• Tidak ada hasil yang ditemukan

Analisis Tipologi Klassen

Dalam dokumen BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH (Halaman 79-85)

HASIL DAN PEMBAHASAN

E. Analisis Tipologi Klassen

Analisis Tipologi Klassen melengkapi analisis-analisis sebelumnya dimana analisis tipologi Klassen dapat digunakan untuk mengidentifikasi sektor dan subsektor unggulan di suatu daerah. Dalam hal ini, tipologi Klassen dilakukan dengan membandingkan pertumbuhan nilai tambah bruto (PDRB) dan kontribusi (pangsa pasar) dari sektor maupun subsektor di daerah dengan pertumbuhan nilai tambah bruto (PDRB) dan kontribusi (pangsa pasar) dari sektor maupun subsektor di wilayah yang lebih tinggi yang dijadikan sebagai referensi.

Dalam kegiatan ini, untuk memperoleh klasifikasi sektor dan subsektor berdasarkan analisis tipologi Klassen, maka pertumbuhan nilai tambah bruto (PDRB) dan kontribusi (pangsa pasar) dari sektor maupun subsektor di Kabupaten Kendal dikomparasikan dengan pertumbuhan nilai tambah bruto (PDRB) dan kontribusi (pangsa pasar) dari sektor maupun subsektor di Provinsi Jawa Tengah sebagai referensi. Pertumbuhan nilai tambah bruto (PDRB) dan kontribusi (pangsa pasar) dari sektor maupun subsektor di Kabupaten Kendal dan pertumbuhan nilai tambah bruto (PDRB) dan kontribusi (pangsa pasar) dari sektor maupun subsektor di Provinsi Jawa Tengah disajikan pada Tabel 4.16 berikut. Pada Tabel 4.16 juga ditunjukkan klasifikasi masing-masing sektor maupun subsektor di Kabupaten Kendal berdasarkan analisis tipologi Klassen.

K a j i a n P o t e n s i E k o n o m i K a b u p a t e n IV - 34

Tabel 4.16 Pertumbuhan dan Kontribusi PDRB Sektor maupun Subsektor di Kabupaten Kendal dan Provinsi Jawa Tengah pada Periode Tahun 2007 – 2010 (dalam %)

No. Sektor dan Subsektor

Pertumbuhan PDRB Kontribusi PDRB Keterangan Rin Rij Kin Kij

1. Pertanian 0,0314 0,0528 0,1940 0,2375 Kuadran I a. Tanaman bahan

makanan 0,0325 0,0736 0,1362 0,1243 Kuadran III

b. Tanaman perkebunan 0,0122 -0,0331 0,0181 0,0289 Kuadran II c. Peternakan 0,0497 0,0694 0,0250 0,0566 Kuadran I d. Kehutanan 0,0286 0,0043 0,0034 0,0077 Kuadran II e. Perikanan 0,0103 0,0421 0,0112 0,0200 Kuadran I 2. Pertambangan dan penggalian 0,0547 0,0385 0,0111 0,0103 Kuadran II

3. Industri pengolahan 0,0649 0,0506 0,3256 0,3964 Kuadran II a. Industri makanan,

minuman, dan tembakau

0,0805 0,0954 0,1511 0,1386 Kuadran III

b. Industri tekstil, barang kulit, dan alas kaki

0,0442 0,0140 0,0448 0,0874 Kuadran II

c. Industri barang kayu dan hasil hutan lainnya

0,0621 0,0211 0,0322 0,0448 Kuadran II

d. Industri kertas dan barang cetak lainnya

0,0848 0,0312 0,0036 0,0015 Kuadran IV

e. Industri pupuk, kimia, dan barang dari karet

0,1168 0,0280 0,0153 0,0368 Kuadran II

f. Industri semen dan barang lain bukan logam 0,0556 0,0459 0,0081 0,0741 Kuadran II g. Industri alat angkutan, mesin, dan peralatan 0,1317 0,0346 0,0080 0,0098 Kuadran II h. Industri barang lainnya 0,0234 0,0260 0,0011 0,0035 Kuadran I

