• Tidak ada hasil yang ditemukan

UPAH MINIMUM KABUPATEN / KOTA

DINAS PERINDUSTRIAN DAN PERDAGANGAN

2.1.4. ASPEK DAYA SAING

2.1.4.1Fokus kemampuan ekonomi daerah (pengeluaran konsumsi rumah tangga per kapita, pengeluaran konsumsi non pangan per kapita, produktivitas total daerah, dan nilai tukar petani.

Besarnya pengeluaran rumah tangga menunjukkan kemampuan ekonomi daerah dalam mendorong perekonomian Kota Denpasar.

Tabel 2.48

Angka Konsumsi RT perkapitaMenurut Kecamatan Kota Denpasar

Sumber : Badan Pusat Statistik Kota Denpasar Catatan *) : angka sangat sementara

Persentase konsumsi rumah tangga untuk non pangan merupakan salah satu indikator yang mampu menunjukkan tingkat kesejahteraan selain indikator PDRB per kapita, gini ratio maupun ketimpangan pendapatan. Bila dilihat dari persentase yang ada menunjukkan bahwa tingkat kesejahteraan masyarakat Kota Denpasar dikatakan cukup baik.

Tabel 2.49

Persentase Konsumsi RT non-Pangan Kota Denpasar

NO Kecamatan Total Pengeluaran RT

Non Pangan Total Pengeluaran Rasio

(1) (2) (3) (4) (5=3/4) 2012* 2013* 2012* 2013* 2012* 2013* 1. Kecamatan Denpasar Utara 3.387.399 3.488.306 4.960.405 5.285.312 0.73 0.66 2. Kecamatan Denpasar Selatan 2.601.611 2.720.016 4.065.017 4.331.276 0.64 0.64 3. Kecamatan Denpasar Timur 2.234.013 2.542.769 3.671.510 3.911.994 0.65 0.65 4. Kecamatan Denpasar Barat 2.086.342 2.244.352 3.453.088 3.679.265 0.64 0.61 Jumlah 2.490.951 2.714.101 3.980.499 4.240.784 0.66 0.64

Sumber : Badan Pusat Statistik Kota Denpasar Catatan *) : angka sangat sementara

NO Kecamatan Total Pengeluaran RT Jumlah RT RASIO

(1) (2) (3) (4) (5)

2012* 2013* 2012* 2013* 2012* 2013* 1. Kecamatan Denpasar Utara 4.960.405 5.285.312 52.204 52.973 95.02 99.77

2. Kecamatan Denpasar

Selatan 4.065.017 4.331.276 79.934 81.112 50.85 53.40 3. Kecamatan Denpasar Timur 3.671.510 3.911.994 38.488 39.055 95.39 100.17 4. Kecamatan Denpasar Barat 3.453.088 3.679.265 69.424 70.447 49.74 52.23

1. Rasio Ketergantungan Penduduk

Informasi jumlah penduduk menurut struktur usia sangat bermanfaat sebagai masukan perencanaan pembangunan antara lain sebagai informasi awal untuk antisipasi penyediaan berbagai fasilitas pendidikan, kesehatan, dan lapangan pekerjaan. Informasi ini akan memberikan gambaran tentang seberapa besar potensi Sumber Daya Manusia (SDM) terutama untuk keperluan yang terkait dengan pendidikan , kesehatan dan ketenagakerjaan. Selain itu informasi ini juga diperlukan untuk melihat besarnya nilai rasio ketergantungan penduduk sebagai gambaran perbandingan antara penduduk usia tidak produktif (0-14 tahun dan > 65 tahun) terhadap penduduk usia produktif (15-64 tahun).

Tabel 2.50

Rasio Ketergantungan Tahun 2008 s/d 2012 Kota Denpasar

No Uraian 2009 2010 2011 2012* 2013*

1. Jumlah Penduduk Usia < 15 tahun 152.422 214.852 221.958 224.530 209.405 2. Jumlah Penduduk usia > 64 tahun 20.610 24.885 28.712 30.174 23.790 3. Jumlah Penduduk Usia Tidak Produktif (1)

&(2) 173.032 239.737 250.670 254.704

233.195

4. Jumlah Penduduk Usia 15-64 tahun 476.730 553.780 554.230 579.205 613.005 5. Rasio ketergantungan (3) / (4) 0,36 0.43 0.45 0.44 0.27

