• Tidak ada hasil yang ditemukan

75 BAB VI PERKEMBANGAN KETENAGAKERJAAN DAERAH DAN

Dalam dokumen KAJIAN EKONOMI REGIONAL (Halaman 76-84)

Perkembangan Uang Kartal di Wilayah Kerja KBI Manado Sepanjang Tahun 2008

75 BAB VI PERKEMBANGAN KETENAGAKERJAAN DAERAH DAN

75

BAB VI PERKEMBANGAN KETENAGAKERJAAN DAERAH DAN

KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

Secara umum perkembangan ketenagakerjaan di Sulawesi Utara pada Agustus 2008 mengalami perbaikan dibandingkan periode Agustus 2007 tercermin dari rasio TPT (Tingkat Pengangguran Terbuka) sebesar 10,65% atau turun dibandingkan dengan periode Agustus 2007 sebesar 12,35%. Menurut lapangan pekerjaan, pertanian masih menjadi sektor lapangan pekerjaan utama, walaupun telah terjadi pergeseran ke sektor lainnya, terutama sektor konstruksi. Berdasarkan persebarannya, Manado masih menjadi daerah dengan jumlah angkatan kerja terbesar dan angka pengangguran tertinggi.

A. PENGANGGURAN

Struktur ketenagakerjaan pada periode Agustus 2008 tidak terlalu berbeda bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dari seluruh penduduk usia 15+, jumlah angkatan kerja tercatat 1.020.952 orang (61,16%) masih lebih banyak dibandingkan dengan jumlah bukan angkatan kerja sebanyak 648.361 orang. Jumlah angkatan kerja ini turun sedikit yaitu sebesar 1,50% (y.o.y) atau sebanyak 15.547 orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Tabel 6.1.

Penduduk Usia 15 Tahun ke Atas Menurut Kegiatan Periode Agustus 2006 – Agustus 2008

Penduduk 15 Thn ke atas 1,639,282 1,654,863 1,672,655 1,658,299 1,669,313

Angkatan Kerja 970,416 1,086,281 1,036,499 1,046,665 1,020,952

Bekerja 828,550 944,635 908,503 917,363 912,198

Mencari Kerja 141,866 141,646 127,996 129,302 108,754

Bukan Angkatan Kerja 668,866 568,582 636,156 611,634 648,361

Sekolah 135,456 126,474 135,611 127,274 135,318

Mengurus Rumah Tangga 443,542 359,201 398,195 406,055 406,882

Lainnya 89,868 82,907 102,350 78,305 106,161

TPAK (persen) 59.20 65.60 61.97 63.12 61.16

TPT (persen) 14.60 13.00 12.35 12.35 10.65

Setengah Pengangguran 258,838 269,657 250,435 214,237 260,650

Setengah Pengangguran Terpaksa 114,537 125,402 120,060 124,522 128,580

Setengah Pengangguran Sukarela 144,301 144,255 130,375 89,715 132,070

Ags-06 Feb-07 Agt-07 Feb-08 Ags-08

Sumber : BPS Provinsi Sulawesi Utara

Menurut komponen penyusunnya, jumlah penduduk yang bekerja berdasarkan data terakhir (Agustus 2008) mengalami peningkatan. Tercatat jumlah penduduk yang bekerja berjumlah 912.918 orang, naik 0,41% (y.o.y) atau sebanyak 3.695 orang dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Jumlah pengangguran mengalami penurunan yaitu dari

76

127.966 orang pada Agustus 2007 turun 15,03% (y.o.y) menjadi 108.754 orang pada Agustus 2008. Penurunan jumlah pengangguran ini belum menggambarkan kondisi penyerapan tenaga kerja yang semakin membaik, karena apabila dilihat komponennya, maka penurunan ini selain disebabkan oleh semakin banyaknya jumlah penduduk yang bekerja, juga disebabkan karena terjadinya pergeseran dari penduduk yang mencari kerja menjadi bukan angkatan kerja (Ibu Rumah Tangga).

