BAB VII SIMPULAN DAN SARAN
7.2 Saran
7.2.5 Bagi Subdit Bina Konsumsi Makanan Kemenkes RI
a. Melengkapi pedoman MP-ASI buffer stock dengan menambahkan ketentuan konsumsi MP-ASI dan mempublikasikannya. Jika memang tidak bisa menyebarkan pedoman kepada seluruh Dinas kesehatan Provinsi di Indonesia, dapat dimuat di situs perpustakaan Kemenkes, sehingga para petugas pelaksana program MP-ASI ini dapat dengan mudah mendapatkannya.
b. Memperbaiki pesan “Hanya untuk anak 12 –24 bulan” pada kemasan MP-ASI biskuit dengan menyesuaikan sasaran program, yaitu anak usia 6-24 bulan.
122
DAFTAR PUSTAKA
Al-Qur’an dan terjemahannya
Arisman, MB. 2004. Gizi dalam Daur Kehidupan. Jakarta: EGC
Azwar, Azrul. 1996. Pengantar Administrasi Kesehatan. Jakarta: Binarupa Aksara _________. 2004. Kecenderungan Masalah Gizi dan Tantangan di Masa Datang.
Disampaikan pada Pertemuan Advokasi Program Perbaikan Gizi Menuju Keluarga Sadar Gizi, di Hotel Sahid Jaya. Jakarta:
Bappenas. 2011. Rencana Aksi Pangan dan Gizi tahun 2011-2015
Depkes dan Kesos RI. Tanpa tahun. Pedoman Pengelolaan Makanan Pendamping ASI (MP-ASI).
Depkes RI. 2001. Pedoman Penanggulangan Masalah Gizi dalam Keadaan Darurat. Jakarta: Depkes RI
___________. 2004. Standar Pelayanan Minimal Bidang Kesehatan.
___________. 2005. Pedoman Pelaksanaan Pendistribusian dan Pengelolaan Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) Tahun 2005. Jakarta: Depkes RI
___________. 2006. Pedoman Umum Pemberian Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI) Lokal Tahun 2006. Jakarta: Depkes RI
___________. 2007 a. Pedoman Pemberian Makanan Bayi dan Anak dalam Situasi Darurat. Jakarta: Depkes RI
___________. 2007 b. Spesifikasi Teknis Makanan Pendamping Air Susu Ibu (MP-ASI). Jakarta: Depkes RI
___________. 2008. Petunjuk Teknis Bantuan Sosial (Bansos) Program Perbaikan Gizi Masyarakat. Jakarta: Depkes RI
Emilia, Rika Chandra. 2009. Pengaruh penyuluhan ASI eksklusif terhadap pengetahuan dan sikap ibu hamil di mukim Laura-E kecamatan Simeulue Tengah Kabupaten Simeulue (NAD) Tahun 2008. Skripsi. Medan: FKM Universitas Sumatera Utara
Fitriadi. 2012. Sebagian Besar Banjir di Jakarta Selatan. Tersedia di
http://bangka.tribunnews.com Diakses pada 20 April 2012 pkl. 08.00 WIB
Hadi, Hamam. 2005. Beban Ganda Masalah Gizi dan Implikasinya terhadap Kebijakan Pembangunan Kesehatan Nasional. Pidato Pengukuhan Jabatan Guru Besar pada Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada. Yogyakarta: Universitas Gadjah Mada
Hazwin, dan Sudrago, Toto. 2008. Kinerja TPG Puskesmas Hubungannya Dengan Efektivitas Program MP-ASI pada Anak Bawah Dua Tahun dengan Gizi Buruk Di Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau. Yogyakarta: Jurnal Manajemen Pelayanan Kesehatan. No.03 September 2008. Vol.11 UGM Husaini, Nazar. 2012. Kelurahan Petogogan yang Dikenal sebagai Daerah Banjir.
Tersedia di http://www.pelita.or.id Diakses pada 1 Juli 2012 pkl. 20.00 WIB.
