4. Pengeluaran Perkapita
2.1.3 Aspek Pelayanan Umum
a. Urusan Pemerintahan Wajib yang Berkaitan dengan Pelayanan Dasar
1.
PendidikanAPK dan APM Kabupaten Pati untuk semua jenjang, PAUD dan pendidikan dasar menunjukkan kecenderungan penurunan di tahun 2018 dibandingkan tahun 2017, kecuali APK PAUD yang meningkat 82%. Capaian APK dan APM semua jenjang pendidikan di Kabupaten Pati periode 2014-2018 ditampilkan pada tabel berikut:
Tabel II.35
APK dan APM Kabupaten Pati Tahun 2014-2018
Indikator Tahun 2014 2015 2016 2017 2018 APK PAUD (%) 53.28 60.18 45.30 47.34 86.24 APK SD/MI (%) 112.,8 112.68 112.80 112.85 112.42 APK SMP/MTs (%) 100.14 102 99.90 101.47 98.45 APM SD/MI (%) 99.9 99.63 99.90 99.90 98.32 APM SMP/MTs (%) 80,84 81,37 81.37 81.32 76.60
Sumber: Dinas Pendidikan Kabupaten Pati, 2018
Berdasarkan tabel tersebut dapat dinyatakan bahwa terjadi peningkatan yang drastis pada APK PAUD di tahun 2018, dengan peningkatan sebesar 38,9%. Peningkatan tersebut dikarenakan pengefektifan pemberlakuan usia masuk SD minimal 7 tahun. Hal tersebut dibuktikan dengan menurunnya persentase siswa baru SD yang berusia kurang dari 7 tahun.
Selanjutnya, di tingkat Sekolah Dasar (SD) Terdapat selisih cukup besar antara APM dan APK .SD/MI (14,1%). Hal tersebut kemungkinan disebabkan banyaknya anak di bawah usia 7 tahun yang telah memasuki Sekolah Dasar, sementara penegakan aturan usia minimal masuk SD baru diterapkan secara efektif di tahun 2017.
Kesenjangan APK dan APM juga ditemukan di jenjang pendidikan SMP/MI dengan persentase sebesar 21,85%. Kesenjangan tersebut selain disebabkan oleh usia masuk SMP lebih dini, juga banyak murid yang berasal dari luar Kabupaten Pati.
Selama periode 2014-2018, Angka Putus Sekolah untuk jenjang pendidikan dasar menunjukkan kecenderungan tetap, sebagaimana ditampilkan pada tabel berikut.
Tabel II.36
Angka Putus Sekolah (APS) SD Sederajat dan SMP Sederajat Kabupaten Pati Tahun 2014-2018
No Indikator Tahun
2014 2015 2016 2017 2018
No Indikator Tahun
2014 2015 2016 2017 2018
2 Angka Putus Sekolah (APS) SMP Sederajat 0,14 0,01 0,19 0,15 0,14 3 Angka Melanjutkan ke SMP Sederajat (%) 100,89 123,9 102 99,84 107,32
Sumber: Dinas Pendidikan Kabupaten Pati, 2017.
Angka Putus Sekolah jenjang SMP lebih tinggi dibanding jenjang SD. Selanjutnya, selama periode 3 tahun terakhir, terdapat kecenderungan penurunan APS SMP Sederajat, waluapun persentase penurunan relatif kecil. Berdasarkan Profil Pendidikan Tahun 2018, sebagian besar siswa SMP mengalami putus sekolah di kelas 8 dan didominasi oleh siswa laki-laki. APS SMP tertinggi ditemukan di Kecamatan Juwana, Jaken, dan Wedarijaksa, dimana hal tersebut kemungkinan disebabkan keinginan untuk bekerja dan pernikahan usia dini. Pernikahan usia dini kemungkinan disebabkan oleh faktor budaya menikahkan anak perempuan di usia sekolah sehingga meningkatkan kegagalan melanjutkan sekolah. Data ini dapat dilihat dari tingginya kelahiran dengan ibu di usia kurang dari 17 tahun.
