• Tidak ada hasil yang ditemukan

Nama lengkap : Anda Suhada MM Tamy Tempat tanggal lahir : Banda Aceh, 19 Juli 1975

Istri : Niariana

Anak : 1. Pratama Naufal C.D,

2. Rafly Pradana Suhada 3. Sultan Farizq Aldana Pendidikan : SMAN 3 Jakarta Selatan Partai politik : Nasional Demokrat (NASDEM)

Fraksi : Nasional Demokrat (NASDEM)

No. Hp : 081360807999

Dapil : Aceh Tangah 2

Jumlah Suara : 735

Pengalaman kerja : -

Tanda jasa : -

Irit bicara tapi tidak miskin ilmu. Pribadinya asik diajak berdiskusi, ditambah dengan pengalaman hidupnya yang sudah terbilang matang di usia muda. Cerdas berpikir demi cita-cita kesejahteraan rakyat serta tidak menyukai perselisihan dan permusuhan. Politik cerdas nan sehat adalah motto dalam politiknya.

Hal itu tergambar pada anakke empat dari mantan Bupati Aceh Tengah Mustafa M Tamy, Anda Suhada.

Sosoknya mulai dikenal luas sejak berkeinginan mendaftar sebagai bakal calon Bupati Aceh Tengah periode 2012-2017. Dengan satu tekad ingin meneruskan cita-cita sang ayah, membawa Kabupaten Aceh Tengah ke arah mandiri dan berdikari, ialah Anda Suhada, pimpinan DPRK Aceh Tengah periode 2014-2019.

Sejak kecil, Anda panggilan akrabnya, sering berpindah tempat tinggal sesuai penempatan tugas orang tuanya Mustafa Tamy, bekerja sebagai pegawai negeri sipil (PNS) di Kementerian Transmigrasi. Pernah menetap di Irian Jaya selama tiga tahun, kemudian di Banda Aceh, Pekan Baru, Palembang, Jakarta dan tinggal di Bandung. Tatkala menempuh pendidikan sarjana dan berkeluarga ia mulai menetap lama di Jakarta namun sering ke Medan untuk urusan bisnis dan keluarga.

40

Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019 Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019

Sejak kecil, Anda Suhada terbiasa hidup mandiri. Selama bersekolah di SDN 06 Jakarta Selatan, SMPN 73 dan SMAN 3 Setia Budi Jakarta Selatan, ia sering ditinggal orang tua karena pekerjaan.

Pernah juga merasakan bagaimana hidup dikos-kosan selama menjadi mahasiswa. Kemandirian hidup itu tercermin hingga saat ini, tidak manja dan mau melakukan pekerjaan seringan apapun tanpa perlu bantuan orang lain. Di masa jelang pemilihan umum kepala daerah (pilkada) tahun 2012, Anda diketahui sering mencuci pakaian sendiri meski saat itu banyak saudara dan pendukungnya bisa melakukannya.

Karena status, tidak menjadikan dirinya sebagai pemalas dan mau mengerjakan pekerjaan rumah.

Sebelum terjun ke dunia politik, Anda adalah pekerja swasta dan berwiraswasta. Pernah menjabat Direktur C.V. Nuri, Direktur Utama P.T. MM serta menjadi pebisnis yang bermitra dengan P.T.

Pertamina, serta menggeluti usaha perkebunan. Anda juga pernah mengasah ilmu dan pengalaman melalui berbagai organisasi.

Bergabung dengan organisasi Pemuda Pancasila saat menetap di Jakarta dan menjadi bagian Barisan Muda Demokrat.

Pemilihan umum (pemilu) presiden tahun 2009 adalah pengalaman pertama Anda di politik. Ia ditugaskan untuk memenangkan Susilo Bambang Yudhoyono di Provinsi Aceh, yang diusung oleh Partai Demokrat. Dinilai berhasil memperoleh suara di Aceh untuk SBY, ia kemudian dipercaya masuk daftar calon anggota legislatif (caleg) untuk DPR Aceh dengan nomor urut dua pada tahun 2009, mewakili daerah pemilihan Kabupaten Aceh Tengah, Bener Meriah dan Bireun. Meski bisa mengantongi sebanyak 30 ribuan suara, ia tidak dilantik karena suaranya direlakan untuk caleg nomor satu.

Berdasakan amanah Mustaf M Tamy, berpolitik harus sehat maka sebagai politikus, Anda tidak mempunyai target pribadi. Capaian karier politik hanya amanah yang perlu disyukuri.

