BAB III METODE PENELITIAN
3.7 Bahan dan Alat Yang Dipergunakan
Dalam proses penelitian ini digunakan sebuah unit excavator Komatsu PC200-8.
1. Komponen-komponen undercarriage antara lain link height, front idler, dan carrier roller dapat dilihat pada Gambar 3.2 sampai dengan Gambar 3.4 sebagai berikut.
Gambar 3.2 Link Height
Gambar 3.3 Front Idler
Gambar 3.4 Carrier Roller 3.7.2 Alat-Alat Bantu Penelitian
1. Jangka Sorong
Jangka sorong digunakan untuk mengukur benda uji dan jangka sorong yang digunakan ini memiliki ketelitian 0,01 mm.
Gambar 3.5 Jangka Sorong 2. Outside Caliper
Outside caliper merupakan salah satu dari alat ukur yang digunakan untuk memindahkan pengukuran ke skala pengukuran yang mana outside caliper ini digunakan bersama-sama dengan alat ukur lainnya yaitu mistar dalam menentukan ukuran skala ukuran.
Outside caliper dapat dilihat pada Gambar 3.6.
Gambar 3.6 Outside Caliper 3. Penggaris
Penggaris ialah sebuah alat ukur dan alat bantu gambar yang digunakan untuk menggambar garis lurus.
Gambar 3.7 Penggaris
Ketinggian Link Height BAB IV
HASIL DAN PEMBAHASAN 4.1 Hasil Penelitian
4.1.1 Pemaparan Pelaksanaan Penelitian
Penelitian yang dilakukan hanya berfokus terhadap komponen link height, front idler, dan carrier roller pada excavator PC200-8 Komatsu.
Bersumber pada hasil penelitian yang telah dilakukan diperoleh data pengukuran komponen, umur pakai komponen, ukuran baru serta ukuran keausan maksimal komponen, dan harga K untuk komponen tersebut.
Pengukuran komponen pertama dilakukan pada tanggal 26 Juni 2021, pada tanggal 3 Juli 2021 dilakukan pengukuran kedua, pada tanggal 10 Juli 2021 dilakukan pengukuran ketiga, pada tanggal 17 Juli 2021 dilakukan pengukuran keempat, dan pada tanggal 24 Juli 2021 dilakukan pengukuran kelima. Untuk melengkapi data, dilakukan interview atau wawancara dengan bagian mekanik yang bertanggung jawab atas unit excavator yang sedang diteliti tersebut, serta menggunakan literatur dari buku dan juga menggunakan jurnal mengenai undercarriage excavator.
4.1.2 Data Hasil Penelitian
Pengukuran komponen link height dilakukan pada bagian tread wear dan mengabaikan bagian pin boss top face wear, side face wear, cracking, serta tread side face wear. Gambar 4.1 merupakan komponen link height yang dilakukan pengukuran dan bagian yang dilakukan pengukuran ialah ketinggiannya. Pada tanggal 26 Juni 2021 dilakukan pengukuran pertama pada komponen link height dengan umur komponen adalah 2.500 jam.
Pengukuran dilakukan setiap 56 jam kerja excavator dengan jam kerja unit 8 jam perhari. Hasil pengukuran link height ditunjukkan pada Tabel 4.1.
Gambar 4.1 Link Height
Tabel 4.1 Data Hasil Pengukuran Link height Data hasil pengukuran link height Pengukuran Tanggal
Pengukuran komponen front idler dilakukan pada bagian tread wearnya. Gambar 4.2 merupakan komponen front idler yang dilakukan pengukuran dan bagian yang dilakukan pengukuran ialah ketinggiannya.
Umur front idler pada saat dilakukan pengukuran adalah 2.500 jam pada tanggal 26 Juni 2021. Pada tanggal 26 Juni 2021 dilakukan pengukuran pertama pada komponen dan berakhir pada tanggal 24 Juli 2021. Pengukuran dilakukan setiap 56 jam kerja excavator dengan jam kerja unit 8 jam perhari.
Hasil pengukuran front idler ditunjukkan pada Tabel 4.2.
