• Tidak ada hasil yang ditemukan

19 - Bab 13, Beberapa Angka Terkenal - Bagian 2

Cash Flow Cash Flow

Cash flow adalah jumlah uang yang diterima perusahaan sebagai hasil menjalankan bisnis. Semua perusahaan mendapat uang, tapi beberapa mengeluarkan uang lebih banyak untuk itu dibanding yang lain. Ini yang membuat Phillip Morris perusahaan yang luar biasa dibanding perusahaan baja.

Perusahaan yang membakar uang untuk mendapat uang tidak akan melangkah jauh. Uang yang masuk tidak perlu berjuang melawan uang yang keluar.

Banyak orang menggunakan angka cash flow untuk menghitung saham. Saham dengan harga 20$ dan casfh flow 2$ akan menghasilkan nilai rasio 10:1 yang mana adalah standar. Perusahaan dengan rasio 20:1 adalah bagus. Dan jika anda menemukan saham dengan harga 20$ dan cash flow 10$, gadaikan rumah anda dan belilah sebanyak mungkin saham yang bisa ditemukan.

Tidak ada gunanya diperpanjang, tapi jika anda membeli berdasarkan cash flow, pastikan ini adalah free cash flow, yaitu uang lebih yang sudah dikurangi pengeluaran rutin. Ini adalah uang yang tidak anda gunakan.

Perusahaan gas adalah contoh yang baik untuk cash flow. Perusahaan membangun pipa gas, dan tidak butuh biaya tinggi untuk perawatan. Perusahaan mendepresiasi pipa gasnya bertahun-tahun. Hasil ini membuat seakan-akan perusahaan tidak mendapat untung, tapi pada jangka panjang, investor mendapat hasilnya.

Persediaan Persediaan

Saya selalu mengecek bagian persediaan apakah mengalami kenaikan. Untuk perusahaan manufaktur dan retail, kenaikan persediaan melebihi kenaikan penjualan adalah tanda yang buruk.

Perusahaan yang menumpuk persediaan, akan mengalami masalah di tahun-tahun mendatang, di mana produk baru yang dihasilkan akan bersaing melawan produk lamanya. Hal ini akan membuat mereka memotong harga jual, yang akan mengurangi laba.

Di sisi terang, jika perusahaan tertekan dan persediaan menyusut, ini adalah bukti awal sudah adanya perbaikan.

Rencana pensiun Rencana pensiun

Dengan semakin banyaknya perusahaan memberikan opsi saham dan keuntungan pensiun, investor layak memantaunya. Perusahaan bisa saja tidak ada rencana pensiun, tapi jika ada, maka harus sesuai peraturan pemerintah, dan ini wajib dijalankan.

Jika perusahaan bangkrut dan menghentikan opersional normal, mereka tetap harus mendukung rencana pensiun. Sebelum saya berinvestasi di perusahaan turnaround, saya selalu mengecek untuk memastikan perusahaan tidak memiliki kewajiban pensiun yang terlalu memberatkan.

Rasio Pertumbuhan (Growth rate) Rasio Pertumbuhan (Growth rate)

Kata "pertumbuhan" sinonim dengan "ekspansi" adalah salah satu kata paling salah dipahami di Wall Street, yang membuat perusahaan mengabaikan perusahaan bertumbuh seperti Philip Morris. Industrinya turun - konsumsi rokok di Amerika menurun, dan benar di luar negeri bertambah. Tapi ini hanya menggantikan penurunan di Amerika, bukan kesuksesan yang luar biasa. Philip Morris

meningkatkan laba dengan menurunkan beban dan menaikkan harga jual. Procter & Gamble mendapat laba dari mengurangi biaya, membuat tisu yang lebih tipis dan mengurangi jumlah dalam per bungkus. Jika anda menemukan perusahaan yang dapat menaikkan harga jual tanpa kehilangan pelanggan (produk yang adiktif adalah contoh yang sempurna), anda menemukan investasi yang menarik. Anda tidak dapat menaikkan harga jual seperti yang dilakukan Philip Morris untuk industri pakaian atau makanan atau anda akan dengan cepat kehilangan bisnis. Perusahaan seperti Philip Morris tidak perlu mengeluarkan uang lebih untuk mesinnya, dan biaya mereka menjadi lebih rendah karena pemerintah melarang iklan rokok.

Satu hal tentang growth rate : jika semuanya adalah sama, perusahaan dengan pertumbuhan 20% dan PER 20 lebih baik dibanding perusahaan dengan pertumbuhan 10% dan PER 10. Walau kelihatannya sama, tapi untuk ke depan, hasilnya akan beda jauh. Perusahaan dengan laba 20% dan 10% yang

memulai tahun pertama dengan laba 1$ pada tahun ke 10 akan menjadi 6.19$ dan 2.59$. Jika dikalikan dengan PERnya, perusahaan 20% akan menjadi 123.8$ vs 25.9$.

Jika PER perusahaan pertama dikurangi menjadi 15, hasilnya tetap bagus, 92.85$.

Ini adalah kesimpulan singkat tentang jalan menuju bigbaggers, dan mengapa perusahaan dengan growth 20% akan menjadi perusahaan luar biasa, terutama setelah beberapa tahun. Ini hanya berdasarkan matematika bunga majemuk.

Bottom Line Bottom Line

Keuntugan perusahaan sering disalah pahami. Menurut survei kami ke banyak mahasiswa, mereka menganggap profit margin perusahaan adalah 20-40%, padahal angka realitanya 5%.

Profit sebelum pajak, adalah alat yang dipakai untuk menganalisa perusahaan. Ini adalah angka yang muncul setelah dikurangi semua biaya, termasuk depresiasi, dan bunga.

Tidak ada gunanya membandingkan profit margin antar industri, karena beda karakteristik. Tapi sangat membantu jika dibandingkan antar perusahaan sejenis. Perusahaan dengan profit margin tinggi menandakan biaya yang kecil, dan perusahaan dengan biaya rendah akan lebih besar kemungkinan bertahan di masa sulit.

Katakanlah perusahaan A memiliki profit margin 12% dan perusahaan B memiliki profit margin 2%. Jika situasi memburuk dan perusahaan harus memotong harga jual 10%, maka A akan mendapat 2% profit margin, dan B akan menjadi -8%.

Sekarang, ini menjadi sedikit sulit, karena pada masa kenaikan, bisnis menguat, perusahaan dengan profit margin rendah adalah yang mendapat keuntungan paling besar.

Contohnya sebagai berikut :

Perusahaan A menjual dengan harga 100$. Biaya 88$. Laba 12$. -> 12% profit margin. Perusahaan B menjual dengan harga 100$. Biaya 98$. Laba 2$. -> 2% profit margin.

Jika bisnis membaik, harga jual naik 10%, biaya naik 5% :

Perusahaan A menjual dengan harga 110$. Biaya 92.4$. Laba 17.6$. -> Naik 50% dari kondisi sebelumnya.

Perusahaan B menjual dengan harga 110$. Biaya 102.9$. Laba 7.1$. -> Naik 300% dari kondisi sebelumnya.

Ini menjelaskan mengapa perusahaan bermasalah akan menjadi pemenang pada masa rebound. Ini akan menjadi proses berulang di industri otomotif, kimia, kertas, penerbangan, baja, elektronik, metal, gas, dan perusahaan ritel.

Apa yang anda inginkan, adalah perusahaan dengan profit margin tinggi untuk saham jangka panjang yang bisa dipegang selama mungkin melewati masa sulit dan baik, dan profit margin rendah sebagai turnaround yang sukses.