Tabel II.37
Indikator Kecukupan Akses Pendidikan di Kabupaten Pati Tahun 2014-2018
No Indikator Sat Tahun
2014 2015 2016 2017 2018
1. Angka Kelulusan (AL) SD/MI % 99,99 100 99,96 98,5 100 2. Angka Kelulusan (AL) SMP/MTs % 99,85 99,67 99,82 99,69 99,69 3. Angka Kelulusan (AL) Kejar Paket A/B/C % n.a 100 100 98,44 99,03 4. Angka Melanjutkan (AM) dari SD/MI ke SMP/MTs % 100,89 123,9 102 102,58 107,32 5. Sekolah pendidikan SD/MI kondisi bangunan baik % 63,08 61,82 62,56 62,97 63,74 6. Sekolah pendidikan SMP/MTs dan kondisi bangunan baik % 74,92 83,4 79,03 78,17 90,09 7. Rasio guru/murid SD/MI/SDLB % 1:12 1:12 1:12 1:12 1:12 8. Rasio guru terhadap murid SMP/MTs/SMPLB % 1:11 1:10 1:12 1:11 1:11 9. Rasio guru/murid per kelas rata-rata SD/MI/SDLB % 1:11 1:11 1:13 n.a n.a 10. Rasio guru/murid per kelas rata-rata SMP/MTs/SMPLB % n.a n.a n.a n.a n.a 11. Jumlah PKBM Penyelenggara Kejar Paket unit 21 21 21 21 21
Angka kelulusan untuk jenjang pendidikan SD sederajat menunjukkan fluktuasi dan di tahun 2018 menunjukkan persentase 100%. Namun demikian, untuk jenjang SMP, terdapat kecenderungan penurunan persentase kelulusan. Berkaitan dengan kualitas bangunan sekolah dapat dinyatakan bahwa persentase bangunan rusak didominasi oleh jenjang pendidikan SD, sehingga rehabilitasi bangunan sekolah sebaiknya difokuskan untuk bangunan SD. Rasio guru dan murid baik untuk jenjang pendidikan SD/sederajat dan SMP sederajat masih di bawah standar rasio guru terhadap murid. Hal tersebut mengindikasikan jumlah sekolah, khususnya SD berlebih sehingga perlu dilakukan regrouping. Selanjutnya untuk menunjang peningkatan Rata-rata Lama Sekolah (RLS) kegiatan kejar paket perlu dioptimalkan. Hingga tahun 2018, terdapat 21 PKBM yang melaksanakan kegiatan kejar paket. Akreditasi sekolah dapat menjadi indikator kualitas penyelenggaraan pendidikan di suatu wilayah. Perkembangan akreditasi sekolah di Kabupaten Pati tahun 2016-2018 ditampilkan pada tabel berikut.
Tabel II.38
Akreditasi Sekolah SD sederajat dan SMP sederajat di Kabupaten Pati Tahun 2016-2018
No Jenjang Sekolah Tahun 2016 Tahun 2017 Tahun 2018
A B C Non A B C Non A B C Non
1 SD 67.7 26.55 2.51 3.24 73.74 22.27 1.03 2.9 75.49 21.67 1.2 1.64 2 MI 26.77 63.13 8.59 1.52 36.64 57.07 3.1 3.1 40.29 52.91 2.91 3.88 3 SMP 67.06 17.65 0 15.29 67.44 16.28 0 16.28 67.44 13.95 0 18.6 4 MTs 18.38 61.03 15.4 5.15 25.18 60 11.85 2.96 25 60.94 11.76 2.94
Sumber: Dinas Pendidikan Kabupaten Pati, 2017
Terjadi peningkatan kualitas penyelenggara pendidikan sekolah dasar di tahun 2018, khususnya untuk jenjang Sekolah Dasar (SD). Hal tersebut dapat dilihat dari meningkatnya SD berakreditasi A (75,49%) dan menurunnya persentase SD yang berlum terkreditasi (1,64%). Peningkatan sekolah terkreditasi A juga ditemukan pada jenjang MI yang mencapai 40,29%, namun demikian sekolah MI yang berlum terkreditas mengalami peningkatan menjadi 3,88%. Selanjutnya apabila diperbandingkan antara SD dan MI, ditemukan perbedaan yang cukup besar dimana persentase SD yang terakreditasi A jauh melampaui persentase MI yang terakreditasi A. Hal tersebut mengindikasikan adanya kesenjangan kualitas penyelenggaraan pendidikan pada sekolah yang berbasis umum dengan sekolah yang berbasis agama pada jenjang SD/sederajat.