Kemenkes RI. 2010a. Pedoman Penanggulangan Masalah Gizi dalam Keadaan Darurat. Jakarta: Kemenkes RI
___________. 2010b. Rencana Strategis Kementerian Kesehatan Tahun 2010-2014. ___________. 2010c. Tinjauan Penanggulangan Krisis Kesehatan Akibat Bencana
Tahun 2009. Jakarta: Kemenkes RI
___________. 2011. Panduan Pengelolaan MP-ASI Buffer Stock. Jakarta: Kemenkes RI
___________. 2012a. Petunjuk Pelaksanaan Surveilans Gizi. Jakarta: Kemenkes RI ___________. 2012b. Rencana Kerja Pembinaan Gizi Masyarakat 2012. Jakarta:
Kemenkes RI
Moleong, Lexy. 2007. Metode Penelitian Kualitatif. Edisi Revisi. Bandung: Remaja Rosdakarya
Muninjaya, A.A Gde. 2004. Manajemen Kesehatan. Jakarta: EGC
Ningrum, Setya Fatma. 2008. Analisis Hubungan Fungsi Manajemen Oleh Tenaga Pelaksana Gizi Dengan Tingkat Keberhasilan Program Pemberian Makanan Tambahan Pada Balita Gizi Buruk di Puskesmas Kabupaten Tegal Tahun 2006. Tesis. Semarang: Universitas Diponegoro
Notoatmodjo, Soekidjo. 2007. Kesehatan Masyarakat Ilmu dan Seni. Jakarta: Rineka Cipta
Puskesmas Kecamatan Kebayoran Baru. 2012. Laporan Kegiatan Gizi Tahun 2011. Puskesmas Kelurahan Petogogan. 2012. Laporan Tahunan Tahun 2011.
Ramadhan, M. Arbi. 2011. Faktor-faktor yang Mempengaruhi Berat Badan Tidak Naik (2T) pada Baduta Gakin setelah Pemberian Program MP-ASI Kemenkes di Kecamatan Pancoran, Jakarta Selatan Tahun 2011. Skripsi. Jakarta: FKIK UIN
Shihab, M. Quraish. 2000. Wawasan Al-Quran: Tafsir Maudhu’I atas Pelbagai
Persoalan Umat. Bandung: Penerbit Mizan
Siagian. Sondang P. 2012. Fungsi-fungsi Manajerial. Edisi Revisi. Cetakan ketiga. Jakarta: Bumi Akasara
Simanjuntak, Elvi N. 2007. Gambaran Pengetahuan Ibu tentang Pola Pemberian ASI, MP-ASI dan Pola Penyakit pada Bayi Usia 0-12 Bulan di Dusun III Desa Limau Manis Kecamatan Tanjung Morawa Kabupaten Deli Serdang Tahun 2007. Skripsi. Medan: USU
Sugiyono. 2009. Metodologi Penelitian Kuantitaif Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabet
Suku Dinas Kesehatan Kota Administrasi Jakarta Selatan. 2011. Laporan Tahunan Tahun 2010.
Sumandoyo, Arbi. 2012. Tiga Wilayah yang Jadi Langganan Banjir karena Kali Krukut. Tersedia di http://www.merdeka.com Diakses pada 20 April 2012 pkl. 08.00 WIB
Terry, George R. 1986. Asas-asas Menejemen. Penerjemah: Winardi. Cetakan ke-4. Edisi ke-8. Bandung: Penerbit Alumni
Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 24 Tahun 2007 tentang Penanggulangan Bencana
“Analisis Manajemen Program Pemberian MP-ASI Biskuit pada Baduta yang Menjadi Korban Banjir di Kelurahan Petogogan
Jakarta Selatan Tahun 2012”
Tanggal :
Nama Pewawancara :
Karakteristik Informan
1. Nama Informan : 2. Tempat, Tanggal lahir : 3. Pendidikan terakhir :
4. Lama bekerja sebagai pelaksana program MP-ASI : 5. Nomor Ponsel :
Pertanyaan
1. Bagaimana cara Bapak/Ibu merencanakan kegiatan pemberian MP-ASI di lokasi banjir?
2. Hambatan apa sajakah yang biasanya muncul dalam perencanaan?
3. Bagaimana cara menentukan kegiatan dan pembagian tugas dalam program MP-ASI ini?
4. Hambatan apa sajakah yang biasanya muncul dalam pengorganisasian?
5. Bagaimana cara Bapak/Ibu mensosialisasikan program pemberian MP-ASI kepada kader yang melaksanakan kegiatan pemberian MP-ASI?