Menurunnya jumlah angkatan kerja selama periode Agustus 2007 – Agustus 2008 mengakibatkan TPAK (Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja) di Provinsi Sulawesi Utara mengalami penurunan dari 61,97% menjadi 61,16%. TPAK sebesar 61,16% tersebut dapat diartikan bahwa sekitar 61 penduduk Provinsi Sulawesi Utara aktif bekerja dan mencari pekerjaan dari sebanyak 100 orang penduduk yang termasuk ke dalam penduduk usia kerja. Sementara itu, TPT (Tingkat Pengangguran Terbuka) pada Agustus 2008 sebesar 10,65%, merupakan angka yang terendah selama periode Agustus 2006 – Agustus 2008. Hal ini menunjukkan bahwa dari sekitar 100 orang penduduk yang termasuk dalam angkatan kerja hanya 10-11 orang yang menganggur, selebihnya sudah mempunyai perkerjaan.

Penurunan tingkat pengangguran ini terkonfirmasi dari hasil survey konsumen yang diselenggarakan di kota Manado. Dari hasil survey konsumen tersebut, konsumen rumah tangga menilai ketersediaan lapangan pekerjaan saat ini dan 6 bulan yang akan datang menjadi lebih baik dan mencapai level optimis di bulan Desember 2008.

Grafik 6.1

77 Tabel 6.2.

Penduduk Usia 15 Tahun ke Atas Yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Periode Agustus 2006 – Agustus 2008

Pertanian 341,347 378,631 373,329 363,771 362,615 Pertambangan 10,402 18,229 8,703 14,806 12,804 Industri 42,273 65,290 44,497 61,270 43,846 Listrik, Gas & Air Bersih 3,888 2,872 1,338 3,223 3,951 Konstruksi 65,268 54,819 61,209 56,406 67,121 Perdagangan 131,614 174,127 164,718 144,155 163,693 Angkutan 111,385 89,220 86,287 136,047 90,561 Keuangan 12,021 12,900 15,627 10,127 13,850 Jasa 110,352 148,547 152,795 127,558 153,757 TOTAL 828,550 944,635 908,503 917,363 912,198 Feb-08

Ags-06 Feb-07 Agt-07 Agt-08

Sumber : BPS Provinsi Sulawesi Utara

Komposisi penduduk yang bekerja menurut sektor lapangan pekerjaan utama pada Agustus 2008 relatif sama bila dibandingkan Agustus 2007. Sektor lapangan pekerjaan utama penduduk yang bekerja masih paling banyak di sektor pertanian yaitu sebanyak 362.615 orang (39,75%). Namun bila dibandingkan dengan keadaan Agustus 2007, mengalami penurunan sebanyak 10.714 orang. Sektor lain yang mengalami penurunan adalah sektor industri, perdagangan dan keuangan. Sedangkan sektor yang mengalami kenaikan adalah sektor pertambangan, listrik-air-gas, konstruksi,angkutan dan jasa. Data tersebut menggambarkan bahwa walaupun sektor utama lapangan pekerjaan penduduk Sulawesi Utara masih paling banyak di sektor pertanian, namun telah terjadi pergeseran ke sektor lainnya, terutama ke sektor konstruksi yang ditunjukkan pada peningkatan jumlah pekerja yang cukup signifikan di sektor ini, yakni sebesar 5.912 orang. Pergeseran ini terjadi terkait dengan banyaknya pembangunan infrastruktur di kota Manado dalam rangka WOC di tahun 2009 yang membutuhkan banyak tenaga dalam sektor konstruksi.

Tabel 6.3.

