• Tidak ada hasil yang ditemukan

ASPEK KEUANGAN

Dalam dokumen KEWIRAUSAHAAN (Halaman 123-128)

Tujuan pembelajaran:

Setelah mempelajari bab ini diharapkan:

1. Memahami aspek keuangan dalam studi kelayakan bisnis

2. Memahami sumber dan penggunaan dana, modal kerja, biaya modal serta kriteria penilaian investasi dalam studi kelayakan bisnis

Aspek keuangan adalah aspek yang sangat pening diperimbangkan dalam studi kelayakan bisnis. Bisnis membutuhkan investasi/penanaman modal yang dilakukan saat ini untuk mendapatkan manfaat di masa yang akan datang. Pengelolaan dana investasi perlu direncanakan secara tepat agar berhasil dan dana investasi dapat kembali dalam waktu yang sesuai dengan yang direncanakan.

Investasi yang dilakukan dalam berbagai bidang bisnis (usaha), sudah barang tentu memerlukan sejumlah modal (terutama uang), disamping keahlian lainnya. Modal yang digunakan untuk membiayai suatu bisnis antara lain terdiri dari biaya pra-investasi, biaya investasi dalam akiva tetap, hingga modal kerja. Untuk pertama kali modal digunakan untuk membiayai pra-investasi dan seperi pengurusan izin-izin dan pembuatan studi usaha. Selanjutnya modal digunakan untuk pembelian akiva tetap seperi pembelian tanah, pendirian bangunan atau gedung, pembelian mesin-mesin, dan akiva tetap lainnya.

Modal juga digunakan pada saat bisnis tersebut dijalankan, misalnya untuk biaya bahan baku, gaji, dan biaya operasi lainnya. Besarnya modal untuk investasi yang diperlukan tergantung dari jenis bisnis (usaha) yang akan digarap. Perhitungan terhadap besarnya kebutuhan investasi perlu dilakukan sebelum investasi dilaksanakan.

Semua ini tentunya menggunakan asumsi-asumsi tertentu yang akhirnya akan dituangkan dalam aliran kas perusahaan selama periode usaha. Langkah selanjutnya adalah menilai kelayakan investasi tersebut melalui kriteria kelayakan investasi. Tujuannya Penilaian kelayakan investasi adalah adalah untuk menilai apakah investasi ini layak atau idak dijalankan dilihat dari aspek keuangan.

Sebelum membahas studi kelayakan bisnis aspek keuangan, perlu dipahami dahulu macam-macam laporan keuangan, selanjutknya akan dibahas hal-hal yang perlu diperimbangkan dalam studi kelayakan bisnis.

A. Laporan Keuangan

Laporan keuangan adalah sekumpulan informasi keuangan perusahaan dalam suatu periode tertentu yang disajikan dalam bentuk laporan sistemais yang mudah dibaca dan dipahami oleh semua pihak yang membutuhkan.

Unsur utama Laporan Keuangan antara lain terdiri dari : 1. Laporan Laba Rugi ( Income Statement )

2. Neraca ( Balance Sheet )

3. Laporan Arus Kas ( Cash Flow Statement )

Berikut ini diuraikan gambaran singkat dan bentuk umum masing-masing unsur laporan keuangan.

1. Laporan Laba Rugi ( Income Statement )

Laporan laba rugi adalah suatu laporan sistemais yang menggambarkan hasil operasi perusahaan dalam suatu periode waktu tertentu. Hasil operasi perusahaan diperoleh dengan cara membandingkan antara penghasilan yang diperoleh dengan beban- beban yang telah dikeluarkan untuk memperoleh penghasilan tersebut.

121

Aspek Keuangan

Bentuk laporan laba rugi adalah sebagai berikut: a) Perusahaan manufaktur

2. Neraca ( Balance Sheet )

a. Neraca Laporan Keuangan Bentuk Stafel

b. Neraca Bentuk Scontro

3. Laporan Arus Kas

Laporan arus kas adalah laporan yang memberikan informasi arus kas perusahaan sebagai dasar menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan dan menggunakan kas. Komponen laporan arus kas terdiri:

a. Kas, terdiri dari saldo kas (cash on hand) dan rekening giro bank

b. Setara Kas, adalah investasi yang sifatnya sangat likuid yang segera dapat dijadikan kas.

123

Aspek Keuangan

lain yang bukan investasi dan pendanaan. Contoh: penjualan barang dan jasa, penerimaan royalty, fee, komisi atau lainnya; pembayaran kepada pemasok/supplier atau karyawan.

e. Akivitas Investasi, adalah akivitas perolehan dan pelepasan akiva jangka panjang serta investasi lain. Contoh: pembelian akiva tetap; penjualan tanah, bangunan, peralatan, dan sebagainya; uang muka dan pinjaman kepada pihak lain.

f. Akivitas Pendanaan, adalah akivitas yang mengakibatkan perubahan dalam jumlah serta komposisi modal dan pinjaman perusahaan. Contoh: penerimaan emisi saham, obligasi, pinjaman, wesel, hipoik atau lainnya; pembayaran kepada pemegang saham, pelunasan pinjaman, dan sebagainya.

