mengeluarkan Kepmen No.
134.K/HK.02/MEM.M/2021 tentang Pengguna dan Harga Gas Bumi tertentu di Bidang Industri dan No.
135.K/HK.02/MEM.M/2021 tentang Harga Gas Bumi di Pembangkit Tenaga Listrik (Plant Gate) yang berlaku efektif masing-masing pada 30 Juli 2021 dan 2 Agustus 2021. Dalam pelaksanaannya, penyesuaian harga gas ini akan dituangkan dalam perjanjian jual beli gas bumi antara penyedia gas bumi dengan PLN, industri dan/atau Badan Usaha Pembangkitan Tenaga Listrik.
The Minister of Energy and Mineral Resources has issued Ministerial Decree No.
134.K/HK.02/MEM.M/2021 regarding Specific Customers and Price of Natural Gas in the Industrial Sectors and No.
135.K/HK.02/MEM.M/2021 regarding Price of Natural Gas at the Electricity Power Plant Gate effective on 30 July 2021 and 2 August 2021, respectively. In its implementation, this gas price adjustment will be stated in the natural gas sale and purchase agreements between the natural gas providers and PLN, industry and/or the Electric Power Generation Business Entity.
SKK Migas sesuai kewenangannya akan mengkoordinasikan penyesuaian harga gas bumi dari kegiatan usaha hulu minyak dan gas bumi dengan Kontraktor PSC. Untuk melaksanakan fungsinya, SKK Migas menerbitkan Kep-0053/SKKMA0000/2020/S9 tentang Petunjuk Teknis Penyesuaian Bagi Hasil Kontraktor PSC dari Penurunan Harga Gas Bumi Melalui Mekanisme Perhitungan Provisional Entitlement dan Final Entitlement. Berdasarkan kajian manajemen, penyesuaian terhadap harga gas bumi tidak mempengaruhi bagian pendapatan Kontraktor PSC (segmen usaha hulu minyak dan gas bumi) secara signifikan di masa mendatang dikarenakan adanya kompensasi dari Pemerintah melalui mekanisme entitlement.
SKK Migas, in accordance with its authority, will coordinate the adjustment of natural gas prices from upstream oil and gas business activities with PSC Contractors. To carry out its function, SKK Migas issued Kep-0053/SKKMA0000/2020/S9 regarding Technical Guidelines for Adjustment of Production Sharing for PSC Contractors from Decrease in Natural Gas Prices through the Provisional Entitlement and Final Entitlement Calculation Mechanism. Based on management’s assessment, adjustments to the natural gas prices will not significantly affect the PSC Contractor’s share of revenue (oil and gas upstream business segment) in the future due to the compensation provided by the Government through the entitlement mechanism.
Pada saat laporan keuangan ini diterbitkan, Grup telah melakukan amendemen perjanjian jual dan beli gas bumi dengan sebagian pelanggan dan sebagian pemasok agar dapat memenuhi ketentuan dalam Kepmen ini yang berkaitan dengan niaga gas bumi (kegiatan niaga gas).
As at the issuance date of these financial statements, the Group has amended gas sales and purchase agreements with several customers and suppliers in the gas trading activities in order to comply with this Ministerial Decree.
BPH Migas memiliki kewenangan dalam menentukan tarif transmisi gas. Pada saat laporan keuangan ini diterbitkan, Grup menantikan tindak lanjut dari BPH Migas untuk mengimplementasikan Kepmen ini.
BPH Migas has the authority to determine the tariff for gas transmission. As at the issuance date of these financial statements, the Group is awaiting for BPH Migas' action in order to implement this Ministerial Decree.
46. UNDANG-UNDANG NO. 7/2021 46. LAW NO. 7/2021 Pada tanggal 7 Oktober 2021, DPR mengesahkan
Rancangan Undang-Undang Harmonisasi Peraturan Perpajakan yang pada tanggal 29 Oktober 2021 telah disahkan oleh Presiden sebagai UU No.
7/2021 (”UU HPP”). UU ini mengatur sejumlah aturan baru perpajakan sebagai salah satu cara Pemerintah mereformasi sistem perpajakan, salah satu implementasinya Nomor Induk Kependudukan (“NIK”) sebagai Nomor Pokok Wajib Pajak (“NPWP”) untuk wajib pajak orang pribadi.
On 7 October 2021, the Indonesian Parliament approved the Harmonisation of Tax Regulations Bill, which on 29 October 2021, was signed into law by the President as Law No. 7/2021 (”HPP Law”).
