• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

3.5 Definisi Operasional

3.6.2 Angket atau Kuesioner

Kuesioner merupakan teknik pengumpulan data yang dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis kepada responden

untuk dijawabnya (Sugiyono 2014: 192). Cristensen (2004) dalam Sugiyono (2014: 192) menyatakan bahwa kuesioner merupakan instrumen untuk pengumpulan data, dimana partisipan atau responden mengisi pertanyaan atau pernyataan yang diberikan oleh peneliti. Widoyoko (2014: 154) berpendapat

“angket atau kuesioner merupakan salah satu bentuk instrumen penelitian yang

dilakukan dengan cara memberi seperangkat pertanyaan atau pernyataan tertulis

kepada siswa untuk diberikan respon yang sesuai dengan keadaan siswa”.

Dari beberapa pengertian angket menurut para ahli, dapat disimpulkan bahwa angket atau kuesioner adalah seperangkat pertanyaan atau pernyataan yang diberikan oleh peneliti kepada partisipan atau responden untuk mengumpulkan data yang sesuai dengan keadaan partisipan atau responden. Penelitian ini menggunakan angket berupa pertanyaan tertutup. Pertanyaan dan jawaban telah disediakan, sehingga responden hanya memilih jawaban yang telah tersedia. Angket yang digunakan untuk mengetahui gaya belajar (X1) dan motivasi belajar (X2) siswa kelas V SD Negeri di Dabin I Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang (Y).

3.6.3 Dokumentasi

Sugiyono (2014: 326) menyatakan dokumentasi merupakan catatan peristiwa yang sudah berlalu. Dokumen ini bisa berbentuk tulisan, gambar, atau karya-karya monumental dari seseorang. Sementara itu, Arikunto (2013: 201) menyatakan bahwa dokumentasi berasal dari kata dokumen yang berarti barang-barang tertulis, seperti: buku-buku, majalah, dokumen, peraturan, catatan harian, dan sebagainya.

Berdasarkan pengertian dokumentasi menurut beberapa ahli, dapat disimpulkan bahwa dokumentasi merupakan barang-barang tertulis seperti buku-buku, data-data yang relevan, dan sebagainya yang digunakan untuk mengumpulkan data. Dokumen yang dibutuhkan merupakan dokumen berupa arsip yang telah ada sebelum peneliti melakukan penelitian. Dalam hal ini, dokumentasi yang digunakan adalah hasil nilai Ulangan Akhir Semester (UAS) matematika semester 1 siswa kelas V SD Negeri di Dabin I Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang tahun pelajaran 2015/ 2016.

3.7 Instrumen Penelitian

Instrumen penelitian merupakan alat bantu yang digunakan oleh peneliti untuk mengumpulkan data penelitian dengan cara melakukan pengukuran (Widoyoko 2015: 51). Menurut Arikunto (2013: 203) instrumen penelitian adalah alat atau fasilitas yang digunakan peneliti dalam mengumpulkan data agar pekerjaan lebih mudah dan hasilnya lebih baik serta sistematis sehingga mudah diolah. Sejalan dengan pendapat Arikunto, Sugiyono (2014: 148) menjelaskan bahwa instrumen penelitian adalah suatu alat yang digunakan untuk mengukur fenomena alam maupun sosial yang diamati. Secara spesifik semua fenomena ini disebut variabel penelitian. Penelitian ini menggunakan instrumen berupa angket atau kuesioner. Titik tolak dari penyusunan angket ini adalah dengan menetapkan variabel penelitian yang akan diteliti. Dari variabel tersebut diberikan definisi operasionalnya, dan selanjutnya ditentukan indikator yang akan diukur. Dari indikator ini kemudian dijabarkan menjadi butir-butir pertanyaan atau pernyataan.

Penyusunan angket dilakukan dengan menggunakan matriks pengembangan angket atau kisi-kisi angket (lampiran 5) untuk mempermudah penyusunan. Setelah kisi-kisi angket dibuat, selanjutnya menyusun angket yang akan digunakan dalam penelitian (lampiran 7).

