• Tidak ada hasil yang ditemukan

Aspek Perilaku

Dalam dokumen STUDI KASUS MAHASISWI PELAKU SEKS BEBAS. (Halaman 73-90)

BAB IV HASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN

1) Aspek Perilaku

a) Perilaku terhadap keluarga

Rd merupakan anak pertama dari tiga bersaudara. Adiknya seorang perempuan masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama, dan yang laki-laki sudah kuliah di kota Yogya juga. Hubungan Rd dengan adik laki-lakinya cukup dekat dan bahkan adiknya pun tahu bagaimana pacaran yang dilakukan kakaknya, pacara Rd pun cukup dekat dengan adik Rd yang juga kuliah tersebut. Hal ini sebagaimana yang dikemukakan Rd :

“ndak masalah dengan adikku toh dia juga udah punya pacar. Beberapa kali dia juga mergoki aku masih acak-acakan dengan pacarku ketika ia datang ke kos, dia hanya senyum-senyum aja dan ndak

pernah cerita ke mama kok.” (Wawancara ke-1

Senin,20 Juni 2016)

Rd sendiri juga sering ke kos adiknya, bahkan sesekali tidur di kos adiknya dengan sepengetahuan ibu kosnya. Ibu kos

60

adiknya udah paham betul bahwa Rd adalah kakak kandungnya sehingga diijinkan menginap. Menginap di kos adiknya dilakukan manakala pacar Rd baru pulang kampung, biasanya pacar Rd yang kemudian menjemput Rd di kos adiknya itu. Dari kondisi semacam ini tentunya menggambarkan bahwa hubungan mereka cukup dekat. Rd menuturkan :

“ kalau kita emang udah didik orangtua sejak kecil, jadi kalau sekarang kita di Yogya ya sama seperti kita di Tenggarong. Saya sama adik sangat dekat dan ndak jarang aku yang kos adikku atau sebaliknya. Dan bahkan ndak apa loh kalau aku yang tidur di kos adikku atau adikku yang tidur di kosku .“(Wawancara ke-1 Senin,20 Juni 2016)

Sesaat kemudian Rd menambahkan :

“kadang malah sama adikku kalau karaoke, dia juga

sama pacarnya jadi kita berempat, “(wawancara ke-2

Rabu, 27 Juli 2016)

Kebiasaan keluar malam berkaraoke dengan adiknya memang sudah biasa juga ketika mereka berada di Kalimantan. Rd menjelaskan :

“dia udah biasanya juga sih, sejak di Tenggarong kita emang biasa juga dulu pas kita masih kecil mamah sama papah juga seirng banget keluar malam katanya karaoke. Makanya kita-kita juga sekarang sama kalau jenuh malam kelaur karaoke kalau nggak ya di discotik enak banget ngedance sama pacar. Pokoknya ngabisin malam di Yogya itu emang paling asyik, banyak tempat-tempat tuk

kongkow-61

kongkow ndak ada habisnya sampe pagi, “(wawancara ke-2 Rabu, 27 Juli 2016)

Kebiasaan Rd yang suka pulang malam dan berhura-hura di tempat hiburan diperkuat dan diungkapkan oleh Ya (key

informan) :

“ya dia kan pelanggan pulang malam dan hampir tiap hari, syarate buka pintu ya pakai rokok. Rd tuh gila emang kayak ndak punya beban sama sekali loh, hampir lah tiap malem ada acara ndak tahu lah kemana, kita-kita aja yang kadang-kadang aja di ajak kalau pas dia mau. Gila benar kok dia itu kayak punya mesin ATM sendiri, tapi ya kalau dia cerita tuh di kota dia papa-mamanya juga gitu kok, malah bilang juga hampir dech tiap malam katanya ortunya

juga pergi .”wawancara dengan key informan Rd,

Jumat 19 Agustus 2016)

Sesekali mereka pergi bersama, biasanya adiknya juga dengan pacarnya yang di Yogya mereka kadang rental mobil kemudian pergi ke tempat-tempat obyek wisata.

