A. Pupuk dan Pestisida - Urea
4.4. Analisis Uji Beda Rata-rata Dua Sampel Bebas (t-test)
Untuk menguji perbedaan biaya, pendapatan dan keuntungan dari usahatani cabai merah, kol/kubis dan kopi maka dilakukan uji beda rata-rata dua sampel bebas (t-test). Dua sampel bebas dalam uji ini adalah usahatani cabai merah terhadap usahatani kol/kubis sebagai usahatani tanaman semusim (hortikultura) dan sampel bebas usahatani cabai merah maupun kol sebagai representasi usahatani tanaman semusim (hortikultura) terhadap usahatani kopi sebagai representasi usahatani tanaman tahunan (perkebunan). Uji beda rata-rata dilakukan terhadap biaya, pendapatan dan keuntungan per hektar dari 45 petani responden (sampel) yaitu 15 sampel usahatani cabai merah, 15 sampel usahatani kol dan 15 sampel usahatani kopi. Hasil uji beda rata-rata biaya, pendapatan dan keuntungan usahatani cabai merah, kol dan kopi per hektar adalah sebagai berikut:
Tabel 17. Uji Rata-rata Biaya, Pendapatan, Keuntungan Usahatani Cabai Merah, Kol dan Kopi.
Variabel Usaha tani N Mean Std. Deviation Sig. Sig.(2-tailed) Mean Difference Biaya
Cabai 15 6.5830E7 3.77392E6 0.112 0.000 4.65107E7 Kol 15 1.9319E7 1.92158E6 0.000 4.65107E7 Cabai 15 6.5830E7 3.77392E6 0.177 0.000 4.04429E7 Kopi 15 5.3872E6 2.14123E6 0.000 4.04429E7 Kol 15 1.9319E7 1.92158E6 0.704 0.000 1.39322E7 Kopi 15 5.3872E6 2.14123E6 0.000 1.39322E7
Pendapatan
Cabai 15 9.1027E7 5.24155E6 0.053 0.000 5.06798E7 Kol 15 4.0347E7 2.33836E6 0.000 5.06798E7 Cabai 15 9.1027E7 5.24155E6 0.995 0.000 7.95277E7 Kopi 15 1.1499E7 4.56418E6 0.000 7.95277E7
Kol 15 4.0347E7 2.33836E6
0.009
0.000 2.88479E7 Kopi 15 1.1499E7 4.56418E6 0.000 2.88479E7
Keuntungan
Cabai 15 7.9632E7 1.16466E7
0.000
0.000 4.77509E7 Kol 15 3.1881E7 3.08443E6 0.000 4.77509E7 Cabai 15 7.9632E7 1.16466E7
0.002
0.000 7.11798E7 Kopi 15 8.4524E6 4.61857E6 0.000 7.11798E7
Kol 15 3.1881E7 3.08443E6
0.045
0.000 2.34289E7 Kopi 15 8.4524E6 4.61857E6 0.000 2.34289E7 Sumber: Hasil olahan data dengan SPSS 17
Biaya pada usahatani cabai merah dan kol/kubis adalah biaya usahatani per musim tanam sedangkan biaya pada usahatani kopi adalah biaya investasi beserta biaya operasional selama umur produktif tanaman (15 tahun) yang kemudian dirata-ratakan menjadi biaya usahatani per tahun. Pada Tabel 17 terlihat
bahwa rata-rata (Mean) biaya per hektar usahatani cabai merah sebesar Rp. 65.830.000,-, kol sebesar Rp. 19.319.000,- dan kopi sebesar Rp. 5.387.200,-.
Komparasi biaya usahatani cabai merah dengan usahatani kol dimana keduanya merupakan tanaman hortikultura semusim menunjukan bahwa biaya usahatani
cabai merah lebih besar dibandingkan dengan usahatani kol. Hasil Sig = 0,112 lebih besar dari α = 0,05 yang berarti varians keduanya sama besar. Nilai signifikansi (sig. 2-tailed) = 0,000 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang sangat nyata pada biaya usahatani cabai merah dan usahatani kol. Perbedaan rata-rata (Mean Difference) biaya usahatani cabai merah dan kol adalah sebesar Rp. 46.510.700,-.