Gambar 4.2 Front Idler
Tabel 4.2 Data Hasil Pengukuran Front Idler Data hasil pengukuran front idler Pengukuran Tanggal
Pengukuran komponen carrier roller dilakukan pada bagian tread wearnya. Gambar 4.3 merupakan komponen carrier roller yang dilakukan pengukuran dan bagian yang dilakukan pengukuran ialah diameternya. Umur carrier roller pada saat dilakukan pengukuran adalah 2.500 jam pada tanggal 26 Juni 2021. Pengukuran dimulai pada tanggal 26 Juni 2021 sampai dengan tanggal 24 Juli 2021. Pengukuran dilakukan setiap 56 jam kerja excavator dengan jam kerja unit 8 jam perhari. Hasil pengukuran carrier roller ditunjukkan pada Tabel 4.3.
Gambar 4.3 Carrier Roller
Tabel 4.3 Data Hasil Pengukuran Carrier Roller Data hasil pengukuran carrier roller Pengukuran Tanggal
Pengukuran
Umur Unit (Jam)
Hasil Pengukuran (mm) Kiri Kanan
Pertama 26-Juni-21 2.500 135,50 135,60
Kedua 03-Juli-21 2.556 135,20 135,30
Ketiga 10-Juli-21 2.612 134,90 135,00
Keempat 17-Juli-21 2.668 134,80 134,70
Kelima 24-Juli-21 2.724 134,60 134,60
Dalam melakukan perhitungan sisa umur pemakaian dari komponen undercarriage diperlukan nilai konstanta K yang sesuai dengan komponen yang akan dihitung, hal ini disebebakan karena setiap komponen undercarriage memiliki nilai K yang berbeda-beda. Dapat dilihat pada Tabel 4.4 menunjukkan nilai “K” pada setiap komponen undercarriage.
Tabel 4.4 Nilai "K" Untuk Komponen Undercarriage (Sumber: PT United Tractors Tbk, 2011)
NO Komponen Nilai “K”
1. Link Pitch 1,3
2. Link Height 2,0 3. Bushing O/D 2,0 4. Grouser Height 1,0 5. Carrier Roller 1,3
6. Idler 1,8
7. Sprocket 1,0
8. Track Roller 1,5 4.2 Analisa Data
4.2.1 Tingkat Keausan Link Height
Link height pada dasarnya memiliki ukuran baru dan juga ukuran maksimal keausan, dimana untuk ukuran barunya sendiri dari komponen link height adalah sebesar 129 mm dan untuk ukuran keausan maksimalnya sendiri sebesar 117 mm (PT United Tractors TBK, 2011). Dalam melakukan perhitungan tingkat keausan digunakan Persamaan (2.1).
𝑆𝑉 − 𝐻𝑃
𝑊𝑅 =
𝑣 − 𝑅𝐿 𝑋 100%
Tingkat Keausan pada pengukuran pertama:
Diketahui:
𝑆𝑣 = 129 mm 𝐻𝑃 = 123,06 mm 𝑅𝐿 = 117 mm
129 − 123,06 𝑊𝑅 =
129 − 117 𝑋 100% = 49,5%
Dapat dilihat dari hasil perhitungan diatas diperoleh hasil untuk tingkat keausan (wear rate) pada komponen link height adalah sebesar 49,5% pada pengukuran pertama. Dapat dilihat pada Tabel 4.5 dilampirkan data hasil perhitungan tingkat keausan link height.
𝑆
2
Tabel 4.5 Perhitungan Tingkat Keausan Link Height Perhitungan Tingkat Keausan
4.2.2 Sisa Umur Pemakaian Link Height
Dalam melakukan perhitungan sisa umur pemakaian link height diperlukan nilai dari tingkat keausan komponen link height, nilai K dari link height, dan juga umur link height saat dilakukan pengukuran. Untuk nilai K dari link height adalah 2,0. Dalam melakukan perhitungan sisa umur pemakaian digunakan Persamaan (2.2).
𝑊𝑅 = 𝑎 . 𝑋𝑘
Sisa umur pemakaian link height pada pengukuran pertama:
𝑊𝑅 = 𝑎 . 𝑋𝑘
Apabila keausan 100%, maka 𝑋2 = jam operasinya sebagai berikut:
𝑊𝑅2 = 𝑎2 . 𝑋2𝑘
Untuk sisa umur komponen link height adalah 3.552 jam - 2.500 jam = 1.052 jam lagi dari saat pengukuran komponen. Dapat dilihat pada Tabel 4.6 dilampirkan data hasil perhitungan sisa umur pemakaian komponen link height.