7. Apa sajakah kesulitan Bapak/Ibu dalam menggerakan kader tersebut?
8. Bagaimana cara Bapak/Ibu melakukan pengawasan terhadap kinerja kader dalam pelaksanaan program pemberian MP-ASI?
9. Apa sajakah kesulitan dan hambatan yang dialami dalam melaksanakan pengawasan program pemberian MP-ASI?
10.Seperti apa evaluasi yang dilakukan terhadap pelaksanaan program MP-ASI di tingkat masyarakat?
“Analisis Manajemen Program Pemberian MP-ASI Biskuit pada Baduta yang Menjadi Korban Banjir di Kelurahan Petogogan
Jakarta Selatan Tahun 2012”
Tanggal :
Nama Pewawancara :
Karakteristik Informan
1. Nama Informan : 2. Tempat, Tanggal lahir : 3. Pendidikan terakhir :
4. Lama bekerja sebagai pelaksana program MP-ASI : 5. Nomor Ponsel :
Pertanyaan
1. Dengan pihak mana saja Bapak/Ibu berkoordinasi dalam penyusunan rencana pelaksanaan kegiatan pemberian MP-ASI ini? Hal apa saja yang dikoordinasikan?
2. Hambatan apa sajakah yang biasanya muncul dalam perencanaan?
3. Bagaimana cara menentukan kegiatan dan pembagian tugas dalam program MP-ASI ini?
4. Hambatan apa sajakah yang biasanya muncul dalam pengorganisasian?
5. Bagaimana cara Bapak/Ibu mensosialisasikan program pemberian MP-ASI kepada TPG kelurahan yang melaksanakan kegiatan pemberian MP-ASI?
dibuat?
7. Apa sajakah kesulitan Bapak/Ibu dalam menggerakan TPG kelurahan tersebut? 8. Bagaimana metode pengawasan untuk pelaksanaan program pemberian
MP-ASI ini?
9. Bagaimana metode penilaian/evaluasi terhadap pelaksanaan program MP-ASI ini?
“Analisis Manajemen Program Pemberian MP-ASI Biskuit pada Baduta yang Menjadi Korban Banjir di Kelurahan Petogogan
Jakarta Selatan Tahun 2012”
Tanggal :
Nama Pewawancara :
Karakteristik Informan
1. Nama Informan : 2. Tempat, Tanggal lahir : 3. Pendidikan terakhir : 4. Nomor Ponsel :
Pertanyaan
1. Bagaimana cara Ibu menyusun kebutuhan tenaga, logistik, tempat, anggaran dan sasaran program MP-ASI?
2. Dengan pihak mana saja Ibu berkoordinasi dalam penyusunan rencana pelaksanaan kegiatan pemberian MP-ASI ini? Hal apa saja yang dikoordinasikan?
3. Hambatan apa sajakah yang biasanya muncul dalam perencanaan?
4. Bagaimana cara menentukan kegiatan dan pembagian tugas dalam program MP-ASI ini?
7. Bagaimana cara Ibu menggerakan kader dalam pelaksanaan program MP-ASI ini? Bagaimana kesesuaian dengan perencanaan yang telah dibuat?
8. Bagaimana cara Ibu menggerakan TPG dalam pelaksanaan program pemberian MP-ASI ini? Bagaimana kesesuaian dengan perencanaan yang telah dibuat? 9. Apa sajakah kesulitan Ibu dalam menggerakan TPG tersebut?
10.Bagaimana metode pengawasan untuk pelaksanaan program pemberian MP-ASI ini?
11.Bagaimana cara pemantauan terhadap gudang penyimpanan MP-ASI di Puskesmas?
12.Bagaimana cara Ibu melakukan pengawasan terhadap kinerja TPG dalam pelaksanaan program pemberian MP-ASI?
13.Apa sajakah kesulitan dan hambatan yang dialami dalam melaksanakan pengawasan program pemberian MP-ASI?
14.Bagaimana metode penilaian/evaluasi terhadap pelaksanaan program MP-ASI ini?