Komparasi biaya usahatani cabai merah (tanaman hortikultura semusim) dengan biaya usahatani kopi (tanaman perkebunan tahunan) dapat juga dilihat pada Tabel 17. Pada tabel tersebut dapat dilihat hasil Sig = 0,177 lebih besar dari α = 0,05 yang berarti variansnya sama besar dengan nilai signifikansi (sig. 2-tailed) = 0,000 < 0,05 menunjukkan ada perbedaan yang sangat nyata pada biaya usahatani cabai merah dan usahatani kopi. Perbedaan rata-rata (Mean Difference) biaya usahatani cabai merah dan kopi adalah sebesar Rp. 40.442.900,-. Komparasi biaya usahatani kol (tanaman hortikultura semusim) dengan usahatani kopi (tanaman perkebunan tahunan) menunjukan hasil Sig = 0,704 lebih besar dari α = 0,05 yang berarti variansnya sama besar dengan nilai signifikansi (sig. 2-tailed) = 0,000 < 0,05 yang berarti ada perbedaan yang sangat nyata pada biaya usahatani kol dan usahatani kopi. Perbedaan rata-rata (Mean Difference) biaya usahatani keduanya adalah sebesar Rp. 13.932.200,-.
Pada Tabel 17 dapat dilihat bahwa pendapatan rata-rata per hektar usahatani cabai merah sebesar Rp. 91.027.000,-, kol sebesar Rp. 40.347.000,- dan kopi sebesar Rp. 11.499.000,- Komparasi pendapatan usahatani cabai merah dengan kol diperoleh hasil Sig = 0,053 sama dengan α = 0,05 yang berarti variansnya sama besar. Nilai signifikansi (sig. 2-tailed) = 0,000 < 0,05 sehingga dapat
disimpulkan bahwa ada perbedaan yang sangat nyata pada pendapatan usahatani cabai merah dan usahatani kol. Perbedaan rata-rata (Mean Difference) biaya usahatani keduanya adalah sebesar Rp. 50.679.000,-.
Komparasi pendapatan usahatani tanaman hortikultura semusim dengan usahatani tanaman perkebunan tahunan yaitu usahatani cabai merah dengan usahatani kopi diperoleh hasil Sig = 0,995 lebih besar dari α = 0,05 yang berarti kedua varians sama besar dengan nilai signifikansi (sig. 2-tailed) = 0,000 < 0,05 sehingga dapat disimpulkan bahwa ada perbedaan yang sangat nyata pada pendapatan usahatani cabai merah dan usahatani kopi. Perbedaan rata-rata (Mean Difference) pendapatan keduanya adalah sebesar Rp. 79.527.700,-. Komparasi pendapatan usahatani kol dengan usahatani kopi diperolah hasil Sig = 0,009 lebih kecil dari α = 0,05 yang berarti kedua varians tidak sama besar. Nilai signifikansi (sig. 2-tailed) = 0,000 < 0,05 menunjukkan ada perbedaan yang sangat nyata pada pendapatan usahatani kol dan usahatani kopi yaitu sebesar Rp. 28.847.900,-.
Komparasi terhadap keuntungan usahatani diperoleh bahwa keuntungan rata-rata usahatani cabai merah sebesar Rp. 79.632.000,-, usahatani kol sebesar Rp. 31.881.000,- dan usahatani kopi sebesar Rp. 8.452.400,-. Komparasi keuntungan usahatani cabai merah dengan usahatani kol diperoleh hasil Sig = 0,000 lebih kecil dari α = 0,05 yang berarti kedua varians tidak sama besar. Nilai signifikansi (sig. 2-tailed) = 0,000 < 0,05 menunjukkan ada perbedaan yang sangat nyata pada keuntungan usahatani cabai merah dan usahatani kol. Perbedaan rata-rata (Mean Difference) keduanya adalah sebesar Rp. 47.750.900,-.
Komparasi keuntungan usahatani cabai merah dengan usahatani kopi diperoleh hasil Sig = 0,002 lebih kecil dari α = 0,05 yang berarti kedua varians
tidak sama besar. Nilai signifikansi (sig. 2-tailed) = 0,000 < 0,05 berarti ada perbedaan yang sangat nyata pada keuntungan usahatani keduanya yaitu sebesar Rp. 71.179.800,-. Komparasi keuntungan usahatani kol dengan usahatani kopi diperolah hasil Sig = 0,045 lebih kecil dari α = 0,05 yang berarti kedua varians tidak sama besar. Nilai signifikansi (sig. 2-tailed) = 0,000 < 0,05 yang berarti ada perbedaan yang sangat nyata pada keuntungan usahatani keduanya yaitu sebesar Rp. 23.428.900,-.
