• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB III METODOLOGI PENELITIAN

A. Hasil dan Analisis Data

2. Analisis Tingkat Keumuman

Untuk menentukan banyaknya siswa yang melakukan suatu jenis

kesalahan dilakukan dengan menghitung jumlah siswa yang melakukan kesalahan

tersebut. Jumlah siswa yang melakukan kesalahan tersebut kemudian dinyatakan

dengan persentase terhadap jumlah siswa keseluruhan. Melalui analisis ini dapat

Tabel 3.2. Tabel Jumlah siswa yang melakukan kesalahan

3. Analisis peningkatan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal

Setelah diberikan perlakuan terhadap siswa dalam hal menyelesaikan

soal-soal fisika, peneliti berasumsi bahwa kemampuan siswa dalam

menyelesaikan soal-soal akan meningkat. Suatu jenis kesalahan yang

kemungkinan akan dilakukan oleh seluruh siswa bisa jadi adalah merupakan jenis

kesalahan kecil yang seringkali diabaikan dan dianggap tidak berpengaruh

terhadap penyelesaian soal. Setelah dilakukan pelatihan jenis kesalahan ini

diharapkan tidak terjadi lagi.

Peningkatan kemampuan siswa dalam menyelesaikan soal ditandai

dengan berkurangnya jenis dan jumlah kesalahan yang dilakukan oleh siswa. Hal

ini dapat diketahui dengan melihat hasil pekerjaan siswa pada saat pretes dan

postes. Melalui hasil pekerjaan siswa akan dianalisis setiap jenis kesalahan,

apakah jenis tersebut berkurang atau tidak. Jika suatu jenis kesalahan setelah

diberikan perlakuan dapat berkurang atau bahkan tidak muncul lagi,

menunjukkan bahwa metode yang diberikan sesuai dengan tujuan yang ingin

No Jenis Kesalahan

Jumlah siswa Jumlah Persentase

(%)

1 Kesalahan karena menggunakan strategi coba-coba (Trial and error)

2 Kesalahan menentukan Notasi, Besaran, dan Satuan

a. Kesalahan mengidentifikasi besaran yang diketahui secara transparan

dicapai. Selain jenis kesalahan, juga akan dibandingkan tingkat keumuman untuk

setiap kesalahan.

Untuk setiap jenis kesalahan yang dilakukan siswa saat mengerjakan soal

fisika tentunya memerlukan strategi yang berbeda dalam penangannya. Sehingga

dari data yang dianalisis nantinya akan diketahui jenis kesalahan apa saja yang

dapat diminimalis dengan metode penyelesaian soal yang diberikan. Perbedaan

hasil pekerjaan siswa sebelum dan sesudah pelatihan akan dimasukkan dalam

tabel. Tabel pertama memuat jenis kesalahan dan jumlah kesalahan dan tabel

kedua memuat jenis kesalahan dan jumlah siswa yang melakukan kesalahan.

Untuk memudahkan dalam melihat perbedaan hasil pretes dan postes, dari tabel

nantinya akan dibuat grafik hubungan antara jenis kesalahan dengan jumlah

kesalahan, serta grafik hubungan antara jenis kesalahan dengan jumlah siswa yang

melakukan kesalahan.

Tabel 3.3. Tabel perbedaan jumlah kesalahan pada pretes dan postes

No Jenis Kesalahan

Jumlah siswa yang melakukan kesalahan

Pretes Postes Jumlah % Jumlah %

1 Kesalahan karena menggunakan

strategi coba-coba (Trial and error)

2 Kesalahan menentukan Notasi,

Besaran, dan Satuan

a. Kesalahan mengidentifikasi besaran yang diketahui secara transparan

Tabel 3.4. Tabel perbedaan jumlah siswa yang melakukan kesalahan pada pretes dan postes No Jenis Kesalahan Jumlah kesalahan Pretes Postes

1 Kesalahan karena menggunakan strategi coba-coba (Trial and error)

2 Kesalahan menentukan Notasi, Besaran, dan Satuan

a. Kesalahan mengidentifikasi besaran yang diketahui secara transparan

BAB IV

HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

A. Hasil dan Analisis Data

Data yang diperoleh berupa hasil pekerjaan siswa sebelum dan sesudah

diadakannya pelatihan mengenai penyelesaian soal dengan langkah yang

sistematis. Soal yang diberikan berupa soal fisika yang kompleks pada pokok

bahasan Usaha dan Energi. Walaupun dalam soal tidak ada soal yang mencakup

pertanyaan yang konseptual akan tetapi dalam soal fisika yang kompleks juga

memuat pemahaman konseptual.