Rd menjelaskan :

“kalau bermainnya di Yogya aku sama adik sih sama, kalau masalah hubungannya dengan pacar kayaknya ya selama ini dia gak langsung bicara masalah sex cumin bilang ndak mungkin ninggalin pacarnya karena dah dekat gitu katanya.

Oya kalau adikku nggak bisa sebebas seperti di kosku, dia ngekos tahunan dengan teman-teman SMAnya dulu dan lagian ada ibu kosnya. Di tempat pacarnya juga ada ibu kosnya, malah lebih ketat

aturannya. “(wawancara ke-2 Rabu, 27 Juli 2016)

Tidak jarang bahwa mereka juga menginap di hotel-hotel yang ada di obyek wisata, adiknya juga dengan sewa kamar

62

sendiri. Hanya saja pacar adiknya sangat terbatas datang ke kos adiknya karena aturan kos yang cukup ketat. Rd menuturkan :

“aku biasa mas, kalau pas ada libur panjang pergi jalan-jalan sama pacarku dan adikku juga ikut dengan pacarnya. Biasanya kita menginap semalam terus sore harinya kita putar-putar dan pulang. Adikku juga ngamar sendiri kok sama pacarnya, katanya sih kalau di kos nggak mungkin, jangankan ngamar kelamaan datang aja udah kena marah sama ibu kos. Gitu loh adikku betah banget kos di sana

“(Wawancara ke-1 Senin,20 Juni 2016)

Rd juga menambahkan kalau pulang ke Kalimantan sering dengan adiknya. Mereka pulang sekalian karena tiket pesawat mamahnya yang sering membelikan, sehingga Rd dengan adiknya tinggal cek in di bandara dengan menunjukkan kode boking saja. Sesekali ketika dadakan adiknya atau Rd pulang sendirian. Bagi mereka toh tidak ada masalah karena di bandara mereka sudah dijemput oleh orang tuanya. Kalau di bandara di Yogya pacar merekalah yang mengantar. Rd mengatakan :

“Yah, bahkan kalau pulang ke Kalimantan juga kami sering bersama, habis tiket udah dibelikan mamah, paling-paling di WA saja ke aku kode bookingnya. Terus ke bandara yang nggak bareng kita dianter pacarnya sendiri-sendiri ketemu aja di bandara dan sampe di kota kita baru di jemput kadang mamah kadang papah kalau nggak bisa kita

yang sewa taxi .“(Wawancara ke-1 Senin, 20 Juni

63

Ketika libur panjang mereka di rumah di Tenggarong, komunikasi dengan pacar tetap inten dengan handphone. Rd dengan adiknya tidak pernah ngadu permasalahan apapun yang hubungannya dengan pacar ke orang tua. Orang tua Rd yang sudah tahu bahwa mereka berdua di Yogya sudah punya pacar. Libur panjang di Tenggarong mereka biasanya kembali akrab dengan teman-teman SMAnya dulu, ya jalan bareng, nonton atau kadang teman-teman SMAnya yang datang ke rumah Rd. Rumah Rd sejak SMA sudah terkenal sebagai tempat mangkal yang familiar. Bahkan kadang-kadang sampai dikatakan sebagai tempat home basenya anak-anak remaja. Orang tua Rd sangat terbuka, bahkan teman-temannya ikut memanggil dengan sebutan “mama” seperti panggilan Rd pada orang tuanya. Pada papanya Rd kebanyakan memanggil dengan sebutan “om”, sangat jarang yang memanggil dengan sebutan “bapak”. orang tua Rd sangat memberi memperhatikan pada anak-anaknya bahkan mungkin malah berlebihan. Orang tuanya tidak pernah membedakan dengan adik-adiknya baik dari sisi keuangan ataupun perhatian dalam hal kasing sayang. Rd menjelaskan dalam hal keungan mereka, dan mengatakan :

“dalam keuangan sih aku sampe ndak pernah berfikir dalam hal kiriman sih, kayaknya sih sama transfer bulanan Rp. 3 Juta untuk jatah kebutuhan sehari-hari, entar kalau ada kebutuhan lain ya sama

