JURUS CEPAT NYIAPIN OBAT
ASAH OTAK SEPUTAR ANESTESI (TEKA-TEKI ANESTESI)
1. Gambaran cardiac arrest pada EKG?
Jawab : Adanya gambaran fibrilasi ventrikel, asystole ventrikel dan disosiasi elektromekanikal (DEM)/ gambaran bizarre
2. Obat-obat yang digunakan pada RJP?
Jawab : Esensial : Adrenalin (epinefrin), na bicarbonate, ca glukonat, lidokain (silocain)
Non esensial: kalium, dopamine, dobutamin, cairan infuse, atropin 3. Kapan RJP dimulai dan diakhiri?
Jawab : RJP dimulai : bila ada tanda-tanda hipoksia seperti takipneu, bradikardi, hipotensi. RJP diakhiri : bila telah timbul kembali sirkulasi dan ventilasi spontan yang efektif, dalam ½-1 jam tidak perbaikan, adanya tanda-tanda mati batang otak, penolong kelelahan, sudah datang bantuan dari tim medis yang lebih ahli.
4. Bagaimana diagnosa mati batang otak/brain death/MBO?
Jawab : Tidak ada respon terhadap reflex motorik, tidak ada gerak spontan, tidak ada ventilasi spontan (henti nafas), dilatasi pupil (refleks pupil negatif), refleks corneal negatif, refleks oculocephalik negatif, refleks oculovestibulator negatif, tidak ada respon takikardi pada pemberian SA 0,6-1 mg.
5. Komplikasi RJP?
Jawab : Fraktur servikal, fraktur costae, fraktur sternum, hematothoraks, pneumothorak, laserasi hati dan limpa, distensi lambung sehingga terjadi aspirasi dan regurgitasi, contusio paru, perlukaan pada bibir
6. Bagaimana konkritnya resusitasi otak?
Jawab : Posisi pasien supine, head up ( semi vouler 10-20 ˚ ), hiperventilasi, hipometabolisme, hipotermi, hiperosmolar, no pain, no vomit, no cough, no takikardi, no hipertensi, nutrisi, relaksasi total, no hipoglikemi, pengendalian sirkulasi.
7. Apa yang dimaksud dengan Human Mentation?
Jawab : Tindakan resusitasi lanjut otak dan sistem saraf untuk mencegah terjadinya kelainan neurologis yang menetap. Selain itu juga digunakan untuk menentukan terjadinya kerusakan otak dan resusitasi serebral.
8. Apa yang dimaksud dengan Gauging?
Jawab : Memonitor dan mengevaluasi RJP, pemeriksaan dan penentuan penyebab dasar serta penilaian dapat tidaknya pasien diselamatkan dan apakah usaha pertolongan perlu dilanjutkan atau tidak.
9. Jelaskan perbedaan cardiac arrest pada hipokalemia dan hiperkalemia ?
Jawab : Pada Hipokalemi cardiac arrest terjadi karena fibrilasi ventrikel, sedangkan pada hiperkalemi cardiac arrest terjadi karena asystole
10.Triple airway manuver ?
Jawab : ekstensi kepala (head tilt), chin lift (angkat dagu), jaw thrust (buka mulut)
11.Bagaimana test fluid ?
Jawab : tes fluid adalah tes yang dilakukan untuk mengetahui apakah seseorang dehidrasi atau tidak. Dengan cara : guyur cairan 250 ml selama 10 menit kemudian ukur tekanan darah, jika ada perbaikan pasien mengalami keadaan hipovolemik
12.Apa perbedaan dehidrasi hipotonik, isotonic dan hipertonik ? Jawab :
Gejala Hipotonik Isotonik Hipertonik
Rasa haus - + +
Berat badan Menurun sekali Menurun Menurun Turgor kulit Menurun sekali Menurun Tidak jelas Kulit/selaput lendir Basah Kering Kering sekali
Gejala SSP Apatis Koma Iritabel, kejang
Sirkulasi Jelek sekali Jelek Relatif masih baik
Nadi Sangat lemah Cepat &
lemah Cepat & keras Tekanan darah Sangat rendah Rendah Rendah
13.Sebutkan tanda-tanda dehidrasi berat?
Jawab : defisit cairan > 10%, takikardia, nadi tidak teraba, akral dingin, sianosis, atonia, turgor buruk, oliguria, coma, mata sangat cekung, UUK & UUB sangat cekung (bayi), mukosa mulut kering, tidak keluar air mata, kulit kering,diplopia, pandangan gelap,tinitus,anosmia
14.Sebutkan tanda-tanda overhidrasi?