Berdasarkan Tabel 17 dan uraian diatas diketahui bahwa biaya usahatani cabai merah memiliki biaya terbesar yaitu Rp. 65.830.000,- dan biaya usahatani terkecil adalah usahatani kopi yaitu sebesar Rp. 5.387.200,-. Pendapatan usahatani terbesar juga pada usahatani cabai merah yaitu sebesar Rp. 91.027.000,-, dan pendapatan terkecil adalah usahatani kopi yaitu sebesar Rp. 11.499.000,-. Beda rata-rata pendapatan terbesar adalah antara usahatani cabai merah terhadap usahatani kopi yaitu sebesar Rp. 79.527.700,-. Besarnya biaya (modal) usahatani cabai merah adalah pada penggunaan pestisida dan pupuk. Hal ini karena sifat tanaman cabai merah yang rentan terhadap serangan hama dan penyakit. Hasil penelitian menunjukkan usahatani cabai merah memiliki tiga komponen biaya yang cukup besar yaitu komponen pupuk (kimia), pestisida dan komponen tenaga kerja. Dari ketiganya, pupuk merupakan komponen biaya tertinggi apabila komponen tenaga kerja yang diperhitungkan hanyalah tenaga kerja luar keluarga. Biaya pupuk kimia mencapai 39,03 persen dari total biaya. Biaya pestisida sebesar 23,89 persen dan biaya tenaga kerja luar keluarga adalah 21,90 persen dari total biaya. Biaya tetap sebesar 11,80 persen dan 3,38 persen adalah biaya lainnya. Walaupun budidaya cabai merah rentan terhadap gagal panen akibat serangan
hama dan penyakit, namun petani antusias bertanam cabai merah karena permintaan terhadap komoditi cabai merah yang stabil dan kontinyu serta harga yang relatif stabil dan bahkan pada waktu tertentu harga dapat naik relatif cukup tinggi. Dari hasil penelitian ini menunjukkan bahwa usahatani cabai merah adalah komoditi “high risk high return” atau hasil yang lebih besar, akan dihadapkan pada risiko yang lebih besar pula.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa biaya dan pendapatan usahatani kopi relatif rendah. Biaya rata-rata per hektar per tahun dari 15 tahun umur produktif tanaman kopi adalah sebesar Rp. 5.387.200,- dan pendapatan per hektar per tahun adalah sebesar Rp. 11.499.000,-. Hal ini karena budidaya tanaman kopi masih bersifat tradisional. Sumber benih kopi yang digunakan masih bersifat sembarang yang diperoleh dari kebun kopi petani lainnya. Pemeliharaan tanaman seperti pemupukan dan pengendalian hama dan penyakit relatif rendah. Pemangkasan dan penggunaan pohon pelindung relatif tidak ada. Hal ini menyebabkan rendahnya produksi. Hasil wawancara terhadap responden ditemukan bahwa pola pikir petani kopi untuk membudidayakan tanaman kopi cenderung didorong oleh sifat tanaman kopi yang dapat dipanen secara kontinyu satu kali dalam dua minggu. Sifat panen kopi yang demikian membuat petani merasa terjamin dalam memperoleh penghasilan dari usahatani kopi. Beberapa petani bahkan beranggapan seperti memperoleh penghasilan atau gaji bulanan seperti layaknya pegawai negeri atau karyawan swasta dari hasil panen kopi. Namun pada sisi lain, upaya pemeliharaan terhadap kebun/tanaman kopi relatif rendah. Sifat tanaman kopi yang dapat dipanen secara kontinyu tersebut membuat kopi ini disebut sebagai “kopi sigarar utang”(kopi untuk membayar hutang).
Secara garis besar hasil analisis usahatani cabai merah, kol dan kopi dapat dilihat pada Tabel 18.
Tabel 18. Hasil Analisis Usahatani Cabai Merah, Kol dan Kopi per Hektar
No Uraian Analisis Usaha Tani
Cabai Merah Kol/Kubis Kopi A. Analisis Biaya dan Pendapatan
1 Penerimaan Rp.164,457,831 Rp.56,421,875 2 Biaya - Biaya Variabel Rp. 57,678,253 Rp.10,667,201 - Biaya Tetap Rp. 2,221,000 Rp. 2,979,688 - Total Biaya Rp. 65,705,963 Rp.13,646,902 - Biaya Investasi Rp.13,582,415 - Biaya Operasional/thn Rp. 6,277,427 3 Pendapatan petani Rp. 98,751,868 Rp.37,676,015 4 Keuntungan Rp. 81,059,097 Rp.32,577,056 B. Analisis BEP (Break Even Point)
5 BEP Penerimaan Rp. 12,363,974 Rp. 3,674,368
6 BEP Produksi 828 Kg 2.448 Kg
7 BEP Harga Rp. 5,993 Rp. 363