Menjadi Korban Banjir di Kelurahan Petogogan Jakarta Selatan Tahun 2012”
Tanggal :
Nama Pewawancara :
Karakteristik Informan
1. Nama Informan : 2. Tempat, Tanggal lahir : 3. Pendidikan terakhir : 4. Nomor Ponsel :
Pertanyaan
1. Bagaimana cara Ibu merencanakan kegiatan pemberian MP-ASI di lokasi banjir? Apa saja rencana yang disusun?
2. Hambatan apa sajakah yang biasanya muncul dalam perencanaan?
3. Bagaimana pelaksanaan kegiatan pemberian MP-ASI ini, sesuaikah dengan rencana yang telah dibuat?
4. Bagaimana cara pengawasan program pemberian MP-ASI ini?
5. Apa sajakah kesulitan dan hambatan yang dialami dalam melaksanakan pengawasan pemberian MP-ASI?
6. Bagaimana metode penilaian/evaluasi terhadap pelaksanaan program MP-ASI ini?
Menjadi Korban Banjir di Kelurahan Petogogan Jakarta Selatan Tahun 2012”
Tanggal :
Nama Pewawancara :
Karakteristik Informan
1. Nama Informan : 2. Tempat, Tanggal lahir : 3. Pendidikan terakhir : 4. Nomor Ponsel :
Pertanyaan
1. Berapa banyak MP-ASI biskuit yang ibu terima?
2. Siapa yang memberikannya dan bagaimana cara memberikannya?
3. Bagaimana cara kader dalam melakukan sosialisasi program MP-ASI ini? 4. Siapa saja yang mengonsumsi biskuit tersebut?
5. Bagaimana cara ibu menghidangkan MP-ASI biskuit tersebut?
6. Bagaimana pengawasan yang dilakukan kader atau TPG terhadap ibu saat memberikan MP-ASI pada badutanya? Hal apa saja yang dipantau?
“Analisis Manajemen Program Pemberian MP-ASI Biskuit pada Baduta yang Menjadi Korban Banjir di Kelurahan Petogogan
Jakarta Selatan Tahun 2012”
Tanggal :
Nama Pewawancara :
Karakteristik Informan
1. Nama Informan : 2. Tempat, Tanggal lahir : 3. Pendidikan terakhir : 4. Nomor Ponsel :
Pertanyaan
1. Bagaimana cara Bapak/Ibu menyusun tujuan, sasaran serta prosedur pelaksanaan program MP-ASI bencana?
2. Bagaimana cara menentukan kegiatan dan pembagian tugas dalam program MP-ASI ini?
3. Bagaimana cara Bapak/Ibu mensosialisasikan program MP-ASI bencana ini? 4. Bagaimana metode pengawasan untuk pelaksanaan program MP-ASI ini? 5. Bagaimana metode penilaian/evaluasi terhadap pelaksanaan program MP-ASI
Menjadi Korban Banjir di Kelurahan Petogogan Jakarta Selatan Tahun 2012”
Spesifikasi Teknis Produk MP-ASI Biskuit
No. Hal yang diamati Ya Tidak Keterangan
1 MP-ASI biskuit terbuat dari campuran terigu, margarin, gula, susu, lesitin kedelai, garam bikarbonat, dan diperkaya dengan vitamin dan mineral serta ditambah dengan penyedap rasa dan aroma (flavour).
√
2 MP-ASI biskuit berbentuk keping bundar berdiameter 5-6 cm, berat 10 gram per keping. Pada permukaan atas biskuit tercantum tulisan
“MP-ASI”.