Jawab : JVP meninggi, oedem pada berbagai jaringan longgar (palpebra,konjungtiva, paru, omentum, dll ), peningkatan cardiac output, bunyi jantung mengeras dapat terdengar murmur ataupun gallop, H.R meningkat, jika berat terjadi oedem pulmo, poliuri & bening, biasa di sertai hiponatremi
15.Kenapa cairan koloid penting? Apa manfaatnya?
Jawab : meningkatkan tekanan onkotik, meningkatkan volume darah, sealing efek, mengembalikan aliran darah regional pada hipovolemia, menurunkan viskositas, mengganggu formasi rouleaux, meningkatkan daya adhesif leukosit, memperbaiki profil penyembuhan selama pembedahan
Jawab : Merupakan koloid isoonkotik(menghasilkan tekanan onkotik dalam intravaskuler) sehingga memberikan ekspansi volume sama dengan yang diinfuskan.(contoh : Kristaloid RL, Asering, NaCl 0,9 %. Koloid Dextran, HAES, Gelatin, plasma albumin, darah)
17.Jelaskan tentang plasma ekspander dan contoh-contohnya!
Jawab : Merupakan koloid hiperonkotik dimana tekanan onkotiknya lebih besar dari pada plasma sehingga akan menarik cairan kedalam intravena, dapat terjadi ekspansi volume plasma yang lebih besar dari volume yang diinfuskan.(Contoh : Kristaloid NaCl hipertonik 3%, 5%, 6%. Koloid haes 10%)
18.Bagaimana cara kerja cairan hiperosmolar ?
Jawab : Menarik air dari interstitial ke intravaskular. Digunakakn untuk terapi dehidrasi dan udem. Penggunaan dalam waktu yang lama dapat meningkatkan beban jantung sehingga terjadi decom cordis.
19.Jelaskan manfaat efedrin pada terapi cairan!
Jawab : Efedrin mempengaruhi kontraktilitas jantung, heart rate,resistensi perifer. Setelah pemberian cairan yang cukup efedrin diberikan untuk kontraksi miocard sehingga peningkatan SV & CO akibatnya terjadi tekanan darah meningkat
20.Apa yang terjadi bila orang/ pasien dipuasakan lebih dari 3 hari hanya dengan infus RL 30 tetes?
Jawab : Pasien dapat kekurangan gizi, karena karbohidrat (-), protein (-), kalori(-)
21.Indikasi rawat ICU ?
Jawab : pasien yang perlu bantuan hidup intensif, pasien perlu terapi intensif, pasien perlu monitoring intensif, pasien perlu perawatan yang rumit, pasien pasca bedah mayor, pasien dengan resiko tinggi.
22.Jelaskan tentang bantuan hidup intensif ?
Jawab : bantuan hidup intensif yaitu pasien yang butuh bantuan hidup lanjut, misalnya pasien dengan depresi nafas, pasien dengan TIK yang meningkat sehingga perlu resusitasi otak, paru, jantung, metabolisme.
23.Jelaskan tentang coctail analgetik (PCA)!
Jawab : analgetik yang terdiri atas ketorolac dan pethidin dimasukkan dalam larutan KaEn 3B. Dimana merupakan kombinasi analgetik untuk daerah sentral( penthidin / fenthanyl ) dan perifer( ketorolac)dan pemberiannya secara searing pump.
24.Jelaskan tentang heavy nursing !
Jawab : heavy nursing adalah perawatan rumit untuk pasien-pasien yang menggunakan peralatan yang banyak, seperti monitoring, radiologi, alat-alat
terapi respirasi, alat terapi kardiologi, terapi dialisis, peralatan laboratorium rutin.
25.Kenapa ICU penting untuk pasca RJP?
Jawab : karena untuk mempertahankan fungsi organ/ sistem organ agar tidak membuuk sehingga pasien perlu bantuan hidup intensif, terapi intensif, monitoring intensif, dan heavy nursing.
26.Apa beda transfusi dengan darah segar, darah baru dan darah simpan ? Jawab : Darah segar : darah yang baru diambil 3-4 jam atau < 48 jam
Darah baru : darah yang baru diambil 3-4 hari atau < 6 hari
Darah simpan : darah yang baru diambil 3-4 minggu atau 35 hari 27.Apa beda reaksi transfusi dengan komplikasi transfusi ?
