• Tidak ada hasil yang ditemukan

1. Pengembangan Geografi

Arah kebijakan pengembangan geografi adalah penyempurnaan sistem informasi geografi yang mencakup:

(1) Mengembangkan sistem informasi sarana dan prasarana transportasi.

(2) Menyempurnakan sistem informasi mengenai karakteristik atau profil daerah Banyuasin.

2. Pengembangan Sumber Daya Alam

Secara umum, arah kebijakan pengembangan sumber daya alam yang dilakukan Pemerintah Kabupaten Banyuasin yaitu upaya pemanfaatan sumber daya alam secara berkelanjutan. Hal ini dapat ditempuh dengan: (1) Melakukan inventarisasi dan evaluasi sumber daya alam dan

lingkungan hidup.

Kebijakan Terkait Pengembangan KEK Tanjung Api-Api II-29

(3) Menyusun neraca sumber daya alam dan lingkungan hidup.

(4) Melakukan pengkajian IPTEK bidang sumber daya alam dan lingkungan hidup.

(5) Mengembangkan pembangunan pertanian dengan wawasan agribisnis dan agroindustri dengan penerapan IPTEK yang tepat guna dan ramah lingkungan, dan jaringan informasi (pemasaran maupun inovasi baru).

(6) Mengembangkan pembangunan sektor pertanian, dilakukan dengan menitikberatkan kepada upaya pemberdayaan masyarakat petani, dengan menerapkan prinsip partisipatif sesuai dengan kemampuan optimal mereka.

(7) Mengoptimalkan pemanfaatan energi dan sumber daya mineral yang berwawasan lingkungan.

(8) Menyempurnakan sistem informasi tentang potensi energi dan sumber daya mineral.

(9) Meningkatkan pembangunan obyek dan daya tarik wisata unggulan pada setiap wilayah pengembangan pariwisata agar memiliki keunggulan kompetitif dan komparatif.

(10) Meningkatkan partisipasi masyarakat dan lembaga-lembaga usaha jasa kepariwisataan dalam pembangunan pariwisata.

(11) Meningkatkan koordinasi dan kerjasama antar dinas yang ada di lingkungan kabupaten maupun yang berada di luar daerah dalam pembangunan kepariwisataan.

(12) Mengembangkan potensi nilai-nilai seni dan budaya masyarakat melalui pengembangan peranan dan fungsi-fungsi lembaga adat maupun organisasi sosial kemasyarakatan yang ada.

(13) Meningkatkan pendidikan dan latihan bagi upaya pengembangan potensi sumber daya manusia kepariwisataan yang profesional. Kebijakan lainnya yaitu penyelamatan lingkungan hidup yang dapat ditempuh dengan:

Kebijakan Terkait Pengembangan KEK Tanjung Api-Api II-30

1) Menyempurnakan deregulasi mengenai pengaturan pengelolaan hutan dan lingkungan hidup bagi pengusaha Hak Pengusahaan Hutan.

2) Meningkatkan pengawasan terhadap pelaksanaan deregulasi terutama deregulasi di bidang kehutanan.

3) Menyempurnakan sistem manajemen informasi kehutanan.

4) Mengoptimalkan pengawasan terhadap industri-industri yang menciptakan limbah yang berdampak terhadap lingkungan.

5) Memasyarakatkan pembangunan yang berorientasi pada ramah lingkungan.

3. Pengembangan Demografi

Arah kebijakan pengembangan demografi yaitu:

(1) Menekan tingkat kelahiran penduduk di setiap daerah.

(2) Mengorientasikan kebijakan pada pemerataan penyebaran penduduk.

(3) Mengembangkan sentra-sentra ekonomi rakyat.

(4) Mewujudkan kualitas sumber daya manusia yang berpendidikan, sehat, dan berakhlak.

(5) Meningkatkan pemahaman peka jender bagi para pengelola program KB khususnya dan masyarakat pada umumnya.

(6) Mendesentralisasikan program KB.

(7) Memperkuat kelembagaan dan SDM pengelola Program KB.

(8) Meningkatkan penyediaan alat dan obat serta pelayanan KB yang bermutu secara subsidi dan atau cuma-cuma bagi masyarakat miskin.

(9) Membina SDM pelaku ekonomi yang berjiwa entreprenuership dan inovatif.

