• Tidak ada hasil yang ditemukan

IV. HASIL DAN PEMBAHASAN

3. Anggaran Belanja Pusdiklat ANRI Tahun 2008

Secara keseluruhan, anggaran Pusdiklat ANRI tahun 2008 sebesar

Rp.2.996.885.000,- dengan besarnya realisasi sebesar Rp.2.259.524.000,-. Setelah dilakukan analisis varians, ketidaksesuaian

yang terjadi favorable sebesar Rp.737.361.000,- dengan besarnya persentase ketidaksesuaian anggaran sebesar Rp.24,6 %. Lebih jelasnya dapat dilihat pada Tabel 6 berikut:

Tabel 6. Data Anggaran Belanja dan Realisasi Pusdiklat ANRI Tahun 2008

URAIAN ANGGARAN REALISASI

ANALISIS VARIANS

KETIDAKSESUAIA N % U/F Program Pengembangan SDM dan Administrasi Kepegawaian

Belanja Pegawai 208,765,000 172,525,000 36,240,000 17.36 F - Belanja Honorarium 208,765,000 172,525,000 36,240,000 17.36 F Belanja Barang 1,443,139,000 1,118,712,600 324,426,400 22.48 F - Belanja Barang Non Operasional 739,839,000 573,008,100 166,830,900 22.55 F - Belanja Jasa 273,050,000 163,755,000 109,295,000 40.03 F - Belanja Perjalanan Dalam Negeri 430,250,000 381,949,500 48,300,500 11.23 F Belanja Modal - Belanja Modal Peralatan dan Mesin 78,421,000 78,420,100 900 0.0011 F

Program Peningkatan Kualitas dan Kompetensi SDM Aparatur Pemerintah Pusat dan Daerah di Bidang Kearsipan Belanja Pegawai 240,569,000 236,332,500 4,236,500 1.76 F - Belanja Honorarium 240,569,000 236,332,500 4,236,500 1.76 F Belanja Barang 523,321,000 499,319,400 24,001,600 4.59 F - Belanja Barang Non Operasional 458,631,000 442,519,400 16,111,600 3.51 F - Belanja Jasa 33,600,000 30,100,000 3,500,000 10.42 F - Belanja Perjalanan Dalam Negeri 31,000,000 26,700,000 4,300,000 13.87 F

Program Diseminasi Pengelolaan Kearsipan di Berbagai Instansi Pemerintah baik di Pusat dan Daerah Belanja Pegawai 184,798,000 50,350,000 134,448,000 72.75 F - Belanja Honorarium 184,798,000 50,350,000 134,448,000 72.75 F Belanja Barang 317,872,000 103,864,400 214,007,600 67.33 F - Belanja Barang Non Operasional 229,172,000 68,864,400 160,307,600 69.95 F - Belanja Jasa 67,200,000 30,300,000 36,900,000 54.91 F - Belanja Perjalanan Dalam Negeri 21,500,000 4,100,000 17,400,000 80.93 F 2,996,885,000 2,259,524,000 737,361,000 24.60 F

a. Program Pengembangan SDM dan Administrasi Kepegawaian

Program Pengembangan SDM dan Administrasi Pegawai merupakan program Pusdiklat ANRI dalam meningkatkan kualitas SDM kearsipan melalui diklat teknis kearsipan. Program Pengembangan SDM dan Administrasi Kepegawaian terdiri dari Belanja Pegawai, Belanja Barang serta Belanja Modal. Belanja pegawai yang dilakukan adalah belanja honorarium narasumber/pengajar serta honorarium tim atau panitia dari program diklat Pusdiklat ANRI. Belanja barang yang dilakukan adalah belanja barang non operasional, belanja jasa, serta belanja perjalanan dalam negeri. Belanja barang non operasional yang merupakan pembelian barang-barang bahan pendukung pelaksanaan diklat serta belanja perjalanan. Belanja jasa merupakan belanja jasa profesi atau honorarium pengajar dan narasumber serta belanja sewa bus keperluan kunjungan dalam kegiatan pelaksanaan diklat, sedangkan belanja perjalanan dalam negeri adalah belanja perjalanan yang dilakukan dalam rangka penyelenggaraan diklat.

1) Belanja Pegawai

Belanja Pegawai memiliki anggaran sebesar Rp. 208.765.000,-, dengan realisasi sebesar Rp. 172.525.000,-. persentase ketidaksesuaian masih

favorable sebesar 17,36% atau senilai Rp. 36.240.000,-.

Ketidaksesuaian tersebut terjadi karena adanya program belanja honorarium yang tidak terealisasi akibat adanya penyesuaian honorarium terhadap honorarium tim atau panitia diklat dikaitkan dengan jumlah orang beserta pangkat dengan golongannya.