Untuk memperoleh data tes maka peneliti melaksanakan pelatihan

mengenai penyelesaian soal secara sistematis. Tujuan dari pelatihan ini adalah

untuk membimbing siswa mengerjakan soal fisika sesuai dengan langkah yang

sudah dibuat sebelumnya. Penelitian ini dilaksanakan sesuai dengan waktu yang

telah disepakati bersama dengan pihak sekolah. Latihan soal yang diberikan oleh

peneliti sesuai dengan materi yang telah diajarkan oleh guru yang bersangkutan

yaitu pada pokok bahasan Usaha dan Energi. Dengan demikian peneliti hanya

fokus pada penyelesaian soal tanpa harus mengajarkan materi pelajaran . Adapun

1. Analisis Jenis Kesalahan

Jenis kesalahan dianalisis berdasarkan prakiraan yang telah disusun

sebelumnya, yaitu kesalahan yang dilakukan oleh siswa dalam menyelesaikan

soal fisika terkait dengan kemampuan menggunakan strategi coba-coba,

kemampuan menentukan notasi, besaran dan satuan, kemampuan memilih rumus

dan interpretasi masalah, kemampuan komputasi serta kemampuan

menyimpulkan. Berdasarkan kemampuan tersebut maka dapat dipaparkan

bagaimana kesalahan yang terjadi dalam tabel berikut:

Tabel 4.1. Tabel jumlah total kesalahan terkait kemampuan menyelesaikan soal

No Jenis Kesalahan

Jumlah Kesalahan Pretes Postes

1. Kesalahan karena menggunakan strategi coba-coba (Trial and error)

18 0

2. Kesalahan menentukan Notasi, Besaran, dan Satuan a. Kesalahan mengidentifikasi besaran yang diketahui

secara transparan

41 23

b. Kesalahan mengidentifikasi besaran yang diketahui secara tidak transparan

3 1

c. Kesalahan mengidentifikasi besaran yang ditanyakan 15 8

d. Kesalahan mengidentifikasi besaran vector 0 0

e. Kesalahan mengidentifikasi besaran scalar 0 0

f. Kesalahan mengidentifikasi simbol 78 35

g. Kesalahan menuliskan satuan 36 20

h. Kesalahan mengkonversi satuan kedalam bentuk yang saling cocok

12 9

3. Kesalahan memilih rumus dan interpretasi masalah

a. Kesalahan menggambarkan obyek atau system 25 13

b. Kesalahan menentukan besaran yang ada pada obyek atau system

45 33

c. Kesalahan mengidentifikasi formula dasar 48 21

d. Kesalahan mengidentifikasi formula antara 141 71

4. Kesalahan Komputasi

a. Kesalahan memanipulasi persamaan 102 41

a. Kesalahan terkait dengan kemampuan menggunakan strategi coba-coba

Strategi coba-coba banyak ditemukan pada hasil pekerjaan siswa pada

saat pretes. Berikut contoh hasil pekerjaan siswa yang menggunakan strategi

coba-coba.

Soal 1: Sebuah balok bermassa 3 kg bergerak keatas pada bidang miring yang

sudut kemiringannya 600, dengan energy kinetik awal 18 J. jika koefisien

gesekannya 0,3 maka jarak terjauh yang dicapai balok pada saat meluncur pada

bidang miring adalah?

Contoh jawaban siswa persamaan

c. Kesalahan menghitung nilai suatu besaran dengan perhitungan matematik

5 5

Dari jawaban siswa tersebut terlihat bahwa siswa sama sekali tidak

memiliki rancangan penyelesaian dan hanya sekedar mencoba menjawab saja.

Model jawaban seperti ini menunjukkan siswa tidak mengerti konsep fisika yang

berkaitan dengan soal. Ada sebanyak 18 kesalahan yang ditemukan pada pretes.

Sementara pada postes tidak ada lagi siswa yang mengerjakan soal dengan model

coba-coba tersebut.

b. Kesalahan terkait dengan kemampuan menentukan notasi, besaran, dan

satuan

Seperti yang ditunjukkan pada tabel, kesalahan yang paling banyak

dilakukan siswa secara berurutan yaitu: kesalahan mengidentifikasi simbol,

kesalahan mengidentifikasi besaran yang diketahui secara transparan, kesalahan

menuliskan satuan, kesalahan mengidentifikasi besaran yang ditanyakan,

kesalahan mengkonversi satuan kedalam bentuk yang saling cocok serta kesalahan

dalam mengidentifikasi besaran yang diketahui secara tidak transparan.