This law regulates a number of new tax rules as one way for the Government to reform the tax system, one of which is the implementation of the Population Identification Number as Taxpayer Identification Number for individual taxpayers.
a. PPN a. VAT
Kenaikan tarif PPN umum secara bertahap, kenaikan dari 10% menjadi 11% mulai berlaku pada tanggal 1 April 2022 dan 12% mulai berlaku pada tanggal 1 Januari 2025. Adanya sistem multi tarif PPN dengan rentang sekitar 5% - 15% dan tarif PPN 0% untuk ekspor barang kena pajak berwujud, tidak berwujud, dan ekspor jasa kena pajak.
Gradual increase in general VAT rates, increasing from 10% to 11% starting 1 April 2022 and 12% rate starting 1 January 2025.
There is a VAT multi-tariff system with a range of around 5% - 15% and a VAT rate of 0% for the export of tangible and intangible taxable goods and the export of taxable services.
b. Pajak Penghasilan Orang pribadi (“PPh OP”) b. Personal Income Tax (“PPh OP”) Adanya perubahan dan penambahan rentang
tarif PPh OP menjadi 5 lapisan atau kategori yaitu lapisan kena pajak sampai dengan Rp60 juta (tarif pajak 5%), diatas Rp60 - Rp 250 juta (tarif pajak 15%), diatas Rp250 - Rp 500 juta (tarif pajak 25%), diatas Rp500 juta - Rp 5 miliar (tarif pajak 30%), dan lapisan kelima untuk pendapatan diatas Rp5 miliar (tarif pajak 35%).
There are changes and additions to the range of PPh OP rates into 5 layers or categories, namely: taxable layer up to Rp60 million (5%
tax rate), above Rp60 million - Rp250 million (15% tax rate), above Rp250 million - Rp500 million (25% tax rate), above Rp500 million - Rp5 billion (30% tax rate) and the fifth layer for income above Rp5 billion (tax rate of 35%).
c. Program Pengungkapan Sukarela c. Voluntary Disclosure Programme Program ini akan diberlakukan selama enam
bulan, yaitu pada kurun waktu 1 Januari 2022 sampai 30 Juni 2022 dan program ini hanya akan berlaku bagi wajib pajak badan yang sebelumnya berpartisipasi dalam program pengampunan pajak dan wajib pajak orang pribadi.
This programme will be implemented for six months, from 1 January 2022 to 30 June 2022 and this will be applicable only for corporate taxpayers who previously participated in the tax amnesty programme and individual taxpayers.
d. PPh Badan d. Corporate Income Tax Tarif PPh Badan dalam negeri dan bentuk
usaha tetap sebesar 22% yang mulai berlaku pada tahun pajak 2022. Sementara wajib pajak badan dalam negeri yang berbentuk Perseroan Terbuka, dengan jumlah keseluruhan saham yang disetor diperdagangkan pada bursa efek paling sedikit 40% dan memenuhi persyaratan tertentu diberikan tarif 3% lebih rendah dari 22%.
Domestic corporate income tax rates and permanent establishments are 22% which will come into effect in the 2022 fiscal year.
Meanwhile, domestic corporate taxpayers in the form of Perseroan Terbuka, with the total number of paid-up shares traded on the stock exchange at least 40% and fulfilling certain requirements are given a tariff which is 3%
lower than 22%.
e. Pajak karbon e. Carbon tax
Kebijakan pajak karbon akan dijalankan secara bertahap. Tarif pajak karbon ditetapkan lebih tinggi atau sama dengan harga pasar, yaitu minimal Rp30/kg karbon dioksida ekuivalen. Penerapan pajak karbon akan dimulai pada tanggal 1 April 2022 di sektor PLTU batubara dengan skema batas emisi (cap and tax). Implementasi perdagangan karbon secara penuh dan perluasan sektor pemajakan pajak karbon dengan penahapan sesuai kesiapan sektor terkait, dan akan diterapkan pada tahun 2025.
The carbon tax policy will be implemented in stages. The carbon tax rate is set higher than or equal to the market price, which is a minimum of Rp30/kg carbon dioxide equivalent. The implementation of the carbon tax will begin on 1 April 2022 in the coal-fired power plant sector with an emission scheme (cap and tax). Full implementation of carbon trading and the expansion of Carbon Taxation more generally will occur in stages according to the readiness of the relevant sectors, and will be fully implemented in 2025.
f. Perubahan UU Cukai f. Changes to the Excise Law Perubahan berupa penambahan atau
pengurangan jenis barang kena cukai, menggunakan prinsip pemidanaan sebagai upaya terakhir terkait pelanggaran cukai yang mencakup pelanggaran perizinan, pengeluaran barang kena cukai, barang kena cukai tidak dikemas, barang kena cukai yang berasal dari tindak pidana, dan jual beli pita cukai.