B. Studi Kelayakan Bisnis Aspek Keuangan

Beberapa hal yang perlu diperimbangkan dalam studi kelayakan aspek keuangan antara lain adalah:

a. Sumber dan Penggunaan Dana

Analisis sumber dan penggunaan dana, atau sering juga disebut dengan analisa aliran dana, merupakan alat analisa inansial yang digunakan untuk mengetahui dari mana dana didapatkan dan untuk apa dana itu digunakan. Laporan yang menggambarkan dari mana dana didapatkan dan untuk apa dana itu digunakan disebut dengan “Laporan Sumber dan Penggunaan Dana”.

Sumber dana adalah dari mana dana itu didapatkan, yaitu bisa dari hutang baik hutang lancar maupun hutang jangka panjang dan dari modal. Sumber dana dari hutang bisa berasal dari hutang dagang, hutang dari orang lain maupun hutang bank. Sedangkan sumber dana berupa modal bisa berasal dari setoran pemilik. Informasi pumber dana ini terletak di Neraca bagian Pasiva.

Penggunaan dana adalah untuk apa dana itu digunakan. Penggunaan dana bisa berupa dana kas untuk membiayai operasional perusahaan, piutang, persediaan, pembelian akiva tetap. Informasi penggunaan dana ini terletak pada Neraca bagian Pasiva.

b. Modal Kerja

Modal kerja adalah jumlah keseluruhan akiva lancar (kas, piutang dan persediaan). Pengerian ini disebut dengan modal kerja bruto. Sedangkan pengerian modal kerja neto adalah selisih antara akiva lancar dengan hutang lancar.

c. Biaya Modal

Biaya modal (Cost of Capital) adalah biaya riil yang harus dikeluarkan oleh perusahaan untuk memperoleh dana baik yg berasal dari hutang, saham preferen, saham biasa, dan laba ditahan untuk mendanai suatu investasi atau operasi perusahaan. Penentuan besarnya biaya modal ini dimaksudkan untuk mengetahui berapa besarnya biaya riil yang harus dikeluarkan perusahaan untuk memperoleh dana yang diperlukan.

Biaya modal dihitung berdasarkan biaya untuk masing-masing sumber dana (biaya modal individual). Namun, jika persh menggunakan beberapa sumber modal maka biaya

modal yang dihitung adalah biaya modal rata-rata terimbang dari seluruh modal yang digunakan. Biaya modal rata-rata terimbang ini disebut dengan ”weight average cost of capital” (WACC).

Jenis Biaya Modal

a. Biaya Modal Individual

1).

Biaya Modal Hutang Jangka Pendek

Hutang jangka pendek (hutang lancar) merupakan hutang yang jangka waktu pengembaliannya kurang dari 1 tahun, yang terdiri dari hutang perniagaan (trade account payable), hutang wesel dan kredit jangka pendek dari bank

2).

Biaya Modal Hutang Jangka Panjang

Hutang jangka panjang merupakan hutang yang jangka waktu pengembaliannya lebih dari 1 tahun,biaya penggunaan hutang jangka panjang (cost of debt) yang biasanya berasal dari obligasi (cost of bond).

3).

Biaya Modal Saham Preferen

Biaya modal saham preferen adalah biaya riil yang harus dibayar jika perusahaan menggunakan dana dengan menjual saham preferen.

4).

Biaya Modal Saham Biasa dan Laba Ditahan

Biaya modal saham biasa dan laba ditahan merupakan biaya yang dikeluarkan persh yang memperoleh dana dengan menjual saham biasa atau menggunakan laba ditahan untuk investasi. Perusahaan dapat membagikan laba setelah pajak yang diperoleh sebagai dividen atau menahannya dalam bentuk laba ditahan. Laba ditahan yang digunakan untuk investasi kembali tersebut perlu diperhitungkan biaya modalnya.

b. Biaya Modal Keseluruhan

Biaya modal keseluruhan adalah biaya modal yang memperhitungkan seluruh biaya atas modal yang digunakan oleh perusahaan. Konsep biaya modal perusahaan secara keseluruhan (overall cost of capital) bermanfaat dalam penilaian usulan investasi jangka panjang. Misalnya, dalam menentukan proyek investasi yang harus diambil dapat ditentukan dengan membandingkan besarnya biaya modal yang harus dikeluarkan (cost of capital) dengan ingkat keuntungan yang diproleh dimasa datang. Untuk menetapkan biaya modal dari perusahaan secara keseluruhan perlu dihitung biaya modal rata-rata terimbangnya (weighted average cost of capital atau WACC). Sebagai unsur penimbangnya adalah proporsi dana bagi seiap jenis atau sumber modal yang digunakan dalam investasi proyek tersebut.

Dalam dokumen KEWIRAUSAHAAN (Halaman 123-128)

Dokumen terkait