B. Hudzaifah bin Yaman
13. Aswad bin Yazid
Diriwayatkan dari Alqamah
bin Murtsid
"?8,
ia berkata:'Aswad bersungguh-sungguh saat beribadah, terus puasa hingga badannya menghijau dan menguning," kemudian saat sekarat, ia menangis,
ia
ditanya: Kenapa kau gelisah? Ia menjawab: Kenapaaku tidak
gelisah,demi Allah
andaiaku diberi
ampunan dariAllah,
sungguh rasa malu kepada-Nya atas perbuatan yang akulakukan akan membuatku sedih. Sungguh
seseorang masihst
lbid,11245.5'
rbtd, t1322.s3 Kata kiasan, maksudnya warna kulitnya berubah dan terpengaruh karena sering puasa.
memiliki
dosa kecil kemudian dimaafkanAllah,
namun ia tetap saja merasa malu pada-Nya."sa14.
Ibrahim an-Nakhdi
elgDiriwayatkan, saat Ibrahim
sekarat,ia
sangat gelisah sekali,ia
ditanya kenapa sepertiitu, ia
menjawab: "Bahaya apa yang lebih besar dari yang sedang aku hadapi?Aku
membayang-kan kehadiran seorang utusandari
Rabb yang memberitahukan surga ataukah neraka. Demi Allah, semoga tenggorokanku gagap hingga hari kiamatl'ss15.
Abdurrahman bin
Aswad,,l"u;Diriwayatkan
dari
Hakam, saat Abdurrahmanbin
Aswad sekarat, ia menangis, ia ditanya kenapa sepertiitu,
ia menjawab:'Aku menyesali shalat dan puasa (yang tidak bisa lagi aku lakukan)."
Ia terus membaca
Al-Qur'an
hingga meninggal.s6 16.Ashim bin Najud ai;
Abu
Bakr Ayyasy berkata: "Suatu ketika aku bertamu ke kediaman Ashim, saatitu
ia tengah sekarat, ia membaca:"Kemudian mereka (hamba
Allah)
dikembalikan kepada Allah, Penguas a mereka y ang s eb en ar ny a." ( QS. Al-A nmn: 62)Riddu dengan
ra'
kasrah, bahasa kabilah Hudzaill'57sa An-Nuzhah, 11329-330
s5 lbid, U437.
56 Ibid, 1/463.
s? rbid,11487.
$"fi ti;, ii Jtr;i'iy
17.
Abu
BakarAt-Taimi
eirg58Iafar bin
Utsman berkata: "Suatuketika
aku menjenguk Harunbin
Ri'ab, ia tengah sekarat. Tidaklah aku mencari wajah orangmulia
melainkan pasti aku melihatnya pada sosok Harun bin Ri'ab. Muhammad bin Wasi' bertanya: Apa yang kau rasakan?Ia
menjawab:Inilah
saudaramu yang hendak dibawa ke neraka atau ampunan Allahl'se18. Abu
Hazim
Salamahbin Dinar
:;,",;;Diriwayatkan dari
Muhammadbin Muthraf, ia
berkata:"Suatu
ketika kami
mengunjungiAbu Hazim al-Araj ketika
ia tengah sekarat. Kami bertanya: Apa yang kau rasakan? Ia men-jawab:Aku
merasabaik
seraya berharap kepadaAllah
dengan berbaik sangka pada-Nya. Sungguhtidaklah
sama antara orang yang memakmurkanakhirat untuk dirinya,
meletakkan akhiratdi
hadapannya sebelum kematian datang menjelanghingga
ia mendahulukanakhirat, lalu ia dan akhirat
saling berhadapan, orang sepertiini tidak
sama dengan orang yang memakmurkan dunia, kelak ia akan kembali ke akhirat tanpa mendapat bagian apa puni'6019. Muhammad
bin
Wasi' +!EHazm
al-Quthai
berkata:Ibnu Wasi'berkata
saat meng-hadapi sekarat: "Wahai saudara-saudaraku, tahukah kalian hendak kemana aku dibawa pergi? Demi Allah, aku akan dibawa pergi ke neraka atau ampunan Allah.6tAda
yang bertanya kepadanya:Bagaimana kondisimu?