Penduduk Usia 15 Tahun ke Atas Yang Bekerja Menurut Status Pekerjaan Periode Agustus 2006 – Agustus 2008

Kota Desa LK PR

Berusaha Sendiri 309,039 297,042 315,364 328,437 282,696 105,465 177,231 210,496 72,200

Berusaha Dibantu Buruh Tidak Tetap - Buruh Tidak Dibayar

121,471

153,860 114,577 148,096 134,423 38,730 95,693 106,094 28,329

Berusaha Dibantu Buruh Tetap-Buruh Dibayar

34,312

35,758 33,664 27,657 31,026 10,163 20,863 27,762 3,264

Buruh/Karyawan 227,826 282,174 286,099 246,547 264,692 157,683 107,009 179,830 84,862

Pekerja Bebas Pertanian 38,801 42,346 48,666 50,688 60,824 8,706 52,118 54,540 6,284

Pekerja Bebas Non Pertanian 30,787 28,943 25,065 34,629 47,802 19,366 28,436 40,624 7,178

Pekerja Tak Dibayar 66,314 104,512 85,068 81,309 90,735 17,353 73,382 37,721 53,014

TOTAL 828,550 944,635 908,503 917,363 912,198 357,466 554,732 657,067 255,131

Ags-06 Feb-07 Agt-07 Feb-08 Agt-08 Daerah Jenis Kelamin

Seperti terlihat dalam tabel, dari seluruh penduduk usia 15+ yang bekerja, terutama berada di daerah desa dan berjenis kelamin laki-laki. Status pekerjaan penduduk masih didominasi oleh berusaha sendiri sebanyak 282.696 orang (30,99%), dan buruh/karyawan/pegawai sebanyak 264.692 orang (29,02%). Status pekerjaan penduduk yang bekerja terkecil adalah berusaha dibantu buruh tetap sebanyak 31.026 orang (3,40%). Status pekerjaan penduduk

78

yang bekerja di daerah perkotaan terbanyak adalah sebagai buruh/karyawan/pegawai sebesar 157.683 orang (44,11%) dan berusaha sendiri sebesar 106.465 orang (29,50 %). Sedangkan untuk daerah perdesaan, status pekerjaan penduduk yang bekerja sebagian besar adalah berusaha sendiri yaitu sebesar 177.231 (31,95%) dan buruh/karyawan/pegawai sebesar 107.009 orang (19,29 %). Penduduk laki-laki yang bekerja paling banyak berstatus berusaha sendiri yaitu sebesar 210.496 orang dan buruh/karyawan/pegawai sebesar 179.830 orang, sedangkan penduduk perempuan yang bekerja paling banyak berstatus buruh/karyawan/pegawai yaitu sebesar 84.862 orang dan berusaha sendiri sebanyak 72.200 orang,

Kabupate n/Ko ta B e k er j a Penganggur an Juml ah

Angk atan Ke r j a Bolmong 125,828 6,849 132,677 Minahasa 133,760 15,684 149,444 Sangihe 45,248 6,951 52,199 Kep. Talaud 30,758 2,933 33,691 Minsel 76,261 8,043 84,304 Minut 68,489 10,412 78,901 Bolmong Utara 32,265 2,603 34,868 Kep. Sitaro 25,345 2,343 27,688 Mitra 40,133 3,141 43,274 Manado 176,322 31,046 207,368 Bitung 67,589 10,023 77,612 Tomohon 40,935 3,776 44,711 Kotamobagu 49,265 4,950 54,215 Sul ut 108, 754912,198 1, 020,952 Grafik 6.2.

TPAK dan TPT di Kab/Kota Se-Sulawesi Utara Periode Agustus 2008

Tabel 6.4.