Skala pengukuran yang digunakan dalam angket penelitian ini adalah skala Likert yang telah dimodifikasi menjadi empat jawaban. Empat jawaban dengan skala penilaian selalu/ sangat setuju diberi skor 4, sering/ setuju diberi skor 3, kadang-kadang/ tidak setuju diberi skor 2, dan tidak pernah/ sangat tidak setuju diberi skor 1 untuk jawaban positif, sedangkan untuk jawaban negatif diberi skor sebaliknya. Menurut Riduwan (2013: 87) skala Likert digunakan untuk mengukur sikap, pendapat dan persepsi seseorang atau sekelompok tentang kejadian atau gejala sosial. Dalam penelitian gejala sosial ini telah ditetapkan secara spesifik oleh peneliti, yang selanjutnya disebut sebagai variabel penelitian.

Uji validitas dan reliabilitas dilakukan terlebih dahulu sebelum instrumen berupa angket digunakan pengujian kepada responden. Uji validitas dan reabilitas dilakukan karena instrumen yang telah disusun belum merupakan instrumen yang valid dan reliabel. Uji coba angket dalam penelitian ini diberikan kepada 29 siswa kelas V SDN Dabin 1 Kecamatan Ulujami kabupaten Pemalang yang berada di luar sampel penelitian tetapi masih dalam satu populasi. Hal ini sesuai dengan Sugiyono (2014: 172) yang berpendapat “Instrumen dicobakan pada sampel dari

mana populasi itu diambil. Jumlah anggota sampel yang digunakan untuk

pengujian sekitar 30 orang”. Jumlah populasi siswa uji coba diperoleh dari hasil pengurangan jumlah populasi penelitian masing-masing sekolah dengan sampel

siswa setiap sekolah. Dalam hal ini, populasi uji coba adalah siswa. Berikut rinciannya:

Tabel 3.3 Populasi Siswa Uji Coba

No. Nama Sekolah Populasi Siswa Uji Coba 1. SDN 01 Sukorejo 49 – 26 = 23 orang 2. SDN 02 Sukorejo 25 – 14 = 11 orang 3. SDN 03 Sukorejo 38 – 21 = 17 orang 4. SDN 04 Sukorejo 25 – 14 = 11 orang 5. SDN 01 Botekan 37 – 20 = 17 orang 6. SDN 02 Botekan 38 – 21 = 17 orang 7. SDN 01 Rowosari 25 – 14 = 11 orang 8. SDN 02 Rowosari 40 – 22 = 18 orang 9. SDN 03 Rowosari 23 – 12 = 11 orang 10. SDN 04 Rowosari 34 – 18 = 16 orang Jumlah 152 siswa

Sumber: Data diolah dengan Microsoft Excel tahun 2007

Dari tabel di atas, diketahui bahwa populasi siswa uji coba 152 siswa. Kemudian pengambilan sampel uji coba angket menggunakan rumus proporsional random sampling seperti pada pengambilan sampel penelitian. Berikut penghitungan pengambilan sampel uji coba.

Tabel 3.4 Penarikan Sampel Siswa Uji Coba

No. Nama Sekolah

Populasi Siswa Uji

Coba

Sampel Siswa Uji Coba

1. SDN 01 Sukorejo 22 23/ 152 × 30 = 5 2. SDN 02 Sukorejo 11 11/ 152 × 30 = 2 3. SDN 03 Sukorejo 17 17/ 152 × 30 = 3 4. SDN 04 Sukorejo 11 11/ 152 × 30 = 2 5. SDN 01 Botekan 18 17/ 152 × 30 = 3 6. SDN 02 Botekan 17 17/ 152 × 30 = 3 7. SDN 01 Rowosari 11 11/ 152 × 30 = 2 8. SDN 02 Rowosari 18 18/ 152 × 30 = 4 9. SDN 03 Rowosari 11 11/ 152 × 30 = 2 10. SDN 04 Rowosari 16 16/ 152 × 30 = 3 Jumlah 152 siswa 29 siswa

Dari tabel di atas, diketahui bahwa penarikan sampel uji coba terdiri dari 29 siswa. Selanjutnya agar instrumen yang akan kita ujikan valid dan reliabel perlu adanya uji validitas dan reliabilitas. Uraian selengkapnya tentang validitas dan reliabilitas adalah sebagai berikut:

3.7.1 Validitas

Arikunto (1995) dalam Riduwan (2013: 97) menyatakan validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat keandalan atau kesahihan suatu alat ukur.