√
3 Nama Produk: “MP-ASI biskuit” disertai
lambang Kemenkes dan logo halal Majelis Ulama Indonesia (MUI)
√
4 Keterangan berat bersih sebesar 120 gram √
5 Nama dan alamat produsen √
6 Informasi dan kandungan gizi per 100 gram √ 7 Petunjuk penyimpanan sebelum dan sesudah
kemasan dibuka
√
8 Kode produksi √
9 Nomor pendaftaran pangan (registrasi) BPOM √ 10 Tanggal kadaluarsa (bulan dan tahun) √
11 Pesan “Hanya untuk anak 12 –24 bulan” √
Menjadi Korban Banjir di Kelurahan Petogogan Jakarta Selatan Tahun 2012”
No. Dokumen yang ditelaah Ya Tidak Keterangan
1 Tanda terima distribusi MP-ASI dari Kemenkes
√ 2 Tanda terima distribusi
MP-ASI Sudinkes Jakarta Selatan
√ Perencanaan distribusi
dibuat langsung di tanda terima 3 Tanda terima distribusi
MP-ASI Puskesmas Kecamatan Kebayoran Baru
√ Perencanaan distribusi
dibuat langsung di tanda terima 4 Tanda terima distribusi
MP-ASI Puskesmas Kelurahan Petogogan
√ Perencanaan distribusi
dibuat langsung di tanda terima 5 Data balita di Posyandu √
6 Profil ketenagaan puskesmas Kecamatan Kebayoran Baru
√ 7 Profil ketenagaan puskesmas
Kelurahan Petogogan
√ 9 Buku Pedoman Pengelolaan
MP-ASI buffer stock (di tingkat kemenkes)
√ 10 Buku Pedoman Pengelolaan
MP-ASI buffer stock (di tingkat Sudinkes Jaksel)
√ Tidak terdapat buku pedoman tersebut 11 Buku Pedoman Pengelolaan
MP-ASI buffer stock (di tingkat Puskesmas Kecamatan dan Kelurahan)
√ Tidak terdapat buku pedoman tersebut
12 Lembar pengecekan tempat penyimpanan MP
√ Tidak terdapat lembar pengecekan tersebut
13 Lembar pengecekan
pendistribusian MP
√ Tidak terdapat lembar pengecekan tersebut 14 Lembar pengawasan konsumsi
MP
√ Tidak terdapat lembar pengawasan tersebut 15 Lembar evaluasi program
pemberian MP
√ Tidak terdapat lembar evaluasi tersebut
Dahlia Melati Kuntum Mekar Anggrek Seruni Kenanga 1. Perencanaan Penyusunan rencana kegiatan pemberian MP-ASI biskuit untuk baduta korban bencana
Perencanaan dibuat oleh kader posyandu yang meliputi perencanaan sasaran dan jumlah MP-ASI biskuit yang akan diberikan. Tidak ada perencanaan pengawasan dan penilaian hasil kegiatan.
Hambatan dalam penyusunan perencanaan kegiatan pemberian MP-ASI biskuit untuk baduta korban bencana Tidak ada hambatan, yang penting membagi habis MP-ASI yang ada sebab kebetulan jumlah MP-ASI yang diberikan sesuai dengan jumlah balitanya, sehingga 1 orang mendapat 1 bungkus MP-ASI. MP-ASI yang diberikan sedikit, sehingga perlu mensiasatinya dengan membagi 2 bungkus MP-ASI biskuit untuk 3 orang anak. Serta menambahkan biskuit produk lain. Sehingga 1 orang mendapat 8 keping biskuit MP-ASI dan produk lain. MP-ASI yang diberikan sedikit, sehingga 1 orang mendapat 3-4 keping biskuit dan kader menambahkan biskuit produk lain dengan menggunakan dana swadaya mayarakat. MP-ASI yang diberikan memang sedikit, sehingga pemberiannya diutamakan kepada baduta BGM. Setiap baduta mendapat 1 pak besar yang berisi 7 bungkus MP-ASI. MP-ASI yang diberikan memang sedikit, sehingga pemberiannya diutamakan kepada baduta BGM. Setiap baduta mendapat 1 pak besar yang berisi 7 bungkus MP-ASI. MP-ASI yang diberikan sedikit, sehingga 1 orang mendapat 5 keping biskuit dan kader menambahkan makanan lain dengan menggunakan dana swadaya mayarakat.
program MP-ASI biskuit untuk baduta korban bencana 3. Penggerakan Pelaksanaan kegiatan sesuai rencana Kegiatan dilaksanakan sesuai rencana, yaitu membagi MP-ASI kepada semua ibu balita secara merata. Kegiatan dilaksanakan sesuai rencana, yaitu membagi MP-ASI kepada semua ibu balita secara merata. Kegiatan dilaksanakan sesuai rencana, yaitu membagi MP-ASI kepada semua ibu balita secara merata Kegiatan dilaksanakan sesuai rencana, yaitu membagi MP-ASI kepada baduta BGM. Kegiatan dilaksanakan sesuai rencana, yaitu membagi MP-ASI kepada baduta BGM. Kegiatan dilaksanakan sesuai rencana, yaitu membagi MP-ASI kepada semua ibu balita secara merata Kesulitan dalam melaksanakan kegiatan sesuai rencana Tidak terdapat kesulitan karena dapat membagi secara adil. Tidak terdapat kesulitan karena dapat membagi secara adil meskipun sedikit. Tidak terdapat kesulitan karena dapat membagi secara adil meskipun sedikit. Tidak terdapat kesulitan karena dapat memberi pengertian kepada ibu balita yang lain yang tidak mendapat MP-ASI. Tidak terdapat kesulitan karena dapat memberi pengertian kepada ibu balita yang lain yang tidak mendapat MP-ASI. Tidak terdapat kesulitan karena dapat membagi secara adil meskipun sedikit. 4. Pengawasan Cara melakukan pengawasan program pemberian MP-ASI biskuit untuk
dalam melaksanakan pengawasan program pemberian MP-ASI biskuit untuk baduta korban bencana
sehingga bisa langsung habis setelah dibagikan.
