• Tidak ada hasil yang ditemukan

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

4.3 ANALISIS WAKTU KERJA

Suatu pekerjaan akan dikatakan diselesaikan secara efisien apabila waktu penyelesaiannya berlangsung paling singkat. Untuk menghitung waktu baku penyelesaian suatu pekerjaan guna memilih alternatif metode kerja yang terbaik, maka perlu diterapkan prinsip-prinsip dan teknik-teknik pengukuran kerja. Pengukuran waktu kerja ini akan berhubungan dengan usaha-usaha untuk menetapkan waktu baku yang dibutuhkan guna menyelesaikan suatu pekerjaan.

Definisi Pekerjaan

Pada penelitian ini, metode yang digunakan untuk pengukuran waktu kerja adalah dengan teknik micromotion study. Metode ini baik sekali diaplikasikan untuk meneliti siklus operasi kerja yang pendek, berlangsung secara berulang-ulang dan dilaksanakan secara manual. Menurut Wignjosoebroto (2003) aktivitas pengukuran kerja ini memiliki kriteria-kriteria pekerjaan yang harus dipenuhi, yaitu :

a. Pekerjaan tersebut harus dilaksanakan secara repetitive dan uniform. b. Isi atau macam pekerjaan itu harus homogen.

c. Hasil kerja (output) harus dapat dihitung secara nyata (kuantitatif) baik secara keseluruhan ataupun untuk tiap-tiap elemen kerja yang berlangsung.

d. Pekerjaan tersebut cukup banyak dilaksanakan dan teratur sifatnya sehingga akan memadai untuk diukur dan dihitung waktu bakunya.

Sesuai dengan batasan masalah yang diuraikan, bahwa proses produksi yang dimaksud adalah mulai dari proses penyiapan tepung untuk membuat biskuit long stick yang kegiatannya dimulai dari proses pengayakan tepung sampai pengemasan tepung untuk dikirim ke bagian pembuatan biskuit

long stick, kemudian dilanjutkan dengan proses pembuatan biskuit long stick yang kegiatannya dimulai dari pencampuran (pembuatan adonan) sampai penyiapan biskuit long stick untuk dikirim ke bagian pengemasan, sampai pada kegiatan pengemasan biskuit long stick yang kegiatannya dimulai dari pemasukan cup dan ring di dalam conveyor sampai pada peletakan karton di atas pallet untuk dibawa ke gudang, namun batasan masalah yang ditetapkan secara spesifik adalah membahas mengenai proses preparasi dan pengemasan long stick saja. Pekerjaan pada unit preparasi 100% kegiatannya dikerjakan oleh tenaga kerja pria karena mengharuskan pekerjanya untuk mengangkat barang-barang yang berat, sedangkan pada unit pembuatan biskuit long stick 80% pekerjaannya dikerjakan oleh tenaga kerja pria, namun ada pula 20% pekerjaan yang dikerjakan oleh tenaga kerja wanita seperti pengecekan berat adonan, pemeriksaan kualitas adonan, dan penyiapan biskuit long

stick untuk dikirim ke pengemasan. Untuk bagian pengemasan 80% pekerjaannya dikerjakan oleh

tenaga kerja wanita karena butuh ketelitian dan kecermatan dalam setiap pekerjaannya, namun ada 20% pekerjaan yang dikerjakan oleh tenaga kerja pria yaitu pekerjaan-pekerjaan berat yang membutuhkan tenaga besar, seperti menarik pallet, menuang biskuit dan cream. Output dari masing- masing pekerjaan yang dilakukan di setiap bagian ini berbeda, untuk bagian preparasi output yang

dihasilkan dihitung dengan sistem pallet, yaitu berapa pallet yang dihasilkan oleh pekerja dalam 8 jam yang dikirim ke bagian lainnya. Output dari bagian pembuatan biskuit long stick adalah sistem berat dalam kilogram, yaitu banyaknya biskuit long stick dalam kilogram output yang dihasilkan selama 8 jam. Output dari bagian pengemasan menggunakan sistem banyaknya karton yang dihasilkan selama 8 jam kerja.Untuk kontinuitas, pekerjaan pada bagian preparasi dan pengemasan dilakukan selama lima hari, dari hari senin sampai dengan hari jum’at dan terbagi dalam tiga shift, shift pertama pukul 06.30- 14.30 WIB, shift kedua pukul 14.30-22.30 WIB, dan shift ketiga pukul 22.30-06.30 WIB, sedangkan untuk bagian pembuatan biskuit long stick hanya dilakukan jika ada permintaan dari bagian pengemasan. Berdasarkan uraian di atas dapat disimpulkan bahwa pekerjaan pada bagian preparasi tepung dan pengemasan memang layak untuk dilakukan aktivitas pengukuran kerja.

