DESAIN RINCI PROGRAM SJSN
2. ANGKATAN KERJA DAN PERKIRAAN JUMLAH PEKERJA
Untuk memproyeksi angkatan kerja dan jumlah pekerja, kita harus tahu berapa persen populasi penduduk di setiap umur yang dapat bekerja (tingkat partisipasi angkatan kerja), berapa banyak jumlah yang menganggur dan berapa banyak yang bekerja.
2.1 ASUMSI
Sebagai langkah awal, keseluruhan angkatan kerja perlu diproyeksikan. Kemudian komposisi sektor formal dan informal dianalisis secara terpisah. Pemisahan tersebut penting dilakukan karena program tabungan lanjut usia dan pensiunan biasanya diterapkan pertama kali pada sektor formal, kemudian
54
dilanjutkan ke sektor informal. Karakteristik angkatan kerja sektor formal sangat berbeda dengan angkatan kerja sektor informal.
Tabel di bawah ini menunjukkan jumlah pekerja, jumlah yang tidak bekerja, dan jumlah yang aktif secara ekonomi (jumlah dari pekerja dan pengangguran) untuk seluruh populasi. Seluruh informasi tersedia dari Februari 2007 dan didapatkan dari Badan Pusat Statistik Indonesia.
Rentang Usia
Pekerja dalam Rentang
Usia dan Jenis Kelamin Pengangguran Aktif Secara Ekonomi
Laki-laki Perempuan Total Laki-laki Perempuan Total Laki-laki Perempuan Total
0-9 0 0 0 0 0 0 0 0 0 10-14 721,219 434,275 1,155,494 147,611 135,073 282,684 868,830 569,348 1,438,178 15-19 3,705,162 2,065,844 5,771,006 1,276,027 1,060,250 2,336,277 4,981,189 3,126,094 8,107,283 20-24 7,073,149 4,124,646 11,197,795 1,917,956 1,533,768 3,451,724 8,991,105 5,658,414 14,649,519 25-29 8,039,153 4,719,343 12,758,496 985,410 910,262 1,895,672 9,024,563 5,629,605 14,654,168 30-34 8,274,462 4,682,084 12,956,546 515,758 447,152 962,910 8,790,220 5,129,236 13,919,456 35-39 7,939,926 4,646,963 12,586,889 303,401 297,827 601,228 8,243,327 4,944,790 13,188,117 40-44 7,234,361 4,241,515 11,475,876 255,292 185,976 441,268 7,489,653 4,427,491 11,917,144 45-49 6,231,607 3,590,656 9,822,263 189,171 151,016 340,187 6,420,778 3,741,672 10,162,450 50-54 4,859,840 2,722,325 7,582,165 137,692 73,435 211,127 4,997,532 2,795,760 7,793,292 55-59 3,453,985 1,859,551 5,313,536 110,597 40,308 150,905 3,564,582 1,899,859 5,464,441 60-64 2,263,557 1,233,926 3,497,483 61,142 32,347 93,489 2,324,699 1,266,273 3,590,972 65-69 1,486,613 802,404 2,289,017 40,967 22,163 63,130 1,527,580 824,567 2,352,147 70-74 918,851 476,043 1,394,894 0 0 0 918,851 476,043 1,394,894 75+ 670,616 266,559 937,175 0 0 0 670,616 266,559 937,175 Total 62,872,501 35,866,134 98,738,635 5,941,024 4,889,577 10,830,601 68,813,525 40,755,711 109,569,236
Sumber: Kondisi Angkatan Kerja, Februari 2007, table 14.3 samapi 14.5 dan 40.3 sampai 40.5 Kemudian angka partisipasi angkatan kerja dan angka pengangguran dihitung sebagai berikut:
• Angka partisipasi angkatan kerja sama dengan jumlah penduduk yang aktif secara ekonomis dibagi dengan jumlah populasi awal dari setiap rentang usia danjenis kelamin
55
• Angka pengangguran sama dengan jumlah pengangguran dibagi dengan jumlah penduduk yang aktif secara ekonomis untuk setiap rentang usia dan jenis kelamin
Setelah melakukan penghitungan, angka yang dihasilkan diperhalus dan dimasukkan pada perhitungan model sebagai data awal angka partisipasi kerja dan angka pengangguran. Angka akhir yang digunakan dalam model adalah sebagai berikut
