BAB IV HASIL DAN PEMBAHASAN
A. BAGAN PENANGKAP IKAN
Bagan merupakan suatu alat penangkapan ikan yang menggunakan atraktor cahaya buatan (lampu). Nelayan banyak menggunakan bagan sebagai alat penangkap ikan. Dalam proses penangkapan ikan dengan bagan, atraktor cahaya yang digunakan bertujuan untuk mengumpulkan ikan yang memiliki sifat fototaksis positif. Ikan yang bersifat fototaksis positif akan berkumpul didaerah lampu sehingga memudahkan nelayan dalam menangkap ikan[1].
1. Jenis-jenis bagan a. Bagan Tancap
Bagan tancap merupakan rangakaian atau susunan bambu berbentuk persegi empat yang ditancapkan sehingga berdiri kokoh diatas perairan, dimana pada tengah bangunan tersebut dipasang jarring.
b. Bagan Rakit
Jenis bagan ini sangat sederhana dan biasanya digunakan oleh nelayan khususnya disungai atau di muara-muara sungai yaitu bagan rakit. Bagan ini terbuat dari bambu, dimana operasinya berpindah-pindah. c. Bagan Perahu (Bagan Rambo)
Bagan ini sering disebut dengan bagan perahu listrik. Ukurannya bervariasi dengan panjang total 45 m dan lebar 45 m, berbentuk persegi empat bujur sangkar dengan ukuran mata jarring 0,5 cm dan bahannya terbuat dari waring.
2. Teknik Operasi Penangkapan
Pada saat nelayan tiba di bagan maka yang pertama kali dilakukan adalah menurunkan jaring dan memasang lampu yaitu pada saat bulan gelap. Setelah beberapa jam kemudian (sekitar 4 jam) atau dianggap sudah banyak ikan yang berkumpul dibawah bagan maka penarikan jaring mulai dilakukan. Penarikan dilakukan dengan memutar roller, sehingga jarring akan terangkat ke atas. Setelah jaring terangkat maka penagambilan hasil tangkapan dilakukan dengan menggunkan scoop net. Demikian seterusnya, jika operasi peanangkapan ingin dilanjutkan kembali, maka jaring diturunkan keperairan seperti semula[2].
B. Motor DC
Motor arus searah atau motor dc adalah mesin yang merubah energi arus searah menjadi energi mekanis yang berupa putaran. Hampir pada semua prinsip pengoperasianya motor arus searah sangat identik dengan generator arus searah. Berdasarkan fisiknya motor arus searah secara umum terdiri atas bagian yang diam dan bagian yang berputar. Pada bagian yang diam (stator) merupakan tempat di letakkan kumparan medan yang berfungsi untuk menghasilkan fluks magnet sedangkan bagian yang berputar (rotor) ditempati oleh rangkaian jangkar seperti kumparan jangkar, komutator dan sikat. Motor arus searah bekerja berdasarkan prinsip interaksi antara dua fluks magnetik. Dimana kumparan medan akan menghasilkan fluksi magnet yang arahnya dari kutub utara menuju kutub selatan dan kumparan jangkar akan menghasilkan fluksi magnet ini menimbulkan suatu gaya.
Penggunaan motor arus searah ini akhir – akhir ini mengalami banyak perkembangan, khususnya pemakaianya sebagai motor penggerak. Motor arus searah digunakan secara luas pada berbagai motor penggerak dan pengangkutan dengan kecepatan yang bervariasi yang membutuhkan respon dinamis dan keadaan steady-state. Motor arus searah mempunyai pengaturan yang sangat mudah dilakukan dalam berbagai kecepatan dan beban yang bervariasi, itu sebabnya digunakan pada aplikasi tersebut. Pengaturan kecepatan pada motor arus searah dapat dilakukan dengan memperbesar atau memperkecil arus yang mengalir pada jangkar menggunakan sebuah tahanan.
Gambar 2.2 pengaruh penempatan konduktor
Setiap konduktor yang mengalir arus mempunyai medan magnet disekelilingnya. Kuat medan magnet yang timbul tergantung arus yang mengalir dalam konduktor. Pada gambar 2.2 (a) menunjukkan sebuah medan magnet seragam yang dihasilkan oleh kutub–kutub magnet utara dan selatan yang arahnya dari kutub utara menuju kutub selatan. Sedangkan pada Gambar 2.2 (b) menggambarkan sebuah konduktor yang dialiri arus searah dan menghasilkan medan magnet ( garis – garis gaya fluksi ) disekelilingnya.