64

dong kontak mamah tergantung dengan kebutuhan. Kayaknya adikku malah sering minta tambah soalnya dia kuliah di jurusan teknik sipil jadi tugasnya banyak banget. Gitu tuh aku gak pernah mempermasalahkan ortu nggak beda-bedain kami, apalagi kami di perantauan mamah dah bilang jangan ngutang sama siapapun yaah .“( Wawancara ke-1 Senin,20 Juni 2016)

Bahkan Rd bilang orang tuanya selalu memanjakan, pernah ia ditawari untuk membawa mobil di kota Jogja ini disamping untuk keperluan kuliah juga bila sewaktu-waktu bila orang tuanya datang. Rd mengatakan :

“oya mas sebenarnya ortu mau kirim kita mobil, biar bisa dipakai keperluan untuk kami yang di Yogya, lagian tuh mamah kan sering nengok kita biar bisa dipakai jalan kalau pas pada ngumpul di Yogya ini. Mamah tuh kadang dadakan sama adikku yang bungsu, katanya baru bête di sana, akhhirnya meluncur ke Yogya. Bahkan mamah bilang nich

Yogya kota kedua kita loh .“(Wawancara ke-1

Senin,20 Juni 2016)

Rd menolak tawaran mobil tersebut karena mengaku kawatir jika kemudian cowok akan minder bila mendekatinya. Orang tua Rd selalu berkomunikasi dengan Rd tidak hanya jika ada perlunya saja.

Rd mengatakan :

“Kedua orang tuaku selalu memonitor, terutama mamah hampir tidak pernah putus komunikasi terutama memalaui sms. Kadang-kadang pagi ngingetin makan, nanyain dah mandi tau belum. Tapi yang paling sering nanyain kesehatan. Mamah

65

udah bilang gak masalah mau pindah kos yang penting merasa nyaman dan selalu minta yang bulanan walaupun kenanya jadi mahal karena rata-rata di Yogya kos itu tahunan atau semesteran (6 bulan). Kalau mau ambil kos tahunan takut kalau nggak betah, aku mudah bête mas, dan aturannya ketat mana ada piket, iuran listrik tambah bayar sampah wahhh males lah “(Wawancara ke-1 Senin,20 Juni 2016)

b) Perilaku terhadap teman yang mengetahui perilaku subjek

Ia mengaku bahwa pacaran baginya adalah sebuah pengorbanan dan salah satunya adalah memberikan segalanya bagi pacar. Rd menuturkan bahwa dirinya mulai akrab dengan cowok sejak di SMP, seperti yang ia katakan : “pastinya sih aku lupa ya (tertawa kecil), karena aku merasa dekat dengan cowok itu enjoy dan cukup banyak teman cowok dibanding cewek. Yah

kira-kira ya semenjak duduk di SMP. ” (wawancara ke-1

Senin, 20 Juni 2016)

Pacaran sudah dilakukannya semenjak SMP di kota asalnya. Ia mengatakan :

“kelas 2 SMP aku mulai pacaran..tapi aku tetap dekat sama teman-teman yang lain .” (wawancara ke-1Senin, 20 Juni 2016)

Bahkan di SMP sudah pacaran layaknya orang dewasa, seperti yang dikatakan Rd :

“wah,,,,, kadang-kadang kalau orang ngilat sekilas

gak beda ya, tapi sama cowokku aku emang deket banget kalau baru naik motor, bahkan

kadang-66

kadang cowokku narik tanganku tuk pegang-pegang di sekitar kemaluan kadang digesek-gesekkan sama dia.”(wawancara ke 1Senin, 20 Juni 2016)

Di bangku SMP ia sudah berganti-ganti pacar dan sudah cukup banyak dikenal teman sebagai cewek yang suka ganti pacar. Sikap Rd cuek terhadap anggapan teman. Dia merasa ya seperti inilah dirinya. Bahkan dulu Rd sempat jadi bahan ejekan teman, namun sikap Rd mengatakan :

“pacar gak marah sih, dia udah tahu siapa saya, cuman gak enaknya justru teman-teman sekolah yang bilang aku kayak tropi bergilir siapa yang

menang boleh bawa.”(wawancara ke 1Senin, 20 Juni

2016)

Rd menuturkan jika ia memang sangat bebas bermain sejak SMP seperti yang ia katakan :

