• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV PENUTUP

B. Saran

Saran dalam penelitian ini adalah:

1. Pemerintah perlu membuat kebijakan pendirian BUM Desa. Pendiriannya harus memakai akta notaris supaya memiliki kekuatan hukum yang sempurna.

Seperti Badan usaha berbadan hukum lainnya yang pendirinnya diatur wajib memakai akta notaris. Untuk itu perlu segera dilakukan kajian mengenai Pernyataan Pendirian, Perubahan, serta Pembubaran BUM Desa, berikut juga sertifikat pendaftaran yang dikeluarkan secara elektronik dari Menteri melalui sistem informasi Desa, apakah instrumen-instrumen tersebut memiliki kekuatan pembuktian yang sama dengan akta notaris.

2. Pemerintah perlu melakukan sosialisasi penerapan dan pelaksanaan Undang-Undang Cipta Kerja secara khusus terkait BUM Desa dan Peraturan Pemerintah Nomor 11 Tahun 2021 tentang BUM Desa terhadap pihak-pihak yang terkait dalam BUM Desa. Sosialisasi itu diharapkan pula dapat memberi masukan perbaikan dan perubahan sesuai dengan peraturan yang terbaru serta dilaksanakan dan diterima dengan baik oleh masyarakat. Selain itu, diperlukan

xcix penyuluhan hukum yang terus menerus dan berkelanjutan mengenai Pentingnya Akat Otentik dalam Pembuktian.

c Daftar Pustaka

Buku-buku

A. Ridwan Halim, Hukum Perdata Dalam Tanya Jawab, Cetakan Kedua, Ghalia Indonesia, Jakarta, 1985.

Abdul Ghofur Anshori, Lembaga Kenotariatan di Indonesia; Persfektif Hukum dan Etika, (Yogyakarta; UII Press, 2009).

Amir Hasan, Gusnardi, Optimalisasi Pengelolaan Pendapatan Asli Desa dan Badan Usaha Milik Desa dalam Meningkatkan Pembangunan Perekonomian Desa, Pekanbaru, 2018.

Anom Surya Putra, Buku 7 : Badan Usaha Milik Desa: Spirit Usaha Kolektif Desa, Cetakan Pertama, Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, aan Transmigrasi Republik Indonesia, Jakarta, 2015.

Aris Ahmad Risadi, “BUMDes: Wahana Baru Pengembangan Ekonomi Lokal melalui Peran Optimal Pemerintah Desa, Masyarakat dan Swasta, Cetakan Pertama (Jakarta: Penerbit Dapur Buku, 2012).

Cucu Nurhayati, BUMDes dan Kesejahteraan Masyarakat Desa, Cetakan Pertama, (Jakarta: Pusat Penelitian Badan Keahlian DPR RI dan Inteligensia Intrans Publishing, 2018).

Departemen Pendidikan Nasional Pusat Kajian Dinamika Sistem Pembangunan (PKDSP), Buku Panduan Pendirian dan Pengelolaan Badan Usaha Milik Desa, Fakultas Ekonomi: Universitas Brawijaya, 2007.

Farida Yustina NFP, Arif Purbantara, Modul Kkn Tematik Desa Membangun Badan Usaha Milik Desa (Bum Desa), Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Republik Indonesia, Cetakan pertama, 2019.

H M N Purwosutjipto, Pengertian Pokok Hukum Dagang Indonesia, Jilid 2, (Jakarta: Djambatan, 1982).

H. Salim HS., Teknik Pembuatan Akta Satu. Konsep Teoritis, kewenangan Notaris, Bentuk dan Minuta Akta, (Jakarta: PT. RajaGrafindo Persada, 2015).

H.B.Soetopo. 1988. Pengantar Kualitatif. Surakarta: UNS Press.

Habib Adjie, Hukum Notaris Indonesia, tafsir terhadap Undang-Undang No. 30 Tahun 2004 tentang Notaris, Surabaya: reika aditama, 2004.

ci __________, Hukum Notaris Indonesia – Tafsir Tematik Terhadap UU No. 30

Tahun 2004 tentang jabatan Notaris, Bandung: PT Refika Aditama, 2008.

__________, Hukum Notaris Indonesia Tafsir Telematik Terhadap Undang-Undang No. 30 Tahun 2004 Tentang Jabatan Notaris, Bandung: PT. Refika Aditama, 2011.