Sumber : Badan Pusat Statistik Kota Denpasar

*Angka sangat sementara

Untuk rasio ketergantungan di Kota Denpasar, jumlah usia tidak produktif di Kota Denpasar terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Tahun 2008 sebanyak 168.094 orang, meningkat ditahun 2009 sebanyak 173.032 orang dan 239.737 orang ditahun 2010. Untuk tahun 2011 yaitu sebanyak 250.670 orang. Untuk usai produktif ditahun 2008 sebanyak 460.815 orang, tahun 2009 sebanyak 476.730 orang dan 553.780 orang ditahun 2010. Untuk tahun 2011 adalah yaitu sebanyak 554.230 orang dan tahun 2012 sebanyak 279.205 orang. Untuk rasio ketergantungan sebesar 0,36 ditahun 2008, 2009 sebesar 0,36 ditahun 2010 sebesar 0,43 dan di tahun 2011 sebesar 0,45 dan tahun 2012 sebesar 0.44

2.1.4.2Fokus fasilitas wilayah/infrastruktur Tabel 2.51

Persentase luas Wilayah Produktif Tahun 2009 s/d 2013 Kota Denpasar

NO Kecamatan Luas Wilayah Produktif Luas Seluruh Wil. Budidaya

(1) (2) (3) (4) 2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013 1 Kecamatan Denpasar Utara 759 769 751 715 722 759 769 751 715 722 2 Kecamatan Denpasar Selatan 929 907 907 896 847 929 907 907 896 847 3 Kecamatan Denpasar Timur 726 700 694 694 694 726 700 694 694 694 4 Kecamatan Denpasar Barat 269 256 256 256 256 269 256 256 256 256 Jumlah 2.683 2.632 2.608 2.561 2.519 2.683 2.632 2.608 2.561 2.519

Sumber : Dinas Pertanain Tanaman Pangan dan Holtikultura Kota Denpasar

Gambar 2.22

Persentase luas Wilayah Produktif Tahun 2009 s/d 2013 Kota Denpasar

Untuk luas wilayah produktif di Kota Denpasar dari tahun ketahun mengalami penyusutan. Hal itu disebabkan oleh alih fungsi lahan yang semakin meningkat. Kecamatan Denpasar Selatan dan Kecamatan Denpasar Timur yang paling banyak mengalami penyusutan lahan produktif. Untuk Kecamatan Denpasar Selatan pada tahun 2013 atau seluas 49 ha dan untuk Kecamatan Denpasar Timur tahun 2012 seluas 0 ha pada tahun 2013 atau seluas 49 ha. Dan untuk Kota Denpasar alih fungsi lahan produktif selama 4 tahun terakhir dari tahun 2010 sampai dengan tahun 2013 seluas 113 ha.

2.1.4.3Fokus Iklim berinvestasi

Dalam rangka meningkatkan investasi daerah, hal penting yang harus ada antara lain adalah penciptaan iklim investasi yang kondusif di daerah. Indikator penting dalam kaitannya dengan iklim investasi daerah antara lain besaran angka kriminalitas yang tertangani oleh aparat penegak hukum (polisi/kejaksaan).

Tabel 2.52 Angka Kriminalitas Kota Denpasar Jenis Kriminal 2009 2010 2011 2012 2013

Jumlah kasus Narkoba 117 128 163 171 170

Jumlah kasus Pembunuhan 5 8 4 6 6

Jumlah Kejahatan Seksual 13 9 5 3 3

Jumlah kasus Penganiayaan 208 155 16 157 198 Jumlah kasus Pencurian 1137 1187 960 857 919

Jumlah kasus Penipuan 179 111 183 117 147

Jumlah kasus Penadah 1 1 2 13 4

Jumlah kasus penggelapan 221 133 247 206 174 0 100 200 300 400 500 600 700 800 900 1000 2009 2010 2011 2012 2013 2009 2010 2011 2012 2013 Luas Wilayah Produktif Luas Seluruh Wil. Budidaya

Kecamatan Denpasar Utara Kecamatan Denpasar Selatan Kecamatan Denpasar Timur Kecamatan Denpasar Barat

Jumlah kriminalitas selama 1 tahun 1673 1732 2.379 2.743 3.052

Sumber : Poltabes Kota Denpasar

Dilihat dari data kriminal yang terjadi di Kota Denpasar, yang paling banyak terjadi adalah kasus pencurian , untuk tahun 2012 terjadi penurunan yang cukup drastis sebanyak 857 kasus. Hal ini disebabkan pengamanan yang terjadi di Kota Denpasar sudah ada peningkatan. Untuk tahun 2013 terjadi sebanyak 919 kasus pencurian. Untuk kasus kriminal yang mengalami penurunan dari tahun ketahun adalah kasus penggelapan, kasus penadahan juga mengalami penurunan.

