ANALISIS DATA DAN PEMBAHASAN
B. Analisis Uji Validitas dan Reliabilitas
Uji validitas dan reliabilitas digunakan untuk mengetahui apakah instrumen atau alat peneliti yang digunakan benar-benar mencerminkan variabel atau atribut yang diteliti .
1. Uji Validitas
Analisis uji validitas penelitian ini dilakukan dengan mencari nilai korelasi product moment (pearson) antara masing-masing item dengan skor total, dengan taraf signifikan (α) = 5% (p = 0,05) dan dapat dicari berdasarkan jumlah responden n= 100 derajat kebebasan (dk = n-2) yaitu dk = 100 – 2 =98
Butir pernyataan dikatakan tidak valid jika lebih kecil dari
Tabel V.7
Hasil Uji Validitas ( Uji F )
Variabel Butir Validitas Kepemimpinan 1 0,537 0,195 Valid 2 0,524 0,195 Valid 3 0,812 0,195 Valid 4 0,805 0,195 Valid 5 0,666 0,195 Valid Motivasi 1 0,768 0,195 Valid 2 0,712 0,195 Valid 3 0,653 0,195 Valid 4 0,565 0,195 Valid 5 0,594 0,195 Valid 6 0,737 0,195 Valid Kompensasi 1 0,581 0,195 Valid 2 0,617 0,195 Valid 3 0,703 0,195 Valid 4 0,821 0,195 Valid 5 0,658 0,195 Valid
Pada tabel diatas menggambarkan perbandingan dengan
masing-masing butir pertanyaan pada variabel kepemimpinan, motivasi dan kompensasi kinerja karyawan.Hasil analisi menunjukkan koefisien korelasi pada semua butir pernyataan nilainya lebih dari 0,195 maka dapat disimpulkan hasil uji validitas pada semua butir pernyataan secara keseluruhan data dinyatakan valid.
2. Uji Reliabilitas
Pengujian reabilitas instrument dilakukan dengan menggunakan teknik Cronbach’s Alpha. Uji signifikansi dilakukan pada taraf signifikansi 5%. Hasil uji reliabilitas dapat dilihat pada tabel V.8 berikut ini :
Tabel V.8
Hasil Uji Reliabilitas
Variabel Cronbach’s Alpha Keterangan
Kepemimpinan 0,641 Realibel Motivasi 0,723 Realibel Kompensasi 0,738 Realibel Kinerja Karyawan 0,871 Realibel
Dari hasil analisis dapat dilihat nilai kepemimpinan sebesar 0,641, motivasi sebesar 0,723, kompensasi sebesar 0,738, dan kinerja karyawan sebesar 0,805. Karena nilai Cronbach’s Alpha berada diatas 0,60 maka dapat disimpulkan butir-butir instrument penelitian tersebut realibel.
C. Analisis Regresi Linier Berganda
Analisis Regresi linier berganda digunakan untuk menjawab masalah-masalah apakah kepemimpinan, motivasi, dan kompensasi secara simultan berpengaruh terhadap kinerja karyawan
Tabel V.9
Hasil Analisis Linier Berganda
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 0.947 0.763 1.375 0.229 kepemimpinan -.0.275 0.153 -0.176 -1.793 0.072 motivasi 0.586 0.174 0.395 3.635 0.000 kompensasi -0.084 0.107 .-0.786 -0.786 0.426
Sumber : Data Primer, Olah Data Tahun 2017
Berdasarkan hasil olah data menggunakan SPSS 16.0, diperoleh nilai koefisien sebesar 0,947 koefisien kepemimpinan -0,275, koefisien motivasi 0,586, koefisien kompensasi -0,084. Maka persamaan regresi dapat dirumuskan sebagai berikut :
D. Uji Asumsi Klasik 1. Uji Multikolinieritas Tabel V.10 Uji Multikolinieritas Model Collinearity Statistics Tolerance VIF 1 (Constant) kepemimpinan 0.993 1.007 Motivasi 0.999 1.001 Kompensasi 0.993 1.007
Sumber : Data Primer, Olah Data Tahun 2017
Uji Multikolinieritas ini dimaksudkan untuk menguji apakah model regresi ditemukan adanya korelasi antara variabel bebas atau independent. Hasil nilai Variance Inflation Factor (VIF) dengan menggunakan SPSS pada tabel diatas, bahwa nilai VIF < 10 dan nilai tolerance > 0,10 maka dapat disimpulkan bahwa antar variabel bebas tidak terjadi multikolinieritas.