Pembagian Operasi Menjadi Elemen-Elemen Kerja

Mengukur waktu kerja sekaligus dari saat awal persiapan sampai akhir pekerjaan tersebut selesai dilakukan adalah satu hal yang tidak bisa dibenarkan (Wignjosoebroto, 2003). Dalam pelaksanaan pengukuran kerja, umumnya yang dilakukan terlebih dahulu adalah membagi operasi menjadi elemen-elemen kerja. Berdasarkan 17 gerakan dasar yang telah diuraikan oleh Gilbreth,maka satu operasi preparasi tepung dan pengemasan dapat diuraikan menjadi beberapa segmen gerakan yang diberi nama sesuai elemen gerak yang terjadi. Segmen-segmen tersebut antara lain :

1. Mencari (Search)

Mencari (Sh) adalah elemen dasar gerakan pekerja untuk menentukan lokasi suatu obyek. Gerakan ini dilakukan oleh mata. Gerakan dimulai pada saat mata bergerak mencari obyek dan berakhir bila obyek tersebut sudah ditemukan. Berdasarkan definisi gerakan ini, pada proses pengayakan tepung di bagian preparasi gerakan ini dimulai ketika mata pekerja bergerak mencari pisau untuk membuka karung tepung sampai pekerja menemukan dimana letak pisau yang akan digunakan untuk membuka karung tepung tersebut. Gerakan ini termasuk gerakan tidak efektif dan sebisa mungkin dieliminasi, waktu yang dibutuhkan untuk mencari pisau ini adalah 1.9 detik yang dilanjutkan dengan gerakan menjangkau pisau yang membutuhkan waktu selama 1,5 detik. Waktu siklus gerakan ini dapat dilihat pada Lampiran 1. Sebenarnya kegiatan mencari dapat dihilangkan oleh pekerja yaitu dengan cara meletakkan pisau dalam posisi menancap pada karung tepung yang akan dibuka selanjutnya. Hal ini sudah dapat mengurangi bahkan menghilangkan gerakan mencari karena gerakan ini merupakan gerakan tidak efektif, namun terkadang pekerja sendiri tidak meletakkan pisau di karung yang akan dibuka, melainkan meletakkannya sembarangan sehingga ia lupa dimana meletakkan pisau itu.

Hal yang dapat dilakukan untuk menghindari kejadian seperti ini sebaiknya dibuatkan wadah atau tas pinggang yang terbuat dari plastik keras yang kaku seperti bahan plastik yang digunakan untuk celengan, plastik ini akan difungsikan sebagai wadah pisau dan dipakai di pinggang atau di kaki sehingga pekerja tidak perlu lagi menaruh pisau di karung tepung atau di tempat-tempat lainnya yang memungkinkan untuk dilupakan oleh pekerja, penggunaan wadah ini akan mempercepat waktu pengerjaan yang mereka butuhkan, sehingga diharapkan dapat memperbesar produktivitas kerja dari pekerja pada bagian preparasi. Waktu yang diharapkan dapat dicapai jika perusahaan membuat wadah untuk meletakkan pisau ini dapat dilihat pada Lampiran 2.

2. Memilih (Select)

Memilih (Sl) adalah gerakan kerja untuk menemukan atau memilih suatu obyek di antara dua atau lebih obyek yang sama lainnya. Gerakan ini dimulai pada saat tangan dan mata mulai bergerak

memilih dan berakhir bila obyek yang dikehendaki sudah ditemukan. Berdasarkan definisi ini, pada proses memasukkan biskuit ke dalam cup di bagian pengemasan gerakan ini dimulai ketika tangan dan mata mulai bergerak memilih biskuit di genggaman tangan dan berakhir saat biskuit dimasukkan ke dalam cup, gerakan ini dapat dilihat pada Gambar 8 di bawah ini. Gerakan ini termasuk gerakan tidak efektif dan sebisa mungkin dihilangkan, waktu yang dibutuhkan untuk memilih biskuit ini adalah 1.2 detik. Waktu yang dibutuhkan untuk tiap siklusnya dapat dilihat pada Lampiran 5.