5. Penilaian Cara penialian program MP-ASI biskuit untuk baduta korban bencana
Penilaian belum dilakukan karena tidak ada perencanaan untuk melakukan penilaian yang disebabkan tidak adanya instruksi untuk melapor dan malakukan penilaian hasil kegiatan pemberian MP-ASI biskuit bencana ini.
Hambatan dalam penilaian/evalu asi program MP-ASI biskuit untuk baduta korban bencana
Tidak adanya instruksi untuk melapor dan malakukan penilaian hasil kegiatan pemberian MP-ASI biskuit bencana ini.
Dahlia Melati Kuntum Mekar Anggrek Seruni Kenanga 1. Penggerakan MP-ASI yang diperoleh Tiap 1 anak mendapat 1 bungkus MP-ASI. Tiap 1 anak mendapat 8 keping biskuit MP-ASI dan ditambah produk lain. Tiap 1 anak mendapat 3 keping biskuit MP-ASI dan ditambah produk lain. Tiap 1 anak mendapat 1 pak besar yang berisi 7 bungkus MP-ASI.
Tiap 1 anak mendapat 1 pak besar yang berisi 7 bungkus MP-ASI. Tiap 1 anak mendapat 5 keping biskuit MP-ASI dan ditambah makanan lain. Sosialisasi dari kader
MP-ASI yang diberikan harus dihabiskan dan hanya boleh dikonsumsi oleh baduta. Cara memperoleh MP-ASI biskuit Dibagikan di Posyandu setelah banjir surut. Dibagikan di Posyandu setelah banjir surut. Dibagikan di Posyandu setelah banjir surut. Dibagikan di Posyandu setelah banjir surut dan diantar kerumah bagi yang tidak hadir di Posyandu.
Dibagikan di Posyandu setelah banjir surut dan diantar kerumah bagi yang tidak hadir di Posyandu.
Dibagikan di Posyandu setelah banjir surut.
Siapa dan cara mengonsumsi MP-ASI biskuit Dikonsumsi hanya oleh balita dengan dimakan langsung dan dicelup air. Dikonsumsi hanya oleh balita karena hanya mendapat sedikit, caranya dengan dimakan langsung. Dikonsumsi hanya oleh balita karena hanya mendapat sedikit, caranya dengan dimakan langsung. Dikonsumsi hanya oleh balita dengan dimakan langsung dan dicelup air. Dikonsumsi hanya oleh balita dengan dimakan langsung dan dicelup air. Dikonsumsi hanya oleh balita karena hanya mendapat sedikit, caranya dengan dimakan langsung. 2. Pengawasan Pengawasan dari kader
No. Aspek Keterangan 1. Perencanaan
Penyusunan rencana
kegiatan pemberian MP-ASI biskuit untuk baduta korban bencana
Perencanaan dibuat oleh Koordinator Gizi Sudinkes Kota Jakarta Selatan yang meliputi perencanaan jumlah MP-ASI biskuit dan wilayah yang akan diberikan serta
penanggung jawab kegiatan pemberian di tingkat kecamatan. Tidak ada perencanaan anggaran distribusi (handling cost). Tidak ada perencanaan untuk melakukan pengawasan dan penilaian.
Hambatan dalam
penyusunan perencanaan kegiatan pemberian
MP-ASI biskuit untuk baduta korban bencana
Tidak adanya ketentuan konsumsi MP-ASI biskuit tersebut, tidak adanya ketentuan anggaran untuk distribusi (handling cost).
