C. Permasalahan dan Tantangan
2. Aspek Pendanaan
Kegiatan pembangunan Daerah tidak lepas dari peran pemerintah Daerah Kabupaten dan kota yang telah berhasil memanfaatkan segala sumber daya yang tersedia di daerahnya masing-masing. Dalam upaya memperbesar peran dan kemampuan daerah dalam pembangunan, pemerintah kabupaten di tuntut untuk lebih mandiri dalam membiayai kegiatan opersional rumah tangganya. Pendapatan Asli Daerah (PAD) adalah salah satu sumber penerimaan yang harus selalau dan terus menerus dipacu pertumbuhannya, tetapi harus tetap menjaga kepentingan investor. Jumlah dan Kenaikan kontribusi PAD akan sangat berperan dalam rencana kemandirian pemerintah yang tidak ingin terlalu tergantung dari APBN. Kemajuan daerah dalam memajukan perekonomian daerahnya terlihat dari perkembangan APBD yang positif diisi dari penerimaannya dan peranannya dari tahun ketahun makin meningkat. PAD hanya merupakan salah satu bagian dari sumber utama keuangan daerah untuk membiaya kegiatan rutin dan kegiatan pembangunan disamping penerimaan lainnya berupa hasil pajak/bukan pajak, Dana Alokasi Umum (DAU) dan dana alokasi Khusus (DAK) dan penerimaan lainnya.
Kabupaten Bengkalis juga tidak terlepas dari segala kebijakan yang diambil oleh pemerintah dalam menggali Pendapatan Asli Daerah (PAD). Kabupaten Bengkalis mempunyai potensi yang cukup besar bagi penerimaan pajak, PBB maupun bagi Pendapatan asli daerah lainnya. Perkembangan kabupaten Bengkalis yang pesat dengan adanya Otonomi Daerah memberikan peluang sebagai sumber untuk mendapatkan dana yang diperlukan.
Pembiayaan pengelolaan air minum baik sistem jaringan perpipaan maupun jaringan bukan perpipaan sampai saat ini masih mengandalkan dana APBD Kabupaten Bengkalis melalui PDAM sebagai induk pengelolahnya.
Untuk penyediaan air bersih berbasiskan pemberdayaan masyarakat melalui program PAMSIMAS pembiayaannya 70% dari dana APBN, 10% dana APBD, kontribusi masyarakat desa berupa modal sebesar 4% dan sisianya 16% kontribusi masyarakat berupa tenaga dan material.
Sesuai dengan ketentuan dari pelaksanaan program PAMSIMAS, alokasi penganggaran yang wajib dihibahkan kepada kelompok masyarakat masing- masing desa sasaran adalah berikut :
1. APBN / Loan Bank Dunia : Rp. 192.500.000 (70%)
2. APBN Kabupaten / Kota : Rp. 27.500.000 (10%)
3. Kontribusi Masyarakat Desa yang terdiri dari :
a. In Cash (Berbentuk Modal) : Rp. 11.000.000 (4%)
b. In Kind (Partisipasi kegiatan : Rp.44.000.000(16%)
Berupa Tenaga dan material) +
Total dana Pembangunan per desa:Rp. 275.000.000,- (100%)
Sejak awal mengikuti PAMSIMAS pada tahun 2008 hingga tahun 2013 alokasi pendanaan PAMSIAMS dapat digambarkan sebagai berikut :
a. Tahun 2008 merupakan tahun pertama bagi Kabupaten Bengkalis dalam
menerima bantuan Program Pamsimas untuk 9 Desa sasaran dengan total Alokasi DIPA sebesar Rp. 1.732.500.000,- (Satu Milyar Tujuh Ratus Tiga Puluh Dua Juta Lima Ratus Ribu Rupiah) dengan dana Shering APBD Kabupaten Bengkalis sebesar 10 % atau senilai Rp.247.500.000 (Dua Ratus Empat Puluh Tujuh Juta Lima Ratus Ribu Rupiah).
b. Pada tahu 2009 total dana APBN untuk 10 Desa Reguler sebesar
Rp.1.925.000.000,- (Satu Milyar Sembilan Ratus Dua Puluh Lima Juta Rupiah) dengan dana Sharing APBD sebesar 10% atau senilai Rp. 275.000.000 (Dua Ratus Tujuh Puluh Lima Juta Rupiah).
