• Tidak ada hasil yang ditemukan

HASIL DAN PEMBAHASAN

4.7 Peranan Kawasan Hutan Kota Cadika terhadap peningkatan kualitas lingkungan di kelurahan pangkalan Masyhur Kecamatan Medan Johor

4.7.3 Analisis Variabel Peningkatan Kualitas Lingkungan

Pengujian terhadap hipotesis ketiga dilakukan untuk mengetahui bagaimana peran pengembangan kawasan Hutan Kota Cadika terhadap peningkatan kualitas lingkungan di kawasan maupun sekitar kawasan. Pengujian juga dilakukan melalui tahapan menentukan koefisien regresi, koefisien determinasi, nilai Simultan-F dan t hitung dengan tahapan sebagai berikut :

a. Persamaan Regresi Linear Sederhana

Hasil perhitungan komputer terhadap nilai-nilai koefesien regresi sederhana pada hipotesis kedua disajikan pada tabel berikut ini :

Tabel 4.34. Hasil Uji Regresi Hipotesis Ketiga

Model

Unstandardized Coefficients

B Std. Error

1 (Constant) 13.857 1.806

Kawasan Hutan Kota Cadika .349 .105

a. Dependent Variable : Peningkatan Kualitas Lingkungan Sumber : Hasil Penelitian, 2012 (Data diolah)

Dari tabel di atas dapat disusun sebuah persamaan regresi linear sederhana sebagai berikut :

Y3 (peningkatan kualitas lingkungan) = 13,857 + 0,349 X1

Berdasarkan nilai persamaan tersebut di atas maka dapat diintepretasikan bahwa pengembangan kawasan Hutan Kota Cadika berperan

terhadap peningkatan kualitas lingkungan di kawasan maupun sekitar kawasan. Besarnya peningkatan kualitas lingkungan dapat dijelaskan dari koefisien regresi linear sederhana sebesar 0,349.

b. Koefisien Determinasi

Hasil analisis determinasi peran pengembangan kawasan Hutan Kota Cadika terhadap peningkatan kualitas lingkungan dapat dilihat pada tabel berikut di bawah ini :

Tabel 4.35. Nilai Koefisien Determinasi Hipotesis Ketiga

Model Summaryb Model R R Square Adjusted R Square Std. Error of the Estimate Durbin-Watson 1 .350a .122 .111 2.427 1.532

a. Predictors: (Constant), kawasan Hutan Kota Cadika b. Dependent Variable : Peningkatan Kualitas lingkungan Sumber : Hasil Penelitian, 2012 (Data diolah)

Dari tabel di atas diketahui koefisien determinasi (R square) sebesar

0,122. Hasil tersebut memberikan pengertian bahwa pengembangan kawasan Hutan Kota Cadika memiliki kontribusi yang cukup terhadap peningkatan kualitas lingkungan di kawasan maupun sekitar kawasan dengan kontribusi sebesar 12,2% sedangkan sisanya 87,8% ditentukan oleh variabel lainnya yang tidak diteliti dalam penelitian.

c. Uji Simultan F ( F-test)

Hasil uji hipotesis secara serempak dimaksudkan untuk mewujudkan seberapa besar peran variabel pengembangan kawasan Hutan Kota Cadika terhadap peningkatan kualitas lingkungan. Hasil lengkap pengujian secara tersebut disajikan pada tabel berikut ini :

Tabel 4.36. Hasil Uji Simultan F (F-Test)

ANOVAb

Model Sum of Squares Df Mean Square F Sig.