“pastinya sih aku lupa ya (tertawa kecil), karena aku merasa dekat dengan cowok itu enjoy dan cukup banyak teman cowok dibanding cewek. Yah kira-kira ya semenjak duduk di SMP” (wawancara ke 1Senin, 20 Juni 2016)

Pengakuan yang ia katakan sebenarnya sangat sederhana, yakni masa puber dinikmati saja kalau pacar masih cocok yang lanjut kalau udah gak cocok ya ganti. Ia selalu mencari teman di kalangan ekonomi yang highuntuk mendukung persahabatan dan gaya hidup dari keluarganya yang kaya. Rd mengatakan juga :

“aku sebenarnya gak pilih-pilih teman semenjak

67

anak-anak yang juga dari mereka yang punya. Padahal yang biasa juga aku deketin, kadang-kadang aja mereka berbaur dengan kita-kita lama-kelamaan menjauh. Mungkin karena kita semenjak SMP biasanya keluar keluyuran baren-bareng entah nonton music, jalan ke Mall, atau makan

bareng-bareng “ (wawancara ke-2 Rabu, 27 Juli 2016)

Menjalani perilaku seks bebas semenjak dengan pacarnya di SMA, ia pertama kali melakukan hubungan seksual dan merasa mendapatkan kasih sayang dari pacarnya di SMA. Ia dimanja sekali oleh pacarnya bahkan merasa seperti mendapatkan segalanya seperti yang ia rasakan ketika di rumah. Di SMA memanfatkan hotel yang ada di kotanya dengan sewa shortime, ketika pulang sekolah atau ketika hari libur. Orang tuanya tidak pernah mengetahui sama sekali sebab ketika terlambat pulang sekolah ia selalu berdalih ada tambahan materi atau les ini itu dan itu selalu dipercaya oleh orang tuanya

Rd menuturkan :

”aku sih biasa mas, kalau emang kita jenuh di kos aku biasa sich sewa kamar keluar ya kayak di Kaliurang gitu loh biar gak bête lah, jenuh juga sich kadang kalau hanya di kamar sendiri melu gitu-gitu aja. Beda kalau kita keluar apalagi di Kaliurang tuh suasananya enak, dingin, nggak rame-rame amat lagian sewa kamar hotel di Yogya murah juga sih .” juju raja mas kalau masalah hotel sih aku justru yang ndak merasa canggung, kalau cowokku malah kadang-kadang malu, aku biasa sejak SMA dulu sekedar shortime aja ama pacarku dulu.” (wawancara ke-2 Rabu, 27 Juli 2016)

68

Rd menjelaskan kalau memang dia dengan teman-temannya hobi banget jalan-jalan lebih-lebih kalau ada

event apa saja bisa jadi ajang untuk ketemuan.

Sementara ketika bermain libur ia selalu dijemput oleh teman-temannya, setelah itu ia dengan pacarnya memisahkan diri untuk mencari tempat pacaran. Sekarang ia mendapatkan pacar baru di Yogyakarta. Rd merasakan bahwa Yogya menyediakan segalanya, di kota ini menurutnya kota yang sangat lengkap mau jalan ke Mall ada, mau nongkrong banyak, mau ke karaoke, mau ke kafe, mau ke diskotik atau sekedar menikmati malan di titik nol pun bisa. Pacar Rd juga nampak sangat tertarik dengan

kehidupan semacam ini ibarat “gayung bersambut,”

makanya Rd dan pacarnya hampir tiap malam selalu ada acara jalan. Rd menuturkan :

“wah emang istimewa mas, Yogya kaya akan event apa aja ada, makanya tuh mamahku hobi banget di Yogya, ketimbang ke saaudara-saudara yang di Jakarta mending pergi ke sini. Emang segalanya mas Yogya ini, kata mamah sih malah kepikir mau pensiun di Yogya aja kalau papa juga mau ?”(wawancara ke 1Senin, 20 Juni 2016)

Keduanya juga tidak canggung untuk bermalam di hotel-hotel yang ada di Yogyakarta ini. Hampir setiap hotel-hotel yang ada di Yogya ini bisa disewa tanpa harus ditanya ini, itu.