Berbeda dengan jenjang SD/sederajat. Peningkatan kualitas penyelenggaraan pendidikan tidak ditemukan pada jenjang SMP/sederajat. Persentase sekolah yang terakreditasi A pada jenjang SMP dan MTs cenderung stabil, bahkan persentase sekolah yang belum terakreditasi untuk jenjang SMP di tahun 2018 (18,6%) meningkat dibandingkan periode sebelumnya (16,28). Selanjutnya, terdapat kesenjangan kualitas penyelenggaran pendidikan pada jenjang SMP dan MTs yang ditunjukkan oleh persentase sekolah yang terakreditasi A. Persentase sekolah yang terakreditasi A pada jenjang SMP mencapai 67,44%, sedangkan pada jenjang MTs hanya sebesar 25%.
Kinerja penyelenggaraan urusan pendidikan ditunjukkan melalui capaian 5 (lima) program dan 13 indikator sebagaimana ditampilkan tabel berikut.
Tabel II.39
Capaian Kinerja Urusan Pendidikan Tahun 2018
No Indikator Satuan Target RPJMD 2017-2022 Target 2018 Realisasi Capaian RKPD Realisasi Capaian RPJMD s/d 2018 Status Capaian Target Akhir RPJMD 2017 2018
Program Pendidikan Anak Usia Dini 1 APK PAUD % 81.32 66.57 63.5 86.24 86.24 2
Persentase PAUD yang bisa melaksanakan kurikulum
sesuai standar % 95.50 75 67 67 67
Program Wajib Belajar Pendidikan Dasar
Sembilan Tahun
3 Angka kelulusan SD/MI/SDLB % 99.92 99.91 98.5 100 100
4 Rata-rata nilai ujian nasional (UN)SD/MI/SDLB Angka 78.97 75.47 73.52 69.7 69.7 5 Angka Kelulusan SMP/MTs./SMPLB Angka 99.95 85.5 99.69 99.72 99.72
6 Rata-rata nilai ujian nasional (UN) SMP/MTs./
SMPLB Angka 85 65 50.54 50.96 50.96
No Indikator Satuan Target RPJMD 2017-2022 Target 2018 Realisasi Capaian RKPD Realisasi Capaian RPJMD s/d 2018 Status Capaian Target Akhir RPJMD 2017 2018
7 Persentase ruang belajar dalam kondisi baik % SMP=85 SD=80; SMP=35 SD=30; SMP=77,1 SD=61,8; SD=61,14; SMP=76,7 SD=61,14; SMP=76,7
Program Pendidikan Non Formal
8 Persentase kelulusan kejar Paket A/B/C dan kursus % 93.65 92.1 93.46 89.36 89.36 9 Persentase tenaga pendidik PAUD yang memiliki
kualifikasi S1 PG PAUD % 100 98.5 58.6 58.95 58.95
Program Peningkatan Mutu Pendidik dan
Tenaga Kependidikan
10 Persentase tenaga pendidik S1/D4 % 92.30 85.2 94.1 83.62 83.62 Program Manajemen
Pelayanan Pendidikan
11 persentase Pelayanan pendidikan berbasis
aplikasi % 95 85 94.12 98.92 98.92
Program Penguatan Pendidikan Karakter
Siswa
12
Persentase siswa SD yang dikeluarkan dari sekolah karena pelanggaran disiplin atau norma sosial
% 0.00 0.03 0.004 0.00004 0.00004
13
Persentase siswa SMP yang dikeluarkan dari sekolah karena pelanggaran disiplin atau norma sosial
% 0.03 0.07 0.06 0.0006 0.0006
Keterangan :
Telah tercapai; Akan Tercapai; Perlu Perhatian/Upaya Keras
