• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB II : KAJIAN TEORI

A. Kinerja (Work Performance)

3. Aspek-Aspek Pengukuran Kinerja

Aspek-aspek pengukuran dari kinerja karyawan dikemukakan oleh beberapa tokoh, diantaranya oleh Husein Umar dalam Mangkunegara, dimana aspek-aspek kinerja tersebut meliputi:45

a. Mutu pekerjaan b. Kejujuran karyawan c. Inisiatif d. Kehadiran e. Sikap f. Kerjasama g. Keandalan

h. Pengetahuan tentang pekerjaan

45 Dhany Hamiddan K. (2012). Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Kinerja Pegawai pada Direktorat Pembinaan Sekolah Dasar Ditjen Pendidikan Dasar KEMDIKBUD. (Master Thesis, Universitas Indonesia). Retrieved from Universitas Indonesia website

i. Tanggung jawab

j. Pemanfaatan waktu kerja

Menurut Wirawan, dimensi kinerja dapat dikelompokkan menjadi tiga jenis, yaitu hasil kerja, perilaku kerja dan sifat pribadi yang berhubungan dengan pekerjaan:46

a. Hasil kerja

Keluaran kerja dalam bentuk barang dan jasa yang dapat dihitung dan diukur kuantitas dan kualitasnya

b. Perilaku kerja

Ketika berada di tempat kerjanya, seorang karyawan mempunyai dua perilaku yaitu perilaku pribadi dan perilaku kerja. Perilaku pribadi adalah perilaku yang tidak ada hubungannya dengan pekerjaan, misalnya cara berjalan, cara berbicara, dan cara makan siang. Perilaku kerja adalah perilaku karyawan yang ada hubungannya dengan pekerjaan, misalnya kerja keras, ramah terhadap pelanggan, dan cara berjalan tentara dalam upacara. c. Sifat pribadi yang ada hubungannya dengan pekerjaan adalah sifat

pribadi karywan yang diperlukan dalam melaksanakan pekerjaannya. Sebagai manusia, karyawan mempunyai banyak sifat pribadi yang dibawa sejak lahir dan diperoleh ketika dewasa dari pengalaman kerjanya. Untuk melaksanakan suatu jenis pekerjaan, diperlukan sifat pribadi tertentu. Suatu pekerjaan hanya dapat

46 Ibid. p.31

dikerjakan oleh seorang karyawan jika mempunyai sifat pribadi tertentu.

Bernadin, kinerja sesorang dapat diukur berdasarkan enam kriteria yang dihasilkan dari pekerjaan yang bersangkutan. Keenam kriteria tersebut meliputi:47

a. Kualitas

Tingkatan kualitas yang dicapai sebagai hasil akhir mendekati sempurna atau dalam maksud lain memenuhi harapan yang telah ditetapkan oleh perusahaan.

b. Kuantitas

Kuantitas merupakan jumlah yang dihasilkan yang dinyatakan dalam istilah sejumlah unit kerja ataupun merupakan jumlah siklus aktivitas yang dihasilkan.

c. Ketepatan waktu

Aktivitas kerja yang dilakukan, dapat diselesaikan pada awal waktu yang diinginkan.

d. Efektifitas

Efektifitas merupakan tingkat pengetahuan sumber daya manusia dimana dimaksudkan untuk menambah keuntungan organisasi. e. Kemandirian

Karyawan dapat melakukan fungsi kerjanya tanpa melibatkan orang lain dalam melakukan penyelesaian tugas.

f. Komitmen

Karyawan memiliki tanggung jawab penuh terhadap pekerjaan yang sedang diemban.

Untuk menilai kinerja, Gary Dessler menyebutkan beberapa faktor yang dinilai secara umum, yaitu:48

a. Mutu : kecermatan, ketuntasan dan dapat diterima dari kerja yang dijalankan

b. Produktivitas : mutu dan efisiensi dari kerja yang dihasulkan dalam periode waktu tertentu

c. Pengetahuan jabatan : keterampilan dan informasi praktis atau teknis yang digunakan pada jabatan

d. Kehandalan : sejauh mana seseorang dapat diandalkan menyangkut penyelesaian tugas dan tindak lanjut

e. Ketersediaan : sejauh mana seorang karyawan tepat pada waktunya meninjau periode istirahat yang ditetapkan dan catatan kehadiran keseluruhan

f. Ketidaktergantungan : sejauh mana kerja dijalankan dengan sedikit atau tanpa supervisi