(10) Memberdayakan tenaga kerja produktif. (11) Membangun sistem hubungan industrial.

Kebijakan Terkait Pengembangan KEK Tanjung Api-Api II-31

4. Pengembangan Ekonomi

Arah kebijakan pengembangan ekonomi yaitu:

(1) Menyediakan bantuan fasilitas secara terbatas dan selektif kepada usaha mikro, kecil, menengah dan koperasi terutama dalam bentuk perlindungan dari persaingan yang tidak sehat, pendidikan dan pelatihan, informasi bisnis dan teknologi, permodalan dan lokasi usaha.

(2) Mengembangkan hubungan kemitraan dalam bentuk keterkaitan usaha yang saling menunjang dan menguntungkan antara koperasi, swasta dan Badan Usaha Milik Negara serta antar usaha besar, menengah, kecil, dan mikro.

(3) Memperluas dan memperkuat lembaga-lembaga pendukung pengembangan usaha mikro, kecil, menengah, dan koperasi.

(4) Mengembangkan semangat kewiraswastaan dan kewirakoperasian. (5) Memperkecil terjadinya konflik, baik antar masyarakat maupun

dengan para investor.

(6) Meningkatkan peran aktif dinas-dinas di daerah terhadap pengembangan usaha mikro, kecil, menengah, dan koperasi.

(7) Memperkuat daya saing produk daerah.

(8) Meningkatkan peran aktif masyarakat dan dunia usaha, dalam pengembangan sarana dan prasarana penunjang daya saing usaha. (9) Meningkatkan stabilitas harga, serta menekan biaya-biaya transaksi,

termasuk biaya transportasi dan jasa distribusi.

(10) Mendorong mobilitas sumber daya pembangunan dalam lintas kabupaten, kota, dan provinsi.

(11) Mengembangkan iklim usaha yang kondusif, kompetitif, dan non diskriminatif.

(12) Memberdayakan institusi pendukung mekanisme pasar barang dan jasa.

Kebijakan Terkait Pengembangan KEK Tanjung Api-Api II-32

(13) Mengurangi hambatan berusaha melalui penyederhanaan prosedur investasi dan mengurangi hambatan dalam perdagangan.

(14) Meningkatkan efisiensi, efektivitas, akuntabilitas, dan transparansi pengelolaan dana APBD.

(15) Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) baik melalui ekstensifikasi maupun intensifikasi.

(16) Mengadakan kerjasama dengan BUMN, perusahaan swasta dalam negeri dalam kegiatan investasi.

(17) Mengadakan pendekatan dengan investor luar negeri dalam rangka mendorong investasi.

(18) Mengkaji penerbitan obligasi untuk mempercepat pembangunan daerah.

(19) Meningkatkan pembangunan dan pemeliharaan prasarana jalan, jembatan, saluran irigasi, saluran air minum, listrik, dan telekomunikasi.

(20) Meningkatkan peran serta swasta dan masyarakat dalam pembangunan sarana dan prasarana umum.

(21) Memberikan prioritas pembangunan sarana dan prasarana umum pada kawasan tertinggal.

5. Pengembangan Sosial Budaya

Arah kebijakan pengembangan sosial budaya yaitu:

(1) Meningkatkan derajat kesehatan jasmani dan rohani masyarakat. (2) Meningkatkan jumlah dan profesionalisme tenaga kesehatan. (3) Meningkatkan jumlah dan mutu sarana dan prasarana kesehatan. (4) Memprioritaskan pembangunan sarana dan prasarana kesehatan

bagi masyarakat di kawasan tertinggal.

(5) Menetapkan standar mutu pelayanan kesehatan.

(6) Meningkatkan kesejahteraan sosial masyarakat terutama masyarakat miskin, anak terlantar, dan anak cacat.

Kebijakan Terkait Pengembangan KEK Tanjung Api-Api II-33

(7) Mengembangkan nilai budaya dan semi budaya yang ada dalam masyarakat.

(8) Meningkatkan kedudukan dan peranan perempuan di segala bidang pembangunan.

(9) Memperkuat peran aktif masyarakat, lembaga-lembaga pemerintah, organisasi sosial dan adat agar peduli terhadap upaya pemberdayaan perempuan.

(10) Memperluas pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang berkualitas bagi seluruh masyarakat.