2) Belanja Barang

Realisasi anggaran belanja barang yang terjadi adalah sebesar Rp. 1.118.712.600,- dengan persentase ketidaksesuaian masih

favorable sebesar 22,48% atau senilai Rp. 324.426.400,-. Anggaran

yang tersedia untuk belanja barang adalah sebesar Rp. 1.443.139.000, yaitu belanja barang non operasional sebesar Rp. 1.111.279.000,-, belanja jasa Rp. 273.050.000,- serta belanja perjalanan dalam negeri sebesar Rp. 430.250.000,-. Realisasi untuk barang non operasional

adalah sebesar Rp. 573.008.100,- dengan ketidaksesuaian sebesar Rp. 166.830.900 atau secara persentase sebesar 22.55%. Belanja jasa

memiliki ketidaksesuaian sebesar 40,03% atau senilai Rp.109.295.000,- dengan nilai realisasi sebesar Rp. 163.755.000,-

sedangkan untuk belanja perjalanan dalam negeri, realisasi yang terjadi adalah sebesar Rp. 381.949.500,- dengan persentase ketidaksesuaian sebesar 11,23% atau senilai Rp. 48.300.500,-.

3) Belanja Modal

Belanja Modal memiliki realisasi sebesar Rp. 78.420.100,- dengan nilai ketidaksesuaian sebesar Rp. 900,- atau secara persentase sebesar 0.0011%. Ketidaksesuaian terjadi diakibatkan tidak terealisasinya anggaran akibat adanya penyesuaian harga perolehan terhadap pembelian barang yang diperuntukkan bagi keperluan pengembangan perpustakaan di Pusdiklat ANRI.

b. Program Peningkatan Kualitas dan Kompetensi SDM Aparatur Pemerintah Pusat dan Daerah di Bidang Kearsipan.

Program Peningkatan Kualitas dan Kompetensi SDM Aparatur Pemerintah Pusat dan Daerah di Bidang Kearsipan merupakan program Pusdiklat ANRI dalam meningkatkan kualitas SDM kearsipan melalui diklat fungsional kearsipan. Program Peningkatan Kualitas dan Kompetensi SDM Aparatur Pemerintah Pusat dan Daerah di Bidang Kearsipan terdiri dari Belanja Pegawai dan Belanja Barang. Belanja pegawai yang dilakukan adalah belanja honorarium tim atau panitia dalam melaksanakan program evaluasi dan pemantauan penyelenggaraan diklat Pusdiklat ANRI. Belanja barang yang dilakukan adalah belanja barang non operasional yang merupakan pembelian barang-barang bahan pendukung pelaksanaan diklat serta belanja jasa dan belanja perjalanan. 1) Belanja Pegawai

Anggaran yang tersedia dari belanja Pegawai adalah sebesar Rp. 240.569.000,-, dengan realisasi sebesar Rp. 236.332.500,-.

persentase ketidaksesuaian yang terjadi adalah sebesar 1,76% atau senilai Rp. 4.236.500,-. Ketidaksesuaian tersebut terjadi karena adanya

program belanja honorarium yang tidak terealisasi akibat adanya penyesuaian honorarium tim atau panitia yang disesuaikan dengan pangkat/golongan dari pegawai penerima honorarium tersebut.

2) Belanja Barang

Anggaran yang tersedia untuk belanja barang adalah sebesar Rp. 523.321.000,- yang terdiri belanja barang non operasional sebesar

Rp. 458.631.000,-, belanja jasa sebesar Rp. 33.600.000,- serta belanja perjalanan dalam negeri sebesar Rp. 31.000.000,- . Realisasi anggaran yang terjadi adalah sebesar Rp. 499.319.400,- dengan persentase ketidaksesuaian sebesar 4,59% atau senilai Rp. 24.001.600,-. Belanja barang non operasional memiliki realisasi sebesar Rp. 442.519.400 dan memiliki ketidaksesuaian sebesar Rp. 16.111.600,- atau sebesar 3,51%. Belanja jasa memiliki realisasi sebesar Rp. 30.100.000,- dengan ketidaksesuaian sebesar 10.42% atau senilai Rp. 3.500.000,-. Belanja perjalanan dalam negeri memiliki realisasi sebesar Rp. 26.700.000,- dengan ketidaksesuaian sebesar Rp. 4.300.000,- atau sebesar 13,87%. Ketidaksesuaian ini terjadi akibat rendahnya jumlah peserta yang mengikuti program diklat tersebut, sehingga mempengaruhi jumlah biaya belanja barang non operasional yang disesuaikan dengan jumlah peserta yang ada.

c. Program Diseminasi Pengelolaan Kearsipan di Berbagai Instansi Pemerintah baik di Pusat dan Daerah

Program Diseminasi Pengelolaan Kearsipan di Berbagai Instansi Pemerintah baik di Pusat dan Daerah merupakan program pusdiklat ANRI guna meningkatkan Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP) melalui penyelenggaraan pendidikan dan pelatihan kearsipan bagi Instansi Pemerintah/Swasta/Lembaga Pembinaan/Penyuluhan Pengelolaan Arsip /Dokumen Negara baik di tingkat pusat maupun di daerah. Program Diseminasi Pengelolaan Kearsipan di Berbagai Instansi Pemerintah baik di Pusat dan Daerah Terdiri dari Belanja Pegawai dan Belanja Barang. Belanja pegawai yang dilakukan adalah belanja honorarium tim atau panitia dalam melaksanakan program evaluasi dan pemantauan penyelenggaraan diklat Pusdiklat ANRI. Belanja barang

yang dilakukan adalah belanja barang non operasional yang merupakan pembelian barang-barang bahan pendukung pelaksanaan diklat serta belanja jasa dan belanja perjalanan.