Tabel 4.6 Perhitungan Sisa Umur Pemakaian Link Height Perhitungan sisa umur
Dari hasil pengukuran kelima pada tanggal 24 Juli 2021 didapatkan hasil perhitungan sisa umur pemakaian komponen link height adalah 118 hari, maka untuk melakukan pergantian komponen link height akan dilakukan pada tanggal (dengan 1 hari kerja excavator = 8 jam) 24 Juli 2021 + 118 hari, dan didapatkan tanggal pergantian komponen link height pada tanggal 18 November 2021.
4.2.3 Tingkat Keausan Front Idler
Front Idler pada dasarnya memiliki ukuran baru dan juga mempunyai ukuran maksimal keausan, dimana untuk ukuran barunya sendiri dari komponen front idler adalah sebesar 20 mm dan untuk ukuran keausan maksimalnya sebesar 26 mm (PT United Tractors TBK, 2011). Dalam melakukan perhitungan tingkat keausan digunakan Persamaan (2.1).
𝑆𝑉 − 𝐻𝑃
𝑊𝑅 =
𝑉 − 𝑅𝐿 𝑋 100%
Tingkat Keausan pada pengukuran pertama:
Diketahui:
Dapat dilihat dari hasil perhitungan diatas diperoleh hasil untuk tingkat keausan (wear rate) pada komponen front idler adalah sebesar 51,7% pada pengukuran pertama. Dapat dilihat pada Tabel 4.7 dilampirkan data hasil perhitungan tingkat keausan dari front idler.
Tabel 4.7 Perhitungan Tingkat Keausan Front Idler Perhitungan Tingkat Keausan
4.2.4 Sisa Umur Pemakaian Front Idler
Dalam melakukan perhitungan sisa umur pemakaian front idler diperlukan nilai dari tingkat keausan komponen front idler, nilai K pada komponen front idler, dan juga umur komponen front idler saat dilakukan pengukuran. Dimana untuk nilai K dari front idler sendiri adalah 1,8. Dalam melakukan perhitungan sisa umur pemakaian komponen front idler digunakan Persamaan (2.2).
𝑊𝑅 = 𝑎 . 𝑋𝑘
Sisa umur pemakaian front idler pada pengukuran pertama:
𝑊𝑅 = 𝑎 . 𝑋𝑘
Apabila keausan 100%, maka 𝑋2 = jam operasinya sebagai berikut:
𝑊𝑅2 = 𝑎2 . 𝑋2𝑘
Dimana 𝑎1 = 𝑎2
1,8
𝑋2 1,8 = 100
0,00003953
𝑋2 = √2529773,111 𝑋2 = 3.608,008 jam
Jika dibulatkan menjadi 3.608 jam.
Untuk sisa umur komponen front idler adalah 3.608 jam - 2.500 jam = 1.108 jam lagi dari saat pengukuran komponen. Dapat dilihat pada Tabel 4.8 dilampirkan data hasil perhitungan sisa umur pemakaian komponen front idler.
Tabel 4.8 Perhitungan Sisa Umur Pemakaian Front Idler Perhitungan sisa umur
Dari hasil pengukuran kelima pada tanggal 24 Juli 2021 didapatkan hasil perhitungan sisa umur pemakaian komponen front idler adalah 92 hari, maka untuk melakukan pergantian komponen front idler akan dilakukan pada tanggal (dengan 1 hari kerja excavator = 8 jam) 24 Juli 2021 + 92 hari, dan didapatkan tanggal pergantian komponen front idler pada tanggal 24 Oktober 2021.
4.2.5 Tingkat Keausan Carrier Roller
Carrier Roller pada dasarnya memiliki ukuran baru dan juga mempunyai ukuran maksimal keausan, dimana untuk ukuran barunya sendiri dari komponen carrier roller adalah sebesar 140 mm dan untuk ukuran keausan maksimalnya sebesar 130 mm (PT United Tractors TBK, 2011).
Dalam melakukan perhitungan tingkat keausan digunakan Persamaan (2.1).
𝑆𝑉 − 𝐻𝑃
𝑊𝑅 =
𝑉 − 𝑅𝐿 𝑋 100%
Tingkat keausan pada pengukuran pertama:
Diketahui:
𝑆
𝑆𝑉 = 140 mm
Dapat dilihat dari hasil perhitungan diatas diperoleh hasil untuk tingkat keausan (wear rate) pada komponen carrier roller adalah sebesar 45% pada pengukuran pertama. Tabel 4.9 melampirkan data hasil perhitungan tingkat keausan carrier roller.
