• Tidak ada hasil yang ditemukan

BAB IV. METODE PENELITIAN

GAMBARAN UMUM

5.3 Aspek Sumberdaya Koperasi

Sumberdaya yang dimiliki koperasi Mitra Tani Parahyangan terbagi menjadi tiga bagian yaitu sumberdaya manusia (karyawan) kualitas tenaga kerja yang dimiliki oleh koperasi, sumberdaya fisik (peralatan dan lahan yang dimiliki koperasi) dan sumberdaya finansial (permodalan yang dimiliki oleh koperasi Mitra Tani Parahyangan). Sumberdaya yang ada sangat mendukung berkembangnya koperasi ini karena dengan memiliki sumberdaya yang berkualitas kegiatan usaha yang ada didalamnya akan berjalan dengan lancar. 5.3.1 Karyawan

Sumberdaya manusia memiliki peranan yang sangat penting didalam proses perencanaan maupun operasional koperasi, dengan adanya sumberdaya manusia yang produktif maka membuat berjalannya usaha dengan baik. Manajemen sumberdaya manusia adalah suatu prosedur yang berkelanjutan yang bertujuan untuk memasok suatu organisasi atau koperasi dengan orang-orang yang tepat untuk ditempatkan pada posisi dan jabatan yang sesuai dengan bagian apa yang dibutuhkan oleh koperasi. Koperasi memiliki 32 tenaga kerja jumlah

tersebut belum termasuk dengan pemilik yang sekaligus menjabat sebagai pemimpin koperasi.

Jumlah dari tenaga kerja yang mencapai 32 orang pada koperasi belum termasuk pekerja borongan yang tiap harinya. Tenaga kerja borongan tersebut adalah ibu-ibu warga sekitar yang jumlahnya dua sampai empat orang. Pekerjaan dari tenaga kerja borongan ini adalah pengupasan kacang merah dan pengguntingan tangkai kapri, jumlah dari hasil kacang merah yang telah dikupas perharinya mencapai lebih dari sepuluh kilogram. Upah yang diberikan setiap satu minggu sekali.

Perekrutan tenaga kerja pada koperasi Mitra Tani Parahyangan tidak memerlukan syarat-syarat khusus yang harus dipenuhi, seperti tingkat pendidikan dan pengalaman kerja. Pada umumnya tenaga kerja yang ada pada koperasi berasal dari kerabat dekat pemilik atau warga sekitar koperasi. Hal yang harus dimiliki adalah sikap jujur, memiliki kemauan bekerja, giat, kerja keras, tanggung jawab dan rajin. Keterampilan pada pekerja sangat dibituhkan karena kegiatan yang diakukan koperasi bersifat teknis. Pendidikan pada karyawan Mitra Tani Parahyangan rata-rata lulusan SD, namun mereka telah memiliki pengalaman dalam pekerjaan dilapanh. Sedangkan tenaga kerja bagian manajer pemasaran. Keuangan, bendahara, dan operasional dibutuhkan pendidikan minimal lulusan perguruan tinggi yaitu lulusan D3 atau S1.

Tabel 2. Jumlah Karyawan pada Mitra Tani Parahyangan Berdasarkan Tingkat Pendidikan Tahun 2012.

No Tingkat Pendidikan Jumlah

1 SD 24

2 SMP -

3 SMA/SMK 5

4 D3/S1 3

Sumber : Mitra Tani Parahyangan, 2012

Jam kerja pada bagian gudang atau packaging ditentukan oleh jumlah orderan barang yang datang ke Mitra Tani Parahyangan. Umumnya jam kerja dimulai pukul 08.00-14.00 WIB, kemudian dilanjutkan pada pukul 16.00-22.00

WIB. System pemberian gaji yang berlaku pada koperasi dilakukan setiap dua minggu sekali dan jumlah gaji yang diberikan Rp.20.000,-/hari dan uang makan ditanggung oleh koperasi.

Mitra Tani Parahyangan memiliki dua kantor dengan letak yang terpisah. Kantor pertama terletak dikampung padakati, kegiatan yang dilakukan pada kantor pertama adalah melakukan produksi dan pasca panen. Kegiatan pasca

panen yang dilakukan yaitu sortasi, grading, dan pengepakan. Kantor ini menyiapkan produk-produk yang nantinya dikirim ke kantor dua. Kantor dua terletak di Jl. Pasar Baru Ruko, Cianjur. Kegiatan yang dilakukan pada kantor kedua adalah sebagai kantor pemasaran dan administrasi.