Ia
menjawab: Sudah dekat dengan ajal, jauh dari angan dan amal burukkul'6258 Harun bin Ri'ab, imam ahli ibadah, Abu Bakar at-Taimi al-Usaidi al-Bashri
se An-Nuzhah, 1/488.
60 lbid,21252.
61 lbid,21526.
6'
tbid,21659.20.
Abdullah bin
Aaf. ,,rvBakkar bin Muhammad berkata: "Ibnu Aun jatuh, kakinya
sakit akhirnya
wafat.Aku hadir
saatia
menghadapi sakaratul maut. Saat itu ia mengharap dengan berdzikir hingga nyawa sampai kerongkongan."6321.
Abdullah bin Mubarak
a;,rgAhmad bin Abdullah al-Ajali
berkata: Ayahku bercerita kepadaku,ia
berkata: "SaatIbnu Mubarak
sekarat, seseorang menalqin, ia berkata: Ucapkan:La
ilahaillallah.Ia
berulangkali
mengucapkan sepertiitu
kemudianIbnu
Mubarak berkata: Kautidak menalqin
denganbaik,
akukhawatir kau
akan menyakiti orang muslim lain yang tengah sekarat sepeninggalku nanti.|ika
kau menalqinkulalu
aku mengucapkan: La ilahaillallah,
setelah itu aku tidak mengucapkan kata-kata lain, biarkan saja aku (jangan ditalqin lagi), namun bila aku mengucapkan kata-kata lain, talqinlah aku hingga kalimat syahadat menjadi kata-kataku yang terakhiri'6422.Syaf i
xwMuzanni
berkata:'Aku menjenguk
Syafi
saatia
sakitkeras
yang
menyebabkania meninggal dunia. Aku
bertanya:Wahai Abu Abdullah, bagaimana kondisimu? Syaf
i
mengangkat kepala lalu menjawab:Kini
aku akan meninggalkan dunia, berpisah dengan para saudara, akan bertemu dengan amalburukku,
akan datangdi
hadapanAllah,
akutidak
tahu apakahruhku
akan ke surgalalu aku
bersenang-senang, ataukahke
nerakalalu
aku akan menyampaikan belasungkawa padadiriku.
Setelah
itu
Imam Syafi
,.ri< menangis dan bersyair;Kalahatiku
mengeras, ketika semua madzhabku buntu 63 rbid,21526.64 rbid,21546.
Aku jadikan
harapanuntuk
meraih ampunan-Mu sebagai tanggaDosa-dosaku kian membesar, namun kala aku bandingkan Dengan ampunan-Mu ya Rabb, ampunan-Mu lebih besar Kau tetap dan senantiasa memiliki ampunan untuk dosa
Kau mulia dan Maha mengampuni sebagai karunia dan ke-muliaan-Mu
Andai saja manusia tidak disesatkan lblis
Lantas bagaimana sementara manusia
pilihan-Mu,
Adam pernah disesatkan olehnyaSungguh aku mendatangi dosa yang aku sebesar apa ukurannya
Namun aku
tahu,Allah Maha
memaaJkan sebagai wujud kasih sayang-NyaWAHAI ANDA YANG MENGAKU MENGERTI!
Wahai anda yang mengaku mengertil
Sampai kapan gerangan kau menduga, wahai saudaraku? Kauletih
melakukan dosa demi dosa, melakukan kesalahan besar, bukankah aib sudahterlihat jelas bagimu, bukankah uban telah
mengingatkanmu, nasehat yang disampaikan ubantidak
adayangdiragukan, ataukah pendengaranmu sudah tuli?Bukankah kematian telah memanggil-manggilmu, bukankah suara
itu
telah kau dengar, apa kautidak
takut tertinggal hingga kelak kau akan jatuh dan bersedih. Betapa seringnya kau berjalan dalam kelalaian, betapa seringnya kau berlagak sombong, betapa seringnya kau berjalan menuju senda gurau, sepertinya kematian tidak akan datang menjelang.Sampai kapan
kiranya
sikaptidak pedulimu itu,
kelam-bananmu untuk taat melekat erat pada dirimu,
watak-watakburuk
menyatu dalamdirimu,
beragam aib bersatupadu
padadirimu.