(11) Meningkatkan penyediaan sarana dan prasarana pendidikan.

(12) Meningkatkan kualifikasi akademik dan profesionalisme serta jaminan kesejahteraan bagi tenaga pendidik.

(13) Memberdayakan lembaga-lembaga pendidikan baik formal dan non formal.

(14) Melakukan pemantapan sistem pendidikan nasional di Banyuasin berdasarkan prinsip desentralisasi, otonomi keilmuan, dan manajemen.

(15) Mengembangkan kualitas Pendidikan Luar Sekolah (PLS) atau kursus-kursus secara terarah, terpadu dan menyeluruh sesuai dengan kondisi serta pasaran kerja.

(16) Meningkatkan pelayanan dan mutu pendidikan agama.

(17) Membina dan meningkatkan kerukunan umat seagama dan kerukunan antar umat beragama.

(18) Meningkatkan mutu pelayanan kehidupan beragama dengan mengembangkan peran dan fungsi tempat peribadatan.

(19) Meningkatkan mutu pelayanan ibadah haji.

(20) Memasyarakatkan dan menetapkan prinsip-prinsip persamaan dan anti-diskriminasi dalam kehidupan bermasyarakat.

(21) Mengupayakan kehidupan yang layak bagi fakir miskin dan anak-anak terlantar.

Kebijakan Terkait Pengembangan KEK Tanjung Api-Api II-34

(22) Membina dan mengembangkan sikap kritis masyarakat melalui apresiasi budaya daerah.

(23) Mengembangkan minat dan budaya membaca masyarakat untuk memperluas wawasan budaya, pengetahuan, dan informasi.

(24) Meningkatkan wawasan dan kualitas keagamaan pemuda.

(25) Memberdayakan dan meningkatkan partisipasi pemuda dalam pembangunan.

(26) Memberdayakan dan meningkatkan kualitas organisasi kepemudaan.

(27) Memberikan iklim yang kondusif bagi tumbuh dan berkembangnya wawasan kewirausahaan pemuda.

(28) Meningkatkan jumlah dan mutu sarana dan prasarana olahraga. (29) Membuka sebanyak mungkin kesempatan kerja dan berusaha bagi

kelompok miskin.

(30) Mengefektifkan program keluarga berencana bagi keluarga miskin dan berpenghasilan rendah.

(31) Meningkatkan kemampuan fisik dan mental kelompok miskin melalui perbaikan akses pelayanan kesehatan dan pendidikan.

(32) Meningkatkan kemampuan produksi dan sistem pendayagunaan sumber pangan serta melibatkan peran serta masyarakat.

6. Pengembangan Politik, Keamanan dan Ketertiban, Hukum, dan Aparatur Pemerintah

Arah kebijakan pengembangan politik, keamanan dan ketertiban, hukum, dan aparatur pemerintah yaitu:

(1) Menata sistem pemerintahan dan politik yang demokratis dan transparan.

(2) Meningkatkan kemampuan bagi para penyelenggara pemerintahan daerah agar semakin demokratis, transparan dan tidak diskriminatif dalam mengelola pembangunan daerah.

Kebijakan Terkait Pengembangan KEK Tanjung Api-Api II-35

(4) Mendorong kesadaran dan kebersamaan masyarakat dalam menjaga keamanan dan ketertiban lingkungannya.

(5) Meningkatkan koordinasi, kesadaran, kebersamaan dan keterpaduan pemerintah dan masyarakat dalam penanggulangan bencana alam, seperti banjir, tanah longsor, dan kebakaran.

(6) Menegakkan supremasi hukum.

(7) Melakukan deregulasi terhadap produk-produk hukum dalam rangka otonomi daerah dan berpihak kepada masyarakat.

(8) Meningkatkan jumlah dan mutu komunikasi diantara komponen lembaga-lembaga politik, pemerintah dan parpol dalam rangka memahami perundang-undangan dan pelaksanaan otonomi daerah. (9) Meningkatkan jaminan dan kepastian hukum dalam masyarakat

sehingga keadilan dan perlindungan hukum terhadap hak asasi manusia benar-benar dapat dirasakan oleh masyarakat.

(10) Melaksanakan pemerintahan yang bersih dan baik melalui pelaksanaan pembaharuan dan penegakan hukum.

(11) Meningkatkan pemahaman masyarakat agar mengerti dan menghormati hukum.