__________, Kebatalan dan Pembatalan Akta Notaris (Bandung: Refika Aditama, 2015).

__________, Sanksi Perdata dan Administratif Terhadap Notaris Sebagai Pejabat Publik, Bandung: PT. Refika Aditama, 2013.

Imam Yudhianto Soetopo, Mengejawantahkan Peran Dan Eksitensi BUMDes, Laperra Pustaka Utama,Yoyakarta, 2010.

Irwansyah Lubis, Anhar Syahnel, dan Muhammad Zuhdi Lubis, Profesi Notaris dan Pejabat Pembuat Akta Tanah (Panduan Praktis dan Mudah Taat Hukum, Jakarta: Mitra Wacana Media, 2018.

Jimly Asshiddiqie, Perkembangan dan Konsolidasi Lembaga Negara Pasca Reformasi, Cet Ke-2, (Jakarta: Setjen Kepaniteraan Mahkamah Konstitusi RI, 2006).

Kamus Pusat Pembinaan dan Pengembangan Bahasa, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Departemen Pendidikan Dan Kebudayaan bekerjasama dengan Balai Pustaka, Edisi Kedua, Cetakan.VII, Jakarta, 1995.

Krisna Harahap, Hukum Acara Perdata, Grafiti Budi Utami, Bandung, 2005.

M. Isa Arif, Pembuktian dan Daluwarsa, (Jakarta; Intermasa, 1978).

M. Luthan Hadi Darus, Hukum Notaris dan Tanggung jawab jabatan Notaris, Cetakan Pertama, Yogyakarta: UII Press, 2017.

Ni’matul Huda, Hukum Pemerintah Desa ‘dalam konstitusi Indonesia Sejak Kemerdekaan Hingga Era Reformasi’, Setara Press, Jatim, 2015.

Oemar Moechthar, Dasar-Dasar Teknik Pembuatan Akta, Surabaya: Airlangga University Press 2017.

Peter Mahmud Marzuki, Penelitian Hukum, Cetakan Pertama, Jakarta: Kencana, 2005.

R. Sugondo Notodisoeryo, 1993, Hukum Notariat di Indonesia; Suatu penjelasan, Jakarta: PT RajaGrafindo Persada,

cii Riduan Syahrani, Seluk Beluk Dan Asas-Asas Hukum Perdata, Alumni, Bandung,

1985.

Ridwan Khairandy, Perseroan Terbatas Doktrin, Peraturan Perundang-undangan, dan Yurisprudensi, Yogyakarta; Kreasi Total Media, 2009.

Salim HS., Perancangan Kontrak & Momerandum of Understanding, Jakarta:

Sinar Grafika, 2007.

________, Perkembangan Teori Dalam Ilmu Hukum, PT RajaGrafindo Persada, Cetakan Kedua, Jakarta, 2012.

Sjaifurrachman dan Habib Adjie (ed), Aspek Pertanggungjawaban Notaris dalam Pembuatan Akta, Bandung: Mandar Maju, 2011.

Soerjono Soekanto, Pengantar Penelitian Hukum, Jakarta: Universitas Indonesia Perss, 1986.

Soetarjo Soemoatmodjo, Apakah Notaris, PPAT, Pejabat Lelang, (Yogyakarta;

Liberty, 1986).

Sri Mamndji, et al., Metode Penelitian Dan Penulisan Hukum, Badan Penerbit Fakultas Hukum Universitas Indonesia, 2005.

Sudikno Mertokusumo, 1998, Hukum Acara Perdata Indonesia, Yogyakarta:

Liberty.

___________________, Hukum Acara Perdata di Indonesia, (Yogyakarta: Liberty, 1979).

___________________, Hukum Acara Perdata Indonesia, (Yogyakarta;Liberty, 2009).

Suharyanto dan Hastowiyono, Seri Buku Pintar BUM Desa: Pelembagaan BUM Desa, Cetakan Pertama (Yogyakarta: FPPD, 2014).

Suparji, Pedoman Tata Kelola BUMDES (Badan Usaha Milik Desa), UAI Press, Jakarta Selatan, 2019.

______, Transformasi Badan Hukum Di Indonesia, (Jakarta: UAI Press, 2015).

Sutoro Eko, et. al., Desa Membangun Indonesia, Cetakan Pertama (Yogyakarta:

FPPD, 2014)

TaliziduhuNdraha, Dimensi-Dimensi Pemerintahan Desa, PT. Bina Aksara,Jakarta, 1981.

ciii Titik Triwulan Tutik, Hukum Perdata Dalam Sistem Hukum Nasional, Prenada

Media Group, Jakarta, 2008.