Sedangkan kesalahan dalam mengidentifikasi besaran vektor dan skalar tidak

ditemukan dalam jawaban siswa.

1) Kesalahan mengidentifikasi besaran yang diketahui

Pada umumnya siswa terlebih dahulu menuliskan setiap besaran yang ada

dalam soal. Akan tetapi ada juga siswa yang tidak menuliskan besaran-besaran

tersebut. Sebenarnya tidaklah menjadi masalah jika besaran-besaran yang ada

dalam soal tidak dituliskan pada bagian diketahui. Yang menjadi masalah adalah

buat tanpa kembali menganalisa soal. Hal tersebut menyebabkan kesalahan untuk

tahap selanjutnya. Ada 41 kesalahan jenis ini yang dilakukan siswa pada tes tahap

pertama dan menurun menjadi 23 kesalahan pada tes tahap kedua.

Selain besaran yang diketahui secara transparan, biasanya dalam

soal-soal fisika yang kompleks ada besaran-besaran yang diketahui secara tidak

transparan. Demikian juga dalam soal yang diberikan pada siswa pada penelitian

ini. Akan tetapi ada siswa yang tidak memperhatikan hal tersebut. Ketidakjelian

siswa menyebabkan besaran-besaran tersebut terlewatkan dan menyebabkan

kesalahan pada jawaban. Kesalahan jenis ini ditemukan dalam jawaban siswa

pada tes tahap pertama sebesar 3 kesalahan dan 1 kesalahan pada tes tahap kedua.

2) Kesalahan mengidentifikasi besaran yang ditanyakan

Kesalahan dalam menuliskan apa yang ditanyakan juga ditemukan dalam

jawaban siswa. Kesalahan ini biasanya terkait dengan kesalahan menentukan

simbol. Misalnya pada soal pretes nomor 2, yang ditanyakan adalah energy

potensial pada titik tertinggi. Akan tetapi siswa menyimbolkannya dengan Ek

yang menyebabkan kesalahan pada tahap penyelesaian selanjutnya. Ada 15

kesalahan pada pretes dan 8 kesalahan pada postes.

3) Kesalahan mengidentifikasi simbol

 Kesalahan dalam menuliskan simbol utama dan tambahan seperti energi potensial (EP) pada suatu titik misalnya titik A, siswa menuliskannya

sebagai EPA seharusnya adalah menjadi EPA.

 Kesalahan dalam menentukan jenis huruf untuk simbol. Percepatan grafitasi bumi (g) disimbolkan dengan G. padahal G dan g merupakan

dua simbol dalam fisika yang sangat berbeda. Waktu (t) disimbolkan

dengan T, serta gaya (F) yang disimbolkan dengan f.

 Kesalahan dalam memilih simbol. Koefisien gesekan disimbolkan dengan m, w dan beberapa siswa tidak mengetahui simbolnya. Contoh

siswa yang salah dalam memilih simbol yang berakibat sangat fatal

terhadap penyelesaian soal ditunjukkan pada contoh berikut:

Dari contoh diatas siswa menuliskan simbol untuk koefisien

gesekan sebagai w seharusnya adalah μ , dan ketika melakukan perhitungan dengan rumus siswa secara konsisten menggunakan nilai

koefisien yang diketahui tersebut sebagai nilai dari usaha (w).

Gambar 2. Contoh kesalahan siswa dalam menentukan simbol

4) Kesalahan menuliskan satuan

Besaran dan satuan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan.

Kadang siswa melupakan satuan ketika menyelesaikan soal dan hanya terfokus

pada nilai besaran yang harus dihitung. Selain siswa yang tidak menuliskan satuan

juga terdapat dalam hasil pekerjaan siswa satuan-satuan yang salah maupun yang

tidak tepat. Contoh dari kesalahan satuan ditunjukkan sebagai berikut:

Dalam jawaban tersebut ditemukan siswa menuliskan satuan dengan tidak tepat

yang seharusnya derajat (...0 ) menjadi persen (%).

