3 METODOLOGI PENELITIAN 3.1 Lokasi dan Waktu Penelitian
3.5 Analisis Data
3.5.3 Analisis zonas
Analisis spasial (keruangan) dalam penelitian ini dimaksudkan untuk melakukan zonasi atas sumberdaya yang terdapat di kawasan konservasi Taman Nasional Laut Karimunjawa dalam mendukung kegiatan konservasi, pariwisata dan rekreasi serta pengembangan perikanan rakyat yang diwujud kan dalam bentuk zona inti, zona perikanan berkelanjutan, dan zona pemanfaatan sesuai dengan UU. N0. 31/2004.
Prosedur penyusunan zonasi kawasan TNL Karimunjawa dengan pendekatan Sistem Informasi Geografis (SIG) dengan soft ware Arc.View versi 3,3. Pertama, diawali dengan menyusun peta kesesuaian lahan (land suitability) yang mencakup lahan dan perairan pesisir yang mengelilingi pulau tersebut. Kemudian peta kesesuaian lahan tersebut di tumpang susun/penampalan (overlay) dengan peta penggunaan lahan (peta land use). Selanjutnya hasil analisis kesesuaian lahan dikonsultasikan dengan masyarakat untuk memperoleh masukan/saran atau usulan sebagai pemberat dalam penentuan akhir kesesuaian lahan dan ditindaklanjuti dengan pengecekan lapangan atas kondisi sumberdaya dan penggunaan sumberdaya yang bersangkutan. Dalam penentuan zonasi, konsultasi dan penyerapan aspirasi/usulan masyarakat sangat penting agar dapat diterima masyarakat dan dapat diaplikasikan secara efektif. Kemudian, setelah melalui berbagai pendekatan untuk konsultasi dan sekaligus sosialisasi hasil, selanjutnya dapat ditetapkan zonasi akhir kawasan konservasi Taman Nasional Karimunjawa. Dari hasil penentuan zonasi secara spasial tersebut, akan dapat diketahui:
(1) Kawasan mana saja yang tersedia bagi kegiatan pembangunan atau konservasi, atau kawasan mana saja yang dijadikan sebagai kawasan lindung (zona inti).
(2) Kegiatan penggunaan kawasan apa saja yang diperbolehkan dan apa saja yang tidak diperbolehkan.
(3) Konflik yang terjadi antara kesesuaian kawasan dengan peruntukannya, penggunaan lahan dengan peruntukannya dan keharmonisan spasial dengan kawasan-kawasan lain di sekitarnya.
Secara skematis, proses penyusunan zonasi di kawasan Taman Nasional Karimunjawa disajikan pada Gambar 6.
Untuk mengkaji kesesuaian lokasi untuk suatu peruntukan (zona) dalam sistem zonasi, maka dibutuhkan penerapan kriteria. Kriteria yang digunakan dikelompokkan ke dalam kriteria ekologi, ekonomi, dan sosial (Salm et al., yang diacu dalam Bengen, 2000). Kelompok kriteria ekologi terdiri dari: keanekaragaman hayati, kealami an, keterwakilan, keunikan/kelangkaan jenis, integritas, produktivitas, dan kerentanan. Kelompok kriteria ekonomi terdiri dari: spesies penting, kepentingan perikanan, bentuk ancaman, manfaat ekonomi , kepentingan pariwisata, jasa lingkungan dari sumberdaya yang dapat terjual, potensi lapangan pekerjaan. Kelompok kriteria sosial terdiri dari: tingkat dukungan masyarak, tempat rekreasi, budaya, estetika, konflik kepentingan, keamanan, aksesibilitas, dan kepedulian masyarakat.