Tabel 4.9 Perhitungan Tingkat Keausan Carrier Roller Perhitungan Tingkat Keausan
4.2.6 Sisa Umur Pemakaian Carrier Roller
Dalam melakukan perhitungan sisa umur pemakaian carrier roller diperlukan nilai dari tingkat keausan komponen carrier roller, nilai K pada komponen carrier roller, dan juga umur komponen carrier roller saat dilakukan pengukuran. Dimana untuk nilai K dari carrier roller sendiri adalah 1,3. Dalam melakukan perhitungan sisa umur pemakaian komponen carrier roller digunakan Persamaan (2.2).
𝑊𝑅 = 𝑎 . 𝑋𝑘
Sisa umur pemakaian carrier roller pada pengukuran pertama:
𝑊𝑅 = 𝑎 . 𝑋𝑘 𝑊𝑅1 = 𝑎1 . 𝑋1𝑘
45% = 𝑎1. 2.5001,3 45
2
1,3
Apabila keausan 100%, maka 𝑋2 = jam operasinya sebagai berikut:
𝑊𝑅2 = 𝑎2 . 𝑋2𝑘
Jika dibulatkan menjadi 4.621 jam.
Untuk sisa umur komponen carrier roller adalah 4.621 jam - 2.500 jam = 2.121 jam lagi dari saat pengukuran komponen. Dapat dilihat pada Tabel 4.10 dilampirkan data hasil perhitungan sisa umur pemakaian komponen carrier roller.
Tabel 4.10 Perhitungan Sisa Umur Carrier Roller Perhitungan sisa umur
Dari hasil pengukuran kelima pada tanggal 24 Juli 2021 didapatkan hasil perhitungan sisa umur pemakaian komponen carrier roller adalah 206 hari, maka untuk melakukan pergantian komponen carrier roller akan dilakukan pada tanggal (dengan 1 hari kerja excavator = 8 jam) 24 Juli 2021 + 206 hari, dan didapatkan tanggal pergantian komponen carrier roller pada tanggal 15 Februari 2022.
4.2.7 Failure Mode and Effect Analysis (FMEA)
Analisa FMEA yang dilakukan pada komponen dilampirkan pada Tabel 4.11untuk komponen link height, Tabel 4.12 untuk komponen front idler, dan pada Tabel 4.13 untuk komponen carrier roller. Hasil yang diperoleh dari penerapan metode FMEA ini berupa nilai RPN yang berperan dalam menentukan risiko yang terjadi pada komponen yang dianalisa. Nilai
RPN yang tinggi pada komponen diartikan dengan risiko kerusakan yang tinggi pada komponen dan untuk nilai RPN yang rendah diartikan dengan risiko kerusakan yang terjadi rendah pada komponen, dengan menggunakan metode FMEA dapat dilihat komponen mana saja yang lebih berisiko mengalami kerusakannya terlebih dahulu sehingga perlu dilakukan pergantian kepada komponen tersebut.
Tabel 4.11 Analisa Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) Link Height
System:
Undercarriage
Failure Mode and Effect Analysis
Start: 26/06/2021
Type: Excavator Finish: 24/07/2021
Model: PC200-8 By: Rifki Ivansca
PT: PLN Page: 1 of 3
Tabel 4.12 Analisa Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) Front Idler
System:
Undercarriage
Failure Mode and Effect Analysis
Start: 26/06/2021
Type:
Excavator Finish: 24/07/2021
Model:
Tabel 4.13 Analisa Failure Mode and Effect Analysis (FMEA) Carrier Roller
System:
Undercarriage
Failure Mode and Effect Analysis
Start: 26/06/2021
Type:
Excavator Finish: 24/07/2021
Model:
4.3 Hasil dan Pembahasan
Pengambilan data dilakukan dengan cara melakukan pengukuran pada komponen link height, front idler, dan carrier roller. Pengukuran dilakukan sebanyak lima kali dan dengan jeda pengukuran selama satu minggu, serta dilanjutkan dengan melakukan perhitungan tingkat keausan dan sisa umur komponen, dan menganalisa faktor keausan yang terjadi dengan metode FMEA. Setiap data yang didapat dilakukan perhitungan presentase tingkat keausan dan sisa umur pakai pemakaian komponen yang dapat dilihat pada Tabel 4.14.
