• Tidak ada hasil yang ditemukan

ASSESSMENT, AND SATISFACTION (ARIAS) TERHADAP HASIL BELAJAR MATEMATIKA PESERTA DIDIK

Dalam dokumen MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDE (Halaman 131-133)

HAFID IKHWARIZMI [email protected]

Pendidikan Matematika, Fakultas Teknik, Matematika, dan IPA Universitas Indraprasta PGRI

LENY HARTATI [email protected]

Program Studi Pendidikan Matematika, Fakultas Teknik, Matematika dan IPA Universitas Indraprasta PGRI

Abstrak. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui adanya pengaruh model pembelajaran Assurance, Relevance, Interest, Assessment, and Satisfaction (ARIAS) terhadap hasil belajar matematika. Penelitian ini adalah penelitian eksperimen pada peserta didik kelas X SMK Trampil Condet, Jakarta Timur. Penelitian ini dilakukan dengan mengambil dua kelas sampel yaitu, kelas eksperimen dan kontrol yang masing-masing berjumlah 30 peserta didik. Adapun kelas sampel penentuannya dilakukan dengan cara acak (random class sample). Instrumen yang digunakan dalam penelitian ini adalah dengan teknik tes dalam bentuk soal pilihan ganda yang telah divalidasi secara empiris. Analisis data menggunakan uji-t, dengan terlebih dahulu menguji normalitas dan homogenitas. Berdasarkan pengolahan data diperoleh hasil perhitungan uji-t, nilai thitung sebesar 3,368 dan ttabel=1,672, karena thitung > ttabel yaitu 3,368 > 1,672, maka tolak H0 dan terima H1 yaitu terdapat pengaruh yang positif terhadap hasil belajar matematika dengan menggunakan model pembelajaran Assurance, Relevance, Interest, Assessment, and Satisfaction (ARIAS).

Kata Kunci: Model Pembelajaran Assurance, Relevance, Interest, Assessment, and Satisfaction (ARIAS), Hasil Belajar Matematika.

Abstract. The purpose of this research is to obtain empirical data on the influence of using Assurance, Relevance, Interest, Assessment, and Satisfaction (ARIAS) methode at SMK Trampil X grade Condet, East Jakarta. This research was conducted by taking two classes, experiment class and control class which is every single class consists of 30 students. Besides, this research was determined by using random class sample. The instrument that is used in this research is multiple choice test which has been validated. Data analysis used in this research is t-test. The result of this research using t-test, value of tcounting is 3,368 and ttable = 1,672, because tcounting > ttable which means 3,368 > 1,672, so H0 is refused, and H1 is accepted which means there is positive influence between using of Assurance, Relevance, Interest, Assessment, and Satisfaction (ARIAS) model towards math learning outcomes.

Keywords: Assurance, Relevance, Interest, Assessment, and Satisfaction (ARIAS) Learning Model, ARIAS Learning Model, Math Learning Outcomes.

PENDAHULUAN

Pendidikan mempunyai peran sentral dan strategis dalam peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM). Hal ini senada dengan Khasanah dan Andian (Supardi, 2014:80-81) yang menyatakan, “hingga kini pendidikan masih

diyakini sebagai wadah atau sarana yang tepat dalam pembentukan sumber daya manusia yang berkualitas”. Dalam

upaya peningkatan SDM tersebut, kualitas mutu pendidikan juga merupakan hal yang sangat penting. Peningkatan mutu tersebut tidak lepas dari peran guru sebagai ujung tombak proses pendidikan. Tanpa guru, tidak mungkin muncul generasi yang berkualitas. Hal ini senada dengan pendapat Baswedan (Chatib, 2011:xiv), yang menyatakan

“tanpa guru, tidak mungkin program pendirian sekolah dan universitas dapat berhasil”. Oleh sebab itu, kualitas guru

adalah kunci utama kemajuan pendidikan suatu bangsa.

Dalam upaya menghasilkan SDM yang kuat tersebut, penguasaan dalam disiplin ilmu tertentu sangat penting, misalnya ilmu matematika. Dalam kehidupan sehari-hari matematika digunakan untuk memecahkan masalah tertentu yang dihadapi oleh manusia. Hal ini senada dengan Cockroft (Haryoto & Sabar, 2013:49) yang mengatakan, ”students need study math for some reasons”. Artinya, peserta didik perlu belajar matematika untuk tujuan tertentu. Oleh karena itu, setiap peserta didik sebagai generasi penerus perlu dibekali pengetahuan yang cukup agar tidak mengalami kesulitan dalam mengatasi permasalahan yang dihadapi. Akan tetapi, pada umumnya peserta didik mendengar pelajaran matematika sudah gelisah, merasa tidak percaya diri, karena peserta didik menganggap pelajaran matematika adalah pelajaran yang sangat sulit.

123

Adapun faktor yang mempengaruhi hasil belajar peserta didik yaitu faktor internal dan eksternal. Faktor internal yaitu faktor yang datangnya dari dalam diri peserta didik itu sendiri. Hal ini senada dengan Dimyati &

Mudjiono (2009:238) yang mengatakan, “untuk bertindak belajar peserta didik menghadapi masalah-masalah secara intern, jika peserta didik tidak dapat mengatasi masalahnya, maka ia tidak belajar dengan baik”. Hal ini jelas akan berimplikasi pada hasil belajar matematika peserta didik. Yang merupakan faktor internal misalnya kesehatan, rasa aman, motivasi, usia, jenis kelamin, latar belakang sosial, kebiasaan belajar, dan kemampuan mengingat. Sementara faktor eksternal yaitu faktor yang datangnya dari luar yaitu misalnya kebersihan ruang belajar, sarana dan prasarana, lingkungan belajar, serta kualitas proses belajar mengajar.