Dalam penelitian ini, metode yang digunakan untuk memadukan komponen kriteria ekologi, ekonomi dan sosial adalah metode skoring. Nilai-nilai skoring berkisar antara 1 hingga 3. Nilai 1 (satu) diberikan jika kondisi ekosistem/ sumberdaya adalah rendah (buruk), nilai 2 (dua) diberikan untuk kondisi sedang, dan nilai 3 (tiga) diberikan untuk kondisi tinggi (baik). Nilai-nilai hasil skoring kemudian diberi bobot berdasarkan penilaian para pakar terkait (ahli konservasi, ahli ekologi-ekosistem, ahli pengelolaan wilayah pesisir, ahli sosial dan kebijakan publik, dan ahli sosial ekonomi). Hasil skoring yang didapat berkisar antara 18, 31 hingga 30,96. Hasil skoring kemudian dibagi ke dalam 4 (empat) klasifikasi zonasi. Skor < 22,0 diklasifikasikan sebagai zona rehabilitasi, skor antara 22,0 – 24,90 diklasifikasikan sebagai zona pemanfaatan, skor antara > 24,90 – 27,80 diklasifikasikan sebagai zona perikanan berkelanjutan, dan skor > 27,80 diklasifikasikan sebagai zona inti. Penjabaran kriteria ekologi, ekonomi dan sosial serta masing-masing skornya dijelaskan berikut ini:
Dalam penelitian ini, metode yang digunakan untuk memadukan (1) Kriteria ekologi 1) Keanekaragaman hayati : (1) Keanekaragaman ekosistem : 1) Terumbu karang 2) Padang lamun 3) Rumput laut
4) Hutan bakau (mangrove)
Keterangan : Tinggi (3) : bila terdapat 3 – 4 ekosistem Sedang (2) : bila terdapat 2 ekosistem Rendah (1) : bila terdapat 1 ekosistem
KAWASAN TAMAN NASIONAL KARIMUNJAWA
DATA PRIMER DATA SEKUNDER
SURVEI LAPANGAN BASIS DATA PETA DASAR
ANALISIS PENENTUAN ZONASI
PETA TENTATIF ZONASI TAMAN NASIONAL KARIMUNJAWA
PETA ZONASI
KAWASAN TAM AN NASIONAL KARIMUNJAWA
- KESESUAIAN LAHAN
- USULAN / ASPIRASI MASYARAKAT
- KONDISI/PEMANFAATAN
SAAT INI
Gambar 6 Proses penyusunan zonasi di Taman Nasional Karimunjawa KRITERIA: - EKOLOGI - SOSIAL - EKONOMI PLOTTING ZONASI
(2) Keragaman habitat
1) Terumbu karang penghalang (barrier reefs) 2) Terumbu karang pantai (fringing reefs) 3) Terumbu karang lagoon (lagoon reefs) 4) Padang lamun
5) Rumput laut
6) Hutan bakau (mangrove)
Keterangan : Tinggi (3) : bila terdapat 4 – 6 habitat Sedang (2) : bila terdapat 2 – 3 habitat Rendah (3) : bila terdapat 1 habitat (3) Keragaman komunitas hayati, meliputi :
1) Karang 2) Ikan karang 3) Ikan pelagis 4) Krustasea
5) Moluska (bivalvia dan gastropoda) 6) Padang lamun
7) Rumput laut 8) Mangrove
Keterangan : Tinggi (3) : bila terdapat 6 – 8 komunitas Sedang (2) : bila terdapat 3 – 5 komunitas Rendah (1) : bila terdapat 1 – 2 komunitas (4) Jumlah spesies karang, meliputi :
Tinggi (3) : bila terdapat ≥ 31 jenis Sedang (2) : bila terdapat 21 - 30 jenis Rendah (1) : bila terdapat = 20 jenis (5) Jumlah spesies ikan karang, meliputi :
Tinggi (3) : bila terdapat = 41 jenis Sedang (2) : bila terdapat 21 – 40 jenis Rendah (1) : bila terdapat = 20 jenis
(6) Jumlah spesies ikan pelagis, meliputi : Tinggi (3) : bila terdapat = 21 jenis
Sedang (2) : bila terdapat 11 – 20 jenis Rendah (1) : bila terdapat = 10 jenis (7) Jumlah spesies padang lamun, meliputi :
Tinggi (3) : bila terdapat = 11 jenis Sedang (2) : bila terdapat 6 – 10 jenis Rendah (1) : bila terdapat 1 – 5 jenis (8) Jumlah spesies rumput laut, meliputi : Tinggi (3) : bila terdapat = 11 jenis
Sedang (2) : bila terdapat 6 – 10 jenis Rendah (1) : bila terdapat 1 – 5 jenis (9) Jumlah spesies bakau (mangrove), meliputi :
Tinggi (3) : bila terdapat = 11 jenis Sedang (2) : bila terdapat 6 - 10 jenis Rendah (1) : bila terdapat ≤ 5 jenis 2) Kealamian, meliputi :
(1) Persen penutupan karang : Tinggi (3) : 50 - 100 %
Sedang (2) : 25 - 49 % Rendah (1) : < 25 %
(2) Keanekaragaman (lihat point 1) 3) Keterwakilan :
(1) Habitat terumbu karang (2) Habitat padang lamun (3) Habitat rumput laut (4) Habitat mangrove (5) Goba
(6) Daerah upwelling
Keterangan : Tinggi (3) : bila lokasi penelitian terdapat di 5 – 6 habitat Sedang (2) : bila lokasi penelitian terdapat di 3 – 4 habitat Rendah (1) : bila lokasi penelitian terdapat di 1 - 2 habitat
4) Keunikan/kelangkaan jenis (1) Karang
(2) Ikan karang (3) Ikan pelagis
(4) Krustasea (udang, lobster)
(5) Moluska (bivalvia dan gastropoda)
Keterangan : Tinggi (3) : bila terdapat 4 – 5 komponen keunikan Sedang (2) : bila terdapat 2 – 3 komponen keunikan Rendah (1) : bila terdapat 1 – 2 komponen keunikan 5) Integritas
(1) Terumbu karang (2) Padang lamun (3) Rumput laut (4) Mangrove
Keterangan: Tinggi (3) : bila lokasi memiliki 3-4 komponen integritas Sedang (2) : bila lokasi memiliki 2 komponen integritas Rendah (1) : bila lokasi memiliki 1 komponen integritas 6) Produktivitas
Tinggi (3): bila lokasi penelitian merupakan daerah yang memiliki potensi ikan karang tinggi.