Tabel 4.14 Hasil Perhitungan Tingkat Keausan dan Sisa Umur Pemakaian
Komponen Tanggal
Berdasarkan hasil perhitungan tingkat keausan link height diproleh Grafik Tingkat Keausan Link Height pada Gambar 4.4.
56.0
Gambar 4.4 Grafik Tingkat Keausan Link Height
Pada Gambar 4.4 dilampirkan grafik tingkat keausan link height, dimana pada grafik tersebut diperoleh hasil yang tidak seragam walaupun pada umur link height yang sama. Pada saat link height mencapai umur 2.500 jam tingkat keausannya mencapai 49,5% untuk sisi kiri dan untuk sisi kanan sebesar 49,7%, hal ini dapat terjadi karena sisi kiri dan kanan mendapatkan beban yang tidak sama beratnya sehingga tingkat keausan yang diperoleh komponen berbeda. Pada umur link height 2.556 jam kembali terjadi perbedaan tingkat keausan pada sisi kiri dan kanan dimana sisi kiri mengalami tingkat keausan sebesar 51,7% sedangkan sisi kanan 51,2%, hal ini dapat terjadi karena beban yang diterima sisi kiri lebih besar dibandingkan sisi kanan sehingga tingkat keausan yang diterima oleh kedua sisi menjadi berbeda. Pada saat umur link height 2.612 keausan yang diterima komponen masih tidak sama dimana pada sisi kiri tingkat keausannya 53,3% dan sisi kanan sebesar 53%, hal ini dapat terjadi karena beban yang diterima pada kedua sisi komponen tidak sama. Pada umur link height 2.724 tingkat keausan menjadi sama dengan nilai keausan yang diperoleh untuk sisi kiri dan kanan sebesar 55,2%, hal ini dapat terjadi karena kondisi pembebanan mengalami kebalikan, dimana pada umur 2.668 jam tingkat keausan sisi kiri komponen lebih tinggi nilai keausannya sebesar 54,2% dan sisi kanan sebesar 53,9%
maka pada pengoperasian link height 2.668 sampai dengan 2.724 jam link height kanan mendapatkan beban yang lebih besar, sehingga menyebabkan tingkat keausan pada saat umur komponen 2.724 jam mendapatkan tingkat keausan yang sama yaitu 55,2%. Dari hasil yang diperoleh maka dapat disimpulkan untuk tingkat keausan link height akan mendapatkan nilai yang sama apabila beban yang diterima pada kedua sisi adalah beban yang sama, namun tingkat keausan dapat berbeda jika beban yang diterima antara kedua
54.2
sisi mengalami perbebedaan, dari hal ini dapat diketahui bahwa tingkat keausan pada link height dipengaruhi oleh beban yang diterima bukan dari lama masa pakai link height tersebut. Beban tersebut didapat dari excavator yang sering beroperasi dibeberapa tempat sehingga medan yang dilalui tidak selalu rata dan link height sering terjadi gesekan dengan front idler.
Berdasarkan hasil perhitungan sisa umur pemakaian Link Height diperoleh grafik seperti pada Gambar 4.5 Grafik Sisa Umur Link Height.
1080
Gambar 4.5 Grafik Sisa Umur Link Height
Gambar 4.5 melampirkan grafik sisa umur pemakaian link height.
Pada grafik dapat dilihat semakin bertambahnya umur komponen maka semakin menurun pula sisa umur pemakaian link height. Saat umur 2.500 jam sisa umur sisi kiri memperoleh hasil sebesar 1.052 jam dan sisi kanan sebesar 1.046 jam, hal ini dikarenakan beban untuk sisi kiri dan kanan berbeda. Dari hasil perhitungan sisa umur dapat disimpulkan jika tingkat keausannya semakin besar maka hasil dari sisa umur komponen yang diperoleh akan semakin menurun. Perhitungan sisa umur dilakukan agar dapat mengetahui berapa lama lagi link height masih dapat digunakan sehingga dengan hasil yang diperoleh dapat mengetahui tanggal pergantian link height. Tanggal pergantian link height yang diperoleh dari pengukuran kelima pada saat umur 2.724 jam yaitu pada tanggal 18 November 2021 untuk sisi kiri dan kanan.
