• Tidak ada hasil yang ditemukan

71 BAB VI PERKEMBANGAN KETENAGAKERJAAN DAERAH DAN

Dalam dokumen KAJIAN EKONOMI REGIONAL (Halaman 72-76)

PENGARUH PERDAGANGAN BEBAS ASEAN-CINA TERHADAP POTENSI PEMBIAYAAN DAERAH

71 BAB VI PERKEMBANGAN KETENAGAKERJAAN DAERAH DAN

71

BAB VI PERKEMBANGAN KETENAGAKERJAAN DAERAH DAN

KESEJAHTERAAN MASYARAKAT

Kinerja yang cukup baik dari berbagai indikator makro ekonomi regional, perbankan, sistem pembayaran dan fiskal (APBD yang didukung oleh relatif terkendalinya harga barang dan jasa secara umum (inflasi), berimplikasi pada meningkatnya kesejahteraan masyarakat dalam bentuk penurunan tingkat pengangguran dan kemiskinan di Sulawesi Utara. Tingkat pengangguran di Sulawesi Utara pada Agustus 2009 mengalami perbaikan tercermin dari rasio TPT (Tingkat Pengangguran Terbuka) sebesar 10,56% atau turun tipis (0,09%) dibandingkan dengan periode Agustus 2008 lalu sebesar 10,65%. Berdasarkan jenis lapangan pekerjaan, pertanian masih menjadi sektor lapangan pekerjaan utama, walaupun telah terjadi pergeseran ke sektor lainnya, terutama sektor perdagangan dan sektor jasa. Berdasarkan persebarannya, Manado masih menjadi daerah dengan jumlah angkatan kerja terbesar dan angka pengangguran tertinggi. Seiring dengan itu, tingkat kemiskinan juga mengalami penurunan dari 10,10% pada Maret 2008 menjadi 9,79% pada Maret 2009.

A. PENGANGGURAN

Struktur ketenagakerjaan pada periode Agustus 2009 tidak terlalu berbeda bila dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Dari seluruh penduduk usia 15+, jumlah angkatan kerja tercatat 1.051.130 orang (62,05%) masih lebih banyak dibandingkan dengan jumlah bukan angkatan kerja sebanyak 642.995 orang. Jumlah angkatan kerja ini meningkat tipis sebesar 2,96% (yoy) atau sebanyak 30.178 orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Tabel 6.1.

Penduduk Usia 15 Tahun ke Atas Menurut Kegiatan di Sulawesi Utara

Penduduk 15 Thn ke atas 1,658,299 1,669,313 1,685,502 1,694,125 Angkatan Kerja 1,046,665 1,020,952 1,077,155 1,051,130 Bekerja 917,363 912,198 962,627 940,173 Mencari Kerja 129,302 108,754 114,528 110,957 Bukan Angkatan Kerja 611,634 648,361 608,347 642,995 TPAK 63.12 61.16 63.91 62.05 TPT 12.35 10.65 10.63 10.56

Feb-09

Ags-08 Ags-09

Feb-08

72

Menurut komponen penyusunnya, jumlah penduduk yang bekerja berdasarkan data Agustus 2009 mengalami peningkatan. Tercatat jumlah penduduk yang bekerja berjumlah 940.173 orang, meningkat 3,07% (yoy) atau sebanyak 27.975 orang dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Seiring dengan bertambahnya jumlah penduduk yang bekerja, jumlah orang yang mencari kerja pun mengalami peningkatan yaitu dari 108.754 orang pada Agustus 2008 naik 2,03% (yoy) menjadi 110.957 orang pada Agustus 2009.

Meningkatnya jumlah angkatan kerja selama periode Agustus 2008 – Agustus 2009 mengakibatkan TPAK (Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja) di Provinsi Sulawesi Utara mengalami peningkatan 0,88% (yoy) dari 61,16% pada Agustus 20008 menjadi 62,05% pada Agustus 2009. TPAK sebesar 62,05% tersebut dapat diartikan bahwa sekitar 62 penduduk Provinsi Sulawesi Utara aktif bekerja dan mencari pekerjaan dari sebanyak 100 orang penduduk yang termasuk ke dalam penduduk usia kerja. Sementara itu, TPT (Tingkat Pengangguran Terbuka) pada Agustus 2009 sebesar 10,56%, merupakan angka yang terendah selama sejak Tahun 2006. Hal ini menunjukkan bahwa dari sekitar 100 orang penduduk yang termasuk dalam angkatan kerja hanya 10-11 orang yang menganggur, selebihnya sudah mempunyai perkerjaan.

Penurunan tingkat pengangguran ini terkonfirmasi dari hasil Survey Konsumen yang diselenggarakan di Kota Manado. Dari hasil survey tersebut, konsumen rumah tangga menilai ketersediaan lapangan pekerjaan saat ini masih cukup baik. Sampai dengan Maret 2010, indeks ketersedian lapangan kerja saat ini cukup optimis, tercermin dari level indeks sebesar 123,50 (indeks > 100 optimis) meningkat jauh dibandingkan Maret 2009 lalu yang hanya berada pada level 67 (berada pada

level pesimis). Sumber: Survei Konsumen Kota Manado

20  40  60  80  100  120  140  160  J M M J S N J M 2 009 20 10 Grafik 6.1.