1 Regression 78.630 1 78.630 12.578 .001a

Residual 493.839 79 6.251

Total 572.469 80

a. Predictors: (Constant), kawasan Hutan Kota Cadika b. Dependent Variable : Peningkatan Kualitas Lingkungan Sumber : Data diolah, 2012

Ho : Pengembangan kawasan Hutan Kota Cadika secara simultan tidak berperan terhadap peningkatan kualitas lingkungan

Ha : Pengembangan kawasan Hutan Kota Cadika secara simultan berperan terhadap peningkatan kualitas lingkungan

Kriteria pengambilan keputusan terhadap uji F, adalah sebagai berikut : Jika probabilitas < 0,05, Ha diterima, Ho ditolak

Jika probabilitas > 0,05, Ha ditolak, Ho diterima

Dari tabel di atas diperoleh nilai F hitung sebesar 12,578 dengan menggunakan tingkat kepercayaan (confidence interval) 95% atau α = 0,05 maka dari tabel distribusi F diperoleh nilai 12,578 dan signifikansi (probabilitas) sebesar 0,001. Sesuai dengan hasil yang diperoleh dari

perhitungan tersebut maka dapat di lihat bahwa maka keputusannya adalah menolak Ho dan menerima Ha, yang artinya adalah pengembangan kawasan Hutan Kota Cadika berperan secara signifikan terhadap peningkatan kualitas lingkungan baik di kawasan itu sendiri maupun di sekitar kawasan.

d. Uji Partial (t –test)

Hasil uji parsial ketiga, peran pengembangan kawasan Hutan Kota Cadika terhadap aspek lingkungan disajikan pada tabel di bawah berikut ini :

Tabel 4.37. Hasil Pengujian Hipotesis Ketiga Secara Parsial Coefficientsa Model Unstandardized Coefficients Standardized Coefficients t Sig. B Std. Error Beta 1 (Constant) 13.857 1.806 7.673 .000 kawasan .349 .105 .350 3.316 .001

a. Dependent Variable : Peningkatan Kualitas Lingkungan Sumber : Hasil penelitian, 2012 (Data diolah)

Ho : Pengembangan kawasan Hutan Kota Cadika secara parsial tidak berperan terhadap peningkatan kualitas lingkungan

Ha : Pengembangan kawasan Hutan Kota Cadika secara parsial berperan terhadap peningkatan kualitas lingkungan

Kriteria pengambilan keputusan terhadap uji t, adalah sebagai berikut : Jika probabilitas < 0,05, Ha diterima, Ho ditolak

Jika probabilitas > 0,05, Ha ditolak, Ho diterima

Berdasarkan hasil uji t sebagaimana diperlukan pada tabel di atas dapat diketahui variabel pengembangan kawasan Hutan Kota Cadika berperan signifikan terhadap peningkatan kualitas lingkungan ( thitung 3,316 > ttabel 1,686) atau nilai signifikansi (probabilitas) 0,001 < dari 0,05, sehingga tolak hipotesis

Ho dan terima hipotesis Ha yang menyatakan variabel pengembangan kawasan Hutan Kota Cadika berperan secara signifikan terhadap peningkatan kualitas lingkungan di kawasan dan sekitar kawasan.

4.8 Pembahasan

Kawasan Hutan Kota Cadika dibangun oleh Pemerintah Kota Medan pada dasarnya selain untuk memenuhi kebutuhan Ruang Terbuka Hijau Kota (RTHK) Medan juga untuk memenuhi kebutuhan sarana rekreasi (wisata) kota. Tentunya, dengan adanya pembangunan kawasan Hutan Kota Cadika ini akan berdampak

terhadap pertumbuhan sektor informal baik yang ada di kawasan Hutan Kota Cadika maupun disekitarnya.

Dari hasil penelitian menunjukkan bahwa pengembangan kawasan Hutan Kota Cadika memiliki peran positif dan signifikan terhadap penciptaan lapangan pekerjaan dan peningkatan pendapatan pelaku sektor informal. Seperti yang diketahui, dari masterplan pengembangan kawasan Hutan Kota Cadika itu sendiri, Pemerintah Kota Medan memiliki rencana untuk alokasi tempat berjualan seperti restauran dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang ingin berusaha dan mencari lapangan pekerjaan.

