• Tidak ada hasil yang ditemukan

Bagaimana peran pria dan wanita saling melengkapi

dalam keluarga?

Berdasarkan rancangan ilahi, Bapa Surgawi memberi pria dan wanita karunia dan kemampuan berbeda untuk menolong mereka memenuhi peran yang sa-ling melengkapi sebagai suami dan istri. “Jenis kelamin merupakan ciri mutlak dari identitas dan tujuan prafana, fana, dan kekal setiap orang. … Para ayah ha-rus memimpin keluarga mereka dalam kasih dan kebenaran serta bertanggung jawab untuk menyediakan kebutuhan hidup dan perlindungan bagi keluarga mereka. Para ibu terutama bertanggung jawab bagi pengasuhan anak-anak me-reka. Dalam tanggung jawab kudus ini, para ayah dan ibu berkewajiban untuk saling membantu sebagai pasangan yang setara” (“Keluarga: Maklumat kepada Dunia,” Ensign atau Liahona, November 2010, 129).

Persiapkan diri Anda secara rohani

Dengan doa yang sungguh-sungguh telaahlah tulisan suci dan sumber-sumber ini. Tulisan suci dan ceramah apakah yang akan menolong remaja putri memahami peran saling melengkapi dari suami dan istri?

Amsal 22:6; A&P 68:25; 121:41–43; Musa 5:1; (Tanggung jawab orang tua) Alma 53:21; 56:47–48 (Para serdadu teruna diajar oleh ibu mereka)

A&P 25 (Nasihat kepada emma Smith tentang mendukung suaminya) “Keluarga: Maklumat kepada Dunia,”

Ensign atau Liahona, November

2010, 129

M. Russell Ballard, “The Sacred Res-ponsibility of Parenthood,” Ensign, Maret 2006, 26–33

Julie B. Beck, “Ibu yang Mengetahui,”

Ensign atau Liahona, November 2007,

76–78

Video: “The Women in Our Lives [Para Wanita dalam Kehidupan Kami]”

Nilai Pribadi nilai pengalaman 4,

Kemajuan Pribadi (2009), 31

Membagikan pengalaman

Di awal setiap pelajaran, undanglah remaja putri untuk membagikan, mengajarkan, dan bersaksi mengenai pengalaman yang telah mereka miliki dalam menerapkan apa

Teladan-teladan apakah yang pernah Anda lihat dari ibu dan ayah yang telah saling melengkapi dalam peran mereka? Ba-gaimana pengetahuan tentang peran kekal ini telah memengaruhi kelu-arga Anda?

Bagaimana Anda dapat menolong remaja putri memahami peran ilahi me-reka sebagai calon ibu? Apa yang dapat mereka lakukan sekarang untuk mempersiapkan diri bagi peran itu?

yang mereka pelajari dalam pelajaran minggu sebelumnya. Ini akan mendorong kein-safan pribadi dan membantu remaja putri melihat relevansi Injil dalam kehidupan me-reka sehari-hari.

Memperkenalkan ajaran

Pilihlah dari gagasan-gagasan ini atau pikirkan gagasan Anda sendiri untuk memper-kenalkan pelajaran minggu ini:

• Bagikan dengan remaja putri judul pelajaran ini. Mengapa mereka pikir ini adalah sebuah topik penting untuk dibahas?

• Bawalah dua benda yang diguna-kan bersama untuk mencapai gol ber-sama (seperti pensil dan kertas atau palu dan paku). Undanglah remaja putri untuk menjelaskan perbedaan

antara kedua benda tersebut dan ba-gaimana keduanya digunakan ber-sama. Jelaskan bahwa pria dan wanita diberikan tanggung jawab yang ber-beda yang saling melengkapi untuk mendatangkan tujuan Allah. Undang-lah remaja putri untuk menguraikan beberapa cara pria dan wanita saling melengkapi.

Belajar bersama

Setiap kegiatan di bawah ini dapat menolong remaja putri belajar tentang peran saling melengkapi dari pria dan wanita dalam keluarga. Dengan mengikuti bimbingan Roh, pilihlah satu atau lebih yang akan paling sesuai dengan kelas Anda:

• Mintalah remaja putri untuk me-nyelidiki “Keluarga: Maklumat ke-pada Dunia” dan menemukan apa yang maklumat ini ajarkan tentang je-nis kelamin dan peran ilahi dari ayah dan ibu. Bagaimana ini berbeda dari apa yang dunia ajarkan? Undanglah mereka untuk berbagi cara-cara su-ami dan istri saling melengkapi da-lam peran ini. Tanyakan remaja putri mengapa mereka rasa itu penting bagi mereka untuk memahami ini. • Secara singkat bahaslah peran ibu dalam cerita 2000 serdadu teruna (li-hat Alma 53:21; 56:47–48). Bagilah ceramah “Ibu yang Mengetahui” menjadi bagian-bagian berdasarkan judulnya, dan tugaskan setiap remaja

putri satu bagian. Tuliskan judulnya di papan tulis, dan undanglah setiap remaja putri untuk menulis di papan tulis sebuah uraian singkat tentang apa yang bagiannya ajarkan. Bagai-mana peran ini melengkapi peran ayah? Undanglah remaja puri untuk berbagi bagaimana kehidupan me-reka telah dipengaruhi oleh ibu dan ayah yang bekerja bersama.