69

Bahkan kadang KTP saja gak ditanyain, yang penting chek in masuk kamar paginya kita keluar.

“Ya hitung-hitung kita refresing juga sih. Habis

kalau kita ada di melulu juga bosan. Nggak nyaman juga kalau ndak ada acara-acara keluar. Ya kali-kali gitu keluar. Asyik mas jadi malah rasanya pingin bikin acara gitu-gituan keluar.” (wawancara ke-2 Rabu, 27 Juli 2016)

Menurut penuturan Rd, hotel di jalan Kaliurang paling ia sukai. Ia menuturkan kalau di jalan kaliurang mulai dari Km 10 naik sampai di obyek kaliurang semua hotel bisa disewa bahkan boleh dengan short time dengan harga yang relativ murah.

Rd mengatakan :

“kalau bête aja mas kita keluar cari hotel, emang jadi dapet suasana yang beda lebih-lebih kalau mau naik ke kaliurang enak banget malamnya. Hawanya dingin, nggak rame banget, dan banyak tuh pasangan muda-mudi yang hilir mudik memanfaatkan suasana malam berduaan. Aku yakin kok mereka juga sama dengan kita, cari kamar masuk dan paginya pulang. Hampir tiap kita pulang pagi dari kaliurang tuh banyak yang berpasangan baru turun “(wawancara ke-2 Rabu, 27 Juli 2016)

Menurut Rd ia biasanya melakukan hubungan sex itu di kamar, cuman kadang bosan aja di kamar. Ia pun mengatakan kalau sex juga dilakukan di hotel untuk menghilangkan kejenuhan, seperti yang ia katakana :

“Ya hitung-hitung kita refresing juga sih. Habis

kalau kita ada di kos melulu juga bosan. Nggak nyaman juga kalau ndak ada acara-acara keluar. Ya kali-kali gitu keluar. Asyik mas jadi malah rasanya

70

pingin bikin acara gitu-gituan keluar. ” (wawancara ke-2 Rabu, 27 Juli 2016)

Di samping itu kalau keseringan pacar masuk kamar sungkan juga dengan yang lain, walaupun ndak masalah bagi mereka sebenarnya.

Rd juga sudah merasa tidak peduli bagi mereka yang mengetahui kehidupannya, dengan teman dekatnya ia juga pernah bercerita tentang dirinya, namun ia mengatakan kalau temannya dulu yang cerita. Rd menuturkan :

“Nggak semua, ada emang teman yang emang sudah sangat dekat sama saya, dianya yang duluan cerita kalau udah sampe ke hubungan sex dengan pacarnya . dari derita itu dia nodong saya untuk cerita juga tentang hubuganku dengan pacar. Akhirnya ya aku jujur cerita kalau aku juga udah sampe ke hubungan sex dengan pacar. Dari situ juga aku jadi cerita cukup jauh sampe-sampe malah kita jadi on, walaupun awalnya sempat resah sendiri jangan-jangan entar ceritanya nyebar atau diketahaui teman-teman jadi bahan berita tapi akhirnya cuek-cuek saja

toh mereka udah kenal kita lama.” (wawancara ke-2

Rabu, 27 Juli 2016)

Menurut penuturan Ya (key informan), Rd memang pelaku pelaku Sex bebas, seperti yang dia ungkapkan :

“yah kayaknya aku berani dech bilang gitu, habis cowoknya sering banget datang masuk kamar dan ndak keluar lagi kadang malem baru keluar, cari makan entar datang lagi malem banget terus dia ngacir pulang dan pamit kita-kita temen kosnya (wawancara dengan key informan Rd, Jumat 19 Agustus 2016)

71

Ya menambahkan bagaimana kelakuan Rd dalam bergaul dengan pacarnya dengan mengatakan :

“parah mas, tapi aku gak pernah ngintip lohhhh, heh heh heh, Rd emang penganut kebebasan segalanya termasuk dalam pacaran kayaknya dia juga udah gitu-gituan dech ” (wawancara dengan key informan Rd, Jumat 19 Agustus 2016)

Ia juga berprinsip tidak menganggu temannya, tidak mencampuri urusan temanya, dan dia juga tidak meracuni temannya. Maksudnya dia tidak buat teman-temannya ikut-ikutan denga gaya hidupnya. Rd lebih berprinsip bahwa ia udah dengan gaya hidup yang sejak kecil seperti ini, toh ia lebih mencontoh kedua orang tuanya yang biasan keluar malam dengan berbagai acara yang diikutinya.