2.1.4.4Fokus sumber daya manusia 2. Sumber Daya Manusia Kota Denpasar

Guna mewujudkan pembangunan multidimensi dan pelayanan prima bagi masyarakat kota, dibutuhkan sumber daya manusia atau aparatur yang memadai.

Secara kualitas, kondisi SDM Aparatur Pemerintah Kota Denpasar dapat dikatakan memadai, hal ini dapat dilihat dari data SDM Aparatur per Desember 2013, terbanyak adalah lulusan S-1 sebanyak 3449 orang atau 45,80%, diikuti lulusan Sekolah Menengah Umum/Kejuruan sebanyak 1798 orang atau sebesar 23,88 %.

Tabel 2.53

Penyebaran Pegawai Negeri Sipil Berdasarkan Tingkat Pendidikan di Kota Denpasar

NO TINGKAT PENDIDIKAN JUMLAH

1 Sekolah Dasar 109

2 Sekolah Menengah Pertama 175

3 Sekolah Menengah Umum 1798

4 Diploma 1 (D-1) 73

5 Diploma 2 (D-2) 1017

6 Dipoloma 3 (D-3) 566

7 Dipoloma 4 (D-4) dan Sarjana Muda 18

8 Strata Satu (S-1) 3449

9 Strata Dua (S-2) 325

10 Doktor (S3) 0

JUMLAH 7530

Sumber: BKPP Kota Denpasar

Jumlah aparatur yang memadai akan lebih optimal perannya dalam mendukung upaya Pemerintah Kota Denpasar untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, bila diikuti dengan penempatan SDM aparatur ini, pada bidang tugas yang sesuai dengan kompetensinya.

3. Rasio Ketergantungan Penduduk

Informasi jumlah penduduk menurut struktur usia sangat bermanfaat sebagai masukan perencanaan pembangunan antara lain sebagai informasi awal untuk antisipasi penyediaan berbagai fasilitas pendidikan, kesehatan, dan lapangan pekerjaan. Informasi ini akan memberikan gambaran tentang seberapa besar potensi Sumber Daya Manusia (SDM) terutama untuk keperluan yang terkait dengan pendidikan , kesehatan dan ketenagakerjaan. Selain itu informasi ini juga diperlukan untuk melihat besarnya nilai rasio ketergantungan penduduk sebagai gambaran perbandingan antara penduduk usia tidak produktif (0-14 tahun dan > 65 tahun) terhadap penduduk usia produktif (15-64 tahun).

Tabel 2.54

Rasio Ketergantungan Tahun 2009 s/d 2012 Kota Denpasar

No Uraian 2009 2010 2011 2012*

1. Jumlah Penduduk Usia < 15 tahun 152.422 214.852 221.958 224.530 2. Jumlah Penduduk usia > 64 tahun 20.610 24.885 28.712 30.174 3. Jumlah Penduduk Usia Tidak Produktif (1)

&(2) 173.032 239.737 250.670 254.704 4. Jumlah Penduduk Usia 15-64 tahun 476.730 553.780 554.230 579.205 5. Rasio ketergantungan (3) / (4) 0,36 0.43 0.45 0.44

Sumber : Badan Pusat Statistik Kota Denpasar

*Angka sementara

Untuk rasio ketergantungan di Kota Denpasar, jumlah usia tidak produktif di Kota Denpasar terus mengalami peningkatan dari tahun ke tahun. Tahun 2008 sebanyak 168.094 orang, meningkat ditahun 2009 sebanyak 173.032 orang dan 239.737 orang ditahun 2010. Untuk tahun 2011 yaitu sebanyak 250.670 orang. Untuk usai produktif ditahun 2008 sebanyak 460.815 orang, tahun 2009 sebanyak 476.730 orang dan 553.780 orang ditahun 2010. Untuk tahun 2011 adalah yaitu sebanyak 554.230 orang dan tahun 2012 adalah 579.205 orang. Untuk rasio ketergantungan sebesar 0,36 ditahun 2008, 2009 sebesar 0,36 ditahun 2010 sebesar 0,43 dan di tahun 2011 sebesar 0,45 dan tahun 2012 sebesar 0.44.

2.2. EVALUASI PELAKSANAAN PROGRAM DAN KEGIATAN RKPD