Terdapat 3 (tiga) indikator kinerja dengan status telah tercapai, 4 indikator kinerja yang akan tercapai dan 5 indikator kinerja yang perlu upaya keras untuk tercapai. Program Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) memiliki satu indikator kinerja persentase lembaga PAUD yang bisa melaksanakan kurikulum sesuai standar berstatus perlu upaya keras untuk tercapai. Pendirian PAUD baru dengan tenaga pendidik yang belum memenuhi kualifikasi pendidikan strata satu menyebabkan banyak lembaga PAUD belum terakreditasi. Dari 1.219 unit lembaga PAUD baru 816 unit yang telah terakreditasi. Lebih lanjut hal ini menyebabkan indikator kinerja persentase tenaga pendidik PAUD yang memiliki kualifikasi pendidikan S1 PG-PAUD dari program pendidikan nonformal belum tercapai. Oleh karena itu perlu kebijakan moratorium pendirian lembaga PAUD baru dan pengetatan pemberian ijin pendirian lembaga PAUD baru harus sesuai SNP. Program Pendidikan Dasar Wajib Sembilan Tahun memiliki permasalahan pemerataan kualitas lembaga pendidikan yang terlihat pada indikator rata-rata nilai UN untuk pendidikan setingkat SD maupun SMP belum tercapai. Hal ini disebabkan karena nilai rata-rata UN sekolah berbasis madrasah lebih rendah daripada sekolah umum. Nilai rata-rata UN tahun 2018 untuk MI sebesar 61,8 lebih rendah dari SD sebesar 77,6, begitu juga dengan nilai rata-rata UN 2018 untuk MTs sebesar 48,95 lebih rendah dari SMP sebesar 50,63.
2. Kesehatan
Indikator aspek kesehatan yang digunakan untuk mengukur kinerja bidang kesejahteraan sosial adalah Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB), dan Angka Kematian Balita (AKBa). Gambaran kondisi AKI, AKB, dan AKBa Kabupaten Pati selama periode 2014-2018 ditampilkan pada tabel berikut.
Tabel II.40
Angka Kematian Ibu (AKI), Angka Kematian Bayi (AKB) dan Angka Kematian Balita (AKBa) Kabupaten Pati 2014-2018
No Indikator Tahun
2014 2015 2016 2017 2018
1 AKI 94,78 117,26 115 85,86 66,07
2 AKB 9,87 9,32 10,84 8,82 10,21
3 AKBa 10,8 7,7 12,57 10,61 10,87
Sumber: Dinas Kesehatan Kabupaten Pati, 2018
AKI, AKB, dan AKBa di Kabupaten Pati selama periode 5 tahun terakhir cenderung fluktuatif. Capaian AKI pada tahun 2018 semakin baik dibanding tahun-tahun sebelumnya, begitu juga dengan kasus kematian ibu yang lebih rendah (11 kasus) pada tahun 2018 dari pada tahun 2017 (17 kasus). Namun untuk AKB dan AKBa, capaian pada tahun 2018 lebih buruk apabila dibandingkan dengan tahun 2017, walaupun kasus kematian balita di tahun 2018 menurun (181 kasus) apabila dibandingkan tahun 2017 (184 kasus). Kasus kematian neonatal pada tahun 2018 meningkat (136 kasus) apabila dibadingkan tahun 2017 (118 kasus). Kematian neonatal pada umumnya berkaitan dengan kesehatan ibu selama masa kehamilan. Pada tahun 2018 kasus ibu hamil dengan komplikasi kebidanan meningkat 34,48% disbanding tahun 2017. Oleh karenanya upaya penanganan AKB dan AKBa hendaknya diintegrasikan dengan penanganan AKI.
Gizi buruk masih menjadi salah satu fokus masalah kesehatan di Kabupaten. Gambaran persebaran gizi buruk di Kabupaten Pati ditampilkan pada tabel berikut.
Tabel II.41
Persebaran Gizi Buruk Kabupaten Pati 2016-2018
NO KECAMATAN 2016 TAHUN 2017 2018 1 Sukolilo 10 7 2 2 Kayen 3 1 1 3 Tambakromo 9 1 2 4 Winong 4 5 2 5 Pucakwangi 1 2 12 6 Jaken 0 0 0 7 Batangan 4 2 0 8 Juwana 3 1 2 9 Jakenan 9 3 10 10 Pati 0 2 1 11 Gabus 4 1 1 12 Margorejo 8 7 7 13 Gembong 0 0 0 14 Tlogowungu 5 5 5 15 Wedarijaksa 9 11 4 16 Trangkil 3 0 0 17 Margoyoso 0 0 1 18 Gunungwungkal 3 4 4 19 Cluwak 0 4 0 20 Tayu 16 20 15 21 Dukuhseti 3 2 3 JUMLAH 94 78 72
Gizi buruk tersebar hampir di seluruh kecamatan di Kabupaten Pati, namun dalam tiga tahun terakhir cenderung menurun. Kecamatan dengan jumlah kasus gizi buruk terbanyak tahun 2018 adalah Kecamatan Tayu, Jakenan dan Pucakwangi, sementara kasus gizi buruk tidak ditemukan di Kecamatan Jaken, Batangan, Gembong, Trangkil, dan Cluwak.
Gizi buruk bersifat kompleks, dipengaruhi oleh faktor yang berasal dari internal dan eksternal. Gizi buruk di Kabupaten Pati tidak terjadi di daerah dengan persentase kemiskinan tinggi atau kawasan rawan pangan. Oleh karenanya, diduga gizi buruk disebabkan oleh faktor lain, seperti pengetahuan orang tua dan budaya.
Pencapaian kinerja urusan kesehatan tahun 2018 didasarkan pada 19 program dan 35 indikator, dimana masing-masing dua program dimiliki oleh RSUD Soewondo dan RSUD Kayen. Indikator program urusan kesehatan telah disusun berdasarkan Standar Pelayanan Minimal (SPM) yang merupakan acuan dalam pengukuran kinerja pelayanan dasar. Kinerja urusan kesehatan yang mampu mencapai target RKPD 2018 mencapai 60% dari seluruh total indikator. Gambaran kinerja urusan kesehatan tahun 2018 ditampilkan pada tabel berikut.
Tabel II.42
Capaian Indikator Pembangunan Kesehatan Tahun 2018
No Indikator Satuan Target RPJMD 2017-2022 Target 2018 Realisasi Capaian RKPD Realisasi Capaian RPJMD s/d 2018 Status Capaian Target Akhir RPJMD 2017 2018
I Program Obat dan Perbekalan Kesehatan 1 Cakupan ketersedian obat dan perbekalan kesehatan
sesuai standar % 100 100 100 100 100 II Program Upaya Kesehatan Masyarakat
2 Persentase penanganan KLB <24 jam % 100 100 100 100 100 3 Cakupan Pelayanan Kesehatan Usia Produktif % 100 100 26.12 100 100 III Program Pengawasan Obat dan Makanan
4
Persentase pengawasan sarana distribusi makanan sehat di swalayan/toko makanan dan sekolah
% 100 70 70 76.02 76.02
5
Persentase pengawasan sarana distribusi obat yang aman di apotek, toko obat, instalasi farmasi klinik dan instalasi farmasi rumah sakit
% 100 50 50 41.32 41.32
6 Cakupan IRT yang menerapkan CPPB-IRT % 45 30 30 28.49 28.49 IV Program Promosi Kesehatan dan
Pemberdayaan Masyarakat