Apakah kau menuruti hawa nafsudiri
dan bersikap som-bong, melupakan gelapnya alam kubur, tidak mengingat apa yang terjadi. Kelak kau akan mengucurkan darah, bukan air mata saat kau melihat sendiri semua manusia dikumpulkan, kelak kau akan merasa takut di padang luas tempat manusia dikumpulkan, tanpa ditemani paman atau siapapun.Sepertinya aku melihatmu
diturunkan
ke liang lahat dan ditutupi, orang-orang menempatkanmu di kuburan yang sempit.Di
sanalah raga dibentangkan, menjadi santapan cacing, kecuali jika kayu liang lahat rusak dan tulang rapuh. Bersegeralah wahai anda yangmulia
sebelum yang manis terasapahit,
usia anda hampir berakhir sementara kau tidak juga terlepas dari cela.Bekali dirimu
dengan kebaikan,tinggalkan
kerusakan yang ada, persiapkan kendaraanuntuk
bepergian dan waspadai gelombang lautan.Itulah
wasiat yang aku sampaikan kepadamu, wahai sau-daraku, telah aku menyampaikan isi hati ini kepadamu, beruntunglah pemuda yang berangkat dan meneladani adab-adab MuhammadM'
SEBAB-SEBAB SAW KHATIMAH (KEMIffIAN YANG BURUK)
Syaikh Abdu
bin
Humaid as-Suhaibatii^tr
menjelaskan, banyak sekali sebab-sebab yangmemicu su'ul
khatimah, sulituntuk dibatasi
secaraterperinci, namun
secararingkas
bisa diisyaratkan sebagai berikut;1.
Ragu daningkar
yang disebabkan olehbidhh
Maksudnya
memiliki
keyakinantidak
benar berkenaan denganDzat, sifat atau
perbuatan-perbuatanAllah,
mungkin karenafaktor tradisi
atau pandanganpribadi
yang rusak. Saattabir
penutup dibuka ketika kematian menjelang, keyakinanitu
pun terlihat jelas keliru, akhirnya yang bersangkutan yakin bahwa semua yang ia yakini tidak berdasar.2.
Menunda-nunda taubatSalah seorang salaf menyampaikan, aku ingatkan kalian
dari kata (nanti)
karenakata ini
merupakanbala
tentara Iblis terbesar.Di
antaratipu
dayaIblis
palingjitu
yang memperdaya manusia adalah menunda-nunda taubat.Iblis
membisiki pelaku kemaksiatanuntuk
menunda taubat, masih banyak waktu,jika
kamu bertaubat sekarang lalu kembali mengulang dosa pasti tau-batmutidak diterima lagi
setelahitu.
Dengan perdayaIblis itu
akhirnya yang bersangkutan termasuk dalam golongan penghuni neraka. Cara lain Iblis untuk memperdaya manusia adalah dengan membisikkan,
jika
kelak kau berusia lima puluh atau enam puluh tahun misalnya, saat itu kau baru taubat dengan sungguh-sungguh dan sebenarnya, sering ke masjid dan berada di masjid,memper-banyak amal ibadah.
Sekarangkau masih muda dan
berada dalam usia-usia emas. Senangkandirimu,
jangan bebanidirimu
dengan amalan-amalan ibadah saat ini.3.