Berdasrkan dari hasil perhitungan tingkat keausan front idler diperoleh grafik seperti pada Gambar 4.6 Grafik Tingkat Keausan Front Idler.
Sisa Umur (Jam)
70.0
60.0 53.3 56.7 58.3 61.7 63.3
65.0 50.0
40.0
51.7 55.0 58.3 60.0
30.0 20.0 10.0 0.0
2,500 2,556 2,612 2,668 2,724
Umur Komponen (Jam)
Kiri Kanan
Gambar 4.6 Grafik Tingkat Keausan Front Idler
Pada Gambar 4.6 ditampilkan grafik tingkat keausan front idler.
Dalam grafik tersebut untuk tingkat keausan sisi kiri dan kanan mendapatkan hasil yang berbeda dimana sisi kiri sebesar 51,7% dan untuk sisi kanan sebesar 53,3%, hal ini dikarenakan beban yang diterima oleh sisi kanan lebih besar daripada sisi kiri sehingga gesekan yang dialami kedua sisi berbeda dan tingkat keausan yang diterima kedua sisi menjadi berbeda. Pada umur front idler 2.500 jam sampai dengan 2.668 jam front idler sisi kanan tingkat keausannya lebih tinggi daripada sisi kiri, hal ini disebabkan beban pada front idler sisi kanan lebih berat dibandingkan dengan beban pada sisi kiri. Pada saat umur front idler 2.668 sampai dengan 2.724 terjadinya peningkatan keasusan yang lebih cepat terjadi dari sisi bagian kiri dimana mengalami keausan sebesar 65% dan untuk sisi bagian kanan sebesar 63,3%, hal ini terjadi karena excavator sering beroperasi dibeberapa tempat sehingga medan yang dilalui tidak selalu rata dan track yang terlalu kencang ketika excavator melakukan manuver dengan kecepatan tinggi sehingga menyebabkan kenaikan tingkat keausan yang tidak terperediksi.
Berdasarkan hasil perhitungan sisa umur pemakaian front idler diperoleh grafik seperti pada Gambar 4.7 Grafik Sisa Umur Front idler.
Tingkat Keausan (%)
1200 1108
Gambar 4.7 Grafik Sisa Umur Front Idler
Gambar 4.7 melampirkan grafik sisa umur front idler. Pada grafik tersebut dapat dilihat semakin bertambahnya umur komponen maka akan semakin menurun pula sisa umur pemakaian front idler. Pada saat umur komponen 2.500 jam sisa umur pada sisi bagian kiri sebesar 1.108 jam dan untuk sisi bagian kanan sebesar 1.045 jam, hal ini dikarenakan beban yang diterima keduanya berbeda diakibatkan gesekan dengan track link sehingga sisi kiri dan kanan front idler berbeda. Pada saat umur komponen front idler 2.556 jam sampai dengan 2.724 sisa umur komponen bagian kiri mengalami penurunan sisa umur terbesar yaitu untuk sisa umur pada bagian kiri sebesar 737 jam sedangkan pada sisi bagian kanan sebesar 787 jam. Hal ini terjadi karena excavator sering beroperasi ditempat yang medannya tidak rata dan juga track yang terlalu kencang ketika excavator melakukan manuver dengan kecepatan tinggi. Dari hasil perhitungan sisa umur front idler dapat disimpulkan jika tingkat keausan semakin besar maka hasil dari sisa umur komponen yang diperoleh akan semakin menurun. Tanggal pergantian front idler yang didapatkan dari hasil pengukuran kelima pada saat umur 2.724 jam yaitu pada tanggal 24 Oktober 2021 untuk sisi kiri dan kanannya.
Berdasarkan dari data hasil perhitungan tingkat keausan carrier roller diperoleh grafik seperti pada Gambar 4.8 Grafik Tingkat Keausan Carrier Roller.