Jawab : reaksi transfusi : akibat reaksi Ag – Ab yang menyebabkan aglutinasi sehingga terjadi hemolisis, sedangkan komplikasi transfusi : phlebitis, emboli, infeksi,investasi kuman,overload,
28.Mengapa makin lama darah disimpan makin buruk untuk transfusi ?
Jawab : eritrosit makin berkurang, sel darah merah banyak yang mati, leukosit banyak yang mati, faktor-faktor koagulan makin berkurang, debris dan kalium bertambah banyak, resiko infeksi besar.
29.Bagaimana mencegah renal insufisiensi atau renal failure pasca transfusi yang banyak ?
Jawab : dengan pemberian Forced diuretik (furosemid) dan osmotic diuretic (manitol)
30.Hitung 1 labu darah meningkatkan Hb berapa gram % pada BB 60 kg (Hb=12gr%) !
Jawab : Rumus 250 cc X Hb(n) : 250 cc X 12 = 0,714 gr% Blood volume 4200 cc
31.Bagaimana rute obat anestesi lokal dapat diberikan ?
Jawab : spray, topikal (oles, tetes mata), intravena,infiltrasi blok 32.Jelaskan tentang total spinal anestesi !
Jawab : merupakan komplikasi dari spinal anastesi dimana seluruh medulla spinalis dari servical sampai kaudal terblokade sehingga otot-otot pernafasan terkena blokade akibatnya terjadi depresi pernafasan.
33.Jelaskan tentang tingkatan anestesi spinal intratekal/ekstratekal!
Jawab : Intratekal menembus duramater masuk ke ruang subarachnoid sedangkan ekstratekal tidak menembus duramater masuk ke ruang subdural
34.Apa yang dimaksud dengan obat anestesi lokal yang hipobarik, isobarik, hiperbarik dan berikan contohnya?
Jawab : Hiperbarik : BJ > 1,007 (Bupivakain), Isobarik : BJ = 1,007 (), Hipobarik < 1,007 (Bupivakain 0,5 % dilarutkan dalam larutan NaCl hipotonis) 35.Bagaimana efek obat anastesi lokal terhadap central nervous system ?
Jawab : Menyebabkan tremor yang mungkin berubah menjadi kejang klonik, dimana di ikuti depresi nafas
36.Bagaimana efek obat anastesi lokal terhadap kardiovaskuler ?
Jawab : Depresi automatisasi miokard, depresi kontraktilitas miocard, vasodilatasi arteriol
37.Obat-obat apa saja yang memperkuat obat anastesi lokal ?
Jawab : Obat antihipertensi (Clonidin), bila dimasukin ke LCS efeknya memperkuat & memperpanjang analgesia, mengurangi hiperaktivitas simpatis.
38.Ceritakan tentang ILA ( Intratekal Labour Anastesi ) untuk partus normal ? Jawab : merupakan tehnik anestesi spinal intratecal (intradural) dengan menggunakan kateter yang sangat kecil, yang penting pada saat inpartu. Obat diberikan pada saat kala II (pembukaan 4 cm) sehingga pasien tidak merasakan sakit pada saat melahirkan, tetapi pasien masih bisa mengejan. 39.Komplikasi anastesi spinal dan bagaimana mengatasinya (akut dan prolong)?
Jawab : Hipotensi, nausea & muntah, PDPH, retensi urin. Berikan infus kristaloid secara cepat 10 – 15 ml/kgBB, pakai jarum lumbal yang lebih halus, kateter urin
40.Apa kelebihan dan kekurangan anastesi lokal dibanding anastesi umum ? Jawab : tehknik lebih sederhana, cukup efektif dan mudah dikerjakan 41.Jelaskan tentang ASA ?
Jawab : ASA adalah American Society of Anasthesology yaitu klasifikasi yang menggambarkan kondisi pasien sesuai anamnesa dan pemeriksaan serta laboratorium
42.Apa manfaat premedikasi ?
Jawab : untuk menimbulkan rasa nyaman bagi pasien dimana dapat menghilangkan rasa khawatir, memberikan ketenangan, mencegah mintah, memberikan analgesia, memudahkan/ memperlancar induksi, mengurangi jumlah oabt-obat analgesia, mengurangi sekresi kelenjar saluran nafas.
43.Jelaskan tentang Narkotik dan Diazepam ?
