BAB III. AKIBAT HUKUM TERJADI WANPRESTASI BAGI PIHAK TRANSAKSI DI PASAR MODAL DALAM SISTEM JATS, Bab ini
PELAKSANAAN ITIKAD BAIK DALAM PRAKTEK SISTEM PERDAGANGAN EFEK
B. Penyelesaian Wanprestasi di Pasar Modal Dalam Sistem JATS 1. Alternatif penyelesaian sengketa
2. Badan Arbitrase Pasar Modal Indonesia (BAPMI)
Penyelesaian sengketa Pasar Modal Indonesia di luar jalur litigasi dapat ditempuh melalui Badan Arbitrase Pasar Modal Indonesia (BAPMI). BAPMI
memberikan jasa penyelesaian sengketa apabila diminta para pihak yang bersengketa melalui mekanisme penyelesaian di luar pengadilan (non-litigasi). BAPMI didirikan oleh lembaga SRO (BEJ dan BES, PT KPEI, PT KSEI), dan asosiasi-asosiasi di lingkungan Pasar Modal Indonesia pada 9 Agustus 2001 berdasarkan Akta Pendirian Nomor 15 yang dibuat Notaris Fathiah Helmy SH, dan telah memperoleh pengesahan selaku Badan Hukum dari Menteri Hukum dan HAM pada 29 Agustus 2002.
Persengketaan yang bisa diselesaikan oleh BAPMI harus memenuhi syarat berikut ini :62
1. Hanyalah persengketaan perdata yang timbul di antara para pihak sehubungan dengan kegiatan di bidang pasar modal.
2. Terdapat kesepakatan di antara para pihak yang bersengketa bahwa persengketaan akan diselesaikan melalui BAPMI.
3. Ada permohonan tertulis dari pihak yang bersengketa kepada BAPMI.
4. Persengketaan tersebut bukan merupakan perkara pidana dan administrasi, seperti manipulasi pasar, insider trading, dan pembekuan/penabutan izin usaha.
BAPMI menawarkan tiga jenis penyelesaian sengketa di luar pengadilan yang dapat dipilih para pihak yang bersengketa, yaitu pendapat mengikat, mediasi, dan arbitrase. Di dalam menjalankan fungsinya sebagai lembaga alternatif penyelesaian sengketa, BAPMI menjamin netralitas dan
62
independensinya. Hal ini dapat dilihat bahwa tidak seorang pun diperkenankan oleh BAPMI untuk bertindak sebagai arbiter/mediator atas suatu persengketaan apabila yang bersengkutan mempunyai hubungan afiliasi atau benturan kepentingan dengan kasus yang ditangani atau dengan salah satu pihak yang bersengketa. Jika hubungan afiliasi atau benturan kepentingan baru diketahui kemudian, arbter/mediator itu akan diganti dengan orang lain yang lebih netral dan independen.
a. Pendapat Mengikat oleh BAPMI
BAPMI dapat memberikan jasa layanan berupa pemberian “pendapat mengikat”. BAPMI memberikan pendapat mengikat secara tertulis dan ditandatangani oleh Ketua BAPMI selambat-lambatnya dalam waktu 3 hari kerja setelah dimulainya pemeriksaan. Pendapat mengikat disampaikan kepada semua pihak yang mengalami beda pendapat melalui surat tercatat, tidak dalam suatu forum pertemuan.
Pendapat mengikat yang diberikan oleh BAPMI bersifat final dan mengikat para pihak yang memintanya, tidak dapat diajukan perlawanan atau bantahan. Pendapat mengikat itu harus segera dilaksanakan dalam waktu 30 hari sejak diterbitkan. Setiap tindakan yang bertentangan dengan pendapat mengikat merupakan pelanggaran perjanjian. Jika pendapat mengikat tidak dilaksanakan, maka : 63
1. Tindakan tersebut dianggap sebagai pelanggaran perjanjian.
63
2. Pihak yang berkepintangan dapat menyampaikan pengaduan kepada pengurus dari asosiasi/organisasi tempat ia menjadi anggota.
3. Asosiasi/organisasi tempat pihak yang berkepentingan menjadi anggota dapat menyampaikan pengaduan kepada Badan Pengawas Pasar modal.
4. Asosiasi/organisasi dimana pihak yang tidak bersedia melaksanakan akta perdamaian menjadi anggota.
b. Mediasi oleh BAPMI
BAPMI juga menyediakan jasa layanan berupa mediasi. Mediasi oleh BAPMI adalah cara penyelesaian masalah melalui perundingan diantara para pihak yang bersengketa dengan bantuan pihak ketiga yang netral dan independen yang disebut mediator. Mediator tidak memberikan keputusan atas masalah, ia hanya fasilitator pertemuan guna membantu masing-masing pihak memahami perspektif, posisi, dan kepentingan pihak lain sehubungan dengan permasalahan yang sedang dihadapi dan bersama-sama mencari solusi penyelesaiannya. Tujuan mediasi adalah dicapainya perdamaian di antara para pihak yang bermasalah.