1) Belanja Pegawai

Realisasi anggaran belanja pegawai sebesar Rp. 50.350.000,-.

Anggaran yang tersedia dari belanja Pegawai adalah sebesar Rp. 184.798.000,-, persentase ketidaksesuaian yang terjadi adalah

sebesar 72,75% atau senilai Rp. 134.448.000,-. Ketidaksesuaian tersebut masih favorable, terjadi karena adanya program belanja honorarium yang tidak terealisasi akibat adanya penyesuaian honorarium tim atau panitia yang disesuaikan dengan pangkat/golongan dari pegawai penerima honorarium tersebut.

2) Belanja Barang

Belanja Barang memiliki anggaran sebesar Rp. 317.872.000,- yang terdiri belanja barang non operasional sebesar Rp. 229.172.000,-, belanja jasa sebesar Rp. 67.200.000,- serta belanja perjalanan dalam negeri sebesar Rp. 21.500.000,-. Realisasi anggaran yang terjadi adalah sebesar Rp. 103.864.400,- dengan persentase ketidaksesuaian sebesar 67,33% atau senilai Rp. 214.007.600,-. Belanja barang non operasional memiliki realisasi sebesar Rp. 68.864.400 dan memiliki ketidaksesuaian sebesar Rp. 160.307.600,- atau sebesar 69,95%. Belanja jasa memilik realisasi sebesar Rp. 30.300.000,- dengan ketidaksesuaian sebesar 54,91% atau senilai Rp. 36.900.000,-. Belanja perjalanan dalam negeri memiliki realisasi sebesar Rp. 4.100.000,- dengan ketidaksesuaian masih favorable sebesar Rp. 17.400.000,- atau sebesar 80,93%. Ketidaksesuaian terjadi diakibatkan tidak terealisasinya anggaran akibat adanya rendahnya jumlah peserta sehingga mempengaruhi jumlah biaya belanja barang non operasional yang disesuaikan dengan jumlah peserta yang ada sedangkan untuk belanja jasa dan perjalanan dalam negeri diakibatkan adanya penyesuaian terhadap jumlah jam dan mata pelajaran yang terealisasi selama proses diklat berjalan.

Secara keseluruhan ketidaksesuaian anggaran yang terjadi di Pusdiklat ANRI masih favorable. Hal ini kemungkinan terjadi akibat adanya taksiran-taksiran atau perkiraan yang dilakukan yang didasarkan pada anggaran sebelumnya ketika proses perencanaan anggaran berlangsung. Perkiraan tersebut dilakukan sebagai tindakan antisipasi guna menghindari perubahan yang terjadi terhadap biaya-biaya yang berlaku untuk anggaran yang akan datang sehingga ketika pelaksanaan kegiatan dilaksanakan anggaran yang tersedia masih mencukupi untuk kegiatan tersebut.

Ketidaksesuaian anggaran yang terjadi pada Pusdiklat ANRI pada umumnya memiliki kesamaan pada setiap tahunnya. Umumnya ketidaksesuaian terjadi akibat rendahnya peserta diklat di Pusdiklat ANRI. Hal tersebut dapat mempengaruhi terhadap besar kecilnya realisasi anggaran di Pusdiklat ANRI yang memiliki keterkaitan antara belanja yang satu dengan lainnya. Selain itu penyesuaian terhadap biaya honorarium yang dikeluarkan merupakan hal yang menyebabkan terjadinya ketidaksesuaian pada setiap tahunnya.

4.5.2 T-Test Anggaran Belanja Pusdiklat ANRI

Selanjutnya dalam menilai peranan dari anggaran belanja Pusdiklat ANRI sebagai alat pengendalian keuangan dapat dilakukan pengujian hipotesis untuk mengukur apakah ketidaksesuaian anggaran belanja terhadap realisasinya masih dalam batas pengendalian. t-test menggunakan data ketidaksesuaian antara anggaran belanja dan realisasinya pada tahun 2006, 2007 dan 2008. t-test dilaksanakan pada ketidaksesuaian setiap mata anggaran kelompok mata anggaran utama pada anggaran belanja Pusdiklat ANRI tahun 2006, 2007 dan 2008. Hasil t-test anggaran belanja sebagai berikut:

1. Anggaran Belanja Program Penyelenggaraan dan

Dokumen terkait