Kegiatan memilih dapat dihapuskan jika kualitas biskuit long stick yang masuk ke bagian pengemasan sudah memenuhi standar yang telah ditetapkan perusahaan, namun di bagian penyiapan biskuit long stick untuk dikirim ke bagian pengemasan masih banyak melewatkan biskuit long stick

yang kurang memenuhi standar, terkadang juga biskuit long stick yang sudah memenuhi standar menjadi rusak dan tidak memenuhi standar karena proses pendistribusian biskuit long stick dari bagian penyiapan ke pengemasan. Salah satu hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi bahkan menghilangkan kegiatan memilih ini adalah adanya pekerja yang memeriksa atau memilih biskuit

long stick ini saat tiba di ruang pengemasan, setelah dipilih dan diperiksa biskuit long stick yang sudah memenuhi standar diletakkan di tempat tersendiri dengan perlakuan yang baik dan tidak ditumpuk- tumpuk untuk menghindari terjadinya kerusakan.

Gambar 8. Simulasi gerakan memilih biskuit

3. Menjangkau (Transport Empty) dan Memegang (Grasp)

Menjangkau (TE) adalah gerakan tangan berpindah tempat tanpa beban, baik gerakan mendekati maupun menjauhi objek, sedangkan memegang (G) sendiri didefinisikan sebagai gerakan tangan yang dilakukan dengan menutup jari-jari tangan pada suatu objek yang dikehendaki dalam suatu operasi kerja. Berdasarkan definisi tersebut, dalam proses pengayakan tepung di bagian preparasi gerakan ini dimulai pada saat operator mulai menggerakkan tangannya menuju karung tepung yang akan dibuka, sampai menutupnya jari-jari tangan setelah memegang karung tepung. Elemen gerak ini dilakukan oleh tangan kanan dan kiri, gerakan ini dapat dilihat pada Gambar 9 di bawah ini.Gerakan tangan kanan dan kiri ini termasuk dalam gerakan efektif. Waktu yang dibutuhkan untuk menjangkau karung tepung ini adalah 1.8 detik, hal ini dapat dilihat pada Lampiran 1.

Gerakan menjangkau karung tepung ini dirasa kurang baik karena pekerja harus membungkuk untuk menjangkau tepung, gerakan yang sebaiknya dilakukan adalah berjongkok atau menggunakan alat bantu untuk menjangkau karung tepung yang diinginkan. Terdapat beberapa hal yang membuat gerakan menjangkau karung tepung ini menjadi lebih lama yaitu letak dari karung tepung yang jauh dari tempat berdirinya pekerja, namun keterlambatan yang tak dapat dihindarkan ini tidak terlalu berpengaruh terhadap waktu pengerjaan yang dilakukan pekerja. Sebaiknya pekerja diberi alat bantu seperti gancu (gagang yang terbuat dari besi dan bentuknya seperti tanda tanya dengan ujung yang runcing) agar lebih mudah dalam gerakan menjangkau karung tepung ini.

Gambar 9. Simulasi gerakan menjangkau tepung

Pada proses pengemasan tepung di bagian preparasi gerakan ini dimulai pada saat operator mulai menggerakkan tangannya menuju kantung plastik yang akan dipakai sebagai wadah tepung, sampai menutupnya jari-jari tangan setelah memegang kantung plastik. Kedua elemen gerak ini dominan dilakukan oleh tangan kanan. Tangan kiri sendiri pada bagian ini tidak melakukan gerak apapun.Gerakan tangan kanan ini termasuk dalam gerakan efektif, sedangkan gerakan yang dilakukan oleh tangan kiri merupakan gerakan tidak efektif. Waktu yang dibutuhkan untuk menjangkau kantung plastik yang akan dipakai ini adalah 5 detik, hal ini dapat dilihat pada Lampiran 3. Banyak hal yang dapat memperlambat pekerja untuk menjangkau kantung plastik yang akan dipakai ini, diantaranya adalah terlalu rapatnya jarak antara satu plastik dengan plastik yang lainnya karena pengaruh bahan dari plastik yang digunakan, bisa juga keterlambatan ini terjadi akibat dari pekerja yang sudah lelah melakukan pekerjaan. Untuk menghindari terjadinya plastik yang merekat dengan plastik yang lain karena bahannya, mungkin bahan plastik bisa diganti dengan plastik yang permukaannya lebih lembut sehingga tidak melekat dengan plastik sebelumnya.