Angkatan Kerja di Kabupaten/Kota Se-Sulawesi Utara Periode Agustus 2008

Berdasarkan persebarannya, dari jumlah sebesar 13 Kabupaten yang terdapat di Sulawesi Utara, tercatat jumlah angkatan kerja terbanyak di kota Manado sebanyak 176.322 orang, diikuti kabupaten Minahasa sebesar 133.760 dan Bolmong sebesar 125.828. Ratio TPAK terbesar dimiliki oleh Tomohon, sebesar 67,18%. Hal ini berarti dari seratus orang yang merupakan angkatan kerja di Tomohon, sebesar 67 orang bekerja dan mencari pekerjaan. Sementara itu, tingkat pengangguran tertinggi terdapat di Manado sebesar 31.046 orang dengan nilai TPT sebesar14,97%. Tingkat Pengangguran terendah apabila dilihat dari ratio TPT dimiliki oleh kota Bolmong. Hal ini berarti bahwa kota Bolmong memiliki tingkat penyerapan tenaga kerja lebih baik dibandingkan dengan kabupaten lainnya di Sulawesi Utara

79

B. KEMISKINAN

Jumlah dan persentase penduduk miskin pada periode 2004 – 2008 di Provinsi Sulawesi Utara berfluktuasi dari tahun ke tahun. Terjadi peningkatan dari periode Februari 2004 – Maret 2007 dan terjadi penurunan dari periode Maret 2007 – Maret 2008.

Tabel 6.5.

Sebaran Penduduk Miskin di Kota dan Desa Periode Februari 2004 – Maret 2008

Kota Desa Total Kota Desa Total

Sulawesi Utara 36 156,3 192 4.37 11.76 8.93 Indonesia 11,369 24,778 36,147 12.13 20.11 16.66 Sulawesi Utara 46,6 155 202 4.96 12.70 9.34 Indonesia 13,297 23,505 36,801 12.48 20.63 16.69 Sulawesi Utara 61,2 171 233 6.52 14.01 10.76 Indonesia 13568,4 23,821 37,389 12.68 20.84 16.90 Sulawesi Utara 79 171 250 8.31 13.80 11.42 Indonesia 13559,3 23,609 37,168 12.52 20.37 16.58 Sulawesi Utara 73 151 224 7.56 12.04 10.10 Indonesia 12,769 22,195 34,963 11.65 18.93 15.42

Jumlah Penduduk Miskin

(000 orang) Persentase Penduduk Miskin

Tahun Maret 2008 Februari 2004 Juli 2005 Juli 2006 Maret 2007

Sumber : BPS Provinsi Sulawesi Utara

Jumlah penduduk miskin pada Maret 2008 sebesar 223,5 ribu (10,10%). Terjadi penurunan jumlah maupun persentase penduduk miskin baik di perkotaan maupun pedesaan. Dibandingkan dengan penduduk miskin pada Maret 2007 yang berjumlah 250,1 ribu (11,42%), berarti jumlah penduduk miskin menurun sebesar 26,6 ribu orang. Selama periode Maret 2007 – Maret 2008, penduduk miskin di daerah perkotaan terjadi penurunan sekitar 6,3 ribu orang, sementara di daerah pedesaan terjadi penurunan sekitar 20,2 ribu orang.

Secara nasional, juga terjadi penurunan jumlah penduduk miskin dari 36,14 juta orang di Tahun 2004 menjadi 34,96 juta orang pada Maret 2008. Dari periode Februari 2004 sampai Juli 2006 terus terjadi peningkatan penduduk miskin, baik jumlah maupun persentasenya. Namun dari periode Juli 2006 – Maret 2008 terus terjadi penurunan jumlah dan persentase penduduk miskin. Persentase penduduk miskin di Indonesia pada Juli 2006 sebesar 16,9% dan terus menurun hingga mencapai 15,42% pada Maret 2008.