Panjangangan-anganAli
bin AbiThalib €5
sangat takut pada dua hal; panjang angan-angandan menuruti
hawa nafsu.Ali
berkata: "Panjang angan-angan melupakan akhirat dan mengikuti hawa nafsu meng-halangi seseorang dari kebenaran."Ali
bin AbiThalib el,z
berkata: "Ingat, dunia telah berlalu berpaling sementara akhirat bergegas datang menghampiri, masing-masing dari keduanyamemiliki
pengikut. Karena itu, hendaklah kalian menjadi pengikut akhirat, jangan menjadi pengikut dunia.Saat
ini
waktunya beramal,bukan
hisab,dan kelak
waktunya hisab, bukan waktu beramal."4.
Senang dan terbiasa melakukan kemaksiatanKetika
seseoranggemar melakukan
kemaksiatan dantidak
bertaubat, setanmemiliki
kuasauntuk
mengkafirkan yang bersangkutanhingga pada detik-detik akhir
masa hidupnya.Ketika kerabat menalqinkan kalimat syahadat agar La ilaha illallah menjadi kata-kata terakhirnya, kemaksiatan yang ada pada dirinya meluap dalam
pikiran
karena memang semasa hidup selalu sibuk dengan kemaksiatan hingga usianyaditutup
dengan keburukan.Semoga Allah berkenan melindungi kita semua dari hal itu.
5. Bunuh diri
Ketika musibah menimpa seorang muslim lalu ia bersabar dan mengharap pahala,
itu
akan menjadi pahala baginya, semen-tarabila
gelisah dan resah terhadap kehidupan,menilai
bunuhdiri
merupakan jalan terbaik agar terlepas dari beragam penyakit dan persoalan hidup,berarti
iamemilih
dosa dan mempercepatdiri menuju murka Allah
dengan membunuhdiri
secaratidak
benar,seperti
disebutkandalam
Shahihal-Bukhari dari
AbuHurairah qE
, ia berkata: Rasulullahffi
bersabda:)dt at-IL1-teL;",5!t r )fit,: rifl t *,:!l
"Orang yang mencekik dirinyu Grirrggu mati), ia mencekik
diri di
neraka dan orang yang menikamdirinya
(hingga mati), ia menikamdiri
di neraka."6. Nifaq
Nifaq
adalahtidak
adanya kesamaan antarasisi
dalam dan luar, maksudnya perbedaan antaralahir
dan batin,tutur
kata tidak sama dengan perbuatan. Ketika perbedaan sepertiini
terlihatpada diri
seseorang,itulah orang munafik dan
dikhawatirkan mengakhiri usia dengansu'ul
khatimah.Seorang salaf menyampaikan,
ketika
sisilahir
dan batin seseorang sama,inilah yang disebut adil, ketika sisi
batinnya lebihbaik dari
sisi lahir,inilah
yang disebut keutamaan, namunketika sisi lahir lebih baik dari
sisibatin, inilah
yang disebut zhalim.6sTANDA-TANDA
SU,ULKHATIMAH
Syaikh Abdu bin Humaid as-Suhaibati
aia
menyampaikan, banyak sekali tanda-tanda yang menunjukkansu'ul
khatimah, tanda-tandaini
kadang terlihat pada sebagian orang ketika sakit keras,terlihat
marah dan berpaling dari putusanAllah.
SemogaAllah
melindungikita dari
halitu.
Ada juga yang ketika sekarat mengucapkan kata-kata mengundang murka Allah, atau terhalang untuk mengucapkan kalimat tauhid. Tanda-tandasu'ul
khatimah kadang terlihat saat mayit dimandikan, seperti perubahan warnakulit
dan lainnya. Ada juga yang terlihat saat mayit diturunkan ke liang kubur, ada juga yang terlihat setelah mayit dimakamkan.66KISAH-KISAH SU'UL KHATIMAH DAN MEREKA
YANG TERHATANG UNTUK MERAIH ANGAN
Penulis mendengar kisah seseorang yang sering puasa dan
ahli
ibadah, suatu ketika ia sakit keras dan ia terkena fitnah, aku mendengar orangitu
berkata:'Allah
membolak-balikkankudi
berbagai macam ujian, andai Allah memberiku Firdaus, Allah belum
memenuhi
balasan atas musibah-musibahyang
menimpaku."Setelah
itu ia
berkata:'Apa arti ujian ini, bila
artinyakematiin
tentu tidak masalah, tapi penyiksaanini,
apa maksudnya?1"6765 At-Tahdzir min Su'il Khatimah,hal: 16-28, dengan perubahan dan diringkas.
