PROGRAM-PROGRAM CSR
7.3 Aspek-Aspek yang Mempengaruhi Efektivitas Implementasi Program CSR
Hasil pengujian hubungan yang terdapat antara kedua variabel penelitian ini menunjukkan hubungan yang positif dimana semakin tinggi efektivitas organisasi maka semakin tinggi pula efektivitas implementasi CSR. Berdasarkan hasil penelitian Nurdiana (2008), disebutkan bahwa implementasi CSR ditunjang oleh beberapa aspek, antara lain evaluasi dan pemantauan program, daya tanggap perusahaan, konsistensi program, dan kepedulian terhadap lingkungan. Jumlah responden yang digunakan sebagai sampel dalam penelitian ini adalah sebanyak 30 orang yang merupakan warga masyarakat dari dua desa binaann PT Indocement Tunggal Prakarsa unit Citeureup. Berikut ini akan dijabarkan hasil pengolahan data yang didapat dari pengisian kuesioner oleh ketiga puluh orang
tersebut mengenai aspek-aspek yang mempengaruhi efektivitas implementasi program CSR.
7.3.1 Evaluasi dan Pemantauan Program
Aspek pertama yang mempengaruhi efektivitas implementasi CSR adalah evaluasi dan pemantauan program. Kegiatan ini dapat digunakan untuk melihat kelemahan dari program CSR yang dilakukan oleh perusahaan, sehingga dapat dicari solusi yang dapat digunakan untuk perbaikan program di masa yang akan datang agar program tersebut dapat berjalan lancar untuk memenuhi kebutuhan masyarakat. Oleh karena itu, pernyataan-pernyataan yang dimasukkan ke dalam kuesioner untuk aspek ini diarahkan untuk melihat seberapa jauh pelaksanaan kegiatan evaluasi dan pemantauan program CSR dilakukan sesuai penilaian masyarakat desa. Gambaran mengenai penilaian kegiatan evaluasi dan pemantauan program oleh masyarakat desa dapat dilihat dalam Tabel 19.
Tabel 19. Jumlah dan Presentase Aspek Evaluasi dan Pemantauan Program
EVALUASI DAN PEMANTAUAN PROGRAM
Kategori Jumlah responden (orang) Persentase (%)
Tinggi 7 23.33
Rendah 23 76.67
Jumlah 30 100
Berdasarkan Tabel 19 terlihat bahwa pada aspek evaluasi dan pemantauan program terdapat 23.33% responden menilai bahwa kegiatan yang dilakukan oleh staf Departemen CSR ini termasuk dalam kategori tinggi. Sementara itu terdapat 76.67% responden yang menilai bahwa aspek kegiatan tersebut termasuk dalam kategori rendah. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa aspek evaluasi dan pemantauan program oleh staf Departemen CSR termasuk dalam kategori rendah.
7.3.2 Daya Tanggap Perusahaan
Aspek kedua yang mempengaruhi efektivitas implementasi CSR adalah daya tanggap perusahaan yakni kemampuan perusahaan dalam menghadapi permasalahan kebutuhan masyarakat yang diperlukan dalam implementasi program CSR. Oleh karena itu, pernyataan-pernyataan yang dimasukkan ke dalam kuesioner untuk aspek ini diarahkan untuk melihat seberapa besar daya tanggap
perusahaan terhadap permasalahan dan kebutuhan masyarakat sesuai penilaian masyarakat desa. Gambaran mengenai penilaian daya tanggap perusahaan oleh masyarakat desa ini dapat dilihat dalam Tabel 20.
Tabel 20. Jumlah dan Presentase Aspek Daya Tanggap Perusahaan
DAYA TANGGAP PERUSAHAAN
Kategori Jumlah responden (orang) Persentase (%)
Tinggi 10 33.33
Rendah 20 66.67
Jumlah 30 100
Berdasarkan Tabel 20 terlihat bahwa pada aspek daya tanggap perusahaan terdapat 33.33% responden menilai bahwa aspek ini termasuk dalam kategori tinggi. Sementara itu terdapat 66.67% responden yang menilai bahwa aspek tersebut termasuk dalam kategori rendah. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa aspek daya tanggap perusahaan terhadap kebutuhan masyarakat termasuk dalam kategori rendah.