Selain itu juga terdapat Desa Replikasi program PAMSIMAS sebanyak 2 Desa yang seluruhnya didanai oleh APBD Kabupaten Bengkalis tahun 2009 dengan total anggaran sebesar Rp.440.000.000,- (Empat Ratus Empat Puluh Juta Rupiah)
c. Pada tahun 2010 total dana APBN untuk 12 Desa Reguler sebesar Rp. 2.310.000.000,- (Dua Milyar Tiga Ratus Sepuluh Juta Rupiah) dengan dana
Sharing APBD Kabupaten Bengkalis sebesar 10% atau senilai Rp. 330.000.000
(Tiga Ratus Tiga Puluh Juta Rupiah).
Selain itu juga terdapat Desa Replikasi program PAMSIMAS sebanyak 5 Desa yang sepenuhnya didanai oleh APBD Kabupaten Bengkalis tahun 2010 dengan total anggaran sebesar Rp.1.100.000.000,- (Satu Milyar Seratus Juta Rupiah). d. Pada tahun 2011 total dana APBN untuk 12 Desa Reguler sebesar Rp.
Sharing APBD Kabupaten Bengkalis sebesar 10% atau senilai Rp. 330.000.000 (Tiga Ratus Tiga Puluh Juta Rupiah).
Selain itu juga terdapat Desa Replikasi program PAMSIMAS sebanyak 3 Desa yang seharusnya didanai oleh APBD Kabupaten Bengkalis tahun 2011 dengan total anggaran sebesar Rp.660.000.000,- (Enam Ratus Enam Puluh Juta Rupiah).
e. Pada tahun 2012 total dana APBN untuk 15 Desa Reguler sebesar
Rp.2.887.500.000,- (Dua Milyar Delapan Ratus Delapan Puluh Tujuh Juta Lima Ratus Ribu Rupiah) dengan dana Sharing APBD Kabupaten Bengkalis sebesar 10% atau senilai Rp. 412.500.000 (Empat ratus Dua Belas Juta Lima Ratus
Ribu Rupiah). Ditambah dengan 2 Desa yang mendapat reward atas
prestasinya dalam pelaksanaan program PAMSIMAS berupa Hibah Insentif Desa (HID) senilai Rp.400.000.000,- (Empat Ratus Juta Rupiah)
Disamping itu juga terdapat Desa Replikasi program PAMSIMAS sebanyak 3 Desa yang seluruhnya didanai oleh APBD Kabupaten Bengkalis tahun 2012 dengan total anggaran sebesar Rp.660.000.000,- (Enam Ratus Enam Puluh Juta Rupiah).
Selain dana Sharing yang dianggarkan sebesar 10% dan dana desa replikasi PAMSIMAS, sebagai bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Bengkalis terhadap program PAMSIMAS pada masing-masing SKPD terkait juga dianggarkan DDUB (Dana Daerah Untuk Urusan Bersama) sebagai penunjang pelaksanaan kegiatan.
f. Pada tahun 2013 Kabupaten Bengkalis kembali mendapat alokasi dana APBN untuk 10 Desa Berprestasi dalam bentuk Hibah Insentif Kabupaten (HIK) senilai Rp. 1.000.000.000 (Satu Milyar Rupiah), Sebagai bentuk komitmen
dalam keikutsertaannya, Pemerintah Kabupaten Bengkalis telah
menganggarkan dana Sharing senilai Rp. 1.500.000.000,- (Satu Milyar Lima Ratus Juta Rupiah). Selain itu Kabupaten Bengkalis juga mendapatkan alokasi dana APBN untuk 12 desa reguler.
