paling Baik Frekuensi Persen (%)

1 Sangat Benar 7 11,7 2 Benar 31 51,7 3 Tidak Benar 5 8,3 4 Ragu-ragu 17 28,3 Total 60 100 P.11/F.13

Tabel 4.10 di atas menunjukkan 7 orang (11,7%) menyatakan sangat benar bahwa Club Motor Brotherhood sudah lebih baik dari kelompok lain, 31 orang (51,7%) menyatakan benar bahwa Club Motor Brotherhood sudah lebih baik dari kelompok lain, 5 orang (8,3%) menyatakan tidak benar bahwa Club Motor Brotherhood sudah lebih baik dari kelompok lain dan 17 orang (28,3%) menyatakan ragu bahwa Club Motor Brotherhood sudah lebih baik dari kelompok lain.

Tabel di atas dapat menyimpulan bahwa benar Club Motor Brotherhood sudah lebih baik dari kelompok lain dengan hasil frekuensi berjumlah 31 orang dalam Persen sebanyak (51,7%) menyatakan benar dan 7 orang (11,7) menyatakan sangat benar. Dengan hasil berikut dinyatakan bahwa mayoritas anggota kelompok merasa benar bahwa kelompok tempat mereka bergabung sekarang adalah kelompok yang paling baik dibandingkan dengan kelompok lain.

Club motor Brotherhood Medan mempunyai kegiatan yang banyak, struktur organisasi yang jelas dan mempunyai anggota yang satu tujuan menjadikan mayoritas anggota merasa nyaman dan yakin kelompok club motor Brotherhood Medan sudah paling baik dibandingkan dengan kelompok lain. Kelompok club motor Brotherhood Medan dinilai lebih baik dari kelompok lain bisa dilihat dari banyak hal, yaitu misalnya selain mempunyai struktur organisasi yang teratur, club motor Brotherhood Medan juga mempunyai kegiatan rutin yang

jelas, jadi kelompok tersebut mempunyai kegiatan-kegiatan yang membuat kelompok tersebut tampak aktif.

Semua anggota club motor Brtotherhood Medan juga mempunyai kegiatan yang banyak lainnya dan berguna untuk menjalin hubungan yang baik antar anggota kelompok dan juga semua anggota dapat ikut berperan aktif dalam membesarkan serta memajukan kelompok, dan menjadikan kelompok club Motor Brotherhood Medan paling baik dibandingkan dengan kelompok lain.

Tabel 4.11 Keputusan Hasil Rapat

No Keputusan Hasil Rapat Frekuensi Persen (%)

1 Sangat Yakin 5 8,3 2 Yakin 40 66,7 3 Tidak Yakin 2 3,3 4 Ragu-ragu 13 21,7 Total 60 100 P.12/F.14

Berdasarkan tabel 4.11 tersebut diatas menjawab sangat yakin berjumlah 5 orang (8,3%) menyatakan bahwa tanpa adanya masukan atau argument dari luar kelompok dapat memberikan keputusan akhir yang paling baik, 40 orang (66,7%) menyatakan yakin bahwa tanpa adanya masukan atau argument dari luar kelompok dapat memberikan keputusan akhir yang paling baik, 2 orang (3,3%) menyatakan tidak yakin bahwa tanpa adanya masukan atau argument dari luar kelompok dapat memberikan keputusan akhir yang paling baik dan 13 orang (21,7%) menyatakan ragu-ragu bahwa tanpa adanya masukan atau argumen dari luar kelompok dapat memberikan keputusan akhir yang paling baik.

Tabel 4.11 menyimpulan bahwa mayoritas anggota Club Motor Brotherhood sebanyak 40 orang (66,7%) mejawab yakin serta sebanyak 5 orang menjawab sangat yakin dan menganggap bahwa tanpa adanya masukan atau argument dari kelompok lain dapat memberikan akhir keputusan yang paling baik dalam suatu rapat kelompok.

Anggota kelompok club motor Brotherhood Medan merasa yakin dapat mendapatkan hasil keputusan yang paling baik, anggota kelompok merasa jika dengan adanya masukan atau argumen dari luar kelompok malah dapat merusak hasil keputusan yang ingin dicapai. Karena dengan banyaknya masukan atau argument dari luar akan lebih sulit untuk memperoleh hasil keputusan dan lebih memakan waktu yang cukup lama, serta keputusan yang didapat nantinya akan tidak kongkrit.

4.3.4 Variabel Tekanan Untuk Mencapai Keseragaman Anggota Kelompok Variabel tekanan untuk mencapai keseragaman, tekanan ini terjadi ketika para anggota kelompok berusaha untuk menjaga hubungan baik antar anggota, ini terjadi karena adanya kecenderungan para anggota kelompok untuk meminimalkan keraguan mereka atas masukan argumen dari anggota kelompok dan menghiraukan pemikiran-pemikiran pribadi setiap anggota yang dapat menentang pemikiran kelompok yang sudah tercapai dan akhirnya semua anggota kelompok memilih diam.

Pada bagian ini data yang disajikan mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan semua tekanan untuk mencapai keseragaman atau kesetaraan antara setiap anggota kelompok. Selengkapnya dari tabel 4.12 – 4.14.

Tabel 4.12 Keputusan Oleh Pimpinan

No Keputusan Pimpinan Frekuensi Persen (%)

1 Sangat Benar 2 3,3 2 Benar 14 23,4 3 Tidak Benar 39 65 4 Ragu-ragu 5 8,3 Total 60 100 P.13/F.15

Berdasarkan tabel 4.12 menunjukkan bahwa 2 orang (3,3%) responden yang menyatakan sangat benar bahwa setiap pengambilan keputusan diputuskan oleh pimpinan, 14 orang (23,4%) responden yang menyatakan benar bahwa setiap

pengambilan keputusan diputuskan oleh pimpinan, 39 orang (65%) responden yang menyatakan tidak benar bahwa setiap pengambilan keputusan diputuskan oleh pimpinan dan 5 orang (8,3%) responden yang menyatakan ragu-ragu bahwa setiap pengambilan keputusan diputuskan oleh pimpinan.

Dari penjabaran diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa mayoritas anggota club motor Brotherhood Medan menyatakan tidak benar bahwa pengambilan keputusan diputuskan oleh pimpinan dengan 39 orang (65%) menyatakan tidak benar. Semua keputusan akhir yang ingin dicapai anggota club motor Brotherhood Medan harus berdasarkan hasil rapat terbuka yang melibatkan semua anggota kelompok. Keputusan akhir yang didapat bukan hanya keputusan yang dikeluarkan oleh pimpinan kelompok, melainkan keputusan yang dicapai bersama.

Pimpinan kelompok berhak mengeluarkan keputusan akhir dari dia sendiri, namun keputusan yang dikeluarkan oleh pimpinan tersebut kembali diangkat keforum, dan menanyakan apakah semua anggota setuju dengan keputusan akhir dari pimpinan kelompok tersebut. Jika banyak anggota kelompok yang tidak setuju, maka pimpinan harus menarik keputusannya tersebut. Dan kembali mengambil keputusan akhir dari semua anggota kelompok club Motor Brotherhood Medan berdasarkan hasil rapat yang melibatkan semua anggota club motor Brotherhood Medan.

Tabel 4.13 Anggota Takut Pimpinan No Anggota Takut Dengan

Pimpinan Frekuensi Persen (%)

1 Sangat Benar 1 1,7 2 Benar 11 18,3 3 Tidak Benar 48 80 4 Ragu-ragu 0 0 Total 60 100 P.14/F.16

Tabel 4.13 di atas menjelaskan bahwa 1 orang (1,7%) menyatakan sangat benar yang menyatakan bahwa anggota takut dengan pimpinan saat proses pengambilan keputusan, 11 orang (18,3%) menyatakan benar bahwa anggota takut dengan pimpinan saat proses pengambilan keputusan, 48 orang (80%) menyatakan tidak benar bahwa anggota takut dengan pimpinan saat proses pengambilan keputusan.