Tingkat Pengangguran
Partisipasi Tenaga Kerja Usia Laki-laki Perempuan Laki-laki Perempuan
0-9 0.0% 0.0% 0% 0% 10-14 17.0% 23.7% 8% 5% 15-19 25.6% 33.9% 48% 31% 20-24 21.3% 27.1% 93% 58% 25-29 10.9% 16.2% 98% 58% 30-34 5.9% 8.7% 98% 58% 35-39 3.7% 6.0% 98% 58% 40-44 3.4% 4.2% 98% 58% 45-49 2.9% 4.0% 98% 58% 50-54 2.8% 2.6% 93% 54% 55-59 3.1% 2.1% 86% 50% 60-64 2.6% 2.6% 79% 42% 65-69 2.7% 2.7% 67% 34% 70-74 0.0% 0.0% 63% 29% 75+ 0.0% 0.0% 46% 18%
Sumber: Perhitungan dari Penulis
Angka angkatan kerja yang diperoleh sekitar 109 juta pada tahun 2007. Sedangkan angka pekerja pada tahun yang sama adalah sebesar 98 juta. Seluruh pekerja yang berjumlah 98 juta tersebut harus memberikan iuran pada dana jaminan sosial atau pemerintah lah yang harus memberikan jaminan tersebut atas nama mereka. Dalam undang-undang SJSN, pemerintah bertanggung jawab terhadap mereka yang `miskin` atau kekurangan secara finansial.
56
Selanjutnya, diharapkan angkatan kerja di sektor formal dan informal dapat dianalisis secara lebih teliti, karena keduanya memiliki karakteristik yang sangat berbeda. Mengingat bahwa jumlah penduduk yang aktif secara ekonomis sama dengan jumlah pekerja ditambah dengan jumlah pengangguran, maka angkatan kerja adalah bila semua orang yang mampu bekerja dipekerjakan. Data yang berhubungan dengan komposisi usia dan jenis kelamin tenaga yang bekerja di sektor formal dan informal telah tersedia. Namun mustahil untuk mengelompokkan pengangguran ke dalam salah satu dari kedua sektor tersebut karena akan sulit memperkirakan pada sektor mana mereka nantinya akan bekerja (jika mereka mendapatkan pekerjaan). Akibatnya, sulit untuk membandingkan karakteristik pekerja pada sektor formal dan sektor informal. Tabel berikut menunjukkan komposisi usia dan jenis kelamin pekerja pada sektor formal dan informal.
Formal Informal
Rentang Usia Laki-laki Perempuan Total Laki-laki Perempuan Total
10 - 14 57,829 57,685 115,514 663,390 376,590 1,039,980 15 - 19 1,022,494 887,782 1,910,276 2,682,668 1,178,062 3,860,730 20 - 24 3,186,174 2,162,236 5,348,410 3,886,975 1,962,410 5,849,385 25 - 29 3,601,169 2,012,030 5,613,199 4,437,984 2,707,313 7,145,297 30 - 34 3,724,524 1,594,699 5,319,223 4,549,938 3,087,385 7,637,323 35 - 39 3,524,692 1,527,119 5,051,811 4,415,234 3,119,844 7,535,078 40 - 44 3,043,269 1,230,795 4,274,064 4,191,092 3,010,720 7,201,812 45 - 49 2,443,057 983,550 3,426,607 3,788,550 2,607,106 6,395,656 50 - 54 1,727,180 639,286 2,366,466 3,132,660 2,083,039 5,215,699 55 - 59 1,018,848 335,062 1,353,910 2,435,137 1,524,489 3,959,626 60 - 64 464,331 194,722 659,053 1,799,226 1,039,204 2,838,430 65 - 69 264,955 98,739 363,694 1,221,658 703,665 1,925,323 70 - 74 152,961 64,557 217,518 765,890 411,486 1,177,376 75+ 101,506 42,718 144,224 569,110 223,841 792,951 Total 24,332,989 11,830,980 36,163,969 38,539,512 24,035,154 62,574,666 Average Age 36.61 33.98 35.75 39.32 39.84 39.52
57
Sumber: Badan Pusat Statistik (BPS); Perhitungan penulis untuk rata-rata usia Berdasarkan data tersebut dapat diamati bahwa:
• Jumlah pekerja pada sektor informal jauh lebih besar dari sektor formal. Sekitar 63% dari seluruh pekerja bekerja di sektor informal.