Sisa Umur (Jam)
60.0
Gambar 4.8 Grafik Tingkat Keausan Carrier Roller
Pada Gambar 4.8 ditampilkan grafik tingkat keausan komponen carrier roller. Dalam grafik tingkat keausan tersebut diperoleh hasil yang tidak seragam meskipun pada umur carrier roller yang sama. Pada saat carrier roller mencapai umur 2.500jam tingkat keausan pada sisi kiri mencapai 45% dan untuk sisi bagian kanan tingkat keausannya sebesar 44%, hal ini dapat terjadi karena kedua sisi mendapatkan beban yang tidak samaberat dimana sisi kiri mendapatkan beban yang lebih berat daripada sisi kanan sehingga gesekan yang diakibatkan beban yang beratnya tidak sama akan menghasilkan tingkat keausan yang diperoleh menjadi tidak sama. Pada saat umur carrier roller 2.556 jam sampai dengan umur 2.668 jam terjadi perbedaan tingkat keausan untuk sisi bagian kiri dan sisi bagian kanan, hal ini dapat terjadi karena beban yang diterima untuk sisi bagian kiri dan kanan mengalami perbedaan sehingga tingkat keausan yang diterima berbeda. Salah satu masalah pembebanan yang terjadi pada carrier roller yaitu beroperasi pada saat track link kendor, dimana pada saat track link kendor akan mengakibatkan gesekan pada carrier roller lebih besar sehingga dapat berpengaruh terhadap tingkat keausannya. Pada umur carrier roller 2.724 jam tingkat keausan menjadi sama untuk sisi bagian kiri dan kanan yaitu sebesar 54%, hal ini dapat terjadi karenan kondisi pembebanan mengalami kebalikan, jika pada saat umur carrier roller 2.668 jam tingkat keausan sisi bagian kanan lebih tinggi dengan nilainya sebesar 53% dan sisi kiri sebesar 52%. Pada saat umur caarier roller 2.668 jam sampai dengan 2.724 jam carrier roller kiri mendapatkan beban yang lebih besar sehingga tingkat keausan pada saat umur 2.724 jam carrier roller mendapatkan tingkat keausan yang sama dengan sisi kanan yaitu sebesar 54%. Dari hasil yang diperoleh dapat disimpulkan untuk tingkat keausan carrier roller akan
Tingkat Keausan (%)
mendapatkan nilai yang sama apabila beban yang diterima pada kedua sisi adalah beban yang sama, namun tingkat keausan dapat berbeda jika beban antara kedua sisi mengalami perbedaan, dari hal ini dapat diketahui bahwa tingkat keausan pada carrier roller oleh beban yang diterima bukan dari lama masa pakai carrier roller tersebut.
Berdasarkan hasil perhitungan sisa umur pemakian carrier roller diperoleh grafik seperti pada Gambar 4.9 Grafik Sisa Umur Carrier Roller.
2500
Gambar 4.9 Grafik Sisa Umur Carrier Roller
Pada Gambar 4.9 ditampilkan grafik sisa umur carrier roller, dimana dapat dilihat semakin bertambahnya umur carrier roller maka akan semakin menurun sisa umur pemakaian carrier roller. Saat umur carrier roller 2.500 jam diperoleh sisa umur pada sisi bagian kiri sebesar 2.121 jam dan untuk sisi kanan sebesar 2.201 jam, hal ini dikarenakan beban yang diterima kedua sisi berbeda. Dari hasil perhitungan sisa umur dapat disimpulkan jika tingkat keausannya semakin besar maka hasil dari sisa umur komponen yang diperoleh akan semakin menurun. Perhitungan sisa umur carrier roller ini dilakukan agar dapat mengetahui berapa lama lagi komponen carrier roller masih bisa digunakan sehingga dengan hasil yang diperoleh dapat mengetahui tanggal pergantian carrier roller. Tanggal pergantian carrier roller yang diperoleh dari pengukuran kelima pada saat carrier roller berumur 2.724 jam yaitu pada tanggal 15 Februari 2022 untuk sisi kiri dan kanan.
Berdasarkan hasil analisa keausan dengan menggunakan metode
Sisa Umur (Jam)
height, front idler, dan carrier roller diperoleh grafik hubungan seperti pada Gambar 4.10 Grafik Hubungan RPN Dengan Sisa Umur.
600
Link Height Front Idler Carrier Roller
Komponen
Gambar 4.10 Grafik Hubungan RPN Dengan Sisa Umur
Gambar 4.10 menunjukkan grafik perbandingan antara nilai RPN dengan sisa umur pemakaian komponen. Dapat dilihat nilai RPN tertinggi
Gambar 4.10 menunjukkan grafik perbandingan antara nilai RPN dengan sisa umur pemakaian komponen. Dapat dilihat nilai RPN tertinggi