5) Kesalahan mengkonversi satuan kedalam bentuk yang saling cocok

Konversi satuan yang terdapat dalam soal adalah konversi yang sangat

sederhana, yakni mengkonversi gram (g) ke kilogram (kg) . Beberapa siswa

melakukan kesalahan dalam mengkonversi satuan tersebut. Kemungkinan siswa

c. Kesalahan terkait kemampuan memilih rumus dan interpretasi masalah.

Kesalahan jenis ini dari yang paling banyak dilakukan oleh siswa secara

berurutan yaitu kesalahan mengidentifikasi formula antara, kesalahan

mengidentifikasi formula dasar, kesalahan menentukan besaran yang ada pada

obyek atau system, kesalahan menggambarkan obyek atau sistem.

1) Kesalahan menggambarkan obyek atau sistem

Kesalahan yang dilakukan oleh siswa ketika menginterpretasikan soal

dalam bentuk gambar adalah dalam menentukan arah dari komponen-komponen

yang ada dalam soal. Gambar yang dibuat siswa kebanyakan tidak lengkap dan

terlihat bahwa gambar tidak dipergunakan untuk memahami soal melainkan hanya

sebagai pelengkap jawaban saja.

Setelah dilakukan pelatihan siswa lebih memahami bahwa gambar sangat

berguna dalam membimbing kearah penyelesaian soal. Hal ini dibuktikan dengan

hasil pada tes tahap kedua dimana banyak siswa yang terlebih dahulu

menggambarkan situasi dalam soal sebelum melakukan penyelesaian.

Menggambarkan dan menentukan besaran yang ada pada obyek atau

sistem merupakan dua hal tidak dapat dipisahkan. Dari hasil pekerjaan siswa pada

pretes ditemukan bahwa ketika menuangkan soal dalam bentuk gambar

besaran-besaran yang terkait tidak turut serta ada dalam gambar. Berbeda dengan hasil

pekerjaan siswa pada pretes, pada postes sudah banyak siswa yang dapat

menunjukkan besaran-besaran terkait dalam gambar. Bahkan beberapa siswa

dikerjakan. Beberapa kesalahan siswa yang terkait dengan kemampuan

menggambarkan dan menentukan besaran pada objek yang dapat dianalisa antara

lain:

 Kesalahan dalam menentukan arah besaran yang terkait , contohnya adalah gaya-gaya yang bekerja.

 Beberapa besaran dalam soal tidak diperlihatkan pada gambar

2) Kesalahan mengidentifikasi formula

Rumus atau formula tidak dapat dipisahkan dengan soal –soal fisika yang kompleks. Semua soal yang digunakan dalam penelitian ini harus dikerjakan

dengan menggunakan rumus. Kesalahan siswa dalam menentukan rumus terutama

rumus dasar dapat diartikan bahwa siswa tidak mengetahui konsep apa yang harus

digunakan untuk menyelesaikan soal. Banyak ditemukan siswa cenderung

mencari rumus yang langsung terkait dengan semua besaran yang diketahui.

Sebuah soal yang kompleks harus diselesaikan dengan menggunakan

beberapa formula atau rumus. Formula utama untuk menemukan jawaban harus

didukung dengan beberapa formula tambahan agar formula utama dapat

digunakan. Dalam hasil pekerjaan siswa dapat dilihat upaya siswa dalam

Untuk menghitung nilai Percepatan (a), rumus yang dipergunakan adalah:

, kemudian dijabarkan menjadi . Akan tetapi dalam jawaban siswa tidak terdapat penjabaran tersebut dan langsung memasukkan nilai F yang

akhirnya menimbulkan kesalahan. Dalam mengidentifikasi formula dasar terdapat

48 kesalahan pada saat pretes dan berkurang menjadi 21 pada postes, serta 141

kesalahan pada saat pretes dan 71 kesalahan pada postes untuk kesalahan dalam

mengidentifikasi formula antara.

d. Kesalahan terkait dengan kemampuan komputasi

Jenis Kesalahan dari yang paling banyak terjadi secara berurutan yaitu

kesalahan memanipulasi persamaan, kesalahan mensubstitusi nilai besaran

kedalam suatu persamaan, dan kesalahan dalam menghitung nilai suatu besaran

dengan perhitungan matematik. Untuk setiap kesalahan tersebut pada pretes dan

postes berbeda hasilnya. Ada yang mengalami penurunan pada postes dan ada

juga yang tidak dapat dikurangi.

1) Kesalahan memanipulasi persamaan

Terdapat 102 kesalahan pada saat pretes dan berkurang menjadi 41

kesalahan pada postes. Kesalahan ini banyak disebabkan karena besaran yang

dan h =

. Ada siswa yang tidak dapat mengoperasikan kedua

rumus tersebut untuk mendapatkan nilai EP.