2. Uji Heteroskedastisitas
Gambar I.III. Gambar Uji Heteroskedastisitas
Scateplot Uji Asumsi Klasik Heteroskedastisitas
Uji heteroskedastisitas digunakan untuk menguji apakah dalam model regresi terjadi ketidaksamaan varian dan residual dari suatu pengamatan ke pengamatan yang lain. Berdasarkan pola gambar Scatterplot terlihat bahwa titik-titik yang ada membentuk suatu pola tertentu yang teratur.Maka dapat disimpulkan variabel bebas diatas heteroskedastisitas, sehingga tidak dapat digunakan untuk memprediksi kinerja karyawan berdasarkan masukkan variabel independen variabel kepemimpinan, motivasi, dan kompensasi.
3. Uji Normalitas
Tabel V.11
Hasil Pengukuran Uji Normalitas
One Sample Kolmogorov – Smirnov Test
One-Sample Kolmogorov-Smirnov Test
Unstandardiz ed Residual
N 100
Normal Parametersa Mean .0000000
Std. Deviation 2.21854041 Most Extreme Differences Absolute .151 Positive .151 Negative -.086 Kolmogorov-Smirnov Z 1.507
Asymp. Sig. (2-tailed) .021
a. Test distribution is Normal.
Sumber : Data Primer, Olah Data Tahun 2017
Berdasarkan hasil pengujian pada tabel V.11, hasil pengujian One Sample Kolmogorov-Smirnov dan Tes Statistik menghasilkan asymptotic significance ≥ 0,05 (0,021 ≥ 0,05) berdasarkan hasil tersebut maka dapat disimpulkan bahwa model regresi telah memenuhi asumsi normal.
Gambar I.IV. Gambar Uji Normalitas Histogram Uji Normalitas
Dengan melihat grafik output dari hasil pengolahan data dapat diketahui bahwa grafik kinerja karyawan mengikuti bentuk distribusi normal dengan bentuk histogram yang hampir sama atau menyerupai dengan bentuk pada distribusi normal, sehingga dapat diartikan bahwa distribusi data kinerja karyawan adalah normal.
Gambar I.V. Gambar Normal P-P Plot
Berdasarkan normal probability plots, garis( titik-titik) mengikuti garis diagonal dan tidak menyimpang jauh dari garis diagonal , sehingga menunjukkan bahwa distribusi kinerja dikatakan normal.
a. Uji F
Uji F dilakukan untuk melihat ada tidaknya pengaruh variabel-variabel bebas (kepemimpinan, motivasi, dan kompensasi) terhadap variabel terikat ( kinerja karyawan)secara bersama-sama. Untuk membuktikan ada tidaknya pengaruh maka akan dilakukan langkah-langkah sebagai berikut :
Ho : kepemimpinan, motivasi dan kompensasi secara bersama-sama tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan
Ha : kepemimpinan, motivasi, dan kompensasi secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja karyawan
Tabel V.12. Hasil Uji F
Model
Sum of
Squares df Mean Square F Sig.
Regression 287.770 3 72.257 4.839 .001a
Residual 1176.270 96 14.076
Total 1455.040 99
Sumber : Data Primer, Olah Data Tahun 2017
Dari uji Anova dengan menggunakan SPSS berdasarkan tabel di atas diperoleh adalah 4,839 berdasarkan dengan taraf signifikansi (α) =
5% diketahui bahwa dengan df1 = k-1 = 2-1 = 1 dan df2 = n-k-2 =100 – 2 – 1 = 97 maka (df1) (df2) = 3,68. Berdasarkan hasil perhitungan diperoleh = 4,839sedangkan = 3,68, maka ≥ Hal ini
menunjukkan bahwa Ho ditolak dan Ha diterima, maka dapat disimpulkan bahwa kepemimpinan, motivasi dan kompensasi secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja karyawan.
b. Uji t
Uji t dilakukan untuk melihat ada tidaknya pengaruh variabel – variabel bebas kepemimpinan, motivasi, dan kompensasi terhadap variabel terikat kinerja karyawan secara parsial. Untuk membuktikan ada tidaknya pengaruh maka akan dilakukan langkah-langkah sebagai berikut :
Ho : kepemimpinan, motivasi dan kompensasi tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan
Ha : kepemimpinan, motivasi, dan kompensasi secara parsial berpengaruh terhadap kinerja karyawan
Tabel V.13
Hasil Uji t Coefficients
Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 0.947 0.763 1.375 0.229 kepemimpinan -0.275 0.153 -0.176 -1.793 0.072 motivasi 0.586 0.174 0.395 3.635 0.000 kompensasi -0.084 0.107 .-0.786 -0.786 0.426
Sumber : Data Primer, Olah Data Tahun 2017
Uji t dilakukan dengan membandingkan nilai yang diperoleh pada
tabel diatas dengan tarif signifikan 0,05 dan derajat kebebasan (df) = nk2 = 100 -3-2 =95 dengan ketentuan tersebut maka diperoleh sebesar 1,947. Kesimpulan dalam penghitungan adalah sebagai berikut :
1. Kepemimpinan (X1)
Berdasarkan tabel V.13 diketahui bahwa nilai variabel
kepemimpinan sebesar -1,793 lebih kecil dari 1,947 ( < ),
maka Ho ditolak dan Ha diterima artinya kepemimpinan secara parsial tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan.