Pada proses peletakan ring di atas cup pada bagian pengemasan gerakan ini dimulai pada saat operator mulai menggerakkan tangannya menuju ring yang akan diletakkan di atas cup yang berada di

conveyor, sampai menutupnya jari-jari tangan setelah memegang ring. Kedua elemen gerak ini

dominan dilakukan oleh tangan kanan. Tangan kiri sendiri pada bagian ini meletakkan ring di atas cup

yang berada di conveyor. Gerakan yang dilakukan oleh tangan kanan dan kiri ini termasuk dalam gerakan efektif. Waktu yang dibutuhkan untuk menjangkau ring yang masih di dalam karton adalah 4.4 detik, hal ini dapat dilihat pada Lampiran 4. Terdapat beberapa hal yang dapat memperlambat waktu penjangkauan ring ini, diantaranya adalah karena operator terpecah konsentrasinya, karena selain harus menjangkau ring ia juga melakukan pekerjaan meletakkan ring di atas cup.

Pada proses memasukkan biskuit ke dalam cup pada bagian pengemasan gerakan ini dimulai pada saat operator mulai menggerakkan tangannya menuju cup yang berada di conveyor untuk menjadi wadah biskuit long stick, sampai menutupnya jari-jari tangan setelah memegang cup, gerakan ini dapat dilihat pada Gambar 10 di bawah ini. Kedua elemen gerak ini dominan dilakukan oleh tangan kiri. Tangan kanan sendiri pada bagian ini juga melakukan gerakan menjangkau yang dimulai pada saat operator mulai menggerakkan tangannya menuju biskuit long stick yang akan dimasukkan ke dalam cup, sampai menutupnya jari-jari tangan setelah memegang biskuit.Gerakan yang dilakukan oleh tangan kanan dan kiri ini termasuk dalam gerakan efektif. Waktu yang dibutuhkan untuk menjangkau cup ini adalah 1.2 detik, waktu yang dibutuhkan untuk menjangkau cup ini dapat dilihat pada Lampiran 5. Hal yang dapat memperlambat pengambilan cup saat akan memasukkan biskuit ini adalah karena pekerja harus memeriksa dulu kualitas dari cup yang baru keluar dari mesin welding, untuk menghindari terjadinya keterlambatan ini adalah dengan cara menempatkan 2 orang pekerja yang bertugas untuk memeriksa kualitas dari cup yang baru saja mengalami proses pengepressan oleh

mesin welding, sehingga pekerja yang bertugas untuk memasukkan biskuit tidak perlu lagi memeriksa kulaitas dari cup yang baru dipress.

Gambar 10. Simulasi gerakan menjangkau cup

Pada proses memasukkan cup ke dalam tray pada bagian pengemasan gerakan ini dimulai pada saat operator mulai menggerakkan tangannya menuju tray yang akan menjadi tempat cup, sampai menutupnya jari-jari tangan setelah memegang tray, gerakan ini dapat dilihat pada Gambar 11 di bawah ini. Kedua elemen gerak ini dilakukan oleh tangan kanan. Tangan kiri sendiri pada bagian ini hanya memegang busa sebagai alas tray tanpa melakukan gerakan apapun.Gerakan yang dilakukan oleh tangan kanan termasuk dalam gerakan efektif, sedangkan gerakan yang dilakukan oleh tangan kiri termasuk ke dalam gerakan tidak efektif. Waktu yang dibutuhkan untuk menjangkau tray ini adalah 1.18 detik, yang membuat penjangkauan tray ini menjadi lama adalah karena masih terekatnya

tray yang terbuat dari karton dengan tray lainnya, karena tidak terlalu mempengaruhinya waktu keterlambatan ini maka waktu keterlambatan dapat dianggap tidak ada.

