• Tidak ada hasil yang ditemukan

ASCOT EXPANDED SEMINAR

(Praktik yang Baik dan Trend baru)

1. PENGANTAR

Dalam 3 dekade terakhir, sarana dan metode untuk menjamin keselamatan nuklir berkembang sangat baik, dan, sejalan dengan evolusi ini, penekanan dalam aktivitas keselamatan nuklir IAEA telah pula bergeser untuk memenuhi persyaratan yang terus berubah.

Di tahun 1970-an, IAEA memegang peranan yang sangat penting dalam menghasilkan standar, panduan, dan rekomendasi keselamatan. Sebagian besar negara nonvendor, yang saat itu mulai menggunakan tenaga nuklir, tidak punya pemahaman yang komprehensif dan regulasi yang berkembang baik sehingga membutuhkan standar keselamatan yang diakui secara internasional atau setidaknya yang direkomendasikan.

Di tahun 1980-an, tatkala sebagian besar instalasi tenaga nuklir sudah beroperasi dan banyak badan pengawasan yang telah berdiri mapan dengan peraturan yang tegas dan ketat, kebutuhan akan utilisasi yang lebih baik dan pertukaran pengalaman dengan sesama operator instalasi semakin mengemuka. IAEA merespon kebutuhan ini dengan menyusun layanan keselamatan yang bervariasi, yang kesemuanya punya tujuan sama, yakni mengevaluasi berbagai aktivitas instalasi terhadap praktik terbaik di dunia.

Saat ini, kebanyakan pengawas dan operator, setidaknya di negara barat, meyakini tingkat keselamatan instalasi mereka dan cara bagaimana isu-isu keselamatan ditangani. Organisasi terus mencari praktik terbaik dari instalasi lainnya

untuk mengembangkan lebih jauh tingkat keselamatan yang ada. Namun, banyak pula organisasi yang tidak menganggap tinjauan atau audit yang dilakukan tim tenaga ahli luar sebagai cara yang paling efektif dalam mencapai tujuan ini. Mayoritas organisasi siap berbagi pengalaman mereka serta belajar dari yang lain melalui forum yang bebas dari suatu pertentangan yang mungkin terjadi. Struktur yang diajukan dalam seminar mengenai Berbagai Kemajuan dalam Keselamatan Operasi dimaksudkan untuk mencapai ini.

Satu dari bermacam elemen dalam menjamin keselamatan instalasi nuklir adalah persyaratan sumber daya yang memadai. Hal yang sangat mempengaruhi alokasi sumber daya ini, dalam tingkat yang lebih luas, tingkat nasional, yakni opini publik mengenai tenaga nuklir. Pada tahun 1990-an, ditingkatkan usaha yang diarahkan pada meyakinkan publik atas tingginya standar keselamatan yang mereka jalankan, dan tersedianya informasi keselamatan dan disebarluaskan secara terbuka kepada sesama komunitas nuklir dan publik. IAEA telah mengambil langkah di jalur ini dengan memperkenalkan International Nuclear Event Scale dan Nuclear Safety Convention. Transparansi informasi tidak hanya diberlakukan pada kejadian di instalasi nuklir tapi juga (atau terutama) terhadap informasi mengenai keselamatan instalasi selama operasi normal berlangsung. Di masa mendatang kebutuhan tentang pemahaman keselamatan menjadi semakin mengemuka.

I. LATAR BELAKANG

(a) Keselamatan dinamis

Keselamatan dapat berubah sejalan waktu dan dapat ditingkatkan bila perhatian dan sumber yang memadai diberikan kepadanya atau dapat pula memburuk bila tidak ditangani dengan sebaik-baiknya. Begitu instalasi nuklir beroperasi, apakah itu dalam status operasi perdana atau setelah mengalami perubahan besar, dibutuhkan

waktu sebelum peralatan yang dipasang mencapai tingkat ketahanan yang optimum, misal dasar dari “kurva bath tube”. Operator juga membutuhkan waktu supaya terlatih dan memahami instalasi dengan baik serta prosedur yang harus sepenuhnya benar dan sah. Meski seiring waktu peralatan semakin menua, namun di sisi lain, operator menjadi berpengalaman sehingga dapat menjadi semakin puas dan tidak terlalu khawatir. Oleh karena itu metode-metode untuk mencapai keselamatan sangat dinamis. Penyusunan ‘living PSA’ merupakan satu dari berbagai konsep yang tumbuh dari hal ini.