• Identifikasikan beberapa tulisan suci yang mengajarkan tanggung jawab orang tua, seperti yang dirujuk dalam pelajaran ini, dan bagilah itu di antara remaja putri. Undanglah tiap remaja putri untuk berbagi tulisan sucinya dan uraikan tanggung jawab yang di-sebutkannya. Undanglah mereka

Kiat mengajar

“Roh Kudus mungkin da-pat mendorong satu atau lebih diantara mereka yang Anda ajar untuk membagikan wawasan yang perlu didengar orang lain. Bukalah hati Anda untuk dorongan yang Anda terima untuk me-manggil orang-orang ter-tentu. Anda bahkan mungkin terkesan untuk meminta seseorang yang dengan sukarela belum mengungkapkan pendapat mereka” (Mengajar, Tiada

Pemanggilan yang Lebih Mulia [1999], 63).

Mengajar dengan cara Juruselamat

Juruselamat memercayai, mempersiapkan, dan memberi tanggung jawab penting kepada mereka yang Dia ajar. Bagaimana Anda dapat menolong re-maja putri yang Anda ajar merasakan kepercayaan Anda kepada mereka se-waktu mereka mempersi-apkan diri untuk tanggung jawab penting mereka se-bagai calon istri dan ibu? untuk berbagi bagaimana suami dan

istri saling melengkapi dalam meme-nuhi tanggung jawab ini dan teladan yang telah mereka lihat dari orang tua yang memenuhi peran yang saling melengkapi.

• Mintalah remaja putri untuk memi-kirkan makna kata dualitas sewaktu mereka menyaksikan video “The Wo-men in Our Lives [Para Wanita dalam Kehidupan Kami]” Mintalah remaja putri untuk mendaftarkan cara-cara mereka dapat menjadi seorang “peno-long” bagi suami mereka di masa de-pan (lihat Kejadian 2:18). Mintalah remaja putri untuk mengerjakan se-cara individu atau sebagai kelas nilai pengalaman Nilai Pribadi 4 dalam Kemajuan Pribadi dan untuk menulis dalam jurnal mereka perasaan mereka tentang peran mereka sebagai seorang

istri yang melengkapi suaminya di masa depan.

• Ajaklah remaja putri untuk mem-baca Ajaran dan Perjanjian 25 dan te-mukan hal-hal yang emma Smith diminta untuk lakukan untuk men-dukung suaminya dan hal-hal yang Tuhan katakan suaminya akan laku-kan untuk mendukung dan member-katinya. Teladan-teladan apakah yang dapat Anda atau remaja putri bagikan tentang orang-orang yang mengikuti nasihat ini dalam perni-kahan mereka? Doronglah remaja putri untuk menulis tentang jenis hubungan pernikahan yang mereka ingin miliki suatu hari nanti dan apa yang dapat mereka lakukan sekarang untuk mempersiapkan diri. Undang-lah beberapa dari mereka untuk ber-bagi apa yang mereka tulis.

Mintalah remaja putri untuk membagikan apa yang mereka pelajari hari ini. Apakah mereka memahami peran saling melengkapi dari pria dan wanita dalam keluarga? Pe-rasaan atau kesan apakah yang mereka miliki? Apakah mereka memiliki pertanyaan tambahan apa pun? Apakah akan bermanfaat untuk meluangkan lebih banyak waktu tentang topik ini?

Jalankan apa yang sedang kita pelajari

Undanglah remaja putri untuk mempertimbangkan bagaimana mereka akan hidup ber-dasarkan apa yang telah mereka pelajari hari ini. Misalnya, mereka dapat:

• Berterima kasih kepada ibu dan ayah mereka untuk cara-cara spesifik mereka telah diberkati karena orang tua mereka memenuhi peran ilahi mereka.

• Memilih sebuah ungkapan dari “Keluarga: Maklumat kepada Dunia”

yang akan mengingatkan mereka akan peran ilahi mereka sebagai ibu. • Menuntaskan yang berikut dalam

Kemajuan Pribadi: Iman nilai

laman 2, Kodrat Ilahi nilai penga-laman 2, Nilai Pribadi nilai pengalaman 4

Bagikan kepada remaja putri apa yang akan mereka telaah minggu depan. Apa yang dapat mereka lakukan untuk mempersiapkan diri untuk belajar? Misalnya, mereka da-pat membaca sebuah ceramah, menyaksikan video, atau menelaah tulisan suci yang berkaitan dengan pelajaran minggu depan.