Gambar 11. Simulasi gerakan menjangkau tray

Pada proses memasukkan cup ke dalam tray pada bagian pengemasan gerakan ini dimulai pada saat operator mulai menggerakkan tangannya menuju cup yang akan diletakkan di dalam tray, sampai menutupnya jari-jari tangan setelah memegang cup. Kedua elemen gerak ini dilakukan oleh tangan kanan dan kiri. Gerakan yang dilakukan oleh kedua tangan ini termasuk dalam gerakan efektif. Waktu yang dibutuhkan untuk menjangkau cup ini adalah 1.01 detik, hal ini dapat dilihat pada Lampiran 6, yang dapat menyebabkan keterlambatan saat menjangkau cup ini adalah posisi dari pekerja yang jauh dari mesin cup sealer dan seal cutter, dapat juga disebabkan oleh mesin dikurangi kecepatannya atau mati sama sekali.

Pada proses pemasukan tray ke dalam karton di bagian pengemasan gerakan ini dimulai pada saat operator mulai menggerakkan tangannya menuju karton yang akan dipakai sebagai wadah tray,

sampai menutupnya jari-jari tangan setelah memegang karton. Kedua elemen gerak ini dominan dilakukan oleh tangan kanan. Tangan kiri sendiri pada bagian ini tidak melakukan gerak apapun. Gerakan tangan kanan ini termasuk dalam gerakan efektif, sedangkan gerakan yang dilakukan oleh tangan kiri merupakan gerakan tidak efektif. Waktu yang dibutuhkan untuk menjangkau karton ini adalah 1.54 detik, waktu yang dibutuhkan untuk menjangkau karton ini dapat dilihat pada Lampiran 7. Hal yang dapat memperlambat penjangkauan karton ini adalah letak karton yang mungkin jauh dari dari pekerja, jika karton habis pun pekerja harus mengambil karton di tempat yang agak jauh dari tempat memasukkan tray ke dalam karton.

4. Membawa dengan beban (Transport Loaded)

Membawa dengan beban (TL) merupakan gerak perpindahan tangan, hanya saja tangan yang berpindah ini bergerak dalam kondisi membawa beban (obyek). Gerakan ini dimulai dan diakhiri pada saat yang sama dengan elemen gerakan menjangkau hanya saja tangan yang menjangkau ini dalam kondisi membawa beban. Berdasarkan definisi ini, pada proses pengayakan di bagian preparasi gerakan ini dimulai ketika pekerja membawa karung tepung yang sudah dibuka ke mulut mesin pengayak dan berakhir ketika melepas karung tersebut. Gerakan ini dilakukan oleh kedua tangan pekerja dan merupakan gerakan efektif. Waktu yang dibutuhkan untuk membawa karung tepung yang sudah dibuka ke mulut mesin pengayak adalah 10 detik. Hal yang dapat memperlambat pekerja dalam membawa karung tepung menuju ke mulut mesin pengayak adalah berat karung tepung yang minimal 25 kilogram, lantai ruang ayak yang licin, dan stamina dari pekerja itu sendiri. Untuk mengurangi terjadinya keterlambatan yang tidak dapat dihindarkan maka sebaiknya dibuat alat atau mesin yang dapat mengangkat tepung seperti katrol, karena tepung yang harus diangkat mendekati mesin pengayak kapasitasnya melebihi kapasitas angkat manusia dalam bekerja, apalagi pekerjaan ini harus dilakukan selama 8 jam.

Pada proses pengemasan tepung di bagian preparasi gerakan ini dimulai ketika pekerja membawa kantung plastik yang sudah terisi tepung ke atas pallet dan berakhir ketika melepas kantung plastik tersebut. Gerakan ini dilakukan oleh kedua tangan pekerja dan merupakan gerakan efektif. Waktu yang digunakan untuk membawa plastik yang sudah terisi tepung ke atas pallet adalah 5 detik. Hal yang mempengaruhi keterlambatan waktu saat membawa plastik tepung ke atas pallet adalah

pallet yang mulai agak penuh sehingga pekerja harus berjalan lebih jauh untuk mencapai pallet di sisi yang lain. Untuk itu sebaiknya pallet diletakkan di antara kedua mesin pengayak, sehingga operator yang satu tidak perlu berjalan lebih jauh untuk mencapai sisi yang lainnya saat membawa kantung plastik, ia hanya mengisi pallet di sisi yang paling dekat dengan dirinya, hal ini juga dapat diterapkan untuk proses pengayakan tepung.

