• Tidak ada hasil yang ditemukan

DAN SDN TLEKUNG 01 KOTA BATU

B. Paparan Data

3) Aspek psikomotorik

Untuk aspek psikomotorik, Farhan sudah bisa menggerakkan pensil warna tanpa bantuan guru dan orang tua, lalu melipat kertas

origami dan juga menempelkan kertas origami ke buku gambarnya sendiri. Selain itu, Farhan juga sudah mampu memasukkan alat tulisnya ke dalam kotak pensil bersleting.

Selain itu Farhan juga ikut pada kegiatan renang yang diadakan sekolah dan juga kemampuan Farhan dalam menendang bola saat bermain –saat itu bermain bola- dengan teman-temannya dalam kelas sumber. Ia mampu untuk menendang dan juga mengarahkan tendangan lurus ke arah gawang lawan.

b. Dampak Metode Guru Pada Siswa Autis SDN Tlekung 01

Setelah GPK melakukan berbagai cara pada siswanya, terdapat beberapa dampak khususnya pada perkembangan kognitif, afektif dan psikomotorik. Walaupun perkembangan yang terlihat tidak terlalu signifikan dan harus membutuhkan waktu yang cukup lama.

1) Aspek kognitif

Perkembangan kognitif yang terlihat pada Dandy dari sejak awal masuk hingga sekarang kelas 4 SD diantaranya kemampuannya berkomunikasi dan akademik. Kedua kemampuan tersebut membutuhkan waktu yang cukup lama, serta tidak terlalu banyak perkembangan yang terlihat.

“Kalau pertama kali awal masuk Dia diajak ngomong tidak bisa. Terus terapi di Ibu Nihan sedikit-sedikit. Sekarang kalau ditanya,

„Dan tadi sudah mandi?‟, „Dah...‟. „Mama salim.‟ Kalau manggil gurunya itu Mama.”279

Ucap Ibu Erni.

“... Kan semua orang dipanggil „Ma‟, laki-laki perempuan pun dipanggil „Ma‟”280

Jelas Ibu Rohmah selaku orang tuanya.

Perkembangan Dandy dari segi komuikasi menjadi pintu masuknya pelajaran yang akan diberikan pada Dandy selanjutnya.

“Saya yang dampingi, agamanya disendirikan. Kalau seperti ini kan anak-anak nggak bisa mengikuti di kelas, guru agamanya yang kesana (kelas inklusi) setiap hari sabtu, pelajarannya ya sendiri. Jadi kita mengikuti kalau Dia masih bisa berhitung sampai 10 ya sudah 10 itu diulet-ulet itu wes, bisanya huruf A.B.C.D.E ya sudah sampai E itu.”281

Walaupun demikian, Ibu Erni terus dieksplor kemampuan Dandy. “Kalau Dandy ya masih 10 aja. 10 kan luas, ini angka berapa? Tulis 1, 2, 3 terus menghitung, jumlahnya ya nggak lebih dari 10. Terus menulis lambang bilangan, itu bisa Dia menirukan dengan titik-titik gitu kan bisa. Terus „mana angka 2?‟ Dia bisa.”282

Jelas Ibu Erni mengeksplor pengetahuan Dandy serta memodifikasi bahan ajar.

Walaupun perkembangan Dandy tidak terlalu signifikan dalam aspek akademik, setidaknya ada perkembangan yang baik dari saat pertama kali Ia masuk sekolah hingga saat ini.

279 Hasil wawancara dengan GPK SDN Tlekung 01, Ibu Erni Kurniawati, S.Pd (Sabtu, 1 Oktober 2016)

280 Hasil wawancara dengan Ibu Rohmah di Rumahnya, (Selasa, 16 Agustus 2016)

281

Hasil wawancara dengan GPK SDN Tlekung 01, Ibu Erni Kurniawati, S.Pd (Jumat, 5 Agustus 2016)

282 Hasil wawancara dengan GPK SDN Tlekung 01, Ibu Erni Kurniawati, S.Pd (Sabtu, 6 Agustus 2016)

“Tapi sekarang kalau disuruh menulis, pasti selesai. Kalau dulu-dulu nggak.”283

Ujar Ibu Erni menegaskan perbedaan Dandy yang dulu dan sekarang. Walaupun membutuhkan waktu yang cukup lama bagi Dandy untuk menyelesaikan tugas menulis.

2) Aspek afektif

Selain perkembangan aspek kognitif pada Dandy, Ia juga memiliki perkembangan dari aspek afektif atau sikap dan perilakunya. Perkembangan perilakunya juga membutuhkan waktu yang cukup lama. Pembelajaran secara demonstrasi pun selalu dilakukan pada Dandy agar Ia mudah mengingat dan mengerti. Pemberian contoh secara langsung yang dilakukan oleh keluarga dan di sekolah memberikan bekas ingatan yang lebih kuat.

“Diajarkan kebiasaan. Jadi aktivitas rutin. Jadi pulang sekolah harus apa? Ganti baju, diletakkan dimana? Habis itu makan. Habis makan terus apa? Tidur. Itu sudah berjalan dengan sendirinya. Itu pembelajarannya.”284

Jelas Ibu Lilik dan Ibu Erni menjelaskan cara yang dilakukan orang tua Dandy di rumah saat mengajarkan bina diri padanya.