Sumber-Sumber Pilihan

Kutipan dari Julie B. Beck, “Ibu yang Mengetahui,” ensign atau Liahona, November 2007, 76–78 Ibu yang Mengetahui Menghormati Tata Cara dan Perjanjian Sakral

Ibu yang mengetahui menghormati tata cara-tata cara dan perjanjian-perjanjian sakral. Saya telah menghadiri pertemuan sakramen di beberapa tem-pat termiskin di bumi dimana para ibu telah berpa-kaian dengan kecermatan besar dalam paberpa-kaian hari Minggu terbaik mereka meskipun berjalan bermil-mil jauhnya di jalanan berdebu dan menggunakan transportasi umum yang bobrok. Mereka membawa para putrinya dalam pakaian yang bersih dan di-setrika dengan rambut disisir rapi; para putra me-reka mengenakan kemeja putih serta dasi dan potongan rambut seperti misionaris. Para ibu ini mengetahui bahwa mereka akan pergi ke perte-muan sakramen dimana perjanjian-perjanjian diper-barui. Para ibu ini telah membuat dan menghormati perjanjian-perjanjian bait suci. Mereka tahu bahwa jika mereka tidak mengarahkan anak-anak mereka ke bait suci, mereka tidak mengarahkan mereka ter-hadap gol-gol kekal yang diinginkan. Para ibu ini memiliki pengaruh dan kuasa.

Ibu yang Mengetahui Adalah Pemelihara

Ibu yang mengetahui adalah pemelihara. Inilah tu-gas dan peran khusus mereka menurut rencana ke-bahagiaan [lihat “Keluarga: Maklumat kepada Dunia”]. Memelihara berarti memupuk, merawat, dan menjadikan tumbuh. Oleh karena itu, ibu yang mengetahui menciptakan suasana untuk pertum-buhan rohani dan jasmani di rumah mereka. Kata lain untuk memelihara adalah kerumahtanggaan. Ke-rumahtanggaan mencakup memasak, mencuci pa-kaian dan peralatan dapur, serta memelihara ketertiban rumah. Rumah adalah tempat para wa-nita memiliki paling banyak kuasa dan pengaruh;

oleh karena itu, para wanita Orang Suci Zaman Akhir hendaknya menjadi ibu rumah tangga terbaik di dunia. Bekerja berdampingan dengan anak-anak dalam tugas-tugas kerumahtanggaan menciptakan kesempatan untuk mengajar dan meneladankan si-fat-sifat yang hendaknya anak-anak tiru. Ibu yang memelihara memiliki pengetahuan, namun semua pendidikan yang para wanita capai tidak akan ber-guna bagi mereka jika mereka tidak memiliki kete-rampilan menjadikan rumah yang menciptakan suasana bagi pertumbuhan rohani. Pertumbuhan terjadi paling baik dalam “rumah ketertiban,” dan wanita hendaknya mempolakan rumah mereka me-nurut rumah Tuhan (lihat A&P 109). Memelihara memerlukan organisasi, kesabaran, kasih, dan kerja. Membantu pertumbuhan yang terjadi melalui me-melihara adalah benar-benar sebuah peran yang sa-ngat kuat dan berpengaruh yang dianugerahkan kepada para wanita.

Ibu yang Mengetahui Adalah Pemimpin

Ibu yang mengetahui adalah pemimpin. Dalam hu-bungan yang setara dengan suami mereka, mereka memimpin sebuah organisasi yang besar dan ke-kal. Para ibu ini merencanakan masa depan bagi organisasi mereka. Mereka merencanakan misi, pernikahan bait suci, dan pendidikan. Mereka merencanakan doa, penelaahan tulisan suci, dan malam keluarga. Para ibu yang mengetahui mem-bangun anak-anak mereka menjadi pemimpin masa depan dan teladan utama sebagaimana pe-mimpin yang seharusnya. Mereka tidak mening-galkan rencana mereka dengan menyerah pada tekanan sosial dan cara-cara duniawi dalam peran sebagai orang tua. Para ibu bijaksana ini yang me-ngetahui, selektif akan kegiatan-kegiatan dan ke-terlibatan mereka untuk menghemat keterbatasan kekuatan mereka untuk memaksimalkan pengaruh mereka yang paling berarti.

Sumber-Sumber Pilihan

Ibu yang Mengetahui Adalah Guru

Ibu yang mengetahui senantiasa adalah guru. Ka-rena mereka bukan pengasuh anak, mereka tidak pernah libur. Seorang teman yang terdidik memberi tahu saya bahwa dia tidak mempelajari apa pun di Gereja yang dia belum pernah pelajari di rumah. Orang tuanya menggunakan penelaahan tulisan

suci, doa, malam keluarga, saat makan, dan pe-ngumpulan lainnya untuk mengajar. Pikirkan ten-tang kuasa dari laskar misionaris masa depan kita seandainya para ibu mempertimbangkan rumah mereka sebagai pra–Pusat Pelatihan Misionaris. Maka ajaran-ajaran Injil yang diajarkan di PPM akan menjadi sebuah ulasan dan bukan wahyu. Itulah pengaruh; itulah kuasa.

AGUSTUS: PeRNIKAHAN DAN KeLUARGA

Bagaimana saya dapat