Menurut Sukardi (2015: 122) “Validitas suatu instrumen penelitian, tidak lain

adalah derajat yang menunjukkan di mana suatu tes mengukur apa yang hendak

diukur.” Validitas adalah suatu ukuran yang menunjukkan tingkat-tingkat kevalidan atau kesahihan suatu instrumen. Suatu instrumen yang valid atau sahih mempunyai validitas tinggi. Sebaliknya, instrumen yang kurang valid memiliki validitas rendah (Arikunto 2013: 211).

Validitas angket dapat diketahui dengan melakukan uji coba pada angket yang telah dibuat. Namun demikian sebelum angket diuji cobakan, angket yang telah dibuat harus melalui uji validitas konstruk (construct validity). Sugiyono (2014:172) menyatakan bahwa “untuk menguji validitas konstruksi, dapat

digunakan pendapat dari ahli (judgment expert)”.

Ahli yang menguji validitas konstruk pada penelitian ini yaitu Drs. Noto Soeharto, M.Pd dan Eka Titi Andaryani, S.Pd, M.Pd. . Uji dilakukan oleh para ahli dengan melihat kesesuaian antara instrumen penelitian dengan aspek-aspek yang akan diukur berdasarkan teori yang digunakan. Setelah pengujian konstruksi dari ahli selesai, maka diteruskan dengan uji coba instrumen penelitian. Instrumen

tersebut diujicobakan pada siswa di luar sampel penelitian tetapi masih dalam satu populasi.

Data hasil uji coba angket kemudian ditabulasikan untuk mengetahui perolehan skor guna menghitung hasil uji coba (lampiran 11).Dalam menghitung validitas hasil uji coba peneliti menggunakan program Statistical Product and Service Solutions (SPSS) versi 20 (lampiran 13). Dalam pengujian validitas item angket uji coba gaya belajar dan belajar belajar diketahui n=29 maka r tabel pada taraf kesalahan 0,05 sebesar 0,367. Pengujian menggunakan uji dua sisi (Two-tailed) dengan taraf signifikansi 0,05 dengan kriteria pengambilan keputusan yaitu jika r hitung r tabel (uji 2 sisi dengan sig. 0,05), maka instrumen dinyatakan valid. Namun, jika r hitung r tabel (uji 2 sisi dengan sig. 0,05), maka instrumen dinyatakan tidak valid (Priyatno 2010: 91). Rekapitulasi hasil perhitungan uji validitas terdapat pada lampiran 13. Langkah-langkah pengoperasian program SPSS versi 20 untuk mengetahui validitas angket, yaitu: Analyze – Scale

Reliability Analysis – Pindahkan semua item 1 sampai 50 ke kolom Items – klik Statistics –beri tanda √ pada Scale if item deleted – Continue.

Berdasarkan perhitungan dengan bantuan program SPSS versi 20 diperoleh hasil untuk uji coba gaya belajar dari 50 pernyataan diperoleh 31 item pernyataan yang memiliki nilai Corrected Item Total Correlation > rtabel, sedangkan 19 item pernyataan memiliki nilai Corrected Item Total Correlation < rtabel sehingga dari 50 pernyataan 19 pernyataan dinyatakan tidak valid. Rincian nomor item soal yang valid dan tidak valid bisa dilihat pada tabel berikut.

Tabel 3.5 Hasil Uji Validitas Angket Gaya Belajar

Item

Soal Valid Tidak Valid

No 2, 3, 4, 5, 7, 9, 11, 12, 15, 16, 17, 19, 21, 23, 24, 27, 28, 29, 30, 31, 33, 34, 38, 40, 42, 43, 45, 46, 47, 48, 49.