Pada proses meletakkan ring di atas cup di bagian pengemasan gerakan ini dimulai ketika pekerja membawa ring dan berakhir ketika melepas ring ke atas cup di conveyor. Gerakan ini dilakukan oleh tangan kiri, tangan kanan sendiri saat ini hanya memegang ring yang lain saja. Gerakan yang dilakukan tangan kiri merupakan gerakan efektif, sedangkan gerakan yang dilakukan tangan kanan merupakan gerakan tidak efektif. Waktu yang dibutuhkan untuk membawa ring ke atas

cup adalah 0.94 detik. Hal yang dapat memperlambat kerja operator membawa ring ke atas cup adalah sulitnya ring dipisahkan antara satu dengan yang lainnya. Sebenarnya pada bagian pengemasan ini sudah terdapat mesin yang berfungsi meletakkan ring ke atas cup, namun mesin itu sudah tidak berfungsi. Hal ini sebenarnya merupakan sesuatu yang kurang baik karena apabila mesin itu dapat berfungsi seperti yang seharusnya maka bukan tidak mungkin jika output yang dihasilkan perusahaan akan menjadi lebih banyak. Perbaikan dan perawatan mesin memang sangat diperlukan agar tidak terjadi hal serupa.

Pada proses meletakkan cup yang telah terisi biskuit ke conveyor di bagian pengemasan gerakan ini dimulai ketika pekerja membawa cup yang telah terisi biskuit dan berakhir ketika melepas

cup yang telah terisi biskuit ke conveyor. Gerakan ini dilakukan oleh tangan kiri, tangan kanan sendiri saat ini menjangkau biskuit yang akan dimasukkan ke dalam cup berikutnya. Gerakan yang dilakukan oleh kedua tangan ini merupakan gerakan efektif. Waktu yang dibutuhkan untuk membawa cup ini adalah 1.5 detik, yang memperlambat waktu pembawaan cup adalah pekerja yang memeriksa kualitas

cup terlebih dahulu.

Pada proses memasukkan cup ke dalam tray di bagian pengemasan gerakan ini dimulai ketika pekerja membawa cup dan berakhir ketika melepas cup tersebut ke tray. Gerakan ini dilakukan oleh kedua tangan pekerja. Gerakan yang dilakukan oleh kedua tangan ini merupakan gerakan efektif. Waktu yang dibutuhkan untuk membawa cup ini adalah 13 detik, yang memeperlambat waktu tersebut adalah pekerja yang bercanda atau mengobrol dengan rekan kerjanya sehingga tidak fokus, selain itu hal lain yang dapat menyebabkan terjadinya keterlambatan adalah memperbaiki posisi dari cup yang sudah dimasukkan ke dalam tray ataupun posisi dari itu sendiri.

Pada proses memasukkan tray ke dalam karton di bagian pengemasan gerakan ini dimulai ketika pekerja membawa tray dan berakhir ketika melepas tray ke karton. Gerakan ini dilakukan oleh tangan kanan, tangan kiri sendiri saat ini hanya memegang karton saja. Gerakan yang dilakukan oleh tangan kanan merupakan gerakan efektif, sedangkan gerakan yang dilakukan oleh tangan kiri merupakan gerakan tidak efektif. Waktu yang dibutuhkan untuk memasukkan tray ke dalam karton adalah 3 detik. Hal yang memperlambat waktu pengerjaan ini adalah karton yang masih sering kembali ke bentuk awalnya karena pekerja melipatnya tidak begitu baik, pekerja kelelahan ataupun bekerja sambil mengobrol dengan rekan kerjanya.

5. Memegang untuk memakai (Hold)

Gerakan ini terjadi saat tangan yang satu melakukan gerak kerja memegang dan mengontrol obyek sedangkan tangan yang lain melakukan kerja terhadap obyek tersebut. Gerakan ini dimulai pada saat satu tangan memegang dan memakai (mengendalikan) obyek dan berakhir ketika tangan yang lainnya selesai melakukan kerja terhadap obyek tersebut. Dari definisi tersebut dapat diketahui bahwa pada proses pengemasan tepung di bagian preparasi gerakan ini dimulai ketika pekerja memegang kantung plastik sambil menimbang, sementara tangan lainnya membuka tutup katup pipa penyalur,

Dokumen terkait