80 Tabel 6.6.

Garis Kemiskinan, Jumlah dan Persentase Penduduk Miskin Menurut Daerah di Provinsi Sulawesi Utara

Periode Maret 2007 – Maret 2007

Makanan Bukan Makanan Total PERKOTAAN Maret 2007 122,841 42,983 165,824 79.00 8.31 Maret 2008 131,456 44,173 175,628 72.70 7.56 PERDESAAN Maret 2007 117,516 31,924 149,440 171.00 13.80 Maret 2008 128,498 33,935 162,433 150.90 12.04

KOTA & DESA

Maret 2007 119,827 36,723 156,550 250.10 11.42 Maret 2008 129,781 38,378 168,160 223.50 10.10 Jumlah Penduduk Miskin Persentase Penduduk Miskin Tahun

Garis Kemiskinan (Rp/Kapita/Bln)

Sumber : BPS Provinsi Sulawesi Utara

Besar kecilnya jumlah penduduk miskin sangat dipengaruhi oleh Garis Kemiskinan, karena penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran per kapita per bulan di bawah Garis Kemiskinan. Semakin tinggi Garis Kemiskinan, semakin banyak penduduk yang tergolong sebagai penduduk miskin. Selama periode Maret 2007 – Maret 2008, garis kemiskinan naik sebesar 7,41% yaitu dari Rp.156.550,- per kapita per bulan pada Maret 2007 menjadi Rp168.160,- per kapita per bulan pada Maret 2008. Dengan memperhatikan komponen Garis Kemiskinan (GK), yang terdiri dari Garis Kemiskinan Makanan (GKM) dan Garis Kemiskinan Bukan Makanan (GKBM), terlihat bahwa peranan komoditi makanan jauh lebih besar dibandingkan peranan komoditi bukan makanan (perumahan, sandang, pendidikan dan kesehatan). Pada Maret 2007, sumbangan GKM terhadap GK sebesar 76,54%, tetapi pada Maret 2008, peranannya meningkat sampai 77,18%. Meningkatnya peranan GKM terhadap GK ini sebagian besar akibat naiknya harga barang-barang kebutuhan pokok yang juga digambarkan oleh inflasi umum selama periode Maret 2007 – Maret 2008.

Selanjutnya penduduk miskin dapat dibedakan menjadi dua yaitu miskin kronis (chronic

poor) dan miskin sementara (transient poor). Miskin kronis adalah penduduk miskin yang

berpenghasilan jauh di bawah garis kemiskinan dan biasanya tidak memiliki akses yang cukup terhadap sumber daya ekonomi, sedangkan miskin sementara adalah penduduk miskin yang berada dekat garis kemiskinan. Jika terjadi sedikit saja perbaikan dalam ekonomi, kondisi penduduk yang termasuk kategori miskin sementara ini bisa meningkat dan statusnya berubah menjadi penduduk tidak miskin.

81

C. Rasio Gini

Rasio gini merupakan ukuran kemerataan tingkat pendapatan yang dihitung dengan membagi luas antara garis diagonal dan kurva lorent dengan luas segi tiga di bawah garis diagonal. Nilai Rasio Gini terletak antara 0 dan 1, nilai rasio Gini yang mendekati 0 maka tingkat ketimpangan pendapatan sangat rendah, artinya distribuso pendapatan merata dan apabila nilainya mendekati 1 maka tingkat ketimpangan pendapatan tinggi.

Perkembangan angka rasio gini Sulawesi Utara dalam 3 (tiga) tahun terakhir relatif tetap. Pada Tahun 2007 indeks gini tercatat 0,32, relatif tidak berubah dibandingkan indeks gini Tahun 2005 lalu yang juga sebesar 0,32. Namun demikian berdasarkan strukturnya, persentase pendapatan yang dinikmati oleh 20% penduduk berpenghasilan tertinggi menjadi semakin meningkat dari 40,70% menjadi 41,24%. Faktor yang mempengaruhi peningkatan kesenjangan ini adalah dampak kenaikan harga BBM yang menyebabkan kelompok 40% penduduk berpenghasilan rendah terpukul. Fenomena yang menarik adalah terjadinya shifting dari sebagian penduduk di kelompok 40% menengah ke 40% ke bawah dan 20% teratas.

Tabel 6.7.