• Sektor informal kebanyakan terdiri dari pekerja yang berusia sangat muda maupun yang berusia tua. Jumlah pekerja yang berusia di atas 50 tahun sebesar 25,4% dari keseluruhan pekerja di sektor informal. Namun hanya 14% dari mereka bekerja di sektor formal. Pekerja berusia di bawah 20 tahun sebanyak 7.8% dari seluruh pekerja di sektor informal, namun hanya 5.6% dari pekerja di sektor formal.
• Usia rata-rata pekerja di sektor informal adalah 39.52 tahun, sedangkan usia rata-rata untuk pekerja sektor formal adalah 35.75 tahun, hanya selisih sekitar 4 tahun diantara keduanya. • Persentase pekerja perempuan di sektor informal jauh lebih besar daripada persentase pekerja
perempuan di sektor formal.
• Perempuan cenderung memilih bekerja di sektor formal ketika masih muda, kemudian beralih ke sektor informal seiring dengan bertambahnya usia mereka. Hal tersebut berkebalikan dengan laki-laki yang justru beralih ke sektor formal ketika usia mulai bertambah.
2.2 PROYEKSI ANGKATAN KERJA DAN TENAGA KERJA
Perhitungan jumlah angkatan kerja pada suatu waktu tertentu dilakukan dengan mengalikan jumlah penduduk usia kerja dengan angka partisipasi kerja berdasarkan usia dan jenis kelamin. Jumlah total tenaga kerja sama dengan hasil kali antara jumlah angkatan kerja dengan persentase pekerja berdasarkan usia dan jenis kelamin. Hasil yang diperoleh merupakan kombinasi antara sektor formal dan informal.
Kemudian diasumsikan bahwa tingkat partisipasi kerja dan tingkat pengangguran sepanjang rentang waktu analisis adalah tetap. Akibatnya, setiap perubahan jumlah angkatan kerja (yang merupakan persentase dari populasi) atau perubahan tingkat pengangguran secara keseluruhan lebih merefleksikan perubahan komposisi demografis populasi Indonesia daripada perubahan angkatan kerja dan tingkat pengangguran.
Sebagai contoh, angka pengangguran paling tinggi untuk rentang usia termuda dan paling rendah untuk usia pertengahan karir pekerja. Seiring dengan bertambahnya usia populasi, semakin sedikit yang masuk dalam dunia kerja dan rata-rata usia tenaga kerja pun meningkat. Kondisi demografis tersebut menyebabkan angka pengangguran secara keseluruhan menurun meskipun sebenarnya angka pengangguran berdasarkan usia dan jenis kelamin tetap. Tabel berikut memperlihatkan hasil analisis tersebut. Tahun 2010 2030 2050 2070 Jumlah Angkatan Kerja 115.4 144.3 155.1 150.4 Angkatan Kerja sebagai % dari Populasi 50.7% 52.7% 52.4% 51.4%
58 Tahun 2010 2030 2050 2070 Jumlah Pekerja 104.2 132.3 143.4 139.4 Tingkat pengangguran 9.7% 8.4% 7.6% 7.3%
Sumber: Perhitungan Penulis
Proyeksi ini kemudian digunakan sebagai dasar untuk menentukan jumlah pengiur dan penerima manfaat di masa depan untuk masing-masing program asuransi sosial SJSN.