2) Kesalahan mensubstitusi nilai besaran kedalam suatu persamaan

Ketidakcocokan antara besaran yang terdapat dalam rumus dengan nilai

yang dimasukkan menjadi pokok kesalahan jenis ini. Ada siswa yang

memasukkan nilai-nilai apa saja yang diketahui meskipun tidak ada kaitannya

dengan besaran dalam rumus.

3) Kesalahan menghitung nilai suatu besaran dengan perhitungan matematik

Kemampuan matematika sangat berkaitan dengan kemampuan dalam

menyelesaikan sal-soal fisika. Ada siswa mengerti konsep, menggunakan rumus

yang tepat , tetapi salah dalam menghitung.

e. Kesalahan terkait dengan kemampuan menyimpulkan

Ada siswa yang dapat menyelesaikan soal sampai akhir, akan tetapi

ketika menyimpulkan mereka membuat kesalahan. Beberapa kesalahan terkait

dengan menyimpulkan yang dianalisa yaitu

2. Analisis Tingkat Keumuman

Tabel 4.2. Tabel Jumlah siswa yang melakukan kesalahan

Jika dilihat jumlah siswa siswa yang memiliki jumlah kesalahan tinggi,

maka tampak jelas jenis kesalahan paling umum atau jenis kesalahan yang paling

No Jenis Kesalahan

Jumlah siswa yang melakukan kesalahan

Pretes Postes Jlh % Jlh %

1. Kesalahan karena menggunakan strategi coba-coba (Trial and error)

14 45,2 0 0

2. Kesalahan menentukan Notasi, Besaran, dan Satuan a. Kesalahan mengidentifikasi besaran yang

diketahui secara transparan

27 87,1 22 71

b. Kesalahan mengidentifikasi besaran yang diketahui secara tidak transparan

3 9,2 1 3,2

c. KKesalahan mengidentifikasi besaran yang ditanyakan

14 45,2 7 22,6

d. Kesalahan mengidentifikasi besaran vector 0 0 0 0

e. Kesalahan mengidentifikasi besaran skalar 0 0 0 0

f. Kesalahan mengidentifikasi simbol 29 93,5 21 67,7

g. Kesalahan menuliskan satuan 25 80,6 15 48,4

h. Kesalahan mengkonversi satuan kedalam bentuk yang saling cocok

7 22,3 5 16,1

3. Kesalahan memilih rumus dan interpretasi masalah

a. Kesalahan menggambarkan obyek atau system 9 29 12 38,7

b. Kesalahan menentukan besaran yang ada pada obyek atau system

18 58,1 20 64,5

c. Kesalahan mengidentifikasi formula dasar 31 100 23 74,2 d. Kesalahan mengidentifikasi formula antara 31 100 29 93,5

4. Kesalahan Komputasi

a. Kesalahan memanipulasi persamaan 31 100 24 77,4

b. Kesalahan mensubstitusi nilai besaran kedalam suatu persamaan

30 96,8 20 64,5

c. Kesalahan menghitung nilai suatu besaran dengan perhitungan matematik

5 16,1 5 16,1

banyak dilakukan oleh siswa. Ada beberapa jenis kesalahan dimana seluruh siswa

melakukannya pada saat pretes, yaitu kesalahan mengidentifikasi formula dasar,

kesalahan mengidentifikasi formula antara dan kesalahan memanipulasi

persamaan. Akan tetapi setelah pembelajaran siswa yang melakukan berbagai

kesalahan tersebut sangat berkurang.

Ada satu jenis kesalahan dimana jumlah siswa yang melakukan kesalahan

sebelum dan sesudah pembelajaran tetap sama yaitu kesalahan menghitung suatu

besaran dengan perhitungan matematika. Hal ini menunjukkan bahwa rancangan

pembelajaran yang diberikan masih memiliki kekurangan dalam upaya untuk

meningkatkan kemampuan matematika siswa.

Sementara untuk jenis kesalahan terkait dengan kemampuan

menggambarkan objek atau sistem dan menentukan besaran yang ada pada objek,

jumlah siswa yang salah justru meningkat. Hal ini dikarenakan pada saat pretes

belum semua siswa melibatkan gambar dalam peneyelesaian soal, sehingga tidak

dapat dianalisis kesalahannya.

Dokumen terkait