Orang tuanyalah yang jadi model perilakunya dan ia memandang bahwa kedua orang tuanya sampe sekarang bahagia dengan kehidupan yang dijalaninya. Prinsipnya kalau ada teman yang tahu dengan perilakunya yang biarin saja.

c) Perilaku terhadap teman yang tidak mengetahui perilaku subjek

Rd termasuk anak yang cuek dan acuh pada orang yang belum dikenalnya sama sekali. Berkebalikan bila dia sudah mengenal atau sudah paham sebelumnya ia akan sangat akrab dan familiar. Dari kebiasaan itulah ia memandang

72

acuh dan masa bodoh terhadap perilaku terhadap teman-teman yang tidak mengetahui siapa dirinya. Ia mau mengenal dan berkenalan dengan teman bila ada mediasi yang tepat. Baginya pada teman baru yang ia kenal Rd sangat hati-hati untuk cerita, berbagai atau ngobrol sekalipun. Ia juga menjaga image sebagai wanita yang baik. Rd menuturkan :

“Nggak dongg, kita kan juga jaga image teman-teman, biar apa kata mereka apa yang penting jaga image saja. Tapi sebenarnya aku tuh juga yakin kalau mereka kemudian juga pada ngamar, kecuali

yang nggak punya pacar loh?” (wawancara ke-2

Rabu, 27 Juli 2016)

Rd melakukannya semata ia juga tetap ingin orang-orang memandang dirinya sebagai wanita normal yang baik-baik mampu menjaga kesuciannya bila memang belum waktunya.

Di lingkungan kampusnya teman-teman yang ia kenal hanya yang seangkatan saja. Bagi kakak kelas atau adik kelas ia sangat jarang kenal. Hanya beberapa saja yang kemungkina ngambil mata kuliah yang sama. Bagi teman-teman seangkatannya ia juga tidak banyak cerita tentang kehidupan dengan pacarnya, lebih-lebih cerita perilaku sex yang ia jalani. Rd sangat menjaga dengan rapat-rapat, ia mencoba mencari dan mengalihkan pembicaraan bila ada yang bicara masalah kehidupan dengan pacar. Dari

73

perilakunya ini Rd termasuk dikategorikan mahasiswi yang sombong di kampusnya. Perilaku dianggap mahasiswa yang high dan mempunyai komunitas sendiri. Dianggap oleh teman-temannya sangat sulit untuk masuk di komunitas Rd. Pergaulannya dengan teman-teman di kampus Rd tidak pernah pilih-pili, tetapi karena gaya hidupnya yang mewah dan anak yang snsitif maka kalangan tertentu saja yang kemudian akrab dengan Rd. Ya (key informan) mengatakan:

“kalo temen kampus, aku gak pernah kenal, ketemu, liat, temen kampusnya main ke kos. Malah kayaknya jarang banget ada yang datang, tapi kalau temannya banyak sih, keren-kerena lagi kalau nggak ya malah yang maco-maco gitu, jadi rasanya ndak pernah lihat

yang anak kampus gitu.”(wawancara dengan key

informan Rd, Jumat 19 Agustus 2016)

Rd tidak pernah merasa dirinya berpenampilan sebagaimana selebritis yang mengumbar aurat, ia sebatas dengan pakaian tank top bila di kos. Di lingkungan kos yang hampir semua adalah mahasiswa ada kecenderungan saling cuek. Ada yang memang akrab sebatas saling kenal karena merasa satu atap yang kemudian menikmati suasan kos bersama. Bagi teman yang kenal seperti ini tetap ada batasannya untuk sekedar sebagi teman saja yang tidak sampai akarab sekali. Perkara kebutuhan di kos semua fasilitas di setiap kamar

Dalam dokumen STUDI KASUS MAHASISWI PELAKU SEKS BEBAS. (Halaman 73-90)

Dokumen terkait