Sedang (2): bila lokasi penelitian merupakan daerah yang memiliki potensi ikan karang sedang.
Rendah (1): bila lokasi penelitian memiliki potensi ikan karang rendah.
7) Kerentanan
Tinggi (3) : bila jarak dari desa > 2 km Sedang (2) : bila jarak dari desa 1 - 2 km Rendah (1) : bila jarak dari desa < 1 km
(2) Kriteria ekonomi 1) Spesies penting
(1) Spesies ikan target/konsumsi
Keterangan : Tinggi (3) : bila jumlah keanekaragaman spesies target tinggi (H’ ≥ 4,0 - 6,9).
Sedang (2) : bila jumlah keanekaragaman spesies sedang (H’ 2,0 - 4,0).
Rendah (1) : bila jumlah keanekaragaman spesies rendah (H’ < 2,0).
2) Kepentingan perikanan
(1) Hasil tangkapan ikan pelagis
Keterangan : Tinggi (3) : bila hasil tangkapan ikan banyak ( > 100 kg) Sedang (2) : bila hasil tangkapan ikan sedang ( 50 -100 kg) Rendah (1) : bila hasil tangkapan ikan sedikit (< 50 kg) 3) Bentuk ancaman
Tinggi (3) : skornya tinggi, bila pemanfaatan sumberdaya ikan menggunakan alat tangkap tradisional (pancing, bubu). Sedang (2) : skornya sedang, bila wilayah perairannya hanya digunakan
untuk lalu lintas kapal motor dan jangkar perahu/kapal motor.
Rendah (1) : skornya rendah, bila dalam pemanfaatan sumberdaya menggunakan cara pengeboman, bahan kimia potassium sianida, dan cara-cara lain yang tidak ramah lingkungan. 4) Manfaat ekonomi
(1) Spesies penting tinggi
(2) Kepentingan untuk kegiatan perikanan tinggi (3) Kepentingan untuk pariwisata tinggi
(4) Kepentingan dalam ekonomi usaha tersedia dan terbuka (5) Aksesibilitas tinggi
Keterangan : Tinggi (3) : bila semua komponen terpenuhi
Sedang (2) : bila tiga sampai empat komponen terpenuhi Rendah (1) : bila satu sampai dua komponen terpenuhi
5) Kepentingan pariwisata
(1) Keanekaragaman hayati tinggi (2) Kealamian tinggi
(3) Keunikan tinggi (4) Keamanan tinggi
(5) Aksesibilitas tinggi
Keterangan : Tinggi (3) : bila terdapat ke lima komponen pariwisata Sedang (2) : bila terdapat tiga sampai empat komponen Rendah (1) : bila terdapat satu sampai dua komponen 6) Jasa lingkungan dari sumberdaya yang dapat terjual :
(1) Ekowisata atau jasa wisata
(2) Hasil perikanan/hasil kebun atau pekarangan (3) Hasil kerajinan
(4) Keindahan alam
Keterangan : Tinggi (3) : bila terdapat semua komponen di atas
Sedang (2) : bila terdapat dua sampai tiga komponen di atas Rendah (1) : bila terdapat satu komponen di atas
7) Potensi Lapangan Pekerjaan :
(1) Dapat menyerap atau membuka lapangan kerja di bidang perikanan bagi masyarakat desa setempat.
(2) Dapat menyerap atau membuka lapangan kerja di bidang pariwisata (3) Dapat menyerap atau membuka lapangan kerja di bidang usaha-usaha
ekonomi rumah tangga.