4. Listrik, gas, dan air minum

No. Sektor dan

Subsektor Pertumbuhan PDRB Kontribusi PDRB Keterangan Rin Rij Kin Kij

5. Bangunan 0,0675 0,0659 0,0579 0,0293 Kuadran III

6. Perdagangan, hotel,

dan restoran 0,0573 0,0505 0,2127 0,1817 Kuadran IV

7. Pengangkutan dan

komunikasi 0,0679 0,0743 0,0515 0,0264 Kuadran III

8. Keuangan, persewaan, dan jasa perusahaan

0,0687 0,0742 0,0372 0,0265 Kuadran III

9. Jasa-jasa 0,0493 0,0606 0,1015 0,0802 Kuadran III

Sumber : Analisis Data

Keterangan :

Kuadran I : sektor/subsektor maju dan tumbuh dengan pesat;

Kuadran II : sektor/subsektor maju, tetapi tertekan;

Kuadran III : sektor/subsektor potensial atau masih dapat berkembang dengan pesat;

Kuadran IV : sektor/subsektor relatif tertinggal.

Hasil analisis tipologi Klassen terhadap sektor dan subsektor perekonomian di Kabupaten Kendal sebagaimana disajikan pada Tabel 4.16, ditampilkan dalam bentuk kuadran-kuadran sebagaimana disajikan pada Tabel 4.17 dan Tabel 4.18.

Tabel 4.17 Klasifikasi Sektor Perekonomian di Kabupaten Kendal Berdasarkan Analisis Tipologi Klassen

Tumbuh Cepat Tumbuh Lambat Kontribusi Besar 1. Sektor Pertanian 1. Sektor pertambangan dan

penggalian

2. Sektor industri pengolahan 3. Sektor listrik, gas, dan air minum

Kontribusi Kecil 1. Sektor bangunan 2. Sektor pengangkutan dan

komunikasi

3. Sektor keuangan, persewaan, dan jasa perusahaan

4. Sektor jasa-jasa

1. Sektor perdagangan, hotel, dan restoran

K a j i a n P o t e n s i E k o n o m i K a b u p a t e n IV - 36

Tabel 4.18 Klasifikasi Subsektor Perekonomian di Kabupaten Kendal Berdasarkan Analisis Tipologi Klassen

Tumbuh Cepat Tumbuh Lambat Kontribusi Besar 1. Subsektor peternakan

2. Subsektor perikanan

3. Subsektor industri barang lainnya

1. Subsektor perkebunan 2. Subsektor kehutanan

3. Subsektor industri tekstil, barang kulit, dan alas kaki

4. Subsektor industri barang kayu dan hasil hutan lainnya

5. Subsektor pupuk, kimia, dan barang dari karet

6. Subsektor industri semen dan barang lain bukan logam 7. Subsektor alat angkutan, mesin,

dan peralatan

Kontribusi Kecil 1. Subsektor tanaman bahan makanan

2. Subsektor industri makanan, minuman, dan tembakau

1. Subsektor industri kertas dan barang cetak lainnya

Berdasarkan analisis tipologi Klassen, sektor pertanian merupakan satu-satunya sektor di Kabupaten Kendal yang maju dan tumbuh dengan pesat. Sektor pertanian di Kabupaten Kendal memiliki pertumbuhan nilai tambah bruto (PDRB) yang lebih besar dibandingkan sektor pertanian di tingkat Provinsi Jawa Tengah. Di samping itu, kontribusi sektor pertanian di Kabupaten Kendal terhadap pembentukan PDRB Kabupaten Kendal lebih besar dibandingkan kontribusi sektor pertanian di Provinsi Jawa Tengah terhadap pembentukan PDRB Provinsi Jawa Tengah. Sektor pertanian di Kabupaten Kendal dapat dikategorikan sebagai sektor unggulan karena memiliki laju pertumbuhan dan pangsa yang lebih besar dibandingkan sektor pertanian di Provinsi Jawa Tengah yang dijadikan sebagai referensi atau acuan.