Tabel 4.13 diatas menunjukkan bahwa mayoritas anggota kelompok Club Motor Brotherhood Medan berjumlah 48 orang (80%) menyatakan tidak benar bahwa anggota takut dengan pimpinan saat proses pengambilan keputusan. Anggota kelompok club motor Brotherhood Medan menyatakan tidak takut dengan pimpinan kelompok ketika proses pengambilan keputusan, karena mayoritas anggota kelompok mengeluarkan masukan atau argumen nya ketika rapat pengambilan keputusan berlangsung, dan sedikit orang yang terlihat diam.

Jika ada keputusan pimpinan yang kurang berkenan diantara anggota kelompok, maka anggota kelompok tersebut langsung menentangnya, dan memberikan masukan atau argumennya yang dapat mempengaruhi keputusan akhir yang dicapai kelompok club motor Brotherhood Medan.

Tabel 4.14 Argumen Dari Anggota Kelompok

No Argumen Setiap Anggota Frekuensi Persen (%)

1 Sangat Benar 3 5 2 Benar 50 83,3 3 Tidak Benar 5 8,3 4 Ragu-ragu 2 3,4 Total 60 100 P.15/F.17

Tabel 4.14 di atas menunjukkan 3 orang (5%) menyatakan sangat benar bahwa setiap anggota mengeluarkan argument saat rapat berlangsung, 50 orang (83,3%) menyatakan benar bahwa setiap anggota mengeluarkan argument saat rapat berlangsung, 5 orang (8,3%) menyatakan tidak benar bahwa setiap anggota

mengeluarkan argument saat rapat berlangsung dan 2 orang (3,4%) menyatakan ragu bahwa setiap anggota mengeluarkan argument saat rapat berlangsung.

Dari penjabaran tabel di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa mayoritas kelompok Club Motor Brotherhood menyatakan bahwa setiap anggota mengeluarkan argument saat rapat berlangsung dengan hasil frekuensi berjumlah sama yaitu 50 orang dalam Persen sebanyak (83,3%) menjawab benar.

Dalam proses pengambilan keputusan akhir makan akan diadakan suatu rapat, dan dalam rapat tersebut para anggota kelompok club motor Brotherhood Medan ikut ambil bagian. Ketika rapat berlangsung, mayoritas anggota kelompok mengeluarkan argumen atau masukan-masukan yang bertujuan untuk hasil keputusan akhir yang paling baik.

4.3.5 Variabel Pencarian Kesepakatan Kelompok Terlalu Dini.

Variabel Pencarian kesepakatan kelompok terlalu dini,hal ini disebabkan oleh tingginya tekanan konformitas dan adanya minguard keeping yaitu mencegah informasi dari luar agar jangan sampai mempengaruhi kesepakatan kelompok, Dissent containment: mengabaikan mereka-mereka yang memiliki ide-ide yang bertentangan dengan kesepakatan.

Pada bagian ini data yang disajikan mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan pencarian kesepakatan kelompok yang terlalu dini. Selengkapnya dari tabel 4.15 – 4.17.

Tabel 4.15 Pengambilan Keputusan Cepat

No Pengambilan Keputusan Frekuensi Persen (%)

1 Sangat Benar 2 3,3 2 Benar 9 15 3 Tidak benar 47 78,4 4 Ragu-ragu 2 3,3 Total 60 100 P.16/F.18

Tabel 4.15 di atas menjelaskan bahwa 2 orang (3,3%) menyatakan sangat benar dengan pengambilan keputusan dalam waktu cepat tanpa menerima kritikan dari anggota kelompok , 9 orang (15%) menyatakan benar dengan pengambilan keputusan dalam waktu cepat tanpa menerima kritikan dari anggota kelompok, 47 orang (78,4%) menyatakan tidak benar dengan pengambilan keputusan dalam

Dokumen terkait