Keterangan : Tinggi (3) : bila terdapat tiga komponen di atas Sedang (2) : bila terdapat dua komponen di atas Rendah (1) : bila terdapat satu komponen di atas
(3) Kriteria sosial
1) Tingkat dukungan masyarakat (1) Pemerintah daerah (2) Pemerintah desa (3) Tokoh adat
(4) Tokoh agama (5) LSM
(6) Masyarakat
Keterangan : Tinggi (3) : bila terdapat semua komponen dukungan masyarakat.
Sedang (2) : bila terdapat tiga sampai empat komponen dukungan.
Rendah (1) : bila terdapat satu sampai dua komponen dukungan.
2) Tempat rekreasi
(1) Tempat yang memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk digunakan.
(2) Tempat yang memberikan kesempatan bagi masyarakat untuk dinikmati (3) Tempat belajar tentang lingkungan alam
(4) Memiliki keindahan alam dan kenyamanan untuk menikmati pemandangan.
(5) Ketertiban dan kebersihan tempat rekreasi terpelihara
(6) Tempat yang dapat digunakan untuk kegiatan rekreasi seperti snorkling, menyelam, mandi dan berjemur di pantai, memancing dan tidak membahayakan.
Keterangan : Tinggi (3) : bila terdapat lima sampai enam komponen Sedang (2) : bila terdapat tiga sampa empat komponen Rendah (1) : bila terdapat satu sampai dua komponen rekreasi 3) Budaya
(1) Memiliki nilai keagamaan (religius) (2) Memiliki nilai sejarah
(3) Memiliki nilai seni (4) Memiliki nilai budaya
Keterangan : Tinggi (3) : bila terdapat ke empat komponen budaya di atas Sedang (2) : bila terdapat dua sampai tiga komponen budaya Rendah (1) : bila terdapat satu komponen budaya
4) Estetika
(1) Persen penutupan karang hidup tinggi
(2) Kelimpahan dan keanekaragaman ikan karang tinggi (3) Terdapat keutuhan koloni karang
(4) Terdapat keragaman profil karang (5) Kejernihan air
Keterangan : Tinggi (3) : bila terdapat empat sampai lima komponen estetika
Sedang (2) : bila terdapat dua sampai tiga komponen estetika Rendah (1) : bila terdapat satu komponen estetika
5) Konflik kepentingan
Tinggi (3) : bila lokasi tidak mempengaruhi kegiatan masyarakat Sedang (2) : bila lokasi cukup mempengaruhi kegiatan masyarakat Rendah (1) : bila lokasi sangat mempengaruhi kegiatan masyarakat 6) Keamanan
(1) Sedikit atau tidak ada gelombang besar dan arus kuat (2) Gelombang dan arus tidak kuat
(3) Tidak ada longsoran tanah
Keterangan : Tinggi (3) : bila terdapat ke tiga komponn keamanan Sedang (2) : bila terdapat dua komponen keamanan Rendah (1) : bila terdapat satu komponen keamanan 7) Aksesibilitas
Tinggi (3) : bila jarak dekat (perjalanan kapal < 2 jam), dan tersedia alat transportasi laut.
Sedang (2) : bila jarak sedang (perjalanan > 2 - 3 jam) dan tersedia alat transportasi laut.
Rendah (1) : bila jarak jauh dan tidak tersedia alat transportasi laut 8) Kepedulian masyarakat
(1) Kegiatan masyarakat
(1) Pemberdayaan ekonomi yang diselenggarakan oleh Pemda dan Masyarakat.
(2) Pelatihan yang berkaitan dengan aspek ekonomi dan lingkungan hidup.
(4) Penelitian dan kerjasama yang berkaitan dengan sosekbud dan lingkungan.
Keterangan : Tinggi (3) : bila terdapat 3 – 4 komponen kegiatan Sedang (2) : bila terdapat 2 – 3 komponen kegiatan Rendah (1) : bila terdapat 1 komponen kegiatan atau Tidak terdapat kegiatan dari komponen di atas. (2) Keterlibatan masyarakat
Tinggi (3) : bila keterlibatan masyarakat di dalam pengawasan dan pemeliharaan sumberdaya termasuk sering (>4 kali/bulan). Sedang (2) : bila keterlibatan masyarakat di dalam pengawasan dan
pemeliharaan sumberdaya termasuk kadang-kadang (2 - 4 kali/bulan).
Rendah (1) : bila keterlibatan masyarakat di dalam pengawasan dan pemeliharaan sumberdaya jarang (< 2 kali/bulan) atau tidak ada keterlibatan dari masyarakat.