283

Hasil wawancara dengan GPK SDN Tlekung 01, Ibu Erni Kurniawati, S.Pd (Sabtu, 1 Oktober 2016)

284 Hasil wawancara dengan GPK dan guru agama SDN Tlekung 01, Ibu Erni Kurniawati, S.Pd dan Ibu Lilik. (Sabtu, 6 Agustus 2016)

Kebiasaan rutinitas sehari-hari yang selalu diajarkan di rumah dan di sekolah merupakan cara terakhir agar Dandy dapat diterima lebih luas oleh masyarakat sekitar. Jika Dandy dapat memahami tata cara kehidupan sehari-hari, Ia akan lebih mudah untuk bersosialisasi.

“Toh Dia komunikasinya kan juga sudah terlambat, orang tuanya juga sudah berusaha terapi, apa, karena umurnya sekolah itu terlambat, ya mau nggak mau ya sudah. Paling nggak Dia bisa, „Ayo

Dan, ditutup pintunya!‟ bisa kata perintah, bisa membantu „Ayo Dan, bantu Ibu‟ kan biasanya perlu anak seperti itu.”285

Selain itu, Dandy serta siswa ABK di SDN Tlekung 01 Batu juga sudah terbiasa dengan siswa reguler begitu juga sebaliknya. Sikap saling menerima kekurangan sudah ditanamkan terlebih dahulu oleh para guru di SDN Tlekung 01 Batu.

Selain itu dari sudut pandang tatakrama, Dandy sudah mampu menghormati tamu dan orang yang lebih tua juga menyayangi yang lebih muda. Jika ada tamu yang datang, Ia langsung mempersilahkan tamunya untuk meminum minuman yang telah disajikan. Ketika bertemu dengan orang yang lebih tua, pada awalnya dia merasa malu, namun setelah diingatkan maka Ia pun menyalami orang tersebut. Selanjutnya saat teman sekelasnya membutuhkan bantuan, maka Dandy akan menolongnya. Seperti membujuk temannya yang nangis dan membantu temannya untuk menyelesaikan tugas.

285 Hasil wawancara dengan GPK SDN Tlekung 01, Ibu Erni Kurniawati, S.Pd (Selasa, 8 November 2016)

3) Aspek psikomotorik

Setelah mengetahui adanya perkembangan pada aspek kognitif serta afektif pada Dandy, terdapat pula perkembangan psikomotorik pada Dandy. Di sekolah Dandy lebih senang bermain permainan yang menggunakan gerak tubuh. Hal tersebut diungkapkan oleh kedua guru yang mengajar Dandy.

“Tapi kalau pelajaran-pelajaran motorik, seperti menari, seneng. Joget-joget, nari, mainan puzzle-puzzle itu memasang-masang gitu, itu kelebihannya.”286

Cerita Ibu Lilik dan Ibu Erni tentang kelebihan psikomotorik Dandy.

Ibu Rohmah selaku orang tua yang mengasuh Dandy juga sudah melihat adanya perkembangan dari sejak mulai di asuh olehnya. Sejak pertama kali diasuh oleh Ibu Rohmah, Dandy tak ubahnya seperti bayi yang hanya tahu makan dan mainan.

“Dengan kebiasaan itu mulai dari awal selalu dikasih mainan apa supaya Dia nyaman itu dituruti terus. Akhirnya sampai sekarang itu yang ada dipikiran hanya mainan dan maem itu”287

Tutur Ibu Rohmah Selanjutnya kemampuan kemandirian yang sudah berkembang diantaranya sudah bisa mandi dan mengenakan pakaian sendiri.

“Kalau mandi sudah bisa sendiri, memakai baju juga bisa, tapi sering terbalik memakainya. Pakai sepatu sudah bisa tapi pake

286 Hasil wawancara dengan GPK dan guru agama SDN Tlekung 01, Ibu Erni Kurniawati, S.Pd dan Ibu Lilik. (Sabtu, 6 Agustus 2016)

kretekan. Waktu umur 12 ya nggak bisa sama sekali.”288

Ungkap Ibu Rohmah yang mengasuh Dandy. Butuh waktu kurang lebih 3 tahun bagi Dandy untuk bisa mandi memakai pakaian sendiri.

Dapat dilihat paparan data lintas situs metode guru dalam peningkatkan konsentrasi belajar siswa autis di SDN Junrejo 01 dan SDN Tlekung 01 kota Batu;

Tabel 4.5

Temuan Data Lintas Situs Dampak Metode Guru Pada Siswa Autis Dampak metode guru terhadap siswa autis

SDN Junrejo 01 SDN Tlekung 01

 Kognitif

- Ada peningkatan sebesar 20% - Mampu berhitung 1 sampai 10 - Mampu mengenal huruf A sampai Z - Mampu mengenal warna

- Mampu memegang pensil sendiri

 Kognitif

- Mampu berkomunikasi walau terbatas - Mampu berhitung 1 sampai 10

- Mampu mengenal huruf A sampai E - Mampu menyelesaikan tugas walau

membutuhkan waktu yang lama  Afektif

- Mampu bersosialisasi

- Perhatian pada teman sekelas - Menghormati yang lebih tua dengan

menyalaminya dan mengucap salam

 Afektif

- Mampu bersosialisasi

- Memahami peraturan sehari-hari - Menghormati tamu dengan

mempersilahkan minum

- Menghormati yang lebih tua sambil mencium tangan dan salam

- Menolong teman sebaya saat kesulitan  Psikomotorik

- Mampu mengoperasikan crayon sendiri - Mampu bermain di air

- Mampu menendang bola dengan benar

 Psikomotorik

- Mampu mandi dan pakaian sendiri - Mampu menari dan berjoget - Mampu makan sendiri