“Politik yang sehat adalah bagaimana menyatukan perbedaan pendapat” kata Anda Suhada.

Pemilu legislatif 2014, karier politik Anda semakin cemerlang dengan keberhasilan meraih 735 suara dari dapil Aceh Tengah 2 (Pegasing, Atu Lintang, Jagong dan Linge). Menggunakan perahu Partai Nasional Demokrat (NasDem), kini dipercaya menduduki salah satu kursi pimpinan DPRK Aceh Tengah periode 2014-2019.

Sebagai perwakilan masyarakat, keinginan kuatnya ialah pembangunan Kabupaten Aceh Tengah harus digenjot dan pendapatan daerah (PAD) harus lebih besar. Pejabat sebagai pelayanan masyarakat tidak boleh banyak “tidur”, karena di depan mata telah menanti penghapusan dana otonomi khusus (otsus) yang diprediksi akan berakhir pada tahun 2027. Dengan berakhirnya otsus, pembiayaan pembangunan, hingga gaji guru, maupun honorer menjadi tanggung jawab pemerintah daerah.Pemerintah, baik eksekutif maupun legislatif harus berpikir keras, bekerja maksimal dengan waktu yang telah ditentukan untuk membuat kebijakan untuk menghasilkan PAD.“Bila PAD masih kurang, akan banyak pegawai, tenaga kontrak dan honorer yang dirumahkan,” kata Anda Suhada.

Peningkatan PADadalah persoalan pokok yang selalu disoroti Anda Suhada. Ia khawatir jika dana otsus sudah tidak ada, maka pemerintah akan kesulitan menanggung belanja daerah untuk pembangunan atau sekedar menggaji pegawai. Satu saja dipilih maka akan membawa dampak yang tidak baik untuk daerah.Untuk mengantisipasi berakhirnyadanaotsus, Pemerintahan Kabupaten 41

42

43

Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019 Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019

Aceh Tengah, menurut Anda, harus memikirkan kemajuan sektor pariwisata dan pertanian. Dengan sumber daya alam yang ada maka sektor pariwisata salah satu yang bisa menyumbang PAD terbesar.

“Mendukung pariwisata Aceh Tengah maka infrastruktur jalan harus diperbaiki. Serta membuka jalan seperti jaring laba-laba karena letak Aceh Tengah sangat strategis,” kata Anda.

Selain mengandalkan pariwisata, pendapatan dari sektor perkebunan, kopi, hortikultura juga alternatif untuk PAD yang besar.

Jika pemerintah mengandalkan pendapatan daerah dari hasil bumi, maka harus membuat regulasi yang memudahkan petani dari segi pajak, retribusi, serta membantu petani melalui subsidi pupuk dan hal kemudahan lainnya untuk mendorong peningkatan kuantitas hasil bumi itu sendiri.

Sebagai perwakilan rakyat, Anda juga memberi sumbangsih pemikiran, dimana ia menilai Kawasan Ketapang yang diprogram sebagai sentral peternakan sapi, anggaran yang telah terserap mencapai puluhan milyar rupiah, harus dilakukan perubahan sistem pengelolaan ke sistem swastanisasi. Nantinya, pemerintah melalui instansi terkait tidak harus lepas begitu saja namun dapat belajar dengan pihak ketiga yang berpengalaman dalam peningkatkan produksi daging di Ketapang, dan mempelajari metode penanganan daging sapi hingga produksi secara modern. Hal itu dilakukan guna menghindari kerugian yang lebih besar dan meminimalisir pemborosan anggaran.

KabupatenAceh Tengah, menurut Anda, perlu kawasan terbuka hijau sebagai keseimbangan alam, bisa dijadikan tempat semua pihak sebagai areal rekreasi dan berkreasi.Manfaatnya bagi dunia bermain anak-anak sangat besar, yang perlu mendapat porsi

lebihagar kelak generasi Aceh Tengah tidak lagi mencari kesenangan semata, namun dapat bekerja pada usia muda.

Untuk cita-cita daerah, perlu menyatukan persamaan pandangan politik, program pemerintah sesuai visi dan misi jika ingin pembangunan daerah bergulir dengan baik. Anda yang berkeinginan pembangunan bisa maju pesat, mendorong keras semua pihak seperti keharusan mengayomi pemuda kreatif, supaya dapat bekerjasama dan tidak ada istilah pengkotak-kotakan.