5.3.2 Kepemilikan Sumberdaya

Koperasi memiliki dua lahan yang terpisah, lahan satu berada di lokasi koperasi yaitu di padakati luas lahan sebesar 4 Ha dan lahan kedua di Loji Kolot 2 Ha. Pembagian guna lahan pada koperasi ini adalah sebagai berikut :

Tabel 3. Kepemilikan lahan Mitra Tani Parahyangan 2012

Lokasi Komoditas Luas (m²)

Padakati (4 Ha.) Disewakan untuk tanaman Hias (Pakis) dan peternakan ayam boiler.

40.000

Loji Kolot (2 Ha) Tomat bandung, sawi putih dan terong (tumpang sari)

Cabe. Kapri (tumpang sari) Jagung manis

Tomat bandung sayur Lahan tidur 10.000 2.600 3.000 3.000 1.400 Sumber : Mitra Tani Parahyangan, 2012

Koperasi Mitra Tani Parahyangan menyediakan peralatan untuk kegiatan operasional dalam mendukung berjalannya kegiatan produksi, koperasi memiliki kantor, mess untuk karyawan, gudang packing, gudang penyimpanan, gudang pakan ternak, gudang untuk pupuk kompos, dan aula untuk diskusi bagi para kelompok tani. Alat transportasi yang dimiliki koperasi yaitu satu unit truk, tiga unit truk box (cooling unit), l unit mobil pick up dan 3 unit sepeda motor.

Tabel 4. Kepemilikan peralatan Produksi Mitra Tani Parahyangan Tahun 2012

No. Peralatan Produksi Ukuran Jumlah

1 Telepon genggam (HP) 1 2 Kalkulator 1 3 Timbangan 10 Kg 1 4 Timbangan besar 2 5 Timbangan digital 1 6 Plastic pengemasan

(Wrapping Film Plastic)

Lebar 30 cm, 25 cm, 20 cm Tergantung jumlah pesanan dan kebutuhan 7 Pisau 10

8 Kotak pembungkus (tray) Cm (tray 4) cm (tray 7)

Tergantung jumlah pemesanan dan kebutuhan pasar 9 Alat Wrapping 4 10 Meja Kemas 3 11 Tip stealer 2 12 Vacum Press 2 13 Kantung Plastik Ukuran (60 x 80 )cm Ukuran (12 x 25 ) cm Ukuran (30 x 50) cm Tergantung pesanan dan kebutuhan 14 Kantuong keresek Ukuran 24 dan Ukuran

26

Tergantung jumlah pesanan

15 Kontainer 2000

Sumber : KUD Mitra Tani Parahyangan, 2012

5.3.3 Aspek Permodalan

Salah satu hal yang diperhatikan oleh koperasi Mitra Tani Parahyangan adalah sumberdaya keuangan yang berfungsi untuk alokasi dana pada koperasi tersebut, karena dalam majunya suatu koperasi biaya yang dikeluarkan harus

terkoordinasi dengan baik agar tidak adanya penyalahgunaan dalam alokasi dana. Sumber daya keuangan yang ada harus dialokasikan denagn baik agar tujuan dari koperasi dapat tercapai dan dengan itu koperasi dapat lebih berkembang karena tidak adanya penyalahgunaan dana.

Pada saat berdirinya koperasi Mitra Tani Parahyangan pada tahun 1998, modal yang dimiliki sebesar Rp. 61.000.000.- modal tersebut adalah modal sendiri dari pemiliki koperasi. Seiring berjalannya waktu koperasi mulai berkembang dan dapat bantuan permodalan dari pemerintah setempat sebesar Rp. 48.200.000.- dari Dinas Pertanian dan Hortikultura dan Rp. 74.450.000.- dari Deputi Koperasi. Keuntungan yang diperoleh koperasi saat ini per bulan berkisar antara 2 % hingga 10% dari keuntungan yang didapat dari supplier sebesar 45%, presentasi lainnya terdiri dari 30% untuk rabat dan 25 % untuk kegiatan operasional.