Tabel 5.20
Rekapitulasi Penyerapan Anggaran Program PAMSIMAS 2008-2012
Sumber: Dinas Cipta Karya, 2013
3. Aspek Kelembagaan
Kelembagaan yang memiliki kewenangan dalam penyediaan SPAM adalah PDAM Kabupaten Bengkalis, yang memiliki 3 cabang yaitu SPAM Bengkalis, SPAM Duri dan SPAM Sungai Pakning.
Rekapitulasi fungsi kelembagaan dalam pengelolaan SPAM di Kabupaten Bengkalis adalah:
No. TAHUN PROGRAM DESA DANA APBN DANA APBD
1 2 3 4 5 1. PAMSIMAS 2008 ► Desa Reguler 9 Rp. 1.732.500.000,- Rp. 247.500.000,- ► Desa Replikasi 0 Rp. - Rp. - 2. PAMSIMAS 2009 ► Desa Reguler 10 Rp. 1.925.000.000,- Rp. 275.000.000,- ► Desa Replikasi 2 Rp. - Rp. 440.000.000,- 3. PAMSIMAS 2010 ► Desa Reguler 10 Rp. 1.925.000.000,- Rp. 275.000.000,- ► Desa Replikasi 5 Rp. - Rp. 1.100.000.000.- 4. PAMSIMAS 2011 ► Desa Reguler 12 Rp. 2.310.000.000,- Rp. 330.000.000,- ► Desa Replikasi 3 Rp. - Rp. 660.000.000,- 5. PAMSIMAS 2012 ► Desa Reguler 15 Rp. 2.887.500.000,- Rp. 412.500.000,- ► Desa Replikasi 3 Rp. - Rp. 660.000.000,-
► Desa HID (2 Desa berprestasi) 2 Rp. 400.000.000,-
JUMLAH DESA 69
TOTAL DANA APBN Rp. 11.180.000.000
Tabel 5.21
Rekapitulasi Fungsi Kelembagaan Dalam Pengelolaan SPAM di Kabupaten Bengkalis
Sumber: Dinas Cipta Karya Kab. Bengkalis, 2013
Kelembagaan program PAMSIMAS
PAMSIMAS merupakan salah satu program pemerintah yang berbasis pada pemberdayaan masyarakat. Faktor kunci keberhasilan program ini berhubungan erat dengan pemahaman, kesadaran dan peran serta aktif masyarakat serta seluruh pemangku kepentingan termasuk juga faktor koordinasi, singkronisasi dan integrasi pelaksanaan program PAMSIMAS sejak tahun 2008 hingga saat ini masih ditemukan sejumlah kendala dan permasalahan yang mempengaruhi keberhasilan pelaksanaan/ keberlanjutan program anatara lain :
a. Masih terbatasnya kesadaran dan pemahaman masyarakat terhadap
pentingnya penyediaan air bersih/ air minum dan sanitasi. b. Belum optimalnya partisipasi dan dukungan dan stake holder.
c. Kondisi geografis dan penyebaran permukiman masyarakat.
d. Terbatasnya sumber air baku.
e. Belum optimalnya instansi antar instansi.
f. Terbatasnya dukungan kelembagaan khususnya lembaga pengelola
sarana yang telah dibangun.
Pemerintah Kabupaten Bengkalis melalui SKPD terkait (BAPPEDA, Dinas Pekerjaan Umum, Dinas Tata Kota Tata Ruang dan Permukiman, Dinas Kesehatan BPMPD dan SKPD lainnya) untuk meningkatkan koordinasi dan sinergi dengan Instansi/ lembaga terkait lainnya dan terus berusaha untuk memberikan dorongan dan bimbingan dalam rangka pemberdayaan masyarakat. Dengan demikian diharapkan program PAMSIMAS dapat berlangsung dengan baik di Kabupaten Bengkalis sehingga hasilnya dapat dinikmati oleh masyarakat yang akan bermuara pada peningkatan derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat.