• Tidak ada hasil yang ditemukan

SPAM yang Dilayani oleh PDAM

PELANGGAN 2011 2012 2013 TAHUN 2014 2015 2016 2017

3.1.3 Aspek Non-Teknis

RENCANA INDUK SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM KABUPATEN SERANG 2019-2038 LAPORAN AKHIR – 2018

NO IKK INSTALASI KAPASITAS TERPASANG (L/DETIK) SISTEM PENGOLAHAN/ DISTRIBUSI WILAYAH PELAYANAN

14 Pamarayan 10 -/Perpompaan Pamarayan, Sangiang

15 Carenang 50 -/Perpompaan Ragamasigit, Pemanuk

16 Pontang 20 -/Perpompaan Singarajan, Pontang, Kubang Puji,

Wanayasa, Domas 17 Tirtayasa Tirtayasa 10 -/Perpompaan Kebon, Pontang Legon, Kampong Sampang

Sumber: RISPAM Kabupaten Serang PDAM Tirta Albantani, 2017

3.1.3 Aspek Non-Teknis

3.1.3.1 Aspek Kelembagaan dan Kepegawaian

Struktur organisasi PDAM Kabupaten Serang ditetapkan berdasarkan Surat Keputusan Bupati Kabupaten Serang Nomor 5 tahun 2010, tentang Struktur Organisasi dan Tata Kerja PDAM Kabupaten Serang. Dalam struktur tersebut terdapat satu direksi yakni Direktur Utama, yang dibantu oleh General Manager Administrasi dan Pengembangan Usaha dan General Manager Teknik dan Kepala Satuan Pengawas intern, Pejabat Fungsional dan Manager Keuangan, Manager Pengembangan Usaha, Manager Kepegawaian dan Perlengkapan, Manager Teknik Perencanaan, Manager Opersioanal, dan Pemeliharaan.

Pada tingkat operasional terdapat Kepala Wilayah 1 Serang Barat, Kepala Wilayah II Serang Tengah, Kepala Wilayah III Serang Timur Kab Serang yang membawahi unit-unit pelayanan langsung kepada pelanggan. Pelaksanaan Tugas bidang administrasi dan ketata-laksanaan pada dasarnya telah sesuai dengan SOTK yang berlaku serta berpedoman pada SK bersama Menteri Pekerjaan Umum dengan Menteri Dalam Negeri. Demikian pula dengan prosedur pembelian telah dilaksanakan sesuai dengan Kepres 80 Tahun 2000 tentang Pengadaan Barang dan Jasa.

Prosedur penyambungan baru yang dilaksanakan oleh PDAM Kabupaten Serang dilandasai oleh SK Direksi PDAM Kabupaten Serang Nomor : 181/ 71 /PDAM tanggal 25 Pebruari 2010. Calon pelanggan mulai mengajukan permohonan

3-16

RENCANA INDUK SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM KABUPATEN SERANG 2019-2038 LAPORAN AKHIR – 2018

pemasangan instalasi sambungan langganan hingga pelanggan dapat menerima

airnya diperlukan waktu sekitar 3 (Tiga) hari.

1. Bagian Keuangan

Bagian keuangan memiliki tanggung jawab dengan sistem administrasi yang meliputi manajemen anggaran, akuntanasi dan rekening PDAM.

2. Bagian Kepegawaian dan Umum

Bagian ini bertanggung jawab atas keseluruhan sistem kepegawaian yang ada. Salah satu tanggung jawabnya adalah perubahan dan mutasi karyawan, penerimaan karyawan, dan lain lain.

3. Bagian Teknik Perencanaan dan Logistik

Pada bagian ini, terdapat dua sub bagian lainnya yaitu perencanaan yang bertanggungjawab atas segala kebutuhan dan operasional SPAM yang berjalan dan secara langsung berhubungan dengan konsultan perencanaan. Sub bagian logistik bertanggungjawab dalam RAB dari segala pekerjaan bagian perencanaan untuk diajukan kepada direktur utama.

4. Bagian Pengawasan dan Litbang

Bagain pengawasan dan litbang bertaggung jawab atas pengumplan berkas kualitas air yang di distribusikan dari seluruh UPAM yang ada. Selain kualitas, konsolidasi laporan tahunan diproses pada bagian pengawasan.

5. Pejabat Fungsional

Bagian ini bertanggung jawab terhadap sistem fungsi seluruh bagian yang ada pada instansi.

GAMBAR 3.8 berikut menunjukkan struktur kelembagaan PDAM Tirta Albantani Kabupaten Serang

3-17

RENCANA INDUK SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM KABUPATEN SERANG 2019-2038 LAPORAN AKHIR – 2018

GAMBAR 3.8 Struktur Kelembagaan PDAM Tirta Albantani Kabupaten Serang

Sumber: PDAM Tirta Albantani Kabupaten Serang, 2018

Perusahaan Daerah Air Minum Kabupaten Serang memiliki pegawai pada per April 2018 adalah sebanyak 169 karyawan, terdiri dari Pegawai Perusahaan (PP), Tenaga Kontrak PDAM, Tenaga Kontrak Koperasi Tirta Albantani Kab.Serang. Adapun data yang ditunjukkan pada TABEL 3.9 yang merupakan jumlah pegawai selama lima tahun terakhir.

TABEL 3.9 Jumlah Pegawai PDAM Tirta Albantani

NO STATUS KEPEGAWAIAN JUMLAH PEGAWAI

2014 2015 2016 2017 2018

1 Pegawai Perusahaan 150 126 122 116 143

2 Tenaga Kontrak Koperasi Tirta Albantani 40 19 19 25 21

3 Tenaka Kontrak PDAM 0 32 29 29 5

4 Honorer 0 0 0 0 0

5 Harian 0 0 0 0 0

Jumlah 190 177 170 170 169

Sumber: PDAM Tirta Albantani Kabupaten Serang, 2018

BUPATI JABATAN FUGSIONAL BAGIAN PENGAWASAN DAN LITBANG PENGAWASAN PENGENDALIANDAN KEHILANGAN AIR PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN SPAM BAGIAN TEKNIK PERENCANAAN DAN LOGISTIK PERENCANAAN PENGEMBANGAN SPAM PERENCANAAN UMUM DAN DATA

TEKNIS LOGISTIK BADAN KEPEGAWAIAN UMUM KEPEGAWAIAN DAN UMUM ANALISA KEBUTUHAN DAN PENGADAAN BARANG KEMITRAAN DAN HUMAS BAGIAN KEUANGAN KEUANGAN DAN ANGGARAN AKUNTANSI REKENING DEWAN PENGAWAS DIREKSI WILAYAH II

3-18

RENCANA INDUK SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM KABUPATEN SERANG 2019-2038 LAPORAN AKHIR – 2018

Selain itu, kendala lainnya adalah rasio latar belakang pendidikan

pegawai, bidang teknik dengan non-teknik. Pegawai bidang teknik berjumlah 34 orang (16,75%), sedangkan pegawai bidang non-teknik berjumlah 121 orang (83,25%). Rasio ideal untuk bidang keahlian kepegawaian ini ialah 60 % pegawai bidang teknik dan 40 % pegawai bidang non teknik.

3.1.3.2 Aspek Keuangan

Tarif PDAM Kabupaten Serang berdasarkan Peraturan Bupati Serang Nomor 5 Tahun 2014 tanggal 26 Februari 2014 tentang Perubahan atas Peraturan Bupati Nomor 15 Tahun 2011 tentang Tarif Air Minum dan Tarif Non Air Lainnya yang dikelola PDAM Tirta Albantani Kabupaten Serang yang dijabarkan dalam TABEL 3.10 berikut.

TABEL 3.10 Variasi Tarif menurut Blok Pemakaian PDAM Tirta Albantani

KELOMPOK

PELANGGAN VARIASI TARIF MENURUT BLOK PEMAKAIAN 0 – 10 M3 > 10 M3 Kelompok I 1. Kran Umum 700 1-00 2. Sosial A 1000 2000 3. Sosial B 1000 2000 4. Rumah Tangga A 1000 2000 Kelompok II 1. Rumah Tangga B 1800 2000 2. Rumah Tangga C 2000 2500 3. Rumah Tangga D 2200 2750 Kelompok III 1. Rumah Tangga E 2500 3500 2. Niaga A 2750 3500 3. Niaga B 3000 4500 4. Industri A 2000 4000 5. Industri B 4000 6000 Kelompok IV

1. Industri C SESUAI KESEPAKATAN ANTARA PDAM DENGAN

PELANGGAN SESUAI KESEPAKATAN 2. Niaga Khusus

3-19

RENCANA INDUK SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM KABUPATEN SERANG 2019-2038 LAPORAN AKHIR – 2018

Adapun untuk tarif abnomen bagi Kran Umum FR dan Rumah tangga FR di UPAM

yang menggunakan fasilitas pembatas aliran (Flow Restrictor) terjadi kenaikan tarif yang dapat dilihat pada TABEL 3.11. Untuk pelayanan dengan menggunakan tangki air adalah Rp. 2.500,-/M3 ditambah ongkos angkut Rp/M3/KM.

PDAM Tirta Albantani mengalami beberapa permasalahan keuangan terutama dalam segi pendapatan, biaya operasional, dan likuiditas. Berikut adalah beberapa permasalahan keuangan tersebut.

1. Pendapatan

- Tarif air rendah, tahun 2008 tarif tara-rata Rp. 1.847,95/m3 FCR 1% - Harga Pokok Produksi (HPP) Rp. 1.834,46/m3

2. Biaya Operasional cukup tinggi

Meningkatnya biaya pemakaian Bahan kimia untuk pengolahan dan tarif listrik serta harga bahan instalasi.

3. Likuiditas

Banyaknya pelanggan yang menunggak.

TABEL 3.11 Tarif Jenis Sambungan Rumah

SAMBUNGAN RUMAH TARIF

Rumah tangga FR Rp. 15.000,- Kran Umum FR Rp. 60.000,- Sumber: PDAM Tirta Albantani Kabupaten Serang, 2018 3.1.3.3 Aspek Peraturan

PDAM Tirta Albantani Kabupaten Serang berpedoman pada beberapa peraturan sebagai berikut.

1. Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air;

2. Peraturan Pemerintah Nomor 16 Tahun 2005 tentang Pengembangan Sistem Penyediaan Air Minum;

3. Peraturan Daerah Tingkat II Serang Nomor 1 Tahun 1977 tentang Pendirian Perusahaan Daerah Air Minum Daerah Tingkat II;

4. Peraturan Daerah Kabupaten Serang No. 7 Tahun 2010 tentang Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Albantani Kabupaten Serang;

3-20

RENCANA INDUK SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM KABUPATEN SERANG 2019-2038 LAPORAN AKHIR – 2018

5. Peraturan Bupati Serang Nomor 5 tahun 2015, tentang Perubahan atas

Peraturan Daerah Kabupaten Serang Nomor 7 Tahun 2010 Tentang Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Albantani Kabupaten Serang.

6. Peraturan Bupati Serang Nomor 5 Tahun 2014 tanggal 26 Februari 2014 tentang Perubahan atas Peraturan Bupati Nomor 15 Tahun 2011 tentang Tarif Air Minum dan Tarif Non Air Lainnya yang dikelola PDAM Tirta Albantani Kabupaten Serang;

7. Perturan Menteri Dalam Negeri Nomor 23 Tahun 2006 tentang Pedoman Teknis dan Tata Cara Pengaturan Tarif Air Minum pada PDAM; dan

8. Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 2 Tahun 2007 tentang Organ dan Kepegawaian PDAM.

Dari segi pengaturan, nampaknya PDAM perlu memperbarui peraturan-pertaruan yang diacu tersebut di atas, dikarenakan terdapat beberapa peraturan baru baik yang menambah maupun menggantikan pertauran-peraturan yang telah disebutkan sebelumnya.

3.1.4 Permasalahan

Permasalahan yang dihadapi oleh PDAM Tirta Albantani Kabupaten Serang dalam penyediaan air bersih bagi para pelanggannya yang menyangkut aspek keuangan, aspek pelayanan, aspek operasional, dan aspek sumber daya manusia diantaranya adalah sebagai berikut.

1. Belum semua wilayah Kabupaten Serang terlayani jaringan PDAM (cakupan pelayanan tergolong masih rendah).

2. Kondisi jaringan yang masih memerlukan perbaikan dan penambahan terutama pipa distribusi yang sudah tua.

3. Terbatasnya ketersediaan air baku yang dapat dimanfaatkan. 4. Terbatasnya kapasitas produksi yang dikelola oleh PDAM.

5. Sungai besar Ciujung, Sungai Cidurian, daerah Tirtayasa dan Cikande yang menghitam dan menimbulkan bau diduga tercemar limbah industri.

6. Efisiensi dan efektifitas penagihan masih rendah. 7. Piutang langganan masih tinggi.

3-21

RENCANA INDUK SISTEM PENYEDIAAN AIR MINUM KABUPATEN SERANG 2019-2038 LAPORAN AKHIR – 2018

9. Tingkat kehilangan air tinggi.

10. Banyaknya keluhan pelanggan yang masuk baik secara langsung maupun tidak langsung (melalui telepon).

11. Rasio pegawai terhadap pelanggan dan jumlah SDM teknik dan non-teknik tidak berimbang.

12. Profesionalisme karyawan belum optimal.

13. Pembinaan dan pengembangan SDM belum optimal.

Di samping permasalahan internal yang dihadapai PDAM, terdapat juga sejulam ancaman yang bersifat eksternal yang ditemui dapat menjadi kendala atau hambatan. Beberapa ancaman/tantangan tersebut diantaranya adalah:

1. Adanya ancaman terhada catchment area untuk sumber air, seperti penggundulan hutan.

2. Kurang pedulinya masyarakat terhadap lingkungan.

3. Kondisi topografi yang kurang mendukung karena cenderung berbukit dan di wilayah pegunungan.

4. Adanya penguasaan air baku oleh pihak ketiga.

5. Masih sering terjadinya konflik kepentingan dengan pengguna air.