(12) Memberantas secara sistematis perdagangan dan penyalahgunaan narkotika dan obat-obat terlarang.

(13) Mengembangkan budaya hukum pada semua lapisan masyarakat. (14) Meningkatkan koordinasi antar daerah kabupaten dan kota terhadap

pelaksanaan otonomi daerah.

(15) Memberantas korupsi, kolusi dan nepotisme sesuai tuntutan reformasi.

(16) Membenahi struktur organisasi pemerintah daerah. (17) Melakukan sosialisasi otonomi daerah.

(18) Meningkatkan kualitas sumber daya aparatur pemerintah daerah. (19) Menyempurnakan sistem informasi manajemen pemerintah daerah. (20) Penyederhanaan sistem birokrasi.

Kebijakan Terkait Pengembangan KEK Tanjung Api-Api II-36

7. Pembiayaan Pembangunan

Arah kebijakan pembiayaan pembangunan dalam program pembangunan daerah yaitu:

(1) Memanfaatkan secara optimal semua potensi pembiayaan yang tersedia serta menggali sumber-sumber pembiayaan yang mungkin diperoleh atau dapat diinvestasikan di Banyuasin.

(2) Menggunakan dana-dana pembangunan tersebut secara berdaya guna, berhasil guna dan obyektif rasional serta konsisten dengan skala prioritas, dalam mengolah program-program pembangunan yang benar-benar berorientasi pada pencapaian tujuan pembangunan.

(3) Menyempurnakan pengelolaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Pemerintah Daerah yang bersumber dari dana APBN, PAD dan sumber-sumber pendapatan lainnya.

(4) Mengupayakan peningkatan Penerimaan Keuangan Pemerintah Daerah dari Dana Alokasi Umum dan Dana Alokasi Khusus sesuai dengan Dana Perimbangan Keuangan antara Pusat dan Daerah. (5) Mengintensifikasi dan ektensifikasi pajak dan retribusi daerah.

(6) Mendorong ekspor dan mengembangkan kegiatan ekonomi pada umumnya.

(7) Melakukan penelitian yang lebih diarahkan pada pengendalian sumber-sumber pembiayaan, baik terhadap sumber-sumber kekayaan alam maupun terhadap sumber-sumber potensial yang ada di kalangan masyarakat.

(8) Meningkatkan partisipasi masyarakat, dalam menginvestasikan modalnya pada sektor-sektor tertentu yang secara ekonomis dapat memberikan keuntungan yang layak, baik melalui pemberian fasilitas penanaman modal maupun penciptaan kreativitas investasi swasta lainnya.

Kebijakan Terkait Pengembangan KEK Tanjung Api-Api II-37

(9) Menarik dana-dana dari luar untuk diinvestasikan di Banyuasin baik dalam bentuk PMDN maupun PMA ataupun menarik investasi swasta lainnya secara terkendali dan terarah sesuai dengan kebijaksanaan pembangunan di Banyuasin.

(10) Mempercepat pemulihan dan stabilisasi ekonmi, sehingga hasil-hasil pembangunan lebih dapat memberdayakan segenap lapisan masyarakat.

3.2 Kebijakan Tata Ruang Nasional dan Daerah

3.2.1 Rencana Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional (RTRWN) Tahun 2008 – 2028

Dalam Rencana Tata Ruang Wilayah Nasional Wilayah Palembang dan sekitarnya ditetapkan sebagai kegiatan strategis nasional, diantaranya sebagai Pusat Kegiatan Nasional (PKN) dan sebagai Kawasan Andalan Nasional. Palembang sebagai Pusat Kegiatan Nasional dan Kawasan Andalan Nasional merupakan wilayah dengan potensi yang sangat baik untuk mendukung pengembangan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK). Salah satu syarat/kriteria Kawasan Ekonomi Khusus adalah kawasan yang telah memiliki sarana dan prasarana yang memadai. Tanjung Api Api sebagai bagian dari PKN Palembang memiliki indikasi sebagai Kawasan yang laik untuk dikembangkan menjadi Kawasan Ekonomi Khusus.

Berikut dibawah ini rencana struktur ruang dan rencana pola pemanfaatan ruang dan rencana kawasan andalan Wilayah Palembang dan sekitarnya dalam konstelasi wilayah Nasional Republik Indonesia.