(b) Kemajuan dalam keselamatan operasional

Manajemen bertanggung jawab memonitor praktik terbaik dunia dan trend terakhir dalam perkembangan keselamatan operasional untuk kemudian menerapkannya secara lokal. Dalam beberapa tahun terakhir ini terjadi peningkatan bermakna terkait dengan pendekatan manajemen dan organisasi, dalam memperkuat budaya keselamatan, dan dalam kesadaran mengenai pentingnya training yang lebih luas melampaui persyaratan training standar. Prosedur kualitas, aplikasi berbagai sistem dukungan operator dan ergonomik telah pula meningkat secara substansial. Indikator yang digunakan di tingkat berbeda untuk tujuan yang berbeda di dalam organisasi telah berkembang secara berkesinambungan. Peningkatan bermakna dalam hal perawatan, termasuk perawatan dalam hal ketahanan dan perencanaan shutdown PSA juga telah mengalami perubahan substansial dalam beberapa tahun terakhir ini. Pentingnya memiliki sistem yang komprehensif untuk memperoleh umpan balik dari pengalaman operasi telah banyak dipahami.

(c) Keselamatan “terbuka”

Pelaksanaan International Nuclear Event Scale (INES) merupakan langkah besar dalam menyampaikan pada publik implikasi terjadinya peristiwa abnormal di

instalasi. Publik dan media menerima perangkat ini dan tampak menikmati dengan adanya metode pengukuran keparahan peristiwa yang dilaporkan dalam instalasi nuklir. Tugas yang selanjutnya dihadapi komunitas nuklir adalah meyakinkan publik dengan menunjukkan bahwa tingkat keselamatan diawasi dan dipelihara secara ketat pada kualitas terbaik. Jelaslah bahwa ada kebutuhan agar keselamatan menjadi transparan, namun jalan keluar terbaik dalam menyampaikan pesan ini kepada publik masih terus dikembangkan. Titik awal dapat berupa buletin rutin yang menggambarkan kemajuan yang dicapai dalam keselamatan operasional, bagaimana tingkat keselamatan dimonitor dan apa yang telah dilakukan sehubungan dengan upaya meningkatkan keselamatan.

II. TUJUAN

Tujuan utama seminar expanded ASCOT adalah sebagai berikut:

(a) Promosi berkelanjutan mengenai konsep budaya keselamatan atau manifestasinya yang dapat dirasakan, misal penyampaian praktik yang baik dan trend baru dalam perkembangan keselamatan operasional,

(b) Promosi dan bantuan kepada manajemen instalasi menuju pelaksanaan pengkajian diri mengenai keselamatan operasional di instalasi mereka,

(c) Bantuan kepada manajemen instalasi dalam persiapan sebelum dilakukan tinjauan menyeluruh internasional (IAEA, WANO),

(d) Membahas mengenai isi dan format serta bantuan dalam memulai buletin bulanan/mingguan mengenai pentingnya keselamatan nuklir di fasilitas negara.

Seminar ini berlangsung selama 4 hari kerja dan melibatkan 3 tenaga ahli IAEA atau dari luar dengan satu topik seminar yang dibahas setiap hari, seperti tersaji di bawah.

Setiap hari akan ada presentasi topik oleh tenaga ahli yang diikuti dengan diskusi dan penjelasan detail dari isu terpilih untuk mendorong partisipasi anggota tuan rumah.

Setiap topik disajikan oleh tenaga ahli dalam 3 jam perkuliahan dengan menyajikan praktik terbaik di dunia serta membahas mengenai latar belakang, dasar, pembangunan histories dan trend terkini di lapangan.

Setelah presentasi ini, organisasi tuan rumah diharapkan dapat memberikan presentasi selama 20-30 menit tentang praktik yang dilakukannya dalam 4 topik seminar.

Setiap hari akan ditutup dengan pertukaran pandangan dan diskusi selama 2 jam mengenai kedua presentasi. Diskusi tersebut terstruktur sedemikian rupa sehingga mencakup keseluruhan aspek penyajian kuliah. Praktik baik yang diakui organisasi tuan rumah digunakan untuk memperkaya presentasi berikutnya.

9-12 am 1-1.30pm 2-4pm

kuliah mengenai pandangan umum tenaga

ahli

presentasi informasi tuan

rumah mengenai pengalaman instalasi

diskusi

terstruktur/pertukaran pengalaman

Seluruh perkuliahan dan presentasi terperinci yang disampaikan tenaga ahli berdasar atas materi seminar tertulis yang dipersiapkan sebelumnya oleh tenaga ahli IAEA dan/atau dari luar.

Mengembangkan bahan kuliah (handout) ini secara bertahap adalah guna menghasilkan 4 publikasi IAEA, masing-masing meliputi 1 topik. Publikasi ini dapat berlaku sebagai sumber referensi bagi anggota tuan rumah dalam pengembangan solusi terkini dan/atau kumpulan mengenai praktik terbaik di dunia dan trend dalam mengembangkan keselamatan nuklir.