Jika konduktor yang dialiri arus tersebut ditempatkan di dalam medan magnet seragam, maka interaksi kedua medan akan menimbulkan medan yang tidak seragam seperti yang ditunjukkan pada gambar 2.2 (c), sehingga kerapatan fluksi akan bertambah besar di atas sebelah kanan konduktor ( dekat kutub selatan ) dan di bawah sebelah kiri konduktor ( dekat kutub utara ) sedangkan kerapatan fluksi menjadi berkurang diatas sebelah kiri konduktor dan di bawah sebelah kanan
konduktor. Kerapatan fluksi yang tidak seragam ini menyebabkan konduktor di sebelah kiri akan mengalami gaya ke atas, sedangkan konduktor di sebelah kanan akan mengalami gaya ke bawah.kedua gaya tersebut akan menghasilkan torsi yang memutar jangkar dengan arah putaran searah putaran jarum jam.
Gambar 2.3 prinsip kerja motor dc
Gambar 2.3 merupakan gambaran dari prinsip kerja motor dc. Berdasarkan gambar diatas kedua kutub stator dibelitkan dengan konduktor – konduktor sehingga membentuk kumparan yang dinamakan kumparan stator atau kumparan medan. Misalkan kumparan medan tersebut dihubungkan dengan satu sumber tegangan, maka pada kumparan medan itu akan mengaliri arus medan. (If).
Kumparan medan yang dialiri arus ini akan menimbulkan fluksi utama yang dinamakan fluksi stator. Fluksi ini merupakan medan magnet yang arahnya dari kutub utara menuju kutub selatan ( hal ini dapat dilihat dengan adanya garis –
garis fluksi ). Apabila pada kumparan jangkar mengaliri arus yakni arus jangkar, maka dari hukum Lorenzt kita ketahui bahwa apabila sebuah konduktor yang dialiri arus ditempatkan pada sebuah medan magnet maka pada konduktor tersebut akan timbul gaya, maka demikian pula pada kumparan jangkar. Besarnya gaya ini
bergantung dari besarnya arus yang mengalir pada kumparan jangkar (Ia), kerapatan fluksi (B) dari kedua kutub dan panjang jangkar (I) . semakin besar fluksi yang terimbas pada kumparan jangkar maka arus yang mengalir pada kumparan jangkar juga besar, dengan demikian gaya yang terjadi pada konduktor juga semakin besar.
Bila kumparan dari motor berputar dalam medan magnet dan memotong fluksi utama maka sesuai dengan hukum induksi elektromagnetis maka pada kumparan jangkar akan timbul gaya gerak listrik (ggl) induksi yang arahnya sesuai dengan kaidah tangan kanan, dimana arahnya berlawanan dengan tegangan yang diberikan kepada jangkar atau tegangan terminal (Zulhal, 1998).
Karakteristik yang dimiliki suatu motor dc dapat digambarkan melalui kurva daya dan kurva torsi/kecepatanya, dari kurva tersebut dapat dianalisa batasan –batasan kerja dari motor serta daerah kerja optimum dari motor tersebut.
Dari gambar 2.4 di atas terlihat hubungan antara torsi berbanding terbalik dengan kecepatan suatu motor dc tertentu. Dari grafik terlihat bahwa torsi berbanding terbalik dengan kata lain terdapat trade off antara besar torsi yang dihasilkan motor dengan kecepatan putaran motor. Dua karakteristik penting terlihat dari grafik yaitu :
1. stall torque, menunjukkan titik pada grafik dimana torsi maksimum tetapi tidak ada putaran pada motor.
2. No lood speed, menunjukkan titik pada grafik di mana terjadi kecepatan putar maksimum tetapi tidak ada beban pada motor.
Analisa terhadap grafik dilakukan dengan menghubungkan kedua titik tersebut dengan sebuah garis, dimana persamaan garis tersebut dapat ditulis di dalam fungsi torsi atau kecepatan sudut.
Torsi adalah ukuran kemampuan mesin untuk melakukan kerja, jadi torsi adalah suatu energi. Besaran torsi adalah besaran turunan yang biasa digunakan untuk menghitung energi yang dihasilkan dari benda yang berputar pada porosnya. Adapun perumusan dari torsi adalah sebagai berikut. Apabila suatu benda berputar dan mempunyai besar gaya sentrifugal sebesar F, benda berputar pada porosnya dengan jari-jari sebesar b, dengan data tersebut torsinya adalah:
T = F x d (N.m) dimana:
T = Torsi benda berputar (N.m)
F = adalah gaya sentrifugal dari benda yang berputar (N) d = adalah jarak benda ke pusat rotasi (m)
Karena adanya torsi inilah yang menyebabkan benda berputar terhadap porosnya, dan benda akan berhenti apabila ada usaha melawan torsi dengan besar sama dengan arah yang berlawanan.