Gedung kesenian, juga salah satu yang sangat diharapkan Anda bisa berdiri di Aceh Tengah. Anak-anak muda dan generasi mendatang bisa mengharumkan nama Aceh Tengah melalui pentas kesenian hingga bisa menjadi pelaku seni yang ternama. Bila wadah tidak disediakan, Aceh Tengah akan redup dalam dunia kreatifitas dan industri kreatif.

Tanggungjawab pemerintah sangat besar terhadap masyarakat, sebab pemerintah mengelola uang yang bersumber dari rakyat. “Apa yang diambil pemerintah, harus ada jaminan juga terhadap masyarakat,” kata Anda yang mendasari pemikirannya untuk berbuat lebih banyak terhadap kepentingan masyarakat.

Di Aceh Tengah, Anda menilai event seperti pacuan kuda seharusnya bisa lebih baik dilaksanakan. Ketertiban, keselamatan penonton dan fasilitas pendukung seharusnya lebih baik meski menguras anggaran sangat besar. Pedagang diberiporsi tersendiri, pemilik kuda juga diperhatikan dan penonton harus diberikan kenyamanan saat menikmati hiburan pacuan kuda. Penyelesaiannya, dengan pembangunan dan anggaran untuk event tahunan tersebut harus besar, satu atau dua kali penganggaran. Nantinya, anggaran yang telah digelontorkan bisa kembali menjadi pendapatan asli daerah

44

45

Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019 Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019

dalam beberapa tahun selanjutnya jika fasilitas telah dibuat senyaman dan sebaik mungkin untuk masyarakat. “Kalau untuk kenyamanan hiburan dan keselamatan, masyarakat tentu tidak akan menolak dibebani sedikit biaya,” kata Anda, alumni SMAN 3 Setia Budi Jakarta Selatan.

Anda Suhada mengusulkan perguruan tinggi di Aceh Tengah harus membuka jurusan yang sesuai dengan potensi daerah. Jurusan pertanian misalnya, kampus harus menyiapkan lahan percontohan bagi mahasiswa sebagai tepat praktek langsung, yang kelak bila telah sarjana bisa langsung bekerja sesuai disiplin ilmu. Sementara pemerintah menyediakan lapangan pekerjaan yang juga sesuai dengan potensi daerah. Dengan demikian ada jaminan kerja untuk seluruh warga, baik yang menempuh pendidikan di daerah maupun mahasiswa yang menimba ilmu di negeri orang, serta bagi perantau yang ingin mengabdi untuk tanoh Gayo. “Mahasiswa disiapkan sesuai potensi daerah, kalau tidak ada jaminan kerja orang tidak mau kembali ke Aceh Tengah. Sekarang orang pulang merantau yang ingin membangun daerah bingung harus berbuat apa,” kata Anda.

Kabupaten Aceh Tengah punya segalanya. Seni, budaya, sumber daya alam yang bisa mendatangkan wisatawan lokal dan internasional. Untuk itu perlu ilmu marketing bagaimana menjual Aceh Tengah guna mendatangkan wisatawan ke dataran tinggi Gayo. PAD Aceh Tengah pun akan baik nantinya untuk pembangunan daerah.

Disebutkan Anda, ia pernah mengusulkan mendirikan tugu giok Gayo. Dengan ketersediaan bahan bisa dibuat tugu, kemudian didaftarkan ke Museum Rekor Indonesia (MURI). Tugu giok bisa menjadi salah satu ketertarikan wisatawan untuk datang ke Aceh Tengah ditambah satu lokasi yang menyajikan produk-produk asli daerah.

46

Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019 Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019

4. TAQWA, SH

Nama : TAQWA, SH

Tempat Tanggal Lahir : Bintang, 12 Agustus 1975

Agama : Islam

Alamat : Bintang

Istri : Hasanah

Anak : 1. Syehwin Genali Wahab

2. Akbar Linge Abdul Wahab 3. Intan Putri Linge

4. Joharsyah Abdul Wahab

Pendidikan : S 1 Hukum Tata Negara Partai politik : Golongan Karya

Fraksi : Golongan Karya

No. Hp : 081236101088

Dapil : Aceh Tengah 1

Jumlah Suara : 1.185

Pengalaman kerja : Direktur P.T. Bintang Duta

Awalnya pulang hanya karena keinginan keluarga. Sosok bapak empat orang anak ini, adalah pribadi yang gigih dalam semua hal terutama dalam membina keluarga dan ketekunanya dalam menjalankan bisnis.