66 At-Tahdzir min Su'il Khatimah, As-Suhaibati, hal: 3i.
67 Tadzkiratul Ikhwan bikhatimatil lnsan, hal: 45.
Diriwayatkan dari Abdurrahman al-Yami aii^ui : "seseorang
ditalqin kalimat
syahadatLa
ilahaillallah
saat sekarat, orangitu
menggeleng-gelengkan kepala ke kanan dan ke
kiri,
ia tidak ber-bicara sepatah katapun sepertinya orang itu berkata padaku:Aku
tidak akan mengucapkannyai'68Imam Ibnu Qayyim +"v. berkata: "seseorang memberitahu tentang seorang kerabatnya kepadaku, ia seorang pedagang kain, saat sekarat ia berkata:
Ini
potongan kain bagus, sesuai ukuranmu,ini
murah seharga sekian dan sekian. Ia terus mengucapkan sepertiitu
hingga mati."6eRabi'
bin Murrah bin
Ma'badal-|uhani
al,la berkata, ia adalah sosokahli
ibadahdi
Bashrah:'Aku
menemui beberapa orangdi
Syam, suatuketika
dikatakan kepada seseorang yang tengah sekarat:Hai fulan,
ucapkan:La ilaha illallah. Ia
malah berkata:Minumlah
dan beri aku minuml'7oDikisahkan kepada
kami,
suatuketika
ada seorang calo perdagangan sekarat, ada yang berkata padanya: Ucapkan:Ia
ilaha illallah. Ia
malah berkata: Tiga setengah, empat setengah.Percaloan telah mengusai fikiran nya'.'i I
Penulis pernah melihat seorang akuntan sekarat,
ia menghitung dengan jari-jarinya. Dikatakan kepadanya: Ucapkan:La ilaha illallah.Ia
malah mengucapkan: Rumah siA,
perbaikibagian
ini
dan itunya. Taman si B, kerjakanini
dan itul'72Dikatakan kepada yang iain: Ucapkan: La ilaha
illallah.la justru
mencemooh: Kau bodoh.7368 Ibid, hal: 45.
6e Thariqul Hijratain, hal; 308.
70 At-Tadzkirah, Qurthub|hal: 36-37.
?I
Ibid, hal 36-37.?'? Ibid, hal:37.
73 Ibid, hal:37.
Dikatakan kepada yang lain: Ucapkan: La ilaha
illallah.la justru
mengucapkan: Lembukuning.
Rasacinta
dan kesibukan mengurus lembu kuning telah menguasainya.Semoga Allah dengan karunia dan kemuliaan-Nya berkenan menyelamatkan kita dan mematikan kita di atas kalimat syahadat.Ta Syaikh Abdu
bin Humaid
as-SuhaibatiAu
menuturkan, sebuah peristiwa terjadidi
Qasim beberapa tahun lalu. Beritanya tersebar luas kemanapun. Kisah singkatnya, saat seseorang sekarat, ia menentang Rabb dengan jelas. Sebagian teman yang biasa shalat bersamanyadi
masjid datang menghampiri,Allah
Maha menge-tahui isi hati orang itu. Temannya berkata: "Wahai hamba Allah,mushaf yang kau
bacaini, bertakwalah
kepadaAllah
dalamdirimu
(jangan mencela mushaf). Ia menalqinkan kalimat tauhid.Di akhir kisah temannya bilang: Ia mengingkari mushaf dan kalimat La ilaha illallah. Usianya
ditutup
dengan kondisi seperti itu."7sSU,UL
KHATIMA,H PARA PENDOSA
Syaikh
Adil bin Abdullah
as-Sai al.lr, menuturkan dalam bukunya, Tadzkiratul lhwan bi Khatimatil Insan;Seorang yang
memandikan
ienazah bercerita kepadaku,ia
memandikan jenazah seseorang, warnakulitnya
menguning, setelah dimandikan wajah jenazahitu
menghitam.Aku
bertanya kepadanya: "Hitam seperti jenggotku?" ia menjawab: "Hitam seperti arang." Ia melanjutkan kisahnya:"Dari
matanya keluar darah, ia sepertinya menangis darah, semoga Allah melindungi kita semua dari halitui'
Petugasitu
menuturkan:"Dulu
ia teman saya."Aku
bertanya: "Kaulihat hal itu?" Ia
menjawab: "Ya."Aku
bertanya:71 Ibid, hal:37.