2. Pengorganisasian
Penentuan kegiatan dan
pembagian tugas dalam program MP-ASI biskuit untuk baduta korban bencana
Penugasan diberikan kepada TPG Puskesmas Kecamatan yang disesuaikan dengan
kapasitasnya sebagai penanggung jawab program gizi di Puskesmas Kecamatan. Hambatan
dalam melakukan pengorganisasian
Belum adanya ketentuan pengorganisasian program ini, sehingga penugasan disesuaikan dengan tujuan program untuk memberikan MP-ASI tersebut. Tugas yang diberikan kepada TPG Puskesmas Kecamatan adalah untuk mendistribusikan MP-ASI biskuit tersebut pada wilayah rawan banjir.
3. Penggerakan
Cara menggerakan petugas program pemberian MP-ASI biskuit untuk baduta korban bencana
Penggerakan
dilakukan melalui rapat koordinasi antar TPG Puskesmas Kecamatan. Pembagian MP-ASI dilakukan sesuai dengan perencanaan yang telah dibuat.
Kesulitan dalam menggerakan TPG Puskesmas Kelurahan Petogogan
Tidak terdapat kesulitan karena dapat menjaga hubungan baik melalui komunikasi yang baik dengan TPG Puskesmas
Kecamatan.
4. Pengawasan
bencana mempercayakan kepada TPG dan kader dalam melakukan pengawasan.
Hambatan
dalam melaksanakan pengawasan program pemberian MP-ASI biskuit untuk baduta korban bencana
Tidak adanya instruksi untuk melakukan pengawasan dan karena tidak semua wilayah terjadi bencana pada waktu yang sama, sehingga sulit mengawasi jalannya program ini.
5. Penilaian
Cara penialian
program MP-ASI biskuit untuk baduta korban bencana
Penilaian belum dilakukan karena tidak ada perencanaan untuk melakukan penilaian yang disebabkan tidak adanya instruksi untuk melapor dan malakukan penilaian hasil kegiatan pemberian MP-ASI biskuit bencana ini.
Hambatan dalam penilaian/evaluasi
program MP-ASI biskuit untuk baduta korban bencana
Tidak adanya instruksi untuk melapor dan malakukan penilaian hasil kegiatan pemberian MP-ASI biskuit bencana ini.
No. Aspek Keterangan 1. Perencanaan
Penyusunan rencana
program pemberian MP-ASI biskuit untuk baduta korban bencana
Perencanaan yang dibuat adalah mengenai tujuan, sasaran, target da prosedur
pelaksanaan program, tetapi masih belum dilengkapi dengan ketentuan konsumsi MP-ASI.
Hambatan dalam
penyusunan perencanaan kegiatan pemberian
MP-ASI biskuit untuk baduta korban bencana
Tidak adanya ketentuan konsumsi MP-ASI biskuit tersebut karena pembuatan pedoman dilakukan secara cepat untuk memenuhi kebutuhan mendesak, yang penting program ini memiliki petunjuk pelaksanaannya.
2. Pengorganisasian
Penentuan kegiatan dan
pembagian tugas dalam program MP-ASI biskuit untuk baduta korban bencana
Pengorganisasian program terdapat dalam pedoman MP-ASI yang telah dibuat yang disesuaikan dengan kapasaitas pelaksana di tiap tingkat organisasi pelaksana.
3. Penggerakan
Cara mensosialisasikan program Sosialisasi dilakukan satu kali pada tahun 2010 melalui pertemuan regional antar pelaksana program gizi tingkat provinsi. Tidak ada rencana untuk mensosialisasikan program ini kembali.
4. Pengawasan
Metode pengawasan
program pemberian MP-ASI biskuit untuk baduta korban bencana
Seharusnya pengawasan dilakukan secara berjenjang, untuk di lapangan yang
mengawasi adalah petugas gizi dan dibantu kader. Namun sejauh ini belum ada
pengawasan. Hambatan
dalam melaksanakan pengawasan program pemberian MP-ASI biskuit untuk baduta korban bencana
Belum adanya pelaporan dari tingkat bawah.
5. Penilaian
Metode penialian
program MP-ASI biskuit untuk baduta korban bencana
Seharusnya penilaian dilakukan secara berjenjang setelah kegiatan pemberian MP-ASI, minimal 2 kali dalam setahun, dengan melihat apakah MP-ASI yang diberikan sesuai dengan jumlah baduta yang ada, namun