Jawab : narkotik adalah golongan opioid, menimbulkan rasa nyaman, adiksi, penghentian pengunaan menimbulkan efek putus obat, sedangkan diazepam golongan benzodiazepin, sebagai penenang, efeknya pada SSP bisa
kehilangan kesadaran, bisa tertidur, bisa juga sebagai pelemas otot, bisa menimbulkan depresi ringan terhadap pernafasan tetapi tidak serius.
44.Jelaskan tentang Balance Anastesi ?
Jawab : pemberian obat untuk mencapai trias anastesi ( hipnotik, analgetik, relaksasi otot ) dengan dosis serendah mungkin dengan balance ( imbang ) semaksimal mungkin.
45.Jelaskan tentang Neurolep Anestesia / Analgesia ?
Jawab : Neurolep anestesi : dicampur dengan N2O, pada saat operasi dilakukan pembiusan total terapi dangkal. Neurolep analgesia : diberikan pasien yang malu akan operasi
46.Jelaskan Jackson Rees?
Jawab : salah satu sirkuit nafas untuk bayi dan anak-anak, dimana merupakan modifikasi dari sirkuit Mapleson E ( ayre’s T piece atau Y piece ) dimana terdapat kantung cadangan yang berfungsi untuk memonitor nafas spontan atau memudahkan melakukan nafas kendali.
47.Jelaskan tentang MAC ?
Jawab :MAC ( Minimal Alveolar Concentration ) yaitu kadar minimal zat anastesi inhalasi yang masuk kedalam alveolus pada tekanan satu atmosfir yang diperlukan untuk mencegah gerakan pada 50 % pasien yang dilakukan insisi strandart.
48.Jelaskan tentang sistem-sistem closed, semiclosed, semiopen, open ?
Jawab : pada semiclosed sebagian udara ekspirasi yang mengandung kadar oksigen rendah dihisap kembali oleh pasien, pada semiopen udara inspirasi akan langsung masuk ke dalam paru dan udara ekspirasi akan langsung keluar menuju atmosfir,
49.Jelaskan tentang Antidotum ( reverse ) :
Jawab : terhadap relaxan (prostigmin) yaitu : prostigmin mempunyai prinsip kerja memperbanyak jumlah asetilkolin dengan cara menghambat kolinterase menggunakan kolinesterase inhibitor, terhadap narkotik (naloxon), terhadap benzodiazepin
50.Jelaskan tentang Aldrette Score ?
Jawab : Scoring sistem yang digunakan pada pasien dewasa untuk menentukan apakah pasien dapat dipindahkan dari ruang pemulihan ke rumah, bangsal, ICU
51.Jelaskan klasifikasi syok ?
Jawab : Hypovolemic syok (hemoragik,persisten,nonhemoragik), cardiogenik syok, obstruktif syok, distributif syok (septik, anafilaktik, neurogenik,)
Jawab : Penurunan kesadaran (agitasi atau delirium), hipotensi, tekanan systole <90mmHg, akral dingin, nadi lemah, asidosis metabolik, takikardi, nafas cepat & dalam, urin pekat, sianosis
53.Jelaskan tentang obat-obatan : Jawab :
a. Epinefrin : simpatomimetik, pacu jantung, vasokontriksi
b. Dobutamin : meningkatkan kontraktilitas jantung dan curah jantung c. Dopamin : menaikkan tekanan nadi, mengurangi resistensi arterial
ginjal
d. Efedrin : vasokontriksi pembuluh darah, me↑ kontraktilitas jantung 54.Jelaskan tentang endotoksin dan endotoksin ?
Jawab : endotoksin adalah toksin yang dikeluarkan oleh jasad renik atau mikroba yang sudah mati, dimana mikroba yang sudah mati akan berfungsi sebagai protein asing yang jika beredar dalam tubuh bisa menjadi tiksin. Sedangkan eksotoksin adalah toksin yang dikeluarkan oleh jasad renik ( mikroba ) dan menimbulkan gejala sesuai dengan toksin penyakitnya , contohnya toksin tifoid, toksin malaria.
55.Jelaskan tentang reaksi antigen dan antibodi serta tipe berapa yang menyebabkan syok anafilaktik?
Jawab : Zat-zat alergen (obat, makanan tertentu, sengatan lebah, media kontras tertentu) → IgE sebagai antibodi spesifik alergen, kemudian sel memori akan merekam alergen yang sama sehingga pada saat terjadi pajanan ulang sel pengingat akan melancarkan respon pada sel mast agar mengeluarkan produk kimiawinya (histamin, SRS-A, eosinofil). Hipersensitif tipe cepat (tipe I)
56.Apa yang dimaksud dengan anastesi lokal ?