Melihat situasi di atas, seorang guru harus dapat menentukan model pembelajaran yang tepat sebelum proses belajar mengajar dimulai. Guru harus menentukan model pembelajaran yang hendak diterapkan dan menyesuaikannya dengan tujuan pembelajaran serta materi yang hendak dibawakan. Penggunaan model pembelajaran sebagai pola interaksi peserta didik dengan guru di dalam kelas yang menyangkut strategi, pendekatan, metode, dan teknik pembelajaran yang diterapkan dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar di kelas dapat menjadi alternatif menghadapi situasi tersebut.

Salah satu model pembelajaran yang bisa diterapkan adalah model pembelajaran Assurance, Relevance, Interest, Assessment, and Satisfaction (ARIAS). Model pembelajaran ARIAS ini memacu peserta didik untuk memiliki keyakinan dan sikap percaya diri untuk berhasil dalam pembelajaran (Assurance), pembelajaran harus berhubungan dengan kehidupan nyata peserta didik baik berupa pengalaman sekarang atau yang akan datang (Relevance), keberhasilan dalam belajar harus adanya minat terhadap hal yang dipelajari (Interest), dalam belajar perlu adanya proses evaluasi baik selama proses pembelajaran berlangsung maupun pada akhir pembelajaran (Assessment), dan peserta didik harus memiliki rasa bangga terhadap keberhasilan yang dicapainya, sekalipun keberhasilan itu kecil (Satisfaction).

Akan tetapi, kenyataan yang terjadi di sekolah-sekolah saat ini berbeda dengan teori yang ada, yaitu peserta didik lebih banyak menonton materi ajar, peserta didik kesulitan dalam menerima, merespon, serta mengembangkan materi yang disampaikakan oleh guru sehingga kondisi dalam pembelajaran tidak kondusif karena peserta didik terlihat pasif dalam belajar. Untuk itu, peneliti akan menerapkan model pembelajaran ARIAS dalam pembelajaran matematika. Oleh karena itu peneliti tertarik untuk mengetahui lebih jauh tentang pengaruh model pembelajaran ARIAS terhadap hasil belajar matematika peserta didik.

TINJAUAN PUSTAKA Hasil Belajar Matematika

Belajar merupakan suatu proses untuk peroleh perubahan seperti tingkah laku seperti keterampilan, pengetahuan, sikap, kebiasaan sebagai hasil interaksi dengan lingkungannya yang berupa pengalaman atau praktek. Hasil belajar adalah suatu perubahan yang tampak pada manusia dalam perubahan tingkah laku seperti daya pikir, sikap, keterampilan, kebiasaan, pengetahuan yang didapatnya setelah proses belajar.

Matematika yaitu pengetahuan pasti atau ilmu eksak dimana bersifat abstrak yang berupa simbol atau angka yang berfungsi dalam penalaran untuk memecahkan suatu masalah dalam kehidupan sehari-hari. Maka hasil belajar matematika adalah hasil dari proses keberhasilan belajar matematika yang tergambar dalam perubahan tingkah laku dalam ranah kognitif, afektif maupun psikomotorik setelah mengalami pengalaman belajar.

Hal ini senada dengan Suhendri (2013:108) yang mengatakan, “hasil belajar matematika adalah puncak

dari kegiatan belajar yang berupa perubahan dalam bentuk kognitif, afektif, dan psikomotor dalam hal kemampuan tentang kemampuan bilangan, hubungan-hubungan konsep dan logika yang berkesinambungan serta dapat diukur

atau diamati”.

Nurhayati berpendapat (2014:142), “hasil belajar matematika merupakan penelitian atau pemberian nilai atau karakteristik tertentu kepada peserta didik atas usaha yang dilakukan dalam mengikuti proses pembelajaran

matematika.” Hal ini menyatakan bahwa selama proses pembelajaran, peserta didik diuji kemampuannya sehingga

guru melakukan penilaian kepada peserta didik sebagai wujud proses keberhasilan belajar. Menurut Lestari (2013:118) menyatakan bahwa hasil belajar adalah pola-pola perubahan tingkah laku seseorang yang meliputi aspek kognitif, afektif, dan psikomotor setelah menempuh kegiatan belajar mengajar matematika yang tingkat kualitasnya sangat ditentukan oleh faktor yang ada dalam diri peserta didik dan lingkungan sosial yang mempengaruhinya. Hal ini jelas bahwa setelah belajar matematika akan diperoleh perubahan baik itu dari ranah pengetahuan, sikap, maupun keterampilan peserta didik dalam hal matematika.

Hasil belajar matematika dapat disimpulkan sebagai wujud dari proses keberhasilan belajar matematika yang tergambar dalam perubahan tingkah laku dalam ranah kognitif, afektif maupun psikomotorik setelah mengalami pengalaman belajar atau singkat kata dapat dikatakan suatu acuan dalam menilai keberhasilan belajar matematika peserta didik.

124

Dalam dokumen MODEL PEMBELAJARAN KOOPERATIF TIPE STUDE (Halaman 131-133)

Garis besar

Dokumen terkait