Gambar 2.5 motor dengan beban
Pada motor bakar untuk mengetahui daya poros harus diketahui dulu torsinya. Pengukuran torsi pada poros motor bakar menggunakan alat yang dinamakan Dinamometer. Prinsip kerja dari alat ini adalah dengan memberi beban yang berlawanan terhadap arah putaran sampai putaran mendekati 0 rpm, Beban ini nilainya adalah sama dengan torsi poros. Dapat dilihat dari gambar diatas adalah prinsip dasar dari dinamometer. Dari gambar diatas dapat dilihat pengukuran torsi pada poros ( rotor) dengan prinsip pengereman dengan stator yang dikenai beban sebesar w. Mesin dinyalakan kemudian pada poros disambungkan dengan dinamometer. Untuk megukur torsi mesin pada poros
mesin diberi rem yang disambungkan dengan w pengereman atau pembebanan. Pembebanan diteruskan sampai poros mesin hampir berhenti berputar. Beban maksimum yang terbaca adalah gaya pengereman yang besarnya sama dengan gaya putar poros mesin F. Dari definisi disebutkan bahwa perkalian antara gaya dengan jaraknnya adalah sebuah torsi, dengan difinisi tersebut Tosi pada poros dapat diketahui dengan rumus:
T = w x b (Nm) dengan
T = adalah torsi mesin (Nm) w = adalah beban (N)
b= adalah jarak pembebanan dengan pusat perputaran (m)
Ingat w (beban/berat) disini kita bedakan dengan massa (m), kalau massa satuan
kg, adapun beban disini adalah gaya berat dengan satuan N yang diturunkan dari
W=mg
Pada mesin sebenarnya pembebanan adalah komponen-komponen mesin sendiri yaitu asesoris mesin ( pompa air, pompa pelumas, kipas radiator), generator listrik (pengisian aki, listrik penerangan, penyalan busi), gesekan mesin dan komponen lainnya.
Dari perhitungan torsi diatas dapat diketahui jumlah energi yang dihasikan mesin pada poros. Jumlah energi yang dihasikan mesin setiap waktunya adalah yang disebut dengan daya mesin. Kalau energi yang diukur pada poros mesin dayanya disebut daya poros.
Daya Mesin (Power)
Sedangkan power yang dihitung dengan satuan Kw (Kilo watts) atau Horse Power (HP) mempunyai hubungan erat dengan torque. Power dirumuskan sbb :
Power = torque x angular speed.
Rumus diatas adalah rumus dasarnya, pada engine maka rumusnya menjadi : Power = torque x 2 phi x rotational speed (RPM).
Untuk mengukur Power (KW) adalah sbb :
6000 dapat diartikan adalah 1 menit = 60 detik, dan untuk mendapatkan kw = 1000 watt.
sedangkan untuk mengukur Power (HP) adalah sbb :
Power (HP) = torque (lbs. ft) x rotational speed (RPM) / 5252
Pada motor bakar, daya dihasilkan dari proses pembakaran didalam silinder dan biasanya disebut dengan daya indiaktor. Daya tersebut dikenakan pada torak yang bekerja bolak balik didalam silinder mesin. Jadi didalam silinder mesin, terjadi perubahan energi dari energi kimia bahan bakar dengan proses pembakaran menjadi energi mekanik pada torak. Daya indikator adalah merupakan sumber tenaga persatuan waktu operasi mesin untuk mengatasi semua beban mesin. Mesin selama bekerja mempunyai komponen-komponen yang saling berkaitan satu dengan lainnya membentuk kesatuan yang kompak.
Komponen-komponen mesin juga merupakan beban yang harus diatasi daya indikator. Sebagai contoh pompa air untuk sistim pendingin, pompa pelumas untuk sistem pelumasan, kipas radiator, dan lain lain, komponen ini biasa disebut asesoris mesin. Asesoris ini dianggap parasit bagi mesin karena mengambil daya dari daya indikator. Disamping komponen-komponen mesin yang menjadi beban, kerugian karena gesekan antar komponen pada mesin juga merupakan parasit bagi mesin, dengan alasan yang sama dengan asesoris mesin yaitu mengambil daya indikator. Seperti pada gambar diatas terlihat bahwa daya untuk meggerakan asesoris dan untuk mengatsi gesekan adalah 5% bagian. Untuk lebih mudah pemahaman dibawah ini dalah perumusan dari masing masing daya. Satuan daya menggunakan HP( hourse power )
Keterangan:
Ne = adalah daya efektif atau daya poros ( HP) Ni = adalah daya indikator ( HP)
Ng = adalah kerugian daya gesek ( HP) Na = adalah kerugian daya asesoris ( HP)
Karena adanya torsi inilah yang menyebabkan benda berputar terhadap porosnya, dan benda akan berhenti apabila ada usaha melawan torsi dengan besar sama dengan arah yang berlawanan.