BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN
5.3 Aspek Struktural Kelembagaan
Struktur kelembagaan memiliki fungsi internal maupun eksternal untuk mencapai tujuan bersama. Struktur kelembagaan menyediakan kejelasan bagian- bagian pekerjaan dalam aktifitas kelembagaan. Fungsi internal kelembagaan
menjadi pedoman bagi anggotanya dalam bertindak. Sedangkan fungsi eksternal kelembagaan menjelaskan tentang bagaimana dan siapa yang akan berhubungan dengan pihak luar.
Desa Buniwangi memiliki 3 (tiga) kelompok tani, yaitu: Mandiri Wangi, Manggu Jaya, dan Jayanti Sejahtera. Luas cakupan kelompok tani tersebut adalah: Tabel 2. Luas cakupan wilayah kelompok tani
No. Kelompok Tani Luas Lahan (Ha) Jumlah Anggota (orang) 1. 2. 3. Mandiri Wangi Manggu Jaya Jayanti Sejahtera 25 25 20 30 30 30 Sumber: Hasil wawancara dengan responden ketua kelompok tani
Kelompok tani Desa Buniwangi memiliki batasan wilayah. Kelompok tani Mandiri Wangi dan Manggu Jaya memiliki cakupan wilayah 25 ha dengan jumlah anggota 30 orang, dengan rata-rata kepemilikan lahan anggotanya seluas 0,83 ha/orang. Sedangkan kelompok tani Jayanti Sejahtera memiliki cakupan wilayah kelembagaan 20 ha dengan jumlah anggota 30 orang, dengan rata-rata kepemilikan lahan anggotanya seluas 0,67 ha/orang. Kelompok tani Jayanti Sejahtera dapat berkerja lebih baik, dilihat dari luas lahan yang lebih sedikit dengan jumlah anggota yang sama dengan dua kelompok tani lainnya.
Pada umumnya struktur kelembagaan yang dibentuk terdiri dari struktur inti, yaitu:
1. Ketua, sebagai pemimpin yang mengkoordinir seluruh anggota bawahannya. 2. Sekretaris, sebagai pencatat agenda harian maupun kegiatan-kegiatan yang
dilakukan kelompok tani sekaligus tangan kanan ketua.
3. Bendahara, sebagai pengelola keluar masuknya dana yang dibutuhkan oleh kelompok.
Namun demikian, ada 1 (satu) kelompok tani yaitu kelompok tani Mandiri Wangi yang mencantumkan bidang lain diluar struktur inti seperti:
1. Seksi hama dan penyakit 2. Seksi penanaman
4. Seksi pembagian hasil 5. Seksi peralatan
6. Seksi teknik dan budidaya 7. Seksi pemasaran
Tabel 3. Struktur kelembagaan kelompok tani
No. Kelompok Tani Struktur Kelembagaan 1. Mandiri Wangi Ketua
Sekretaris Bendahara
Seksi hama dan penyakit Seksi penanaman
Seksi keamanan Seksi pembagian hasil Seksi peralatan
Seksi teknik dan budidaya Seksi pemasaran
2. Manggu Jaya Ketua Sekretaris Bendahara 3. Jayanti Sejahtera Ketua
Sekretaris Bendahara
Kelompok tani Mandiri Wangi lebih maju dibandingkan kelompok tani Manggu Jaya dan Jayanti Sejahtera, dilihat dari struktur kelembagaan yang ada. Struktur kelembagaan tidak memberikan pengaruh terhadap kesejahteraan petani. Struktur kelembagaan mempermudah pekerjaan petani, sehingga tujuan bersama dapat cepat tercapai. Struktur kelembagaan pada dasarnya menyesuaikan dengan kebutuhan yang dirasakan oleh kelompok tani. Struktur kelembagaan berkaitan dengan efektifitas pelaksanaan aktivitas yang dilakukan oleh kelompok tani tersebut.
5.3.2 Tujuan Lembaga
Pada hakekatnya setiap lembaga itu memiliki tujuan, karena suatu lembaga lahir dan dibangun karena adanya tujuan. Lembaga akan tetap eksis sepanjang masih mampu mewujudkan tujuan tersebut. Apabila suatu lembaga tidak mampu lagi mewujudkan tujuan yang ingin dicapainya, maka dapat disepakati untuk dibentuk lembaga baru atau tidak sama sekali.
Kelompok tani memiliki tujuan lebih mengutamakan kelompok. Kelompok tani Desa Buniwangi memiliki tujuan yang sama, yaitu meningkatkan kesejahteraan anggota. Anggota dapat berkontribusi lebih dalam kelompok dikarenakan kesamaan tujuan tersebut.
Beberapa anggota kelompok tani merasakan bahwa tujuan yang dimiliki belum tercapai. Dikarenakan, petani tidak mendapatkan hasil untuk memenuhi kebutuhan hidup. Sehingga, petani mencari pekerjaan lain, seperti buruh dan berdagang.
