• Tidak ada hasil yang ditemukan

METODE PENELITIAN

KOMPARASI DAN BENCHMARKING BISNIS STEAK

6.1.5 Kinerja Benchmarking

6.1.5.3 Aspek Proses Penyajian

Aspek proses penyajian diukur dengan menggunakan atribut kecepatan mengantarkan pesanan, kesesuaian pesanan dengan produk yang disajikan, keramahan dan kemampuan pramusaji berkomunikasi dengan konsumen, kebersihan peralatan makan, kerapihan penataan makanan, kesigapan pramusaji, penampilan dan kerapihan pramusaji, kenyamanan restoran atau rumah makan dan bebas dari asap.

a. Kecepatan mengantarkan pesanan

Sebesar 60,00 persen responden memilih Abuba memiliki kinerja baik, 50,00 persen responden memilih Restoran MP memiliki kinerja cukup dan 43,33 persen responden memilih Obonk Steak and Ribs, Bogor memiliki kinerja cukup. Dengan demikian, Abuba memiliki kinerja unggul dari Obonk Steak and Ribs, Bogor dan Restoran MP. Restoran MP juga mengalami masalah dalam kecepatan mengantarkan pesanan, tetapi pihak Restoran MP mengakalinya dengan menyediakan snack secara gratis ke konsumen untuk disantap sambil menunggu pesanan datang.

b. Kesesuaian pesanan dengan produk yang disajikan

Sebagian besar responden menilai bahwa ketiga rumah makan dan restoran mendapat nilai baik dalam hal kesesuaian pesanan dengan produk yang disajikan. Sebesar 43,33 responden menilai baik kinerja Obonk Steak and Ribs, Bogor, 50,00 persen responden menilai baik kinerja Restoran MP dan 53,33 persen responden menilai baik kinerja Abuba. Penilaian yang sama pada ketiga restoran dan rumah makan tersebut karena sama-sama jarang terjadi kesalahan pesanan dengan apa yang disajikan.

c. Keramahan dan kemampuan pramusaji berkomunikasi dengan konsumen Pramusaji yang langsung berhadapan dengan konsumen harus selalu siap melayani pelanggan dengan ramah dan sopan, seperti penyajian menu makanan steak dan penyambutan konsumen yang baru datang. Kinerja Restoran MP dan Obonk Steak and Ribs, Bogor mendapat nilai baik (53,33 persen dan 43,33 persen) sedangkan Abuba mendapat nilai cukup (43,33 persen). Dengan demikian,

82

kinerja Obonk Steak and Ribs, Bogor dianggap sudah memenuhi keinginan dan harapan responden walaupun persentasenya lebih kecil dari Restoran MP.

d. Kebersihan peralatan makan

Kinerja Obonk Steak and Ribs, Bogor, Restoran MP dan Abuba sama yaitu sama-sama mendapat nilai baik, namun persentase responden pada tiap-tiap rumah makan dan restoran berbeda-beda. Obonk Steak and Ribs, Bogor mendapat nilai baik dari 43,33 persen, Abuba mendapat nilai baik dari 53,33 persen responden, Restoran MP mendapat nilai baik dari 60,00 persen responden.

e. Kerapihan penataan makanan

Kemenarikan cara penyajian terutama dalam hal kerapihan penataan makanan dapat meningkatkan selera konsumen untuk mengkonsumsi makanan yang telah dipesan. Kinerja Obonk Steak and Ribs, Bogor sedikit lebih rendah dari Abuba dan Restoran MP. Obonk Steak and Ribs, Bogor memperoleh nilai cukup (46,67 persen), beda sedikit dari responden yang memilih baik (43,33 persen), tetapi nilai yang diambil adalah cukup karena lebih besar persentasenya. Restoran MP dan Abuba mendapat nilai baik (63,33 persen dan 50,00 persen).