Usman, Sunyoto, Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat, Pustaka Pelajar, Yogyakarta, 2010.

Zulkarnain, H, pemberdayaan masyarakat miskin, Yogyakarta: Ardana Media, 2010.

Disertasi/ Tesis

Medina Praba Andini, Kekuatan Hukum Akta Notaris Dalam Penguatan Legalitas Berdirinya Badan Usaha Milik Desa Dilihat Dalam Perspektif Permendesa No.4 Tahun 2015 (Studi Di Badan Usaha Milik Desa Kabupaten Semarang), Disertasi, Fakultas Pascasarja, Universitas Islam Sultan Agung, Semarang, 2019.

Rita Deliana Manik, Analisis Relevansi Peran Notaris Terkait Legalitas Pendirian Badan Usaha Milik Desa Pasca Terbitnya Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2020 Tentang Cipta Kerja dan Peraturan Pemerintah No 11 Tahun 2021 Tentang Badan Usaha Milik Desa (Studi BUM Desa Mencirim Mandiri di Desa Sei Mencirim dan BUM Desa Annur di Desa Purwodadi Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang), Disertasi, Fakultas Pascasarja, Universitas Sumatra Utara, Medan, 2021.

Samsul Hadi, “Legalitas Kelembagaan Badan Usaha Milik Desa Di Kabupaten Bantul”. Tesis Magister Kenotariatan, Universitas Islam Riau, 2017.

Undang-undang

Undang-Undang No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah Undang-Undang No. 6 Tahun 2014 tentang Desa

Undang-Undang No. 2 Tahun 2014 tentang perubahan atas Undang-undang No.

30 Tahun 2004 tentang Jabatan Notaris.

Undang-Undang No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta kerja

Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 19 Tahun 2016 Tentang Perubahan Atas Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 11 Tahun 2008 Tentang Informasi Dan Transaksi Elektronik

Peraturan Pemerintah No. 11 Tahun 2021 tentang Badan Usaha Milik Desa

civ Peraturan Pemerintah No. 43 Tahun 2014 tentang Peraturan Pelaksanaan

Undang-undang No. 6 Tahun 2014 Tentang Desa

Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, Dan Transmigrasi Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2021 Tentang Pendaftaran, Pendataan Dan Pemeringkatan, Pembinaan Dan Pengembangan, Dan Pengadaan Barang Dan/Atau Jasa Badan Usaha Milik Desa/Badan Usaha Milik Desa Bersama Peraturan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi No. 4

Tahun 2015 tentang Pendirian, Pengurusan Dan Pengelolaan, dan Pembubaran Badan Usaha Milik Desa.

Peraturan Menteri Hukum Dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor 40 Tahun 2021 Tentang Penerbitan Sertifikat Pendaftaran Badan Hukum Badan Usaha Milik Desa/Badan Usaha Milik Desa Bersama

366

Peraturan kampung Sawit Permai Kecamatan Dayun Kabupaten Siak No. 6 Tahun 2015 tentang Badan Usaha Milik Desa (BUM Desa).

Jurnal

Ageng Triganda Sayuti, “ Peran Notaris dalam Pendirian Badan Usaha Milik Desa (BUMDesa)”, Jurnal Hukum, Edisi No. 1 Vol.1,(2019).

Alfiansyah, Status Badan Usaha Milik Desa Sebagai Badan Hukum Atas Diundangkan nya Undang-Undang Cipta Kerja, Jurnal Ilmu Sosial dan Pendidikan, Vol. 5. No. 2 (Maret, 2021).

Busyra Azheri, Kewenangan Pemerintah Desa Dalam Mendirikan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Fakultas Hukum Universitas Andalas, disampaikan pada Seminar Nasional FISIP UNAND Mei 2017.

Dedy Pramono, “Kekuatan Pembuktian Akta Yang Dibuat Oleh Notaris Selaku Pejabat Umum Menurut Hukum Acara Perdata Di Indonesia” Lex Jurnalica 12 (3) (2015).

Fauzan Salim, “Peran Notaris Dalam Pengesahan Pendirian Perseroan Terbatas Melalui Sistem Administrasi Badan Hukum (SABH)” Recital Review 2 (2) (2020).

I Ketut Tjukup, et. al, “Akta Notaris (Akta Otentik) Sebagai Alat Bukti Dalam Peristiwa Hukum Perdata” Acta Comitas 2 (2016).

Dokumen terkait