Rasio Gini Provinsi Sulawesi Utara 40% populasi dengan pendapatan terendah 40% populasi dengan pendapatan moderat 20% populasi dengan pendapatan tertinggi Rasio Gini 40% populasi dengan pendapatan terendah 40% populasi dengan pendapatan moderat 20% populasi dengan pendapatan tertinggi Rasio Gini Sulawesi Utara 20.03 39.27 40.70 0.32 21.19 37.57 41.24 0.32 Provinsi 2005 2007

D. IPM (Indeks Pembangunan Manusia)

Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Sulawesi Utara sampai Tahun 2006 adalah sebesar 74,4, meningkat 0,2 poin dari angka IPM 2005 yang sebesar 74,2. Peningkatan ini ditopang oleh kenaikan angka harapan hidup dari 71,7 tahun menjadi 71,8 tahun dan rata-rata pengeluaran riil per kapita dari Rp616.100,- menjadi Rp616.900,-. Adapun komponen penyusun IPM terdiri dari angka harapan hidup, angka melek hurup, rata-rata lama sekolah dan rata-rata pengeluaran riil per kapita.

Tabel 6.8.

Perkembangan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Provinsi Sulawesi Utara

Komponen IPM 2002 2004 2005 2006

Angka Harapan Hidup 70.9 71.0 71.7 71.8 Angka Melek Huruf 98.8 99.1 99.3 99.3 Rata-Rata Lama Sekolah 8.6 8.6 8.8 8.8 Pengeluaran Riil/Kapita (000 Rp) 587.9 611.9 616.1 616.9 IPM 71.3 73.4 74.2 74.4 Peringkat Nasional 2 2 2 2

82 Berdasarkan wilayah administrasinya, perkembangan komponen IPM di kota/kabupaten di Sulawesi Utara dapat dijelaskan sebagai berikut : ƒ Kota Manado memiliki angka harapan hidup tertinggi yaitu 72 tahun sedangkan terendah di Kota Bitung yang tercatat 69,6 tahun. ƒ Persentase angka melek hurup hampir merata di seluruh daerah dengan rata-rata 99,08%. Namun terdapat 3 (tiga) daerah dengan persentase melek huruf berada di bawah rata-rata di Provinsi Sulawesi Utara yaitu Kabupaten Bolmong, Sangihe dan Talaud. ƒ Kabupaten Bolmong memiliki rata-rata lama sekolah terendah yaitu selama 7,3 tahun sedangkan tertinggi di Kota Manado dengan rata-rata sekolah selama 10,5 tahun. ƒ Rata-rata jumlah pengeluaran per kapita riil tertinggi di Kota Manado sebesar Rp623 ribu dan terendah di Minahasa Selatan sebesar Rp587 ribu. Dibandingkan dengan daerah lainnya di tingkat nasional, IPM Provinsi Sulawesi Utara kondisinya lebih baik khususnya pada komponen angka harapan hidup, persentase angka melek huruf dan rata-rata lama sekolah. Selama kurun waktu 2004 – 2005, IPM Provinsi Sulawesi Utara menduduki peringkat 2 (dua) di tingkat nasional. Tabel 6.9. Sebaran IPM Sulawesi Utara Tahun 2004-2005 2004 2005 2004 2005 Bolaang Mongondow 70.7 71.6 121 105 Minahasa 73.5 74.0 47 46 Minahasa Selatan 71.2 71.5 96 113 Minahasa Utara 72.7 73.7 69 57 Kepulauan Sangihe 72.8 73.4 67 64 Kepulauan Talaud 71.8 72.3 80 87 Manado 75.9 76.3 8 12 Bitung 73.2 73.6 56 59 Tomohon 72.9 73.3 63 67 Sulawesi Utara 73.4 74.2 2 2 Indonesia 68.7 69.6

83

Dalam dokumen KAJIAN EKONOMI REGIONAL (Halaman 76-84)