1, 6, 8, 10, 13, 14, 18, 20, 22, 25, 26, 32, 35, 36, 39, 37, 41, 44, 50

Sumber : Hasil Pengolahan Data Program SPSS 17

Untuk uji coba angket uji coba motivasi belajar dari 30 item soal uji coba diperoleh soal yang valid sebanyak 20 item pernyataan yang memiliki nilai Corrected Item Total Correlation > rtabel sehingga dikatakan valid, sedangkan 10 pernyataan memiliki nilai Corrected Item Total Correlation < rtabel sehingga dari 30 pernyataan 10 pernyataan tidak valid. Rincian nomor item soal yang valid dan tidak valid bisa dilihat pada tabel berikut.

Tabel 3.6 Hasil Uji Validitas Angket Motivasi Belajar

Item

Soal Valid Tidak Valid

No. 1, 2, 3, 4, 6, 7, 9, 10, 12, 14, 15, 16, 18, 19, 21, 22, 24, 26, 28, 30.

5, 8, 11, 13, 17, 20, 23, 25, 27, 29.

Sumber : Hasil Pengolahan Data Program SPSS 17

Keseluruhan item soal yang valid pada angket gaya belajar sebenyak 31 item dan angket motivasi belajar sebanyak 20 item, peneliti menggunakan keseluruhannya sebagai instrumen penelitian (lampiran 18). Oleh karena itu, akan diperoleh data yang lebih lengkap mengenai gaya belajar dan motivasi belajar di SDN Dabin 1 Kecamatan Ulujami Kabupaten Pemalang.

3.7.2 Reliabilitas

Arikunto (2013: 221) menyatakan reliabilitas menunjuk pada pengertian bahwa suatu instrumen cukup dapat dipercaya untuk digunakan sebagai alat

pengumpul data karena instrumen tersebut sudah baik. Uji reliabilitas digunakan untuk mengetahui konsistensi alat ukur, apakah alat pengukur yang digunakan dapat diandalkan dan tetap konsisten jika pengukuran tersebut diulang (Priyatno, 2010: 97). Artinya instrumen dikatakan reliabel apabila digunakan berkali-kali untuk mengukur tetap menghasilkan data yang sama. Untuk menguji reliabilitas pada penelitian ini menggunakan bantuan program SPSS versi 20 dan hasilnya bisa dilihat pada lampiran 15.

Langkah-langkah untuk menguji reliabilitas angket dengan bantuan program Statistical Product and Service Solutions (SPSS) versi 20, yaitu: pilih menu Analyze, lalu klik Scale, kemudian klik Reliability Analyze. Setelah itu akan muncul kotak dialog dengan nama Reliability Analysis, masukkan semua variabel yang valid ke kotak Items, kemudian pada bagian model pilih Alpha. Langkah selanjunya adalah klik Statistics, pada Descriptives for, klik Scale if item deleted, selanjutnya klik Continue. Klik OK untuk mengakhiri perintah.

Dasar pengambilan keputusan dalam Uji Reliabilitas menurut Sekaran (1992) dalam Priyatno (2010: 98) menyatakan bahwa reliabilitas kurang dari 0,6 adalah kurang baik. Uji reliabilitas angket uji coba gaya belajar dari 31 butir soal didapat Cronbach‟s Alpha sebesar 0,736 yang dapat dilihat pada tabel Reliability Statistics kolom Cronbach‟s Alpha. Uji reliabilitas angket uji coba motivasi belajar dari 20 butir soal didapat Cronbach‟s Alpha sebesar 0,730 yang dapat dilihat pada tabel Reliability Statistics kolom Cronbach‟s Alpha Dengan demikian, dapat diketahui bahwa data hasil uji coba angket dalam penelitian ini lolos uji reliabilitas karena > 0,6.

Berdasarkan hasil uji validitas dan reliabilitas yang telah dilakukan pada angket uji coba gaya belajar dan motivasi belajar, item-item soal yang reliabel dalam angket uji coba meliputi seluruh item soal yang telah valid. Item-item soal yang digunakan dalam pengambilan data pada sampel adalah item-item soal yang dinyatakan valid dan reliabel. Berdasarkan uji validitas dan reliabilitas, semua indikator dan sub indikator mewakili pernyataan yang mewakilinya.