ASPEK MANAJEMEN DAN ASPEK SOSIAL
6. Sistem Informasi Manajemen
7.1. Arus Kas (Cashflow)
7.1.1. Arus Penerimaan atau Manfaat(Inflow)
VII ANALISIS ASPEK FINANSIAL
Menganalisis kelayakan suatu proyek atau usaha dari segi keuangan dapat mengunakan. Analisis finansial. Adapun kriteria – kriteria penilaian investasi yang dapat digunakan yaitu NPV, IRR, Net B/C, dan Payback period. Untuk menganalisis dengan empat kriteria tersebut, digunakan arus kas (cashflow) untuk mengetahui besarnya manfaat yang diterima dan biaya yang dikeluarkan PT Agrindo Surya Graha selama umur proyek. Selain perlu dilakukan analisis laba rugi yang akan menghasilkan komponen pajak yang merupakan pengurangan dalam cashflow perusahaan. Setelah diketahui pajak maka dilakukan penyusunan
cashflow sebagai dasar perhitungan kriteria investasi. Kriteria investasi akan
menunjukan layak tidaknya usaha dari sisi finansial. Untuk mencari batas maksimal suatu perubahan sehingga dengan batas tersebut usaha masih dikatakan layak maka analisis sensitivitas dengan metode penghitungan switching value perlu dilakukan.
Management perusahaan PT Agrindo Surya Graha memutuskan umur proyek usaha selama 5 tahun. Hal ini dikarenakan umur penggunaan mesin hanya sampai 5 tahun ke depan. Pertimbangan mesin merupakan salah satu asset penting dalam usaha ini. Disamping itu menurut management dengan 5 tahun dapat diharapkan usaha ini mampu memberikan keuntungan yang optimal sehingga mampu menciptakan usaha yang lainnya.
7.1. Arus Kas (Cashflow)
7.1.1. Arus Penerimaan atau Manfaat(Inflow)
Penerimaan atau manfaat adalah segala sesuatu yang dapat meningkatkan pendapatan pada sebuah proyek. Arus manfaat pada bisnis PT Agrindo Surya Graha adalah penerimaan dari hasil penjualan pupuk organik, pinjaman, modal sendiri dan nilai sisa.
1) Penerimaan dari penjualan Pupuk Organik
Pupuk organik PTAgrindo Surya Graha mulai terjual pada bulan Agustus 2009. Produk diijual dalam satuan kemasan 40 kg dan 50 kg dan masing-masing dijual Rp 550/kg. Rincian penerimaan penjualan pupuk dapat dilihat dari rincian
78
penerimaan pertahunya. Diasumsikan semua produk terjual habis. Karena berdasarkan pengamatan selama 3 bulan seluruh produk yang dihasilkan semuanya laku terjual oleh para pembeli atau distributor lainya. Sedangkan kapasitas produksi hanya mampu mencapai 520 ton/bulan selama 26 hari kerja atau sekitar 20 ton perhari. Rincian produksi pertahun dapat dilihat pada Tabel 13.
Tabel 13. Proyeksi Produksi Pupuk Organik PT Agrindo Surya Graha Tahun 2009-2014
No. Bulan Tahun (ton)
2009 2010 2011 2012 2013 1 Januari 0 520 520 520 520 2 Februari 0 520 520 520 520 3 Maret 0 520 520 520 520 4 April 0 520 520 520 520 5 Mei 0 520 520 520 520 6 Juni 0 520 520 520 520 7 Juli 520 520 520 520 520 8 Agustus 520 520 520 520 520 9 September 520 520 520 520 520 10 Oktober 520 520 520 520 520 11 November 520 520 520 520 520 12 Desember 520 520 520 520 520 3.120 6.240 6.240 6.240 6.240
Total Produksi Selama Proyek 28.080 ton
Jumlah proyeksi produksi akumulasi perhitungan produksi dalam perhari selama umur proyek yang direncanakan yaitu 20 ton perhari jumlah produksi atau setara dengan 520 ton perbulan dalam 26 hari kerja perbulanya. Jika gagal produksi 5 persen dalam umur proyek maka akan setara kegagalan produksi sebanyak 1.404 ton. Dari hasil proyeksi produksi diatas maka selanjutnya dikonversi menjadi satuan rupiah yang dihasilkan dari jumlah penjualan produk. Jumlah rupiah yang didapat dari penjualan produk efektif pada bulan Agustus 2009 dapat dilihat pada data Tabel 14.