Indeks Ketersediaan Lapangan Kerja Saat Ini di Sulawesi Utara

73 Pertanian 363,771 362,615 386,873 345,595 Pertambangan 14,806 12,804 19,048 18,301 Industri 61,270 43,846 57,094 57,520 Listrik, Gas & Air Bersih 3,223 3,951 4,312 4,048 Konstruksi 56,406 67,121 53,091 68,843 Perdagangan 144,155 163,693 175,012 173,432 Angkutan 136,047 90,561 102,115 93,012 Keuangan 10,127 13,850 14,496 16,546 Jasa 127,558 153,757 150,586 162,876 Total 917,359 912,198 962,633 940,173 Feb-09 Ags-09 Ags-08 Feb-08 37% 2% 6% 0% 7% 19% 10% 2% 17% Pertanian Pertambangan Industri

Listrik, Gas & Air Bersih Konstruksi Perdagangan Angkutan Keuangan Jasa

Komposisi penduduk yang bekerja menurut sektor lapangan pekerjaan utama pada Agustus 2009 relatif tidak banyak mengalami perubahan dibandingkan tahun sebelumnya. Menurut sektor ekonominya, sektor pertanian merupakan sektor yang banyak digeluti oleh tenaga kerja di Sulawesi Utara yaitu sebanyak 345.595 orang (37,76%). Jumlah ini sudah mengalami penurunan jika dibandingkan pada bulan Agustus 2008 lalu yang tercatat 362.615 orang. Secara umum bila dibandingkan dengan kondisi pada Agustus 2008, seluruh sektor selain sektor pertanian, mengalami peningkatan jumlah tenaga kerja. Data tersebut menggambarkan bahwa walaupun sektor pertanian paling banyak digeluti oleh tenaga kerja di Sulawesi Utara, namun pangsanya terus menurun dan mengalami pergeseran terutama ke sektor perdagangan, jasa dan angkutan. Pergeseran ini terjadi terkait berkembang pesatnya sektor perdagangan ritel (PHR) dan jasa sebagai dampak semakin dikenalnya Kota Manado sebagai kota tujuan pariwisata domestik dan dunia. Selain itu, semakin terjangkaunya harga kendaraan bermotor (khususnya roda dua), dengan berbagai macam kemudahan yang ditawarkan kepada calon konsumen/pembelian menyebabkan bisnis/usaha ojek tumbuh pesat. Tak heran beberapa petani beralih profesi menjadi tukang ojek ataupun pedagang.

Tabel 6.2.

Penduduk 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan di Sulawesi Utara

Sumber : BPS Provinsi Sulawesi Utara

Grafik 6.2.

Struktur Tenaga Kerja Menurut Sektor Ekonomi di Sulawesi Utara

74

Tabel 6.3.

Penduduk Usia 15 Tahun ke Atas Yang Bekerja Menurut Status Pekerjaan di Sulawesi Utara

Berusaha Sendiri 328,437 282,696 287,238 286,716 Berusaha Dibantu Buruh Tidak

Tetap - Buruh Tidak Dibayar

148,096

134,423 130,426 129,345

Berusaha Dibantu Buruh Tetap- 27,657 31,026 41,175 42,900 Buruh/Karyawan 246,547 264,692 279,163 284,798 Pekerja Bebas Pertanian 50,688 60,824 64,141 48,003 Pekerja Bebas Non Pertanian 34,629 47,802 39,899 55,056 Pekerja Tak Dibayar 81,309 90,735 120,585 93,355

Total 917,363 912,198 962,627 940,173

Feb-09 Ags-09

Feb-08 Ags-08

Berdasarkan statusnya, mata pencaharian masyarakat Sulawesi Utara didominasi oleh berusaha sendiri sebanyak 286.716 orang (30,50%), dan buruh/karyawan/pegawai sebanyak 284.798 orang (30,29%). Status pekerjaan penduduk yang bekerja terkecil adalah kategori pekerjaan berusaha dibantu buruh tetap – buruh dibayar sebanyak 42.900 orang (4,56%). Status pekerjaan penduduk yang bekerja di daerah perkotaan terbanyak adalah sebagai buruh/karyawan/pegawai sebesar 167.838 orang (45,33%) dan berusaha sendiri sebesar 115.573 orang (31,22%). Sedangkan untuk daerah perdesaan, status pekerjaan penduduk yang bekerja sebagian besar adalah berusaha sendiri yaitu sebesar 171.143 (30,03%) dan buruh/karyawan/pegawai sebesar 116.960 orang (20,52%).

Grafik 6.3.

Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja (TPAK) di Sulawesi Utara

Grafik 6.4.

Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Sulawesi Utara dan Nasional

Sumber: BPS Provinsi Sulawesi Utara, diolah Sumber: BPS Provinsi Sulawesi Utara, diolah 65,60  61,97  63,12  61,16  63,91  62,05  58 59 60 61 62 63 64 65 66

Feb‐07 Agt‐07 Feb‐08 Ags‐08 Feb‐09 Aug‐09

TPAK Sulut (%) 13,00  12,35  12,35  10,65  10,63  10,56  9,75  9,11  8,46  8,39  8,14  7,87  10  15  Feb‐ 07 Agt‐ 07 Feb‐ 08 Ags‐ 08 Feb‐ 09 Aug‐ 09 TPT Nasional (persen) TPT Sulut (persen) Sumber : BPS Provinsi Sulawesi Utara

75

Dalam dokumen KAJIAN EKONOMI REGIONAL (Halaman 72-76)