Mediasi dapat digunakan kapan saja pada setiap tahapan penyelesaian sengketa, yakni pada saat:64
1. Setelah musyawarah mufakat mengalami kegagalan.
2. Di tengah-tengah proses arbitrase.
64
3. Sebelum hakim pengadilan memulai sidang pemeriksaan perkara-Peraturan Mahkamah Agung No.2 Tahun 2003 mengatur bahwa pada siding pertama yang dihadiri oleh para pihak, hakim mewajibkan para pihak terlebih dahulu menempuh mediasi (court-annexed mediation).
Ada beberapa alasan mengapa para pihak memilih mediasi BAPMI untuk menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya di antaranya:65
1. Para pihak masih yakin akan dapat menyelesaikan permasalahan yang dihadapinya berdasarkan kesepakatan win-win solution di antara mereka.
2. Para pihak masih ingin berhubungan pada saat ini dan pada masa mendatang.
3. Para pihak menginginkan solusi yang lebih mempertimbangkan kepentingan jangka panjang (interest based procedure/approach0 daripada benar-salah menurut hukum (right based procedure/approach).
4. Para pihak ingin mendapatkan jaminan bahwa orang yang akan memfasilitasi perundingan (mediator) benar-benar memahami pasar modal dan mempunyai keahlian bermediasi.
5. Para pihak ingin menyelesaikan permasalahan dengan cara yang lebih mudah, lebih cepat, dan lebih efisien.
65
6. Para pihak ingin menyelesaikan permasalahan melalui forum yang tertutup untuk umum.
Permasalahan yang diajukan kepada Mediasi BAPMI harus memenuhi empat unsur berikut ini:66
1. Hanyalah permasalahan perdata yang timbul di antara para pihak sehubungan dengan kegiatan di bidang pasar modal.
2. Terdapat kesepakatan di antara para pihak bahwa permasalahan akan diselesaikan melalui Mediasi BAPMI.
3. Terdapat permohonan tertulis dari para pihak kepada BAPMI.
4. Permasalahan tersebut bukan merupakan perkara pidana dan administrasi, seperti manipulasi pasar, insider trading, dan pembekuan/pencabutan izin usaha.
c. Arbitrase oleh BAPMI
Layanan BAPMI yang ketiga adalah arbitrase. Arbitrase BAPMI adalah cara penyelesaian sengketa dengan cara menyerahkan kewenangan kepada pihak ketiga yang netral dan independen yaitu arbiter untuk memeriksa dan mngadili perkara pada tingkat pertama dan terakhir. Keputusan yang dijatuhkan arbiter bersifat final dan mengikat para pihak dan tidak dapat diajukan banding. Arbitrase BAPMI mirip dengan pengadilan, arbiter layaknya hakim. Berikut ini perbedaannya:67 66 Ibid, hal. 326. 67 Ibid, hal. 327
1. Arbitrase merupakan pilihan dan kesepakatan para pihak yang bersengketa. Proses arbitrase baru dapat dilaksanakan setelah ada permohonan dari pihak yang bersengketa kepada BAPMI.
2. Para pihak berhak menentukan apakah arbiter akan berjumlah satu (arbiter tunggal) atau lebih (majelis arbitrase).
3. Para pihak bebas menentukan tempat arbitrase.
4. Para pihak berhak memilih arbiter.
5. Arbiter dipilih berdasarkan keahliannya.
6. Proses persidangan dilangsungkan menurut peraturan BAPMI.
7. Persidangan arbitrase berlangsung tertutup untuk umum.
8. Putusan arbitrase tidak mengenal preseden atau yurisprudensi.
9. Arbiter dapat mengambil keputusan atas dasar keadilan dan kepatutan (ex aquo et bono), tidak semata-mata atas dasar ketentuan hukum.
10.Putusan arbitrase tidak dapat diajukan banding.
Berikut ini beberapa alasan para pihak yang bersengketa memilih arbitrase BAPMI :68
1. Para pihak yang bersengketa sudah tidak dapat lagi melanjutkan perundingan.
68
2. Para pihak yang bersengketa meghendaki cara penyelesaian yang lebih mempertimbangkan benar-salah menurut hukum (right based procedure/approach).
3. Para pihak yang bersengketa menginginkan putusan yang final dan mengikat, tetapi tidak ingin menempuh jalur litigasi karena akan memakan waktu yang lama dan biaya yang besar.
4. Para pihak yang bersengketa menghendaki cara yang lebih mudah, lebih cepat, dan lebih efisien.
5. Para pihak yang bersengketa ingin mendapatkan jaminan bahwa orang yang akan memberikan putusan atas sengketa (arbiter) benar-benar memahami pasar modal dan mempunyai keahlian berarbitrase.
6. Para pihak yang bersengketa ingin menyelesaikan sengketa melalui forum yang tertutup untuk umum.
Persengketaan yang diajukan kepada arbitrase BAPMI harus memenuhi empat unsur berikut ini:69
1. Hanyalah persengketaan perdata yang timbul di antara para pihak sehubungan dengan kegiatan di bidang pasar modal.
2. Terdapat kesepakatan di antara para pihak yang bersengketa bahwa persengketaanakan diselesaikan melalui arbitrase BAPMI.
69
3. Ada permohonan tertulis dari salah satu pihak yang bersengketa kepada BAPMI.
4. Persengketaan tersebut bukan merupakan perkara pidana dan administrasi, seperti manipulasi pasar, insider trading, dan pembekuan/pencabutan izin usaha.
C. Tindakan Hukum yang ditempuh oleh Investor Sebagai Pihak yang