Kawasan ini dijadikan sebagai kawasan wisata lokal yang diharapkan tentunya akan mendatangkan pengunjung/ wisatawan untuk berekreasi, berolahraga, hiburan dan kegiatan – kegiatan lain yang tentunya akan berdampak terhadap peningkatan pendapatan pelaku sektor informal itu sendiri. Dan persentase ini diprediksi akan terus tumbuh dan berkembang seiring dengan perkembangan pembangunan kawasan Hutan Kota Cadika yang dilakukan secara bertahap oleh Pemerintah Kota Medan.

Dari hasil penelitian juga didapat bahwa pengembangan kawasan Hutan Kota Cadika memiliki peran positif dan signifikan terhadap peningkatan kualitas lingkungan di kawasan maupun sekitar kawasan Hutan Kota Cadika. Jika dilihat dari masterplan pengembangan kawasan Hutan Kota Cadika yang telah direncanakan oleh Pemerintah Kota Medan sendiri, kawasan ini merupakan bagian dari Ruang Terbuka Hijau Kota (RTHK) yang saat ini sudah semakin

berkurang di kota Medan. Sehingga kawasan ini dianggap sangat penting untuk dipertahankan, dilestarikan dan dapat digunakan sebagai kawasan wisata lokal yang tetap terjaga keasrian lingkungannya dan memberikan dampak terhadap pengendalian iklim mikro. Diharapkan kedepannya akan berdampak terhadap kenyamanan pengunjung yang secara tidak langsung dapat mempengaruhi peningkatan pendapatan pedagang kaki lima.

BAB V

PENUTUP

5.1 KESIMPULAN

Dari kajian, berdasarkan persepsi masyarakat

1. Pengembangan kawasan Hutan Kota Cadika memiliki peran positif dan signifikan terhadap penciptaan lapangan kerja di kelurahan Pangkalan Masyhur, Kecamatan Medan Johor. Artinya bahwa dengan adanya pengembangan kawasan Hutan Kota Cadika akan meningkatkan penciptaan lapangan kerja bagi masyarakat yang ada di kelurahan Pangkalan Masyhur, Kecamatan Medan Johor.

2. Pengembangan kawasan Hutan Kota Cadika berperan positif dan signifikan terhadap peningkatan pendapatan pelaku sektor informal. Artinya bahwa dengan adanya pengembangan kawasan Hutan Kota Cadika akan meningkatkan pendapatan bagi pelaku sektor informal yang ada di kelurahan Pangkalan Masyhur, Kecamatan Medan Johor.

3. Pengembangan kawasan Hutan Kota Cadika berperan positif dan signifikan terhadap peningkatan kualitas lingkungan di kawasan maupun sekitarnya. Artinya bahwa dengan adanya pengembangan kawasan Hutan Kota Cadika akan meningkatkan kualitas lingkungan yang ada di kelurahan Pangkalan Masyhur, Kecamatan Medan Johor.

5.2 SARAN

1. Pemerintah Kota Medan diharapkan terus melakukan proses pembangunan kawasan Hutan Kota Cadika yang berkelanjutan, sehingga dampak positif dari pengembangan kawasan tersebut terhadap penciptaan lapangan kerja, peningkatan pendapatan pelaku sektor informal dan peningkatan kualitas lingkungan yang ada di kelurahan Pangkalan Masyhur Kecamatan Medan Johor dapat terwujud.

2. Pemerintah Kota Medan dalam mengembangkan kawasan Hutan Kota Cadika, lebih memberikan perhatian khusus terhadap keberadaan sektor informal yang telah ada dan yang akan muncul dikemudian hari agar dapat lebih di rencanakan dan ditata dengan baik.

3. Pelaku sektor informal diharapkan dapat turut menjaga keberadaan dan kelestarian kawasan Hutan Kota Cadika, karena dengan partisipasi tersebut tentunya akan berdampak positif terhadap peningkatan perekonomian sektor infomal itu sendiri.

Dokumen terkait