Sektor pertambangan dan penggalian, sektor industri pengolahan, dan sektor listrik, gas, dan air minum di Kabupaten Kendal dikategorikan sebagai sektor yang maju, tetapi tertekan. Hal ini dikarenakan meskipun kontribusi ketiga sektor tersebut dalam pembentukan PDRB di tingkat Kabupaten Kendal lebih besar daripada kontribusi sektor-sektor tersebut dalam pembentukan PDRB di tingkat Provinsi Jawa Tengah, tetapi pertumbuhan ketiga sektor tersebut di Kabupaten Kendal masih lebih kecil dibandingkan pertumbuhan sektor-sektor yang sama di Provinsi Jawa Tengah. Sektor-sektor yang memiliki karakteristik demikian dapat dikatakan sebagai sektor yang telah jenuh.

Sektor bangunan, sektor pengangkutan dan komunikasi, sektor keuangan, persewaan, dan jasa perusahan, serta sektor jasa-jasa memiliki karakteristik yang berkebalikan dengan sektor pertambangan dan penggalian, sektor industri pengolahan, dan sektor listrik, gas, dan air minum. Kontribusi sektor bangunan, sektor pengangkutan dan komunikasi, sektor keuangan, persewaan, dan jasa perusahan, serta sektor jasa-jasa dalam pembentukan PDRB di tingkat Kabupaten Kendal lebih kecil daripada kontribusi sektor-sektor tersebut dalam pembentukan PDRB di tingkat Provinsi Jawa Tengah, tetapi pertumbuhan keempat sektor tersebut di Kabupaten Kendal lebih besar dibandingkan pertumbuhan sektor-sektor yang sama di Provinsi Jawa Tengah. Sektor-sektor yang memiliki karakteristik demikian merupakan sektor-sektor yang potensial atau masih dapat berkembang dengan pesat karena sektor-sektor tersebut sedang dalam kondisi

K a j i a n P o t e n s i E k o n o m i K a b u p a t e n IV - 38

Sektor perdagangan, hotel, dan restoran merupakan satu-satunya sektor di Kabupaten Kendal yang relatif tertinggal. Hal ini dikarenakan sektor perdagangan, hotel, dan restoran di Kabupaten Kendal memiliki pertumbuhan nilai tambah bruto (PDRB) yang lebih kecil dibandingkan sektor yang sama di tingkat Provinsi Jawa Tengah. Di samping itu, kontribusi sektor perdagangan, hotel, dan restoran di Kabupaten Kendal terhadap pembentukan PDRB Kabupaten Kendal lebih kecil dibandingkan kontribusi sektor perdagangan, hotel, dan restoran di Provinsi Jawa Tengah terhadap pembentukan PDRB Provinsi Jawa Tengah.

Meskipun sektor pertanian diklasifikasikan sebagai sektor maju dan tumbuh dengan pesat, tetapi tidak seluruh subsektor dalam sektor pertanian di Kabupaten Kendal berada dalam klasifikasi yang sama. Subsektor yang dikategorikan maju dan tumbuh dengan pesat adalah subsektor peternakan dan subsektor perikanan. Sementara itu, subsektor perkebunan dan subsektor kehutanan dikategorikan sebagai subsektor yang maju tetapi tertekan, dan subsektor tanaman bahan makanan dikategorikan sebagai subsektor potensial atau masih dapat berkembang dengan pesat.

Demikian pula pada sektor industri pengolahan di Kabupaten Kendal. Sektor industri pengolahan di Kabupaten Kendal dikategorikan sebagai sektor yang maju tetapi tertekan karena sudah berada dalam kondisi jenuh. Sebagian besar subsektor dalam sektor industri pengolahan di Kabupaten Kendal tergolong sektor maju tetapi tertekan. Ada lima subsektor yang masuk dalam kategori tersebut, yaitu subsektor industri tekstil, barang kulit, dan alas kaki, subsektor industri barang kayu dan hasil hutan lainnya, subsektor pupuk, kimia, dan barang dari karet, subsektor industri semen dan barang lain bukan logam, serta subsektor alat angkutan, mesin, dan peralatan. Subsektor industri barang

lainnya tergolong sebagai subsektor yang maju dan tumbuh dengan pesat. Sementara itu, subsektor industri makanan, minuman, dan tembakau tergolong subsektor potensial atau masih dapat berkembang dengan pesat. Subsektor industri kertas dan barang cetak lainnya merupakan subsektor di Kabupaten Kendal yang masih relatif tertinggal.

Dalam dokumen BADAN PERENCANAAN PEMBANGUNAN DAERAH (Halaman 79-85)

Dokumen terkait