75 At-Tahdzir min Su'il Khatimah,hal:32.
'Apa warna
kulit
badannya berubah?" Ia menjawab: "Tidak, hanya wajah saja."toSebagian lainnya bercerita kepadaku,
ia
berkata: "Suatuketika
aku bertandang ke tempat salah seorang teman, merekatengah
memandikan jenazah,aku lihat
wajahnya menghitam sepertipiringan
terbakar, badannyakuning,
pemandangannya menakutkan, setelahitu
sebagian keluarga datanguntuk
melihat, melihat jenazah dalam kondisi seperti itu, mereka lari ketakutanl' SemogaAllah
dengankarunia dan kemuliaan-Nya
berkenan memberikan keselamatan dan penutupan aib di dunia dan akhirat.TT Sebagian lainnya bercerita kepadaku, ia berkata: "Saat kau meletakkan jenazah seseorang di dalam kubur dan aku hadapkan wajahnya ke arah kiblat, aku lihat wajahnya beralih ke bawah dan hidungnya menancap ke tanah, aku hadapkan lagi ke arah kiblatdan di bawah
kepalanyaaku beri tanah,
kepalanya kembali menghadap ke bawah dan hidungnya menancap ke tanah, setelahitu
di bawah kepalanya aku beri pasir agak banyak agar kepalanyatidak
berbalik, sayangnya kepala jenazahitu
kembali mengarahke
bawah dan hidungnya menancapke
tanah,kondisi
jenazahterus seperti itu hingga terulang
sebanyaklima kali.
Setelah merasa putus asa, aku tinggalkan jenazah dalamkondisi
seperti itu lalu aku tutup kuburnya."78Berikut kisah seorang pemuda dari keluarga Abbas. Dikisah-kan,
ia
mengalami kejadian menakutkandi
tengah perjalanan Makkah menuju Ieddah. Penutur kisah yang menyaksikan langsung kejadian itu menuturkan;Saat
melihat
pemandanganmobil dan kondisi
luarnya,aku
dan teman-teman yangturut
bersamaku berkata:Ayo kita
76 Tadzkiratul lkhwan, hal: 4877 Ibid, hal:48.
78 rLtl L^1. / o
turun untuk
melihat kondisi orang yangadadi mobil
itu. Setelah mendekati orang yang adadi
dalammobil,
ternyataia
tengah sekarat.Kami lihat
tapemobil
masih menyala, terdengar bunyi lagu-lagu barat yang batil. Kami mematikan tape, kemudian kami melihat kondisi orangitu
dan sakaratul maut yang ia alami. Kami berkata:Ini
kesempatan, semoga melalui usahakita
semua A1lah memberikan keberuntungan untuk orangini
di dunia dan akhirat.Kami
berkata kepada orangitu:
Pak, ucapkan:La ilaha
illallah.Tahukah saudaraku, apa yang diucapkan orang
itu di akhir
masa hidupnya. Ia mengucapkan kata-kata dengan dialek pasarannya -semogaAllah
melindungikita
semuadari
halitu:
Terkutuklah agamamu, agamanya agamamu,aku tidak pernah
shalat, aku tidak pernah puasa. Setelahitu
ia mati dalam kondisi seperti itu.Semoga
Allah
melindungi kita semua dari kehinaan.TeSeseorang bercerita: Ada yang
bertutur
kepadaku, ia ber-kata: 'Aku bepergian untuk keperluan belajar ke Amerika Serikat, aku sama seperti pemuda lain pada umumnya yang menghabiskanmalam di
tempat-tempatpermainan dan diskotik.
