• Tidak ada hasil yang ditemukan

TINJAUAN PUSTAKA

BAHAN DAN METODE Tempat dan Waktu Penelitian

Penelitian ini dilaksanakan di Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang dengan ketinggian ± 15 meter diatas permukaan laut, dilaksanakan pada bulan Juni 2011 sampai dengan September 2011.

Bahan dan Alat

Bahan yang digunakan adalah benih melon varietas Sky rocket (dapat dilihat pada lampiran 2), pupuk Urea, TSP, KCI, pupuk kandang, dolomit, bambu, plastik bening, mulsa plastik, insektisida, fungisida, bakterisida dan polybag kecil. Alat yang digunakan adalah cangkul, tali plastik, lanjaran, alat semprot, ember plastik, slang plastik, timbangan, kertas sampul atau kertas jerami dan gembor.

Metode Penelitian

Penelitian dilaksanakan dengan menggunakan Rancangan Petak Terbagi (RPT), dengan pola Percobaan Rancangan Acak Kelompok . Perlakuan terdiri dari dua faktor yaitu :

Faktor Pemupukan Anorganik terdiri dari empat taraf sebagai petak utama, yaitu :

A0 = Tidak di beri pupuk Anorganik

A1 = Pupuk Urea (N) 15 g/plot + Pupuk TSP (P) 15 g/plot + Pupuk KCl (K) 30 g/plot

A2 = Pupuk Urea (N) 30 g/plot + Pupuk TSP (P) 30 g/plot + Pupuk KCl (K) 60 g/plot

A3 = Pupuk Urea (N) 45 g/plot + Pupuk TSP (P) 45 g/plot + Pupuk KCl (K) 90 g/plot

O0 = Tidak di beri pupuk organik

O1 = Pukan Ayam 750 g/Plot + Pukan Sapi 750 g/plot + Kompos Jerami

1.500 g/plot

O2 = Pukan Ayam 1.500 g/Plot + Pukan Sapi 1.500 g/plot + Kompos

Jerami 3.000 g/plot

O3 = Pukan Ayam 2.250 g/Plot + Pukan Sapi 2.250 g/plot + Kompos

Jerami 4.500 g/plot

O4 = Pukan Ayam 3.000 g/Plot + Pukan Sapi 3.000 g/plot + Kompos

Jerami 6.000 g/plot

Dengan demikian terdapat 20 kombinasi perlakuan dan setiap kombinasi perlakuan diulang sebanyak 3 kali, sehingga di peroleh 60 unit percobaan.

A0O0 A1O0 A2O0 A3O0

A0O1 A1O1 A2O1 A3O1

A0O2 A1O2 A2O2 A3O2

A0O3 A1O3 A2O3 A3O3

A0O4 A1O4 A2O4 A3O4

Model matematik dari Rancangan Petak Terbagi adalah :

Yijk = µ + αi + βj + Ɛij + γk + (βγ)jk + Ɛijk

Keterangan :

Yijk = Hasil pengamatan pada ulangan ke-i dari pemberian pupuk organik pada taraf ke j dan pupuk anorganik pada taraf ke-k

µ = Nilai tengah umum

αi = Pengaruh ulangan ke-i ; i = 1, 2, 3, (ulangan)

βj = Pengaruh pemberian pupuk anorganik pada taraf ke- j ; j = 1, 2, 3, 4,

(pemupukan pupuk anorganik)

Ɛij = Pengaruh galat pada ulangan ke-i dan pemberian pupuk anorganik pada

Γk = Pengaruh pupuk organik pada perlakuan ke-k ; k = 1, 2, 3, 4, 5 (pemupukan pupuk organik)

(βγ)jk = Interaksi pemberian pupuk organik pada taraf ke-j dan anorganik pada taraf ke-k

Ɛijk = Pengaruh galat percobaan pada interaksi perlakuan ke-i, perlakuan

pemberian pupuk organik taraf ke-j dan anorganik pada taraf ke-k

Pengaruh perlakuan terhadap parameter yang diamati dilihat dari Sidik ragam.

Pelaksanaan Penelitian Persiapan Lahan

Lahan dibabat dan kemudian dicangkul serta dibersihkan dari rerumputan dan sisa-sisa tanaman yang mengganggu. Pengolahan tanah dilakukan dua kali. Pengolahan tanah pertama yaitu dicangkul sedalam 30 cm, dan dibiarkan lebih kurang selama satu minggu. Pengolahan tanah kedua, tanah dipecah dan kemudian aplikasikan dengan pupuk organik dengan cara dicampurkan langsung ke tanah dan sambil dibuat bedengan dengan ukuran panjang 760 cm, lebar 60 cm, parit drainase lebar 60 cm, tinggi ±30 cm. Parit drainase antar blok perlakuan 50 cm. Kemudian lahan tersebut dibiarkan selama seminggu. Denah percobaan ada di lampiran 3.