Persentase Restoran MP yang lebih besar dari Abuba pada atribut ini mempunyai arti bahwa Restoran MP lebih unggul dari Abuba walaupun nilai yang diberikan responden sama. Restoran MP menyajikan dan menyusun daging steak, sayuran dan kentang lebih rapi dari Abuba dan Obonk Steak and Ribs, Bogor. Penyusunan dan penyajian steak oleh Obonk Steak and Ribs, Bogor tidak ada standar tertentu, adakalanya rapi, tetapi adakalanya juga penyusunannya kurang menarik (Gambar penyajian steak dapat dilihat pada Lampiran 4).

f. Kesigapan pramusaji

Responden menginginkan pramusaji cepat tanggap dengan keluhan ataupun kebutuhan pelanggan saat maupun setelah mengkonsumsi produknya. Restoran MP dan Abuba dalam hal kesigapan pramusaji dengan nilai baik (56,67 persen dan 53,33 persen) lebih unggul daripada Obonk Steak and Ribs, Bogor dengan nilai cukup (50,00 persen). Kelemahan Obonk Steak and Ribs, Bogor disebabkan karena kurangnya tenaga kerja terutama pramusaji sehingga jika banyak konsumen yang datang, sebagian kurang terlayani dengan cepat.

g. Penampilan dan kerapihan pramusaji

Seluruh karyawan harus menjaga kebersihan badan, pakaian, dan penampilan yang rapi terutama pramusaji yang langsung berhadapan dengan konsumen. Responden menilai baik penampilan pramusaji Abuba dan Restoran MP (66,67 persen) sedangkan Obonk Steak and Ribs, Bogor dengan nilai cukup (60,00 persen).

h. Kenyamanan restoran atau rumah makan dan bebas dari asap

Obonk Steak and Ribs, Bogor dengan nilai baik (43,33 persen) dan Restoran MP dengan nilai baik (63,33 persen) lebih unggul daripada Abuba dengan nilai tidak baik (43,33 persen). Obonk Steak and Ribs, Bogor menganggap bahwa dengan menyediakan tempat makan yang nyaman, konsumen akan puas dan akan kembali lagi ke tempat ini untuk mengkonsumsi steak, begitu juga dengan Restoran MP.

Kedua restoran dan rumah makan ini menyediakan tempat dan suasana yang nyaman bagi konsumennya yaitu berupa suasana ruang yang sejuk, bangunan yang unik, interior klasik, lampu yang remang-remang yang

84

menimbulkan suasana romantis bagi konsumen yang datang, tempat yang bersih dan bebas dari asap hasil pembakaran steak. Perbedaan dari kedua tempat ini adalah di Restoran MP banyak terdapat jendela sehingga konsumennya dapat menikmati angin dari luar dan banyak terdapat bunga di sekeliling ruangan sedangkan jendela di Obonk Steak and Ribs, Bogor hanya di bagian depan saja dan hanya terdapat sedikit bunga. Hal inilah yang menyebabkan persentase responden yang memilih Restoran MP lebih banyak dari Obonk Steak and Ribs, Bogor.

Persentase responden yang memilih Abuba tidak baik dalam hal kenyamanan rumah makan dan bebas dari asap lebih banyak. Hampir semua ruangan Abuba kena asap hasil pembakaran steak karena tempat pembakaran berada di depan rumah makan ini. Sebagian besar responden tidak nyaman dengan asap tersebut. Pihak manajemen Abuba menganggap bahwa dengan pembakaran steak di depan rumah makan ini merupakan strategi promosi sehingga orang yang melewati Abuba akan penasaran dan mencoba steak di Abuba.

Tabel 21. Evaluasi Persaingan Aspek Proses Penyajian Antara Obonk Steak and Ribs, Bogor, Abuba dan Restoran MP

No Atribut

Evaluasi Persaingan X : Obonk Steak and Ribs, Bogor A : Abuba

B : Restoran MP

1 2 3 4 5 1 Kecepatan mengantarkan

pesanan XB A

2 Kesesuaian pesanan dengan

produk yang disajikan BAX

3 Keramahan dan kemampuan pramusaji berkomunikasi dengan

konsumen A XB

4 Kebersihan peralatan makan XBA

5 Kerapihan penataan makanan X AB

6 Kesigapan pramusaji X AB

7 Penampilan dan kerapihan

pramusaji X AB

8 Kenyamanan restoran atau rumah makan dan bebas dari

asap A XB

Ket : = Posisi Obonk Steak and Ribs, Bogor sebelum benchmarking

Setelah semua tahapan penyusunan matriks HOQ, evaluasi persaingan dan evaluasi teknik selesai yang akan membantu dalam merumuskan permasalahan dengan menggunakan metode benchmarking, selanjutnya adalah melanjutkan langkah-langkah metoda benchmarking. Hasil yang diperoleh dari matriks HOQ dapat dilihat pada Gambar 7.