79
Tabel 14. Proyeksi Penjualan Pupuk Organik PT Agrindo Surya Graha 2009-2014
No. Tahun Jumlah
Produksi (Kg) Harga Jual Penerimaan 1 2009 2.470.000 Rp.550 Rp 1.358.500.000 2 2010 5.928.000 Rp.550 Rp. 3.260.400.000 3 2011 5.928.000 Rp.550 Rp. 3.260.400.000 4 2012 5.928.000 Rp.550 Rp. 3.260.400.000 5 2013 5.928.000 Rp.550 Rp. 3.260.400.000 Total Penerimaan Rp. 14. 400.100.000
Penerimaan dari hasil penjualan pupuk organik PT Agrindo Surya Graha selama umur 5 tahun proyek adalah Rp. 14.400.100.000 dari total penjualan 26.182 ton pupuk organik. Asumsi Tabel 14 merupakan hasil produksi setelah dikurangi lima persen kerusakan produksi atau setara dengan 1.404 ton kerusakan produksi perproyek. Untuk usaha pupuk organik ini belum memperoleh pendapatan tambahan dari sektor lain. Sehingga total penerimaan yang akan didapat selama proyek adalah sebesar Rp.14.400.100.000.
2. Penerimaan Pinjaman dari Bank
Analisis kelayakan finansial PT Agrindo Surya Graha akan menggunakan dua skenario modal usaha yaitu skenario seluruhnya modal sendiri (skenario I) dan skenario mendapatkan pinjaman dari Bank Mandiri (skenario II), besarnya modal sendiri dan pinjaman ditentukan dari besarnya investasi yang dikeluarkan. Adapun biaya investasinya yaitu sebesar Rp 625.446.600.
3. Nilai Sisa
Pada penelitian ini diperoleh nilai sisa investasi pada akhir tahun kelima adalah sebesar Rp 351.790.000. Nilai sisa ini berasal dari investasi yang belum habis umur ekonomisnya pada tahun kelima. Sehingga nilai sisa diperhitungkan sebagai nilai pendapatan akhir proyek pada tahun kelima. Rincian data nilai sisa dapat dilihat pada data Tabel 15.
80
Tabel 15. Data Investasi dan Nilai Sisa PT Agrindo Surya Graha
No. INVESTASI NILAI BELI UMUR
TEKNIS BESARNYA NILAI SISA A PERALATAN 1 Mesin @2 Rp 250.000.000 5 Rp -2 Timbangan digital @2 Rp 3.000.000 5 Rp -3 Timbangan manual Rp 1.000.000 5 Rp -4 Skop @ 10 Rp 400.000 2 Rp 200.000 5 Cangkul @ 10 Rp 450.000 2 Rp 225.000 6 Grobak @ 3 Rp 750.000 3 Rp 250.000 7 Troly @ 2 Rp 300.000 3 Rp 100.000 8 Sprayer @ 2 Rp 750.000 3 Rp 250.000
9 Mesin disel cadangan Rp 2.500.000 5 Rp -10 Karung @ 1500 Rp 1.125.000 5 Rp
-11 Palu @ 2 Rp 40.000 2 Rp 20.000
12 Pahat @ 2 Rp 70.000 2 Rp 35.000
13 Kunci inggris satu set Rp 450.000 3 Rp 150.000 14 Kunci L satu set Rp 450.000 3 Rp 150.000 15 Gergaji besi @ 2 Rp 300.000 3 Rp 100.000 16 Gerjaji kayu @ 2 Rp 160.000 2 Rp 80.000 17 Mesin las Rp 1.500.000 5 Rp -18 Ember @ 6 Rp 96.000 1 Rp -19 Gayung @ 5 Rp 50.000 1 Rp -20 Mesin jahit karung @ 2 Rp 1.500.000 5 Rp -21 Sarung tangan @ 4 lusin Rp 200.000 1 Rp -22 Masker @ 4 lusin Rp 80.000 1 Rp
-B PERLENGKAPAN
1 Galon + Alat Minum Rp 200.000 2 Rp 100.000
2 Dispenser Rp 100.000 2 Rp 50.000
3 Kompor Gas Rp 240.000 3 Rp 80.000
4 komputer Rp 5.000.000 5 Rp -5 Tabung Gas Rp 200.000 5 Rp
-6 ATK Rp 1.500.000 1 Rp
-C PRASARANA & SARANA
1 Pendirian PT Rp 50.000.000 5 Rp -2 perijinan Usaha Rp 10.000.000 5 Rp -3 NPWP,SK Domisili, Akte Perubahan Rp 10.000.000 5 Rp -D BANGUNAN
1 Bangunan Pabrik Rp 700.000.000 10 Rp 350.000.000
81 7.1.2. Arus Pengeluaran (Outflow)
Kelompok komponen biaya dibagi menjadi dua bagian yaitu biaya investasi dan biaya operasional. Biaya investasi adalah biaya yang harus dikeluarkan untuk mendapatkan faktor – faktor produksi yang digunakan dalam proses produksi. Biaya operasional adalah sejumlah dana yang dikeluarkan agar proses produksi berlangsung.