The change is the addition or reduction of types of excisable goods, using the principle of punishment as a last resort related to excise violations which include licensing violations, releasing excisable goods, unpackaged excisable goods, excisable goods originating from criminal acts and the sale and purchase of excise stamps.
Sampai dengan tanggal laporan keuangan konsolidasian ini, Grup masih mereviu dan mengevaluasi dampak potensial UU HPP terhadap bisnis dan laporan keuangan konsolidasian Grup namun telah menambah aset pajak tangguhan dan manfaat pajak tangguhan sebagai akibat dari kenaikan tarif pajak tersebut.
As at the date of these consolidated financial statements, the Group is still reviewing and evaluating the potential impact of the HPP Law on the Group's business and consolidated financial statements but it has increased the deferred tax assets and deferred tax income as a result of the tax rate increase.
Pembelian kembali utang obligasi Buyback of bonds payable Pada Januari dan Februari 2022, Grup melakukan
pembelian kembali atas Senior Unsecured Fixed Rate Notes 4,45% yang jatuh tempo pada tahun 2024 sejumlah USD11,98 juta dari nilai pokok obligasi dengan nilai konsiderasi sebesar USD11,83 juta melalui mekanisme open market purchase.
In January and February 2022, the Group repurchased an aggregate of USD11.98 million principal amount of its outstanding 4.45% Senior Unsecured Fixed Rate Notes due in 2024 for an aggregate consideration of USD11.83 million through an open market purchase.
Pada tanggal 28 Februari 2022, Grup mengumumkan dimulainya penawaran tender untuk membeli secara tunai obligasi dengan nilai maksimum USD200 juta atas nilai pokok obligasi tersebut. Selanjutnya, pada tanggal 14 Maret 2022, dan sebagai hasil Periode Tender Lebih Awal, Grup mengumumkan perubahan nilai maksimum menjadi USD220 juta atas nilai pokok obligasi tersebut.
On 28 February 2022, the Group announced that it has commenced a tender offer to purchase for cash the outstanding bonds up to USD200 million in principal amount of the Notes. Subsequently, on 14 March 2022, as the result of Early Tender Period, the Group announced increment of tender amount up to USD220 million in principal amount of Notes.
Pengalihan hak kepemilikan di Blok Ketapang Transfer of participating interest (“PI”) in Ketapang Block
Dalam rangka pemenuhan Peraturan Menteri ESDM No. 37 Tahun 2016 dan Surat SKK Migas No. SRT 0158/SKKMI0000/2018/S0 tanggal 19 Juli 2018 tentang kewajiban Kontraktor perusahaan Minyak dan Gas untuk memberikan Penawaran pengalihan PI sebesar maksimal 10%
pada Badan Usaha Milik Daerah (“BUMD”) atau Badan Usaha Milik Negara, Kontraktor di Blok Ketapang (Petronas Carigali Ketapang Ltd, Petronas Carigali Ketapang II Ltd, dan Grup) telah menyetujui pengalihan 3% hak kepemilikan kepada BUMD PT Petrogas Jatim Sampang Energi secara prorata.
Atas pengalihan ini, hak kepemilikan Grup melalui SKP akan terdilusi dari 20% menjadi 19,4%
(berkurang 0,6%).
In order to fulfill the Regulation of the MoEMR No.
37 of 2016 and SKK Migas Letter No. SRT 0158/SKKMI0000/2018/S0 dated 19 July 2018 regarding the obligations of Oil and Gas Contractors to provide PI transfer offers of a maximum of 10% to BUMD or BUMN, Contractors in the Ketapang Block (Petronas Carigali Ketapang Ltd, Petronas Carigali Ketapang II Ltd, and the Group) have approved the transfer of 3%
participating interest to Province-Owned Enterprise PT Petrogas Jatim Sampang Energi on a prorated basis. Upon this transfer, the ownership of the Group’s participating interest through SKP will be diluted from 20% to 19.4% (0.6%).
Sampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan konsolidasian ini, proses finalisasi Farm Out Agreement, novasi dan amendemen Joint Operating Agreement, Deed of Assignment, serta persetujuan final dari Menteri ESDM masih dalam proses.
As at the issuance date of these consolidated financial statements, the process of finalising the Farm Out Agreement, the Joint Operating Agreement novation and amendment, the Deed of Assignment, as well as the final approval from the MoEMR, are still in progress.