Menempuh pendidikan dasar di Takengon tidak membuat dirinya kesulitan dalam bergaul sesama pelajar setingkat sekolah menengah dan umum di Kabupaten Suka Bumi. Perantauan bagi pria asal dari Timur, Kabupaten Aceh Tengah ini sudah menjadi hal biasa.

Seperti anak-anak lain seusianya, hidup di kota besar dengan bimbingan kedua orang tua Taqwa kecil, tetap sangup mengimbangi

“sinyal-sinyal” anak-anak kota. Sebelum terjun ke dunia bisnis, cita-citanya pernah akan menjadi seorang AKABRI (1993-1994), namun tidak kesampaian.

Tidak sampai disitu, berupaya terus mengejar harapan untuk masa depan, Taqwa kembali menyatukan tekad agar bisa seperti masyarakat lainya, mendapatkan kehidupan layak dan mempunyai

“bekal” dalam menggapai semua harapan yang menanti di depan.

Merantau, kalimat ini mungkin yang pantas di sematnya, setelah minta ijin kedua orang tua langkah pria ini menjadi “satu”

untuk melangkah pasti menuju kehidupan yang sesunguhnya. Provinsi Bali adalah tujuan utamanya, kenapa pulau Dewata jawabanya karena disana sektor bisnis sangat menjanjikan.

47 48

Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019 Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019

Provinsi yang terkenal dengan Tarian Kecak tersebut tempat

“berlabuh” untuk mengembangkan profesi yang dikenalnya dari seorang saudara kandung, dengan melupakan impian untuk menjadi seorang prajurit.

Dipercaya sebagai Direktur PT. Bintang Duta Belian Sakti, Taqwa bergerak cepat memperkenalkan produk (pembersih-red) dari satu hotel ke hotel lainya. Tempaan saudara kandung (Sadri-red) sampai sekarang masih tergiang di pelopak matanya. Pernah untuk menyusuri kota bali hanya mengantongi nilai uang sebesar Rp. 500 ribu.

“Saya sempat shok berjualan di Bali yang begitu luas, apalagi disiplin ilmu saya tidak di bagian marketing,” kenang Taqwa.

Lambat laun Bali dapat “dikuasai” dengan gampang oleh sosok pemuda dari Kecamatan Bintang, Kabupaten Aceh Tengah ini.

Bisnis pembersih milik perusahaanya banyak diminati oleh pihak hotel di Denpasar.

Sukses perdagang, anak bungsu dari 12 bersaudara ini memutuskan pulang ke tanah kelahiran untuk berbakti di tanah kelahiran di tahun 2008. keputusanya untuk membanting stir ke arah politik mengharuskan dirinya mendekati tokoh politik lokal seperti;

Mahreje Wahab (abang kandung), Tagore Abubakar serta Syukur Khobat tokoh Golkar pada masanya.

Taqwa mengangap pilitik adalah sebuah seni. Tinggal bagaimana cara untuk memainkan intsrumen dalam mengagas keputusan-keputusan untuk melahirkan jawaban (keputusan-red) pasti untuk kepentingan masyarakat. “Orang lain kenapa bisa meraih sukses, kita kenapa tidak,” tanya Taqwa.

Ikut bergelut di pemilihan sebagai calon anggota DPRK di tahun 2009, dengan modal tekad dan keberanian untuk bertarung, akhirnya pria kelahiran Bintang ini lolos sebagai anggota Parlemen.

Tidak tanggung-tanggung duduk sebagai wakil rakyat, Taqwa dengan praksi Partai Golkar sudah mendapatkan posisi sebagai wakil ketua DPRK Aceh Tengah priode 2009-2014.

Berjalan waktu, pria yang pernah menghabiskan waktu di provinsi yang mempunyai konsep wisata yang jelas ini, kembali bertarung dengan para calon lainya, dan akhirnya duduk kembali dengan partai yang sama.

Saat ini cita-citanya sebagai wakil rakyat yang duduk sebagai ketua (aturan-red) Badan Legeslasi keinginanya ingin “menelorkan”

Qanun-qanun yang menyangkut dengan budaya Gayo secara umum.

“Kita harus sadar perlunya penguatan kabudayaan yang kian hari kian terkikis”.

Keinginanya membuat kamus bahasa Gayo dan hal lain untuk kemajuan masyarakat Aceh Tengah, akan terus di upayakanya dan sudah tentu dengan bantuan pihak-pihak lain.

49 50

Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019 Profil DPRK Aceh Tengah Periode 2014-2019

Dokumen terkait