7 Persentase PHBS RT Sehat Paripurna % 72 62 72 65.56 65.56 8 Peningkatan strata
posyandu mandiri % 23.7 19.6 19.6 23.76 23.76 V Program Perbaikan Gizi Masyarakat
9 Prevalensi Gizi Buruk % 0.74 0.82 0.82 0.98 0.98 10 Cakupan Pelayanan Kesehatan Pada Anak Usia
Pendidikan Dasar % 100 100 100 100 100 11 Prevalensi Ibu Hamil KEK % 7.2 9.5 9.8 9.7 9.7 12 Prevalensi Ibu Hamil Anemi % 16.5 17.7 11.3 11.9 11.9 VI Program Pengembangan Lingkungan Sehat
13 Persentase Peningkatan Rumah Sehat % 70 66 66 66.78 66.78
No Indikator Satuan Target RPJMD 2017-2022 Target 2018 Realisasi Capaian RKPD Realisasi Capaian RPJMD s/d 2018 Status Capaian Target Akhir RPJMD 2017 2018 VII
Program Pencegahan dan Penanggulangan Penyakit
Menular
14
Cakupan Pelayanan Kesehatan orang dengan
HIV % 100 100 100 100 100
15 Cakupan Pelayanan Kesehatan orang dengan TB % 100 100 100 75.09 75.09 16 Case Fatality Rate Demam Berdarah % <2 <2 <2 <2 <2 VIII Program Standarisasi Pelayanan Kesehatan
17 Persentase FKTP terakreditasi % 50 25 65.9 36.71 36.71 IX Program Pelayanan Kesehatan Penduduk
Miskin (Jamkesda)
18 Cakupan pelayanan kesehatan dasar
masyarakat miskin % 100 100 100 100 100 19 Cakupan pelayanan kesehatan rujukan masyarakat miskin % 2.7 3.6 3.6 3.6 3.6 X Program Pengadaan, Peningkatan dan
Perbaikan Sarana dan Pra Sarana Puskesmas/Pusk Pembantu dan
Jaringannya
20 Persentase puskesmas serta jaringannya sesuai standart % 41.37 6.8 3.4 3.4 3.4 XI Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan
Anak Balita
21 Cakupan pelayanan kesehatan anak balita % 100 100 79.7 95 95 22 Cakupan imunisasi dasar lengkap % 100 100 100 100 100 XII Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan
Lansia
23 Cakupan Pelayanan pada usia lanjut % 100 100 46,07 50 50 XIII Program Peningkatan Keselamatan Ibu
Melahirkan dan Anak
24 Cakupan Pelayanan Kesehatan Ibu Hamil (K4) % 100 100 95.1 96 ,74 96 ,74 25
Cakupan Pelayanan Kesehatan Ibu Bersalin ditolong oleh tenaga kesehatan
% 100 100 100 99, 99 99, 99 26 Cakupan Pelayanan Kesehatan Bayi Baru Lahir
(KN Lengkap)
% 100 100 99.3 98 ,55 98 ,55 XIV Program Pengendalian Penyakit Tidak Menular
dan Kesehatan Jiwa
27 Cakupan Pelayanan Kesehatan Penderita
Hipertensi % 100 100 100 100 100 28 Cakupan Pelayanan Penderita DM % 100 100 100 100 100 29 Cakupan Pelayanan Kesehatan Orang Dengan
Gangguan Jiwa Berat % 100 100 100 100 100 30 Persentase ODGJB Pasung kasus 16 20 21 18 18 XV Program Peningkatan Pelayanan Kesehatan BLUD Puskesmas (JKN) 31 Pertumbuhan pendapatan BLUD Puskesmas % 0.93 0.7 0.6 3.37 3.37
No Indikator Satuan Target RPJMD 2017-2022 Target 2018 Realisasi Capaian RKPD Realisasi Capaian RPJMD s/d 2018 Status Capaian Target Akhir RPJMD 2017 2018 XVI Program Pengadaan, Peningkatan Sarana Dan
Prasarana Rumah Sakit