48. INFORMASI KEUANGAN TAMBAHAN 48. SUPPLEMENTARY FINANCIAL INFORMATION Informasi keuangan tambahan setelah halaman ini
adalah informasi keuangan PT Perusahaan Gas Negara Tbk (entitas induk saja) pada tanggal dan untuk tahun yang berakhir 31 Desember 2021 dan 2020, yang menyajikan investasi Perusahaan pada entitas anak berdasarkan metode biaya dan bukan dengan metode konsolidasi serta investasi Perusahaan pada entitas pengendalian bersama dan asosiasi berdasarkan metode biaya dan bukan metode ekuitas.
The supplementary financial information after this page represents financial information of PT Perusahaan Gas Negara Tbk (parent entity only) as at and for the years ended 31 December 2021 and 2020, which present the Company’s investments in subsidiaries under the cost method and investment in joint ventures and associated entities under the cost method, as opposed to the equity method.
2021 2020
ASET LANCAR CURRENT ASSETS
Kas dan setara kas 721,549,442 566,393,841 Cash and cash equivalents Aset keuangan pada nilai wajar melalui Financial assets at fair value through penghasilan komprehensif lain 72,977,664 65,775,856 other comprehensive income
Piutang usaha Trade receivables
- pihak berelasi 191,551,987 179,360,472 related parties -
Piutang lain-lain 23,851,859 13,450,391 Other receivables
Piutang dari entitas anak 35,480,586 25,800,287 Receivable from subsidiaries
Taksiran tagihan pajak Estimated claims for tax refund
- Pajak penghasilan - 10,979,662 Income taxes -
- Pajak lain-lain 26,377 7,541,812 Other taxes -
Persediaan 2,139,328 6,730,450 Inventories
Uang muka 30,515,174 61,902,098 Advances
Beban dibayar di muka 6,273,895 5,837,699 Prepaid expenses
Total aset lancar 1,084,366,312 943,772,568 Total current assets
ASET TIDAK LANCAR NON-CURRENT ASSETS
Uang muka, bagian tidak lancar 29,555,676 31,886,462 Advances, non-current portion
Pinjaman kepada entitas anak, Loan provided to subsidiaries,
bagian tidak lancar 511,211,324 595,374,089 non-current portion Penyertaan saham 3,051,719,548 3,051,719,548 Investment in shares of stock
Aset tetap 1,188,262,578 1,201,700,686 Fixed assets
Aset hak guna 10,603,627 9,059,759 Right-of-use assets
Goodwill dan Goodwill and
aset tak berwujud lainnya 1,949,745 2,859,368 other intangible assets
Taksiran tagihan pajak Estimated claims for tax refund
- Pajak lain-lain 2,546,694 18,109,446 Other taxes -
Aset pajak tangguhan 30,539,184 24,423,950 Deferred tax assets
Lain-lain 8,478,345 8,477,963 Others
Total aset tidak lancar 4,834,866,721 4,943,611,271 Total non-current assets
TOTAL ASET 5,919,233,033 5,887,383,839 TOTAL ASSETS
2021 2020
LIABILITAS JANGKA PENDEK SHORT-TERM LIABILITIES
Utang usaha 110,475,585 159,311,951 Trade payables
Utang lain-lain 36,229,058 46,395,663 Other payables
Liabilitas yang masih harus dibayar 221,914,488 383,381,992 Accrued liabilities
Bagian jangka pendek dari pinjaman Short-term portion of
bank jangka panjang 18,540,657 19,465,027 long-term bank loans
Utang pajak Taxes payable
- Pajak penghasilan 14,723,785 11,138,704 Income taxes -
- Pajak lain-lain 9,402,643 9,947,500 Other taxes -
Liabilitas imbalan Short-term employee
kerja jangka pendek 50,771,712 39,361,433 benefits liabilities Utang kepada entitas anak 59,437,605 40,872,643 Payable to subsidiaries
Total liabilitas jangka pendek 521,495,533 709,874,913 Total current liabilities
LIABILITAS JANGKA PANJANG LONG-TERM LIABILITIES
Pinjaman bank jangka panjang 301,457,661 354,419,502 Long-term bank loans
Utang obligasi 1,344,605,532 1,342,532,222 Bonds payables
Liabilitas imbalan pascakerja 99,124,930 113,111,669 Post-employment benefits obligation
Liabilitas sewa Long-term portion
jangka panjang 4,686,476 1,142,406 of lease liabilities Pendapatan diterima di muka 1,926,748 2,088,961 Unearned income
Total liabilitas jangka panjang 1,751,801,347 1,813,294,760 Total non-current liabilities