2. Motivasi (X2)
Berdasarkan tabel V.13 diketahui bahwa nilai variabel motivasi
sebesar 3,635 lebih besar dari 1,947 ( > ), maka Ho ditolak
dan Ha diterima artinya motivasi secara parsial berpengaruh terhadap kinerja karyawan.
3. Kompensasi (X3)
Berdasarkan tabel V.13 diketahui bahwa nilai variabel kompensasi
sebesar-0,786 lebih kecil dari 1,947 ( < ), maka Ho ditolak
dan Ha diterima artinya kompensasi secara parsial tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan.
c. Koefisien Determinasi
Koefisien determinasi ( ) dari regresi berganda menunjukan seberapa besar variabel dependen (kinerja karyawan) dipengaruhi oleh variabel independen (kepemimpinan, motivasi, dan kompensasi ). Koefisien determinasi ( ) dapat dilihat pada tabel berikut :
Tabel V.14
Hasil Uji Determinasi )
Model Summary
Sumber : Data Primer, Olah Data Tahun 2017
Berdasarkan data di atas diperoleh koefisien determinasi ( ) sebesar 2,6%. Hal ini menunjukan bahwa 2,6% kinerja karyawan PT Graha Excel Plastindo dipengaruhi oleh variabel kepemimpinan, motivasi dan kompensasi, sedangkan 97,4% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukan dalam model penelitian ini seperti komitmen, disiplin kerja, stress kerja.
d. Pembahasan
Berdasarkan data di atas diperoleh koefisien determinasi ( ) sebesar 0,026 atau 26%. Hal ini menunjukkan bahwa 26% kinerja karyawan PT Graha Excel Plastindo dipengaruhi oleh variabel kepemimpinan, motivasi dan kompensasi sedangkan 74% dipengaruhi oleh variabel lain yang tidak dimasukkan dalam model penelitian ini. Berdasarkan olah data diatas variabel kepemimpinan, motivasi dan kompensasi secara bersama-sama berpengaruh positif terhadap
Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate 1 .160a .026 -.005 2.253
kinerja karyawan.Sedangkan dengan menggunakan uji t diketahui bahwa variabel kepemimpinan dan kompensasi tidak berpengaruh terhadap kinerja karyawan.
Dari hasil uji F diketahui bahwa 4,839 3,68 . Hal tersebut
membuktikan bahwa kepemimpinan, motivasi dan kompensasi secara bersama-sama berpengaruh terhadap kinerja karyawan.
Pengaruh kepemimpinan terhadap kinerja karyawan berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh dari karyawan PT Graha Excel Plastindo, menunjukkan bahwa variabel kepemimpinan secara parsial tidak berpengaruh banyak terhadap kinerja karyawan. Diketahui bahwa dengan pengujian nilai -1,793 < 1,947. Hasil penelitian menunjukkan bahwa
kepemimpinan yang diterapkan dalam kinerja karyawan PT Graha Excel Plastindo adalah kepemimpinan yang belum sesuai dengan apa yang diharapkan para karyawan.Dibandingkan dengan hasil penelitian terdahulu yang sudah dianalisis bahwa kepemimpinan sangat berpengaruh signifikan terhadap kinerjakaryawan (Anoki Herdian Dito, 2010).
Pengaruh motivasi terhadap kinerja karyawan Berdasarkan hasil analisis data yang diperoleh dari karyawan PT Graha Excel Plastindo menunjukkan bahwa motivasi karyawan tergolong sangat baik, karena dengan menggunakan uji t menunjukkan angka 3,635> 1,947. Motivasi berpengaruh terhadap
kinerja karyawan karena karyawan merasa terlibat didalam perusahaan sehingga karyawan merasa dibutuhkan dan merasa pekerjaan yang ada sudah menjadi tanggungjawabnya. Dibandingkan dengan hasil penelitian terdahulu yang sudah
dianalisis bahwa motivasi sangat berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan (Aries Susanty Sigit Wahyu Baskoro).
Pengaruh kompensasi terhadap kinerja karyawanBerdasarkan hasil analisis data yang diperoleh dari karyawan PT Graha Excel Plastindo menunjukkan bahwa kompensasi secara parsial tidak berpengaruh secara baik. Hal ini mungkin terjadi karena gaji atau tunjangan tidak dapat memenuhi kebutuhan para karyawan, karena dengan menggunakan uji t menunjukkan angka -0,786<
1,947. Dibandingkan dengan hasil penelitian terdahulu yang sudah dianalisis bahwa kompensasi berpengaruh signifikan terhadap kinerja karyawan (Arif Sehfudin, 2011).
66
BAB VI