Persiapan kompos

Teknis pengomposan berdasarkan metode anaerob, Bahan organik segar (pupuk kandang sapi, pupuk kandang ayam dan jerami) dikumpulkan (ditumpuk) disuatu tempat dan dibedakan tumpukannya antara kotoran sapi, kotoran ayam dan jerami. Kemudian tumpukan kotoran sapi dan ayam dicampur tanah. Kemudian ditambahkan dekomposer (EM4), dengan perbandingan bahan organik 5 kg : tanah

5kg : EM4 1cc dicampur 1g gula dan 1000cc air. Kemudian ditutup dengan plastik agar tidak terkena hujan dan panas. dibiarkan selama 2 minggu, setelah matang baru bisa digunakan.

Pemupukan dan Pemasangan Mulsa Plastik Hitam Perak

Setelah bedengan siap dibentuk, dilakukan pemupukan dengan pupuk organik. Pupuk organik yang diberikan adalah campuran pupuk kandang sapi, pupuk kandang ayam dan pupuk kompos jerami yang telah siap dikomposkan, dosis sesuai perlakuan dan aplikasinya dilakukan dengan cara dibenamkan di dalam tanah. Kemudian Pupuk anorganik diberikan seminggu setelah aplikasi pupuk organik dilakukan. Pupuk anorganik ini masih ditambah dengan 100 g dolomit dan 2 g insektisida karbofuran per tanaman. Pupuk Anorganik ditaburkan diatas larikkan yang telah dibuat di permukaan bedengan, kemudian ditutup dan dibenamkan di dalam tanah.

Tahap berikutnya pemasangan Mulsa Plastik Hitam Perak (MPHP), dilakukan pada saat terik matahari agar permukaan MPHP rata dan rapat dengan tanah. Agar pupuk meresap kedalam tanah dan tidak meracuni tanaman melon saat pindah tanam perlu dibiarkan selama 3 hari. Pelubangan MPHP dilakukan sesuai jarak tanam.

Perlakuan Benih

Benih melon dibuka dari kemasan, dicuci untuk menghilangkan lendir. Benih dibungkus plastik yang telah dilubangi dan dicelupkan ke dalam larutan aquades selama 4 jam. Benih ditiriskan kemudian dibungkus handuk basah, diperam dalam kaleng pemeraman, kemudian diisi dengan pasir setebal 5 cm dan dilengkapi dengan lampu pijar 15 watt sebagai pemanas. Lamanya pemeraman ± 24 jam, dijaga agar tetap lembab sampai keluar calon akar sepanjang 2–3 mm.

Pembibitan

Benih yang telah berkecambah ditanam pada polibag bibit yang berukuran panjang 15 cm, lebar 5 cm, yang diisi dengan campuran 10 kg tanah, 5 kg pupuk

kandang, 80 g NPK (15-15-15) dan 25 g Curater sampai 90% penuh. Untuk

merangsang pertumbuhan kecambah maka ditutup permukaan persemaian dengan karung goni basah. Setiap hari permukaan karung ini disiram secukupnya sampai kecambah muncul di permukaan media. Pembibitan ini diberi sungkup dan pemeliharaannya terdiri dari pembukaan sungkup, penyiraman, pemupukan, pengendalian hama penyakit serta sortasi bibit.

Penanaman Tanaman

Dua sampai tiga hari sebelum pindah tanam, bibit disemprot dengan fungisida Derosal 60 WP 1 g/l air. Pada umur bibit melon 10 hari di polybag kecil (persemaian) dipindah ke lapangan pertanaman.

Jarak tanam dalam barisan adalah 60 cm dan antara barisan 40 cm pada setiap bedengan. Dan penyulaman dilakukan sampai tanaman berumur satu minggu setelah di pindah ke lapangan.

Pemeliharaan Tanaman

Pengendalian hama dan penyakit tanaman dilakukan dengan cara pengendalian hama terpadu (PHT). Pada pertanaman melon sistem lanjaran, sebaiknya tanaman harus secepatnya dilanjarkan dan selanjutnya diikat pada lanjaran tersebut. Pengikatan tanaman melon dilakukan secara rutin setiap 2–3 hari sekali hingga batas panjang tanaman 1 meter.

Pengendalian hama, penyakit dan gulma diluar dari jadwal yang ditentukan dapat dilakukan sewaktu-waktu bila dianggap perlu. Penyiraman dilakukan pada pagi atau sore hari sampai tanah cukup lembab, tetapi tidak sampai becek.

Setelah tanaman berdaun 7-8 helai dilakukan pemangkasan pada tunas yang tumbuh di ketiak daun pertama sampai kelima. Tunas yang tumbuh setelah ruas ke-8 dipangkas dengan tetap menyisakan 2 helai daun. Bila batang utama sudah mencapai 20-25 ruas, dilakukan pangkas pucuk. Waktu yang tepat untuk melakukan pemangkasan adalah saat udara cerah dan kering. Untuk pemangkasan buah dipelihara 3-4 calon buah pada setiap tanaman, terutama yang tumbuh pada cabang ke 10 sampai ke 17. Setelah calon buah sebesar telur ayam, pilih 2 calon buah yang paling baik/bagus yaitu yang berbentuk bulat agak lonjong, sedangkan sisanya dibuang. Bila buah sudah sebesar bola tenis, cabang buahnya diikat dengan tali rafia.