1) Biaya Investasi
Pada PT Agrindo Surya Graha biaya investasi pada tahun kesatu. Selain untuk biaya tersebut juga dilakukan re-investasi untuk barang yang memiliki umur ekonomis kurang dari 5 tahun. Rincian biaya investasi pengusahaan PT Agrindo Surya Graha pada Tabel 15 dan adapun untuk rincian biaya Re-investasi dapat di lihat pada Tabel 16.
Tabel 16. Data Rincian Biaya Re-investasi PT Agrindo Surya Graha.
Umur Teknis 1 2 3 4 5 Peralatan 1 Skop @ 10 400.000 2 400.000 400.000 400.000 2 Cangkul @ 10 450.000 2 450.000 450.000 450.000 3 Grobak @ 3 750.000 3 750.000 750.000 4 Troly @ 2 300.000 3 300.000 300.000 5 Sprayer @ 2 750.000 3 750.000 750.000 6 Palu @ 2 40.000 2 40.000 40.000 40.000 7 Pahat @ 2 70.000 2 70.000 70.000 70.000 8 Kunci inggris satu set 450.000 3 450.000 450.000
9 Kunci L satu set 450.000 3 450.000 450.000 10 Gergaji besi @ 2 300.000 3 300.000 300.000
11 Gerjaji kayu @ 2 160.000 2 160.000 160.000 160.000 12 Ember @ 6 96.000 1 96.000 96.000 96.000 96.000 96.000 13 Gayung @ 5 50.000 1 50.000 50.000 50.000 50.000 50.000 14 Sarung tangan @ 4 lusin 200.000 1 200.000 200.000 200.000 200.000 200.000 15 Masker @ 4 lusin 80.000 1 80.000 80.000 80.000 80.000 80.000
Perlengkapan
1 Galon + Alat Minum 200.000 2 200.000 200.000 200.000 2 Dispenser 100.000 2 100.000 100.000 100.000 3 Kompor Gas 240.000 3 240.000 240.000
6 ATK 1.500.000 1 1.500.000 1.500.000 1.500.000 1.500.000 1.500.000 Total 6.586.000 1.926.000 3.346.000 5.166.000 3.346.000
Tahun Re-Investasi No Rincian Data Total Nilai
2) Biaya Operasional
Biaya operasional adalah biaya yang dikeluarkan secara berkala selama proyek berjalan. Biaya ini meliputi biaya tetap dan biaya variabel, biaya operasional dikeluarkan pada tahun kesatu sampai tahun kelima.
82
a) Biaya Tetap
Biaya tetap adalah biaya yang dikeluarkan setiap tahun yang besarnya tidak berpengaruh langsung terhadap jumlah output yang dihasilkan. Biaya tetap yang dikeluarkan oleh PT Agrindo Surya Graha meliputi gaji, telephone, listrik, pemeliharaan alat dan bangunan, Pajak Bumi dan Bangunan. Adapun rincian dari biaya tetap tersebut adalah sebagai berikut : 1. Biaya Gaji
Biaya gaji dikeluarkan setiap bulan dengan komponen gaji pokok skala Upah Minimum Regional atau UMR dengan disertai tambahan uang makan. Untuk para direksi perusahaan membayar secara merata karena masih memiliki kontribusi yang sama terhadap perusahaan. Dari hasil tersebut diperoleh pengeluaran biaya tetap gaji karyawan pada perusahaan dengan rincian pada Tabel 17.
Tabel 17. Biaya Gaji PT Agrindo Surya Graha per Tahun.
Total Gaji/tahun 1 Gaji Akuntan 1 Rp 500.000 12 Rp 6.000.000 2 Gaji Security 2 Rp 2.000.000 12 Rp 24.000.000 3 Gaji Kepala Produksi 1 Rp 1.200.000 12 Rp 14.400.000 4 Gaji Wakil Kepala Produksi 1 Rp 1.000.000 12 Rp 12.000.000 5 Gaji kepala operasional 1 Rp 3.000.000 12 Rp 36.000.000
6 Gaji GM 1 Rp 4.000.000 12 Rp 48.000.000
7 Gaji Direksi 4 Rp 6.000.000 12 Rp 72.000.000 Biaya Tetap Jumlah Orang Gaji/bulan Bulan
No.