Pada suatuhari, kami
pulang setelahbermain-main.
Salah satudari
kami masuk asrama, sementara yang lain belum pulang. Kami bilang:Mungkin
sebentarlagi juga pulang. Kami terus
menantinya namun tidak juga datang. Kamiturun untuk
mencarinya ke sanake mari, akhirnya kami berkata: la pasti berada di
tempatparkiran di
basemen.Kami
menuju tempat parkiran,kami lihat
mesin mobilnya masih menyala, kawan kami diam tidak bergerakdi
dalammobil,
musikjuga
masihberbunyi
sejakakhir
malam tadi hingga saat itu.Kami buka pintu
mobil
itu lalu kami memanggil-manggil:Kawan, kawan. Ternyata
ia
sudah tewas sejak saatia
memarkir mobil di parkiran itu. Seperti itulah kisah sedih pemuda itu, kisah yang menyadarkan hati sebagian besar pemuda, mendorong mereka"
At-Tahdzir min Su'il Khatimah,hal: 43-44untukbertaubat dan kembali kepada Allah. Akhirnya para pemuda bertaubat dan kembali kepada A11ah, mereka
tidak
pernah lagi minum-minuman, tidak lagi bergaul bebas, mereka bersikap tenang dan bertaubat berkat kemuliaan Allah, disamping itu mereka juga memetik pelajarandari kondisi
teman mereka yangmati
dalam keadaan melakukan kemaksiatan. Kisah akhir hidup teman mereka menjadi pelajaran bagi yang mau memetik pelajaran. Sementara pemuda lain yang lalai menjauhi peristiwa dan pelajaran ini.80Berikut kisah seorang pemuda menyimpang yang bepergian ke Bangkok untuk berbuat keji dan lacur. Saat mabuk, ia menunggu kekasihnya yang terlambat datang, tidak lama setelah itu kekasihnya datang. Melihatnya, ia langsung tersungkur sujud seraya
mengagung-kan si wanita itu, belum juga ia bangun dari sujud batil itu
melainkan sudah digotong orang. Ia meninggal dunia dalam kondisi seperti itu. SemogaAllah
melindungi kita darisu'ul
khatimah.Imam Ibnu
Abiddunya alB berkata: "Seseorang bercerita kepadaku, seorangputrinya
meninggaldunia, ia
menurunkan jenazahputrinya
ke liang kubur, saat memperbaiki bata makam, ternyata jenazah putrinya beralih menjauh dari arah kiblat. Orangitu
berkata: Karenaitulah
aku sangat sedih. Ia meneruskan:Aku
bermimpi bertemu dengan putriku, putriku berkata: Sebagian besar penghunikubur di
sekitarku beralihdari
arahkiblat.
Sepertinyaputriku bermaksud, mereka meninggal dunia dalam
kondisi melakukan dosa-dosa besar."8rSyaikh A1-Qahthani NsA bercerita: "Suatu ketika aku pergi
ke
pemakaman setelah shalat ashar, saatitu kami
mengubur jenazah seseorang. Tanganku masih lusuh dengan tanah, aku ingin membasuh tangan kemudian datang jenazahlain,
salah seorangdari lima puluh orang pengantar
jenazahberkata
kepadaku:80 At-Tahdzir min Su'il Khatimah, hal: 48-50.
8t
Ahwalul Qubur, hal: 66.Demi Allah,
bantulahkami untuk
mengubur jenazah orangini.
Demi
Allah
kami tidak bisa mengubur jenazah dengan baik.Aku
menyela di antara dua orang yang mengangkat jenazah, jenazahnyaDemi