Panen

Buah melon harus dipanen setelah tua benar karena buah tidak matang bila

diperam. Panen dilakukan pada umur 45 hari setelah pembungaan. Penyemprotan pestisida dihentikan 2 minggu sebelum panen. Waktu panen dapat ditentukan dengan mengamati penampakan fisik buah dan umur tanaman. Melon yang sudah matang ditandai dengan jaring di kulit buah telah terbentuk sempurna, tebal dan rata, ada retakan di pangkal tangkai buah, warna kulit buah berubah dari hijau tua menjadi kekuningan, kulit buah terasa halus atau tidak berbulu, muncul aroma yang khas, serta tangkai buah berwarna kekuningan.

Pengamatan dan Pengumpulan Data 1. pH tanah

pH tanah diukur dengan alat pH meter di Balai Pengkajian Teknologi Pertanian Sumatera Utara (BPTP SU). pH tanah diukur 2 kali yaitu sebelum aplikasi pupuk organik dan pupuk anorganik dan 14 hari setelah aplikasi pupuk organik dan anorganik. .

2. Kadar N, P dan K Tanah

Kadar N, P dan K tanah di ukur sebelum pelaksanaan penelitian dan di akhir penelitian. Pengukuran dilakukan sebelum aplikasi pupuk organik dan anorganik. Setelah penelitian, pengukuran dilakukan pada waktu awal pembentukan buah (early fruit-set).

3. Kadar N, P dan K Tanaman

Penentuan kadar N, P dan K tanaman melon dilakukan pada awal pembentukan buah (early fruit-set) daun ke delapan atau daun terdekat dari bunga betina yang menghasilkan bakal buah yang akan dipelihara. Awal pembentukan buah atau terbentuknya bunga betina terjadi pada umur 32 hari setelah semai (Wijiastuti, 2002).

4. Tinggi Tanaman (cm)

Tinggi tanaman diukur sebanyak 3 kali yaitu pada waktu tanaman berumur 21 hari, 28 hari dan 35 hari.

Untuk menentukan luas daun, daun tanaman sampel dipetik pada awal

pembentukan buah (early fruit-set). Pengukuran dilakukan di laboratorium

dengan menggunakan alat “leaf area meter”. Pengukuran ini dilakukan ketika

daun sampel masih segar.

6. Jumlah Bunga (kuntum)

Jumlah bunga dihitung pada waktu pembentukan buah (early fruit-set).

Penghitungan dilakukan dengan cara menghitung bunga betina atau bakal buah yang tumbuh. Sedangkan bunga jantan yang tumbuh tidak dihitung.

7. Berat Kering Tanaman (g)

Tanaman sampel dibongkar sampai akarnya, dimasukkan ke dalam baskom berisi air untuk dicuci, setelah bersih dimasukkan ke dalam kantong plastik bening dan diberi label. Selanjutnya tanaman sampel dipersiapkan untuk dikeringkan. Batang tanaman dipotong-potong sesuai kantong kertas sampul yang telah dipersiapkan terlebih dahulu. Daun tanaman yang digunakan untuk pengukuran luas daun disatukan dengan batangnya dan dimasukkan ke dalam kantong kertas jerami sesuai label. Tanaman sampel dikeringkan pada suhu 65°C selama 48 jam. Setelah 48 jam, dikeluarkan dari lemari pengering lalu dimasukkan ke dalam eksikator selama 30 menit selanjutnya di timbang. Sampel dimasukkan kembali ke dalam pengering dengan suhu 65°C selama 12 jam, kemudian dimasukkan ke dalam eksikator selama 30 menit dan ditimbang lagi. Bila pada penimbangan pertama dan kedua beratnya sama, berarti pengeringan telah sempurna.

8. Bobot dan Diameter Buah (kg dan cm).

Bobot dan diameter buah tanaman ditentukan dengan menimbang berat buah dalam bobot (kg) dan menghitung diameter buah (cm). Penimbangan bobot buah dilakukan sampai dua angka dibelakang koma. Penentuan diameter buah dengan mengukur lilit buah yaitu pada bagian tengah buah.

9. Total Kadar Gula Buah (% Brix).

Buah yang telah dipanen dibelah lalu dari bagian pangkal, tengah dan ujung buah diambil daging buahnya, kemudian dihancurkan. Selanjutnya ekstrak daging buah tersebut diteteskan ke lensa Hand Refracktometer untuk mengetahui total kadar gula buah (% brix).

HASIL PENELITIAN

Dokumen terkait