IV. TOPIK SEMINAR

Seminar ini meliputi 4 topik:

(1) STAF, MANAJEMEN, DAN ORGANISASI

(Manajemen dan Organisasi, Budaya Keselamatan, Seleksi Staf dan Training, Training yang lebih Luas)

• Struktur organisasi, tanggung jawab, jumlah staf • Dokumen polisi

• Metode dalam melakukan alokasi sumber daya • Dokumentasi kinerja instalasi

• Menentukan target keselamatan dan kinerja • Seleksi staf, kualifikasi, training, dan retraining

• Penilaian kinerja, penghargaan dan sanksi, kesiapan menjalankan tugas • Komunikasi, mekanisme umpan balik dari staf

• Komite keselamatan dan term of reference-nya • Pengkajian diri, audit, inspeksi lokal, pemantauan • Kecocokan dengan pengawas

• Budaya keselamatan (meliputi semua elemen 12 INSAG-4) • Kuliah informal lokal, seminar, sesi training

• Pertukaran pengalaman dengan utilitas lainnya (IAEA, WANO) • …

(2) TARGET, PEMANTAUAN DAN DUKUNGAN OPERASI

(Kinerja Keselamatan dan Operasi, Prosedur, Indikator, Evaluasi Keselamatan, PSA, Manajemen kecelakaan, Sistem Dukungan Operator)

• Struktur shift, tanggung jawab, jadwal, dukungan

• Ruang kontrol; backfits, kecocokan pekerja-mesin, modernisasi, ergonomik

• Sistem dukungan operator, indikasi alarm, SPDS,…, sistem profesional • Komputer proses, dan proses pergantiannya

• Batasan operasional dan kondisi (spesifikasi teknis), basis • Jaminan Kualitas

• Prosedur:

o Operasi normal

o Desain berbasis emergensi dan di atas standar desain; orientasi gejala vs. orientasi peristiwa

o Pengawasan

o Perawatan, tes dan inspeksi o Izin kerja

o Kontrol perubahan • PSA tingkat 1, 2, 3

• Tenaga rendah dan shutdown PSA, living PSA • Menggunakan PSA untuk:

o Desain dan verifikasi prosedur o Optimalisasi aktivitas operasi o Aplikasi pengawasan dari hasil PSA • Manajemen kecelakaan

• Pengkajian perubahan

• Indikator kinerja keseluruhan yang memantau kinerja instalasi

• Indikator keselamatan berbasis risiko, memonitor batasan keselamatan • Indikator kinerja pekerja

• Indikator angka sebagai perangkat pengawasan. • …

(3) PERAWATAN YANG TERKAIT KESELAMATAN

(Perawatan yang Terfokus pada Ketahanan, Perencanaan Perawatan dengan Menggunakan Hasil Shutdown PSA, Penuaan, dan Memperpanjang usia pemakaian)

• Kontrol konfigurasi

• Perawatan pencegahan dan prediksi

• Pelaksanaan inspeksi (In-service inspections/ISI)

• Perawatan yang terfokus pada ketahanan (Reliability centred maintenance/RCM)

• Filosofi perawatan dan strategi manajemen, kontrol kontraktor • Manajemen risiko

• Penuaan dan memperpanjang usia pemakaian

• Implementasi/integrasi/koordinasi/komunikasi dan kontrol proses pekerjaan

• Manajemen peristiwa tak terduga • Beban kerja/lembur/alokasi kerja

• Kualifikasi pekerja/penyusunan staf dan training

• Prosedur/dukungan meningkatkan kinerja pekerjaan, mock-ups • Penggunaan hasil shutdown PSA

(4) BELAJAR DARI PENGALAMAN

(Pertukaran dan Umpan Balik dari Pengalaman Operasi; Memperbarui, Meningkatkan Kualifikasi Sistem dan Peralatan)

• identifikasi isu keselamatan nuklir: pentingnya keselamatan dalam peristiwa yang tak lazim;

• analisis sebab-akibat dari pengalaman operasional: metodologi mencari akar permasalahan

• analisis trend mengenai data operasional terkait keselamatan • umpan balik operasi terhadap pelaksanaan operasi

• tindakan yang diambil sebagai hasil dari pengalaman operasi: dasar pengambilan keputusan;

• sistem umpan balik dari pengalaman keselamatan: evaluasi terhadap keefektifan dan efisiensi mereka

• menggunakan pengalaman dari instalasi lainnya • menggunakan hasil riset

Dokumen terkait