2. Biaya Telephon, Listrik dan Sewa Kantor
Berdasarkan hasil wawancara besarnya total biaya telephon, air dan listrik yaitu Rp 2.000.000/bulan. Sehingga pengeluaran untuk biaya ini pada setiap tahunnya yaitu : Rp 2.000.000/bulan x 12 bulan = Rp 24.000.000/thn. PT Agrindo Surya Graha juga memiliki alamat kantor di daerah Jakarta Selatan. Untuk alamat kantor tersebut management PT Agrindo Surya Graha menyewa seharga Rp 2.500.000 per bulan. Sehingga pengeluaran untuk biaya sewa kantor setiap tahunnya sebesar Rp 30.000.000/tahun.
83
3. Biaya Pemeliharaan Alat dan Bangunan
Biaya pemeliharaan alat dan bangunan telah ditetapkan oleh pihak manajemen yaitu sebesar 3 persen dari total nilai beli bangunan, peralatan dan perlengkapan, serta kendaraan. Total biaya pemeliharaan disajikan pada Tabel 18.
Tabel 18. Total Biaya Pemeliharaan
Persentase Biaya Pemeliharaan (%) 1 Bangunan 700.000.000 3 21.000.000 2 Peralatan 265.171.000 3 7.955.130 3 Perlengkapan 7.240.000 3 217.200 29.172.330
No Uraian Nilai Beli (Rp) Jumlah (Rp)
Total Biaya Pemeliharaan per Tahun
4. Biaya Pajak Bumi dan Bangunan
Besarnya biaya pajak bumi dan bangunan tergantung dari luas objek tanah dan bangunan yang dimiliki oleh wajib pajak, adapun besarnya PBB yang harus dibayarkan oleh pihak manajemen disajikan pada Tabel 19.
Tabel 19. Rincian Perhitungan PBB
No Komponen Luas (m) Harga (Rp) Total (Rp)
1 Nilai Tanah Pabrik PT.ASG 7.300 68.493 500.000.000
2 Nilai Bangunan Pabrik 6.000 33.333 200.000.000
3 Jumlah Nilai Jual Objek Pajak 700.000.000
4 Nilai Jual Kena Pajak 140.000.000
560.000.000
5 PBB per Tahun 280.000
20 % x 700.000.000 0,05 % x 560.000.000
5. Biaya Cicilan Pinjaman Modal
Analisis finansial kelayakan usaha PT Agrindo Surya Graha akan menggunakan skenario perolehan modal pinjaman dari Bank sebesar Rp.
729.687.700. Lamanya pinjaman tersebut yaitu 5 tahun sesuai dengan umur proyek, rumus yang digunakan yaitu rumus perhitungan angsuran kredit dengan annuity (nilai angsuran tetap).
84
Angsuran per Tahun = pinjaman x {interest x (1 + interest)^periode} {(1 + interest)^periode – 1}
Adapun rincian perhitungan cicilan pinjaman pokok dan bunga pinjaman dapat di lihat pada Tabel 20.
Tabel 20. Angsuran Pembayaran Pinjaman
No 1 2 3 4
No Tahun Pokok Pinjaman Biaya Bunga Angsuran Sisa Pokok Pinjaman 1 2009 94.619.689 87.562.440 182.182.129 530.826.311 2 2010 107.866.445 74.315.684 182.182.129 422.959.866 3 2011 122.967.748 59.214.381 182.182.129 299.992.118 4 2012 140.183.233 41.998.896 182.182.129 159.808.885 5 2013 159.808.885 22.373.244 182.182.129 0 5 14% Rp182.182.129 Perhitungan Pembayaran Kredit
Pembayaran Angsuran Pinjaman Uraian Pinjaman
Jangka Waktu Pengembalian (tahun) Tingkat Suku Bunga
Angsuran Kredit per Tahun
Keterangan Rp625.446.000
B. Biaya Variabel
Biaya variabel adalah biaya yang selalu berubah selama proses produksi berlangsung. Unsur – unsur yang termasuk ke dalam biaya variabel yaitu bakalan bahan baku, bahan bakar dan upah buruh. Rincian dapat dilihat pada Tabel 21.
85
Ada beberapa biaya yang tidak dikeluarkan oleh management perusahan seperti biaya transport, biaya kemasan, biaya akomodasi perjalan dan biaya lainya. Hal ini dikarenakan biaya-biaya tersebut sudah ditangung oleh para distributor atau mitra usaha PT Agrindo Surya Graha
C. Pajak Penghasilan Usaha
Besarnya pajak yang dikeluarkan tergantung dari perolehan laba perusahaan setiap tahunnya. Rujukan penghitungan pajak penghasilan diperoleh dari laporan laba rugi yang dapat dilihat pada lampiran. Berikut ini adalah contoh perhitungan besarnya jumlah pajak yang harus di bayarkan jika labanya Rp 995,536,858:
= {[Rp 50.000.000 x 10 %] + [Rp 50.000.000 x 15 %] + [(Rp 995.536.858 – Rp 100.000.000) x 30%]} = Rp 281,161,057