McKenna dan Beach menyimpulkan bahwa faktor-faktor kinerja yang sering digunakan sebagai indikator dalam penelitian adalah:49

a. Pengetahuan b. Kemampuan 48 Dhany Hamiddan K., Op. Cit., p.31-32

c. Ketrampilan kerja

d. Sikap terhadap pekerjaan (antusiasme, komitmen dan motivasi) e. Kualitas kerja

f. Volume hasil produksi

g. Interaksi (komunikasi dan hubungan dalam kelompok).

Indikator untuk mengukur kinerja karyawan secara individu ada enam indikator, yaitu:50

a. Kualitas

Kualitas kerja diukur dari persepsi karyawan terhadap kualitas pekerjaan yang dihasilkan serta kesempurnaan tugas terhadap keterampilan

dan kemampuan karyawan. b. Kuantitas

Merupakan jumlah yang dihasilkan dinyatakan dalam istilah seperti jumlah unit, jumlah siklus aktivitas yang diselesaikan. c. Ketepatan waktu

Merupakan tingkat aktivitas diselesaikan pada awal waktu yang dinyatakan, dilihat dari sudut koordinasi dengan hasil output serta memaksimalkan waktu yang tersedia untuk aktivitas lain.

d. Efektivitas

Merupakan tingkat penggunaan sumber daya organisasi (tenaga, uang, teknologi, bahan baku) dimaksimalkan dengan maksud menaikkan hasil dari setiap unit dalam penggunaan sumber daya. e. Kemandirian

Merupakan tingkat seorang karyawan yang nantinya akan dapat menjalankan fungsi kerjanya

f. Komitmen kerja

Merupakan suatu tingkat dimana karyawan mempunyai komitmen kerja dengan instansi dan tanggung jawab karyawan terhadap kantor.

Menurut Mathis dan Jackson kinerja (performance) pada dasarnya adalah apa yang dilakukan atau yang tidak dilakukan oleh karyawan. Kinerja karyawan yang umum untuk kebanyakan pekerjaan meliputi elemen sebagai berikut:51

a. Kualitas dari hasil

Kualitas kerja diukur dari persepsi atasan terhadap kualitas pekerjaan yang dihasilkan serta kesempurnaan tugas terhadap keterampilan dan kemampuan karyawan

b. Kuantitas dari hasil

51 Paisal & Susi Anggraini, (2010). Pengaruh Kecerdasan Emosional dan Kecerdasan Spiritual Terhadap Kinerja Karyawan pada LBPP-LIA Palembang. Jurnal Ilmiah Orasi Bisnis – ISSN:

2085-1375, Edisi Ke-IV, Nopember 2010. Retrieved from

https://orasibisnis.files.wordpress.com/2010/11/paisal_susi_pengaruh-kecerdasan-emosional-dan-kecerdasan-spiritual-terhadap-kinerja-karyawan.pdf p.106-107

Merupakan jumlah yang dihasilkan, dinyatakan dalam istilah seperti jumlah unit, jumlah siklus aktifitas yang diselesaikan karyawan, dan jumlah aktivitas yang dihasilkan

c. Ketepatan waktu dari hasil

Ketepatan waktu diukur dari persepsi atasan terhadap suatu aktivitas yang diselesaikan di awal waktu sampai menjadi sebuah hasil kerja.

d. Kehadiran

Kehadiran karyawan di perusahaan baik dalam masuk kerja, pulang kerja, izin, maupun tanpa keterangan yang seluruhnya mempengaruhi kinerja karyawan itu.

e. Kemampuan bekerjasama

Kemampuan bekerjasama adalah kemampuan seseorang tenaga kerja untuk bekerja sama dengan orang lain dalam menyelesaikan suatu tugas dan pekerjaan yang telah ditetapkan sehingga mencapai daya guna dan hasil guna yang sebesar-besarnya.

Dalam hal ini peneliti menggunakan teori kinerja dari Mathis dan Jackson sebagai dasar untuk membuat suatu instrumen penelitian.

Dokumen terkait