7.3.3 Konsistensi Program
Aspek ketiga yang mempengaruhi efektivitas implementasi CSR adalah konsistensi program, yakni kesesuaian program CSR yang diterima oleh masyarakat dengan perencanaan yang dilakukan sebelumnya di tingkat organisasi. Oleh karena itu, pernyataan-pernyataan yang dimasukkan ke dalam kuesioner untuk aspek ini diarahkan untuk melihat seberapa besar penilaian masyarakat terhadap kesesuaian antara perencanaan dan realisasi program yang dilaksanakan oleh PT Indocement Tunggal Prakarsa. Gambaran mengenai penilaian konsistensi program oleh masyarakat desa ini dapat dilihat dalam Tabel 21.
Tabel 21. Jumlah dan Persentase Aspek Konsistensi Program
KONSISTENSI PROGRAM
Kategori Jumlah responden (orang) Persentase (%)
Tinggi 7 23.33
Rendah 23 76.67
Jumlah 30 100
Berdasarkan Tabel 21 terlihat bahwa pada aspek konsistensi program, terdapat 23.33% responden menilai bahwa aspek ini termasuk dalam kategori
tinggi. Sementara itu terdapat 76.67% responden yang menilai bahwa aspek tersebut termasuk dalam kategori rendah. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa aspek konsistensi program yang dilaksanakan oleh PT Indocement Tunggal Prakarsa termasuk dalam kategori rendah.
7.3.4 Kepedulian terhadap Lingkungan
Aspek terakhir yang mempengaruhi efektivitas implementasi CSR adalah kepedulian perusahaan terhadap lingkungan, yakni seberapa besar tingkat kepekaan perusahaan terhadap masalah yang terjadi di lingkungan sekitar perusahaan. Oleh karena itu, pernyataan-pernyataan yang dimasukkan ke dalam kuesioner untuk aspek ini diarahkan untuk melihat seberapa besar penilaian masyarakat terhadap tingkat kepekaanatau kepedulian perusahaan terhadap masalah lingkungan. Gambaran mengenai penilaian terhadap aspek kepedulian perusahaan terhadap lingkungan oleh masyarakat desa ini dapat dilihat dalam Tabel 22 berikut ini.
Tabel 22. Jumlah dan Presentase Aspek Kepedulian Tehadap Lingkungan
KEPEDULIAN TERHADAP LINGKUNGAN
Kategori Jumlah responden (orang) Persentase (%)
Tinggi 27 90
Rendah 3 10
Jumlah 30 100
Berdasarkan Tabel 22 terlihat bahwa pada aspek kepedulian terhadap lingkungan terdapat 90% responden menilai bahwa aspek ini termasuk dalam kategori tinggi. Sementara itu terdapat 10% responden yang menilai bahwa aspek tersebut termasuk dalam kategori rendah. Oleh karena itu, dapat dikatakan bahwa aspek kepedulian PT Indocement Tunggal Prakarsa terhadap lingkungan di sekitarnya termasuk dalam kategori tinggi.
Berdasarkan pembahasan hasil pengolahan data terhadap keempat aspek yang mempengaruhi efektivitas implementasi program CSR tersebut, terdapat tiga aspek yang termasuk dalam kategori rendah yakni evaluasi dan pemantauan program, daya tanggap perusahaan, konsistensi program, sedangkan aspek kepedulian perusahaan terhadap lingkungan berdasarkan penilaian masyarakat secara umum termasuk dalam kategori tinggi.
Peningkatan efektivitas organisasi Departemen CSR memiliki keterkaitan dengan peningkatan efektivitas implementasi CSR. Departemen CSR memerlukan perbaikan aspek-aspek yang termasuk dalam kategori rendah untuk setiap variabel yang mempengaruhinya agar mampu melakukan pencapaian tujuan organisasi sehingga organisasi tersebut dapat mencapai kefeektifannya. Aspek-aspek yang memerlukan perbaikan tersebut berasal dari variabel efektivitas implementasi CSR, yakni evaluasi dan pemantauan program, daya tanggap perusahaan, dan konsistensi program. Peningkatan efektivitas organisasi Departemen CSR yang berkaitan dengan peningkatan efektivitas implementasi CSR akan membawa perusahaan untuk dapat membuat program-program CSR yang sesuai kebutuhan dan mampu menyentuh hati masyarakat, sehingga dapat terjalin suatu hubungan yang harmonis antara perusahaan dengan masyarakat.