5.3.3 Keanggotaan
Setiap kelembagaan memiliki anggota. Anggota merupakan syarat wajib yang harus dimiliki oleh suatu kelembagaan. Keberadaan anggota sebagai pengakuan atau legalitas kelembagaan tersebut. Kondisi anggota sangat menentukan kinerja kelembagaan tersebut.
Tabel 4. Pola seleksi anggota
No. Kelompok Tani Pola Seleksi Anggota 1. 2. 3. Mandiri Wangi Manggu Jaya Jayanti Sejahtera Tidak bebas Tidak bebas Tidak bebas Sumber: Hasil wawancara dengan responden ketua kelompok tani Tabel 5. Pihak yang memutuskan seleksi anggota
No. Kelompok Tani Pihak Yang Memutuskan Seleksi Anggota 1. 2. 3. Mandiri Wangi Manggu Jaya Jayanti Sejahtera
Pihak kelompok tani Pihak kelompok tani Pihak kelompok tani Sumber: Hasil wawancara dengan responden ketua kelompok tani
Kelompok tani Desa Buniwangi termasuk bersifat tidak bebas, terbatas, dan tertutup dalam hal pola seleksi anggota. Calon anggota harus memiliki lahan pribadi yang diperuntukkan untuk tanaman kayu. Kelompok yang memutuskan seleksi anggota.
Semua kelompok tani menyatakan rasa kesetiaan anggota cukup tinggi. Rasa kesetiaan ini terlihat dari partisipasi anggota saat diadakan pertemuan.
Tabel 6. Tingkat kesetiaan dan pengabdian anggota
No. Kelompok Tani Tingkat Kesetiaan dan Pengabdian Anggota 1. 2. 3. Mandiri Wangi Manggu Jaya Jayanti Sejahtera Tinggi Tinggi Tinggi Sumber: Hasil wawancara dengan responden ketua kelompok tani
Anggota yang datang apabila diadakan pertemuan kelompok lebih dari 50%, baik pada saat penyuluhan maupun rapat anggota. Anggota yang tidak dapat menghadiri pertemuan, biasanya diwakili oleh salah satu anggota keluarga atau izin untuk tidak menghadiri pertemuan kelompok. Pertemuan yang rutin dapat dijadikan sarana untuk mengikat komitmen para anggotanya. Kelompok tani Desa Buniwangi menyatakan pertemuan kelompok bersifat rutin atau tetap. Mereka mengagendakan pertemuan 1 (satu) bulan 2 (dua) kali. Apabila kelompok memerlukan lebih banyak pertemuan, maka dapat diadakan pertemuan tambahan. Pertemuan disini membahas permasalahan-permasalahan yang dialami petani, penyuluhan ataupun diskusi mengenai program-program yang akan dilaksanakan.
Seluruh responden menyatakan bahwa jumlah anggota yang terlibat cukup tinggi dan melibatkan banyak anggota. Artinya seluruh anggota memiliki kesempatan yang sama untuk memutuskan sesuatu yang berkaitan dengan kelangsungan kinerja kelompoknya.
5.3.4 Kepemimpinan
Kepemimpinan merupakan suatu yang penting dalam kelembagaan karena merupakan salah satu faktor yang menentukan keberhasilan kelembagaan tersebut dalam mencapai tujuannya. Kepemimpinan yang baik dapat mereduksi sistem yang kurang baik.
Seluruh responden kelompok tani menyatakan pemimpin kelompok dipilih berdasarkan kemampuan atau keprofesionalan yang dimiliki. Pemimpin tidak dipilih secara asal melainkan harus di uji terlebih dahulu, seperti diadakannya tanya jawab. Dengan demikian, seorang pemimpin kelompok tani pada dasarnya sudah dibekali dengan pengalaman dan kemampuan yang lebih dibanding anggotanya yang lain dalam hal kepemimpinan.
Tabel 7. Landasan penetapan pemimpin
No. Kelompok Tani Landasan Penetapan Pemimpin 1. 2. 3. Mandiri Wangi Manggu Jaya Jayanti Sejahtera Keprofesionalan Keprofesionalan Keprofesionalan Sumber: Hasil wawancara dengan responden ketua kelompok tani
Gaya kepemimpinan yang diterapkan kelompok tani adalah demokratis. Gaya kepemimpinan ini sangat memperhatikan penyampaian pendapat setiap anggotanya. Proses pengambilan keputusan dilakukan melalui musyawarah. Dengan demikian setiap anggota memiliki hak yang sama untuk menyampaikan pendapat mereka.
Kelompok tani Desa Buniwangi menetapkan masa jabatan ketua selama 5 (lima) tahun. Ketua dapat diganti apabila mengundurkan diri atau kesepakatan sebagian besar anggota yang menginginkan ketua kelompok mundur dari jabatannya.
Kemampuan kepemimpinan ketua kelompok tani berdampak terhadap perkembangan kelompok tani di masa yang akan datang. Semakin tinggi tingkat keprofesionalan ketua kelompok tani, maka perkembangan kelompok tani di